Mafia Order System

Mafia Order System
Mengeksekusi Rencana


__ADS_3

Sementara itu di sebuah gorong-gorong bawah tanah beberapa orang terlihat sibuk menggali lubang menggunakan bor. Mereka tampak kelelahan setelah bekerja semalaman tanpa tidur.


Tujuan mereka membuat lubang yang menjuntai ke atas tidak lain merupakan bagian dari rencana untuk merampok sebuah Bank yang posisinya tepat di atas mereka.


Namun ada satu pemandangan yang sangat mencolok di mana seorang dari mereka terlihat tiduran dengan santai di saat rekan-rekannya yang lain sibuk menggali.


"Aku merasa heran bagaimana bisa seseorang tidur dengan sangat di tempat lembab dan kotor seperti ini. Dia tikus atau apa?" Ucap Joe dengan suara cukup lantang sambil mengebor.


Perkataan Joe tidak lain merupakan sindiran kepada Nathan yang sejak awal mereka datang ke sana hanya tiduran saja.


Bau busuk yang menyengat, tikus-tikus yang berkeliaran, dan ditambah suara bising dari mesin bor seharusnya membuat orang kesulitan untuk tidur tetapi lain halnya dengan Nathan yang tampak baik-baik saja.


Nathan mendengar perkataan menusuk dari Joe hanya melambaikan tangan dengan malas sebagai balasan, karena tidak ingin berdebat dengan pria pemarah tersebut.


Joe berdecak kesal mengetahui jika bosnya ternyata seorang pemalas dan lebih suka menyuruh anak buahnya agar tangannya tetap bersih.


Tidak hanya Joe saja yang merasa kesal dengan sikap malas Nathan. Hampir semua orang di sana juga merasakannya, bahkan Sebastian hanya bisa menggelengkan kepala.


Namun ada satu hal yang belum mereka ketahui. Dibalik topi yang menutupi wajah, sebenarnya Nathan sejak tadi malam juga sedang bekerja dan tidak bermalas-malasan seperti yang mereka kira.


Saat ini dengan fitur dari System Nathan sedang mencoba mensimulasikan hadiah cetak biru senjata yang baru dia dapatkan.


Dalam mensimulasikan cetak biru, Nathan seolah merangkai kepingan materil layaknya sebuah lego. Namun simulasi ini juga menampilkan detail setiap komponen senjata yang membuatnya sangat sulit untuk dilakukan oleh seorang amatiran.


Untungnya Nathan sudah terbiasa membuat berbagai miniatur lego paling sulit seperti contohnya kapal Titanic dalam skala 1:100 yang terdiri dari 56.000 keping lego.


Pengalaman ini membuat Nathan lebih mudah dalam merangkai bagian senjata secara virtual yang nantinya akan dia realisasikan dalam kehidupan nyata.


Setelah menghabiskan waktu berjam-jam dan menguras banyak pikiran, Nathan akhirnya berhasil merangkai model senjata Electrical Gun V-1.

__ADS_1


Nathan kemudian membaca deskripsi senjata tersebut. Tertera beberapa petunjuk dihadapan Nathan mulai dari kapasitas baterai, lama penggunaan, sampai jarak yang bisa dicapai.


Tiba-tiba pengerjaan pengeboran dihentikan saat mata bor berhasil mencapai bagian bawah berangkas Bank.


Joe dan El Chapo kemudian mengganti pakaian mereka untuk melakukan sebagai perampok. Keduanya lalu mengambil senjata api yang sudah disiapkan lalu keluar dari gorong-gorong bawah tanah meninggalkan Nathan, Sebastian, dan Harold.


Tugas dari Joe dan El Chapo tidak lain untuk membuat keributan di dalam Bank agar perhatian semua orang tertuju kepada mereka.


Dengan begitu Nathan, Sebastian, dan Harold bisa melakukan rencana selanjutnya yaitu membuat lubang pada berangkas Bank yang terbuat dari baja setebal 5 sentimeter menggunakan alat pemotong laser.


Beberapa waktu berselang para reporter TV mulai memberitakan kejadian perampokan yang dilakukan oleh dua orang.


