
Setelah berhasil merampok Bank tanpa mendapatkan masalah berarti. Nathan, Sebastian, Harold, El Chapo, dan Joe kemudian menuju rumah yang baru mereka sewa untuk menyimpan uang tunai serta perhiasan.
Mereka kemudian merayakan keberhasilan dengan mengadakan pesta sederhana di dalam rumah dan memesan berbagai macam makanan.
Ada dua orang yang sangat bersemangat di antara mereka saat berpesta. Kedua orang itu tidak lain adalah El Chapo dan Joe.
"Hahaha mereka benar-benar sangat bodoh mengira kita masih ada di sana dan menunggu selama 3 jam!" El Chapo tertawa lepas sambil meminum satu botol bir ditangannya.
Mereka saat ini sedang melihat siaran televisi yang menampilkan siaran pers dari pihak kepolisian tentang insiden perampokan di sebuah Bank Philadelphia.
"Benar, lihat wajah bodoh mereka saat menemukan lubang galian kita!" Sahut Joe sambil menunjuk ke arah telivisi dimana sedang menampilkan lubang galian mereka.
Harold hanya menanggapi perkataan kedua orang itu dengan anggukan tanpa berkomentar, sama seperti Nathan yang saat ini sedang sibuk mengutak-atik ponsel barunya.
Sementara itu saat yang lain sedang berkumpul untuk berpesta, Sebastian berjalan menuju halaman belakang sambil memastikan tidak ada seorang pun yang mengikutinya.
Begitu merasa situasi sudah aman, Sebastian kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang yang berkaitan dengan Bank tempat mereka merampok sebelumnya.
"Halo ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Tanya seorang pria dengan sopan saat menerima panggil telepon dari Sebastian.
"Daniel, bisakah kau menutup kasus perampokan Bank yang sedang menjadi topik pembicaraan panas sekarang?" Balas Sebastian dengan nada memerintah yang membuat Daniel heran.
Bagaimana bisa Daniel tidak merasa heran. Ia merupakan pemimpin Bank cabang di Philadelphia dan salah satu dari sekian banyak orang yang disandera oleh Joe dan El Chapo sebelumnya.
Daniel tentu saja merasa ketakutan saat itu dan sebelumnya secara diam-diam ingin menghubungi seseorang namun sayangnya diketahui oleh Joe dan mendapatkan tembakan peringatan.
__ADS_1
"Apakah anda serius ingin menutup kasus ini, Tuan? Maksud saya perampokan ini bisa saja menghancurkan kepercayaan para nasabah Bank jika para perampok itu tidak bisa di tangkap." Tanya Daniel yang mencoba memastikan perkataan Sebastian.
Menurut Daniel perintah yang diberikan oleh Sebastian sangat tidak masuk akal dan ia merasa jika atasannya memiliki keterlibatan dengan perampokan ini, mengingat kemarin Sebastian sempat berkunjung ke tempat kerjanya.
"Kode satu..." Balas Sebastian sebelum menutup panggilan telepon yang membuat Daniel hanya bisa terpaku dan menerima perintah.
Semua orang termasuk Daniel yang bekerja untuk keluarga Alexander tentu saja mengerti maksud dari kode satu yang diucapkan oleh Sebastian.
Sebagai tangan kanan dari Alexander, Sebastian mendapatkan prioritas khusus yang membuatnya bisa mengeluarkan perintah untuk mewakili kepala keluarga.
Kode satu yang diucapkan Sebastian sendiri mengacu kepada Alexander. Ia sengaja mengucapkan kode tersebut kepada Daniel agar pria itu tidak mempertanyakan lagi perintah yang sudah diberikan.
Daniel sendiri akhirnya benar-benar yakin jika Sebastian terlibat dalam perampokan ini mengingat pria itu mengetahui seluk-beluk tata letak bangunan Bank dan sistem keamanannya.
Mendapat perintah mutlak dari Sebastian, Daniel menghela nafas panjang mengingat pekerjaan ini akan cukup sulit dan membutuhkan madu atau uang yang tidak sedikit.
"Bukankah itu..." Daniel memicingkan mata saat melihat tulisan pada badan kendaraan lapis baja yang sudah tidak asing lagi baginya.
Benar saja saat beberapa orang turun dari kendaraan lapis baja tersebut. Daniel langsung mengetahui jika mereka merupakan unit pasukan bayaran yang tidak terikat oleh instansi manapun.
"Gawat kenapa mereka datang ke sini. Sekarang semuanya akan benar-benar menjadi sangat rumit." Daniel berdecak kesal melihat pasukan bayaran yang dipimpin oleh seorang wanita cantik berambut pirang.
Ketika unit tersebut datang menghampiri dirinya, Daniel yang semua berwajah ketus langsung tampak sumringah agar tidak menimbulkan rasa curiga.
Disisi lain unit pasukan bayaran yang terdiri dari 3 wanita dan 3 pria berjalan menghampiri Daniel yang sedang bersama dengan beberapa anggota kepolisian.
__ADS_1
"Ternyata disini masih ada banyak orang yang berkumpul..." Ucap seorang wanita dengan rambut pendek bernama Katarina sambil memperhatikan orang-orang disekitarnya.
"Kau bodoh atau apa? Tentu saja disini masih ada banyak orang!" Sahut Mike, seorang pria yang membuat Katarina langsung berdecak kesal.
Mereka berdua kemudian mulai berdebat satu sama lain. Sementara Teo, Jasmine, dan Baron yang melihat kelakuan mereka hanya bisa menggelengkan kepala karena sudah terbiasa melihat kedua orang itu bertikai.
"Kalian berdua diamlah!" Elizabeth memberi teguran kepada Katarina dan Mike yang sedang bertikai sambil menatap mereka dengan tajam.
"Baik Ketua..." Balas Katarina dan Mike sambil menunduk ketakutan karena sadar jika mereka tidak diam maka Elizabeth akan membuat mereka diam dengan paksa.
Teo, Jasmine, Baron terkekeh melihat wajah ketakutan Katarina dan Mike setelah mendapat teguran dari Ketua mereka yang memiliki julukan wanita bertangan besi.
Julukan tersebut Elizabeth dapatkan bukan tanpa sebab melainkan karena sudah mengirim semua korbannya menuju tempat peristirahatan terakhir, diusianya yang baru menginjak 25 tahun.
Unit pasukan bayaran yang dibentuk oleh Elizabeth bukan unit biasa. Anggota mereka berisikan orang-orang pilihan dan meski baru dibentuk 3 tahun yang lalu, mereka sudah banyak menyelesaikan tugas dengan presentase keberhasilan mencapai 98%.
Di dalam Unit pasukan bayaran itu, Katarina memiliki peran sebagai ahli IT, Mike sebagai penembak jitu, Teo sebagai ahli informasi yang sering menyamar, Jasmine sebagai dokter, dan Baron merupakan ahli peledak dan senjata kelas berat.
Untuk Elizabeth sendiri wanita cantik tersebut merupakan ahli strategi. Meski sudah memiliki tugasnya masing-masing, mereka tentu memiliki keahlian bertarung dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Namun petarung terkuat diantara mereka adalah Elizabeth. Meski Baron merupakan anggota yang memiliki tubuh paling besar, tetapi pernah suatu ketika saat mereka berdua latih tanding Elizabeth sempat mematahkan tulang rusuk milik Baron.
Hal inilah yang membuat anggota Unit pasukan bayaran itu tidak berani kepada Elizabeth. Apa lagi jika mengingat latar belakang wanita cantik tersebut yang tidak biasa.
Ada kekuatan besar di balik wanita cantik itu yang membuat para pria di kelompok tersebut tidak berani untuk sekedar mendekatinya meski Elizabeth memiliki kecantikan satu tingkat diatas model papan atas.
__ADS_1
Belum lagi perangai Elizabeth yang sangat dingin apa lagi saat berhadapan dengan seorang pria. Hal ini membuatnya mendapatkan julukan kedua sebagai bunga mawar yang indah tapi tidak bisa digapai.
Elizabeth membuang wajah saat melihat Katarina dan Mike yang ketakutan. Ia kemudian menghampiri Daniel dan beberapa petinggi kepolisian yang sudah memperhatikan mereka sejak tadi.