Dari atas Helikopter milik stasiun televisi terlihat pihak keamanan sudah mengepung lokasi Bank. Meski perampok hanya berjumlah 2 orang saja, tetapi polisi masih belum berani melancarkan serangan mengingat ada banyak sandera di dalam.


Anggota SWAT yang menggunakan sniper juga masih belum mendapatkan pengelihatan karena dua perampok tampaknya tahu dan menjauhi jendela serta dinding kaca.


"Semuanya sudah clear. Kalian bisa melanjutkan rencana berikutnya." Joe menghubungi Nathan, Sebastian, dan Harold melalui walkie talkie.


Sementara El Chapo terlihat mengawasi semua sandera sambil memakan beberapa donat milik petugas resepsionis Bank dengan santai.


Joe tiba-tiba melakukan tembakan peringatan saat melihat seorang sandera diam-diam mencoba menghubungi seseorang menggunakan telepon genggam.


Disisi lain atau lebih tepatnya di dalam berangkas Bank. Terlihat lantai mulai terpotong dan tidak lama kemudian muncul tiga orang pria dari dalam lubang.


Tanpa berlama-lama Nathan, Sebastian, dan Harold mulai memasukkan sejumlah uang tunai serta perhiasan berharga ke dalam beberapa tas besar.


Hanya dalam kurun waktu 1 jam mereka sudah berhasil mengantongi uang tunai sebanyak 20 juta dollar dan perhiasan yang nilainya mencapai 10 juta dollar.


"Kita kembali sekarang..." Ucap Nathan kepada Joe dan El Chapo melalui walkie talkie untuk segera pergi dari Bank menyusul dirinya.

__ADS_1


Joe dan El Chapo segera menyeret seorang petugas Bank untuk membuka berangkas kemudian masuk ke dalam berdua. Selanjutnya mereka segera kabur melalui lubang yang mengarah menuju gorong-gorong menyusul Nathan, Sebastian, dan Harold yang sudah menunggu.


Mereka kemudian segera pergi membawa banyak hasil jarahan tanpa disadari oleh semua pihak keamanan yang sudah mengepung lokasi Bank.


3 Jam kemudian petugas Bank yang sebelumnya diminta oleh Joe dan El Chapo untuk membuka berangkas mulai merasa curiga karena kedua pria itu tidak kunjung muncul.


Tanpa ragu petugas Bank segera masuk ke dalam dan menemukan jika hampir separuh uang tunai serta perhiasan sudah hilang.


Pria itu kemudian menemukan sebuah lubang di lantai dan segera memberitahu pihak keamanan jika para perampok sudah berhasil melarikan diri.


Berita ini tentu sangat mengejutkan semua orang hingga dengan cepat menyebar dan diberitakan oleh beberapa stasiun televisi.


Sementara itu di sebuah ruangan di suatu tempat terlihat seorang wanita cantik berambut pirang dan memiliki mata biru cerah sedang memeriksa kondisi beberapa senjata api bersama beberapa orang yang lain.


Tiba-tiba seorang wanita berambut pendek masuk ke dalam ruangan mereka sambil membawa IPad.


"Apa kalian sudah mendengar berita perampok yang baru saja terjadi?" Tanya wanita berambut pendek itu kepada lima orang rekannya.


"Memangnya apa yang menarik dengan perampokan ini, paling hanya perampokan seperti biasanya." Sahut seorang pria sambil tertawa yang diikuti oleh tiga orang lainnya.


Wanita berambut pendek itu seketika berdecak kesal dan mengalihkan pandangan ke arah wanita cantik berambut pirang yang tampak sibuk dengan senjatanya.


"Ketua coba lihat video ini, pasti kau akan tertarik." Ucap wanita berambut pendek sambil menghampiri ketua mereka dengan manja.


"Video apa?" Sahut wanita cantik berambut pirang sambil melirik sedikit kearah rekaman yang ditunjukkan oleh bawahannya.


Alis wanita cantik berambut pirang sedikit terangkat melihat berita perampokan. Yang membuatnya tertarik adalah cara para perampok itu dalam mengatur rencana sampai-sampai bisa mengelabui semua orang.


"Menarik..." Gumam wanita cantik berambut pirang sambil memperhatikan rekaman lubang galian para perampok yang sangat rapi.

__ADS_1


__ADS_2