Mafia Order System

Mafia Order System
Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Malam hari saat semua orang sedang berkumpul di ruang tengah. Nathan tampak tidak bergabung dan sibuk dikamar yang membuat semua orang dibuat penasaran.


"Apa yang dilakukan Bos dari tadi di dalam kamar?" Tanya Joe kepada El Chapo, Harold, dan Sebastian yang sedang menonton televisi bersama dengan dirinya.


Tetapi tidak ada seorangpun di antara mereka yang mengetahui aktivitas Nathan di dalam kamar. Karena penasaran akhirnya mereka memutuskan untuk memastikan apakah anak muda itu baik-baik saja atau tidak.


Begitu membuka pintu kamar milik Nathan, mereka langsung dibuat penasaran saat melihat pria itu mengenakan pakaian hitam lengkap dengan topinya.


"Bos, kau mau pergi kemana?" Tanya El Chapo saat melihat Nathan sedang mengemasi pakaian ke dalam sebuah tas yang biasa digunakan oleh para pendaki.


Bukan tas pendaki yang membuat El Chapo dan anggota lain merasa penasaran, melainkan sebuah koper berbentuk persegi panjang yang tampak sangat mencurigakan.


"Aku akan pergi selama beberapa hari." Balas Nathan sambil menutup resleting tas setelah memasukan pakaian terakhir miliknya.


Nathan kemudian meminta mereka semua untuk membeli sebuah gedung menggunakan hasil merampok hari ini, dan memberikan secarik kertas berisi daftar perlengkapan yang harus dibeli.


Tidak lupa Nathan menitipkan sebuah alat pemicu kepada Sebastian yang membuat Joe, El Chapo, dan Harold merasa penasaran saat melihatnya.


"Untuk apa alat pemicu itu?" Tanya Joe sambil terus memperhatikan alat pemicu yang ada di tangan Sebastian, dan entah mengapa dia merasa tidak nyaman saat melihatnya.


"Oh... Alat itu untuk jaga-jaga jika kalian bertiga berniat meninggalkan tugas." Balas Nathan sambil tersenyum tipis yang membuat ketiga mantan narapidana itu menelan saliva.


Baik Joe, El Chapo, dan Harold tentu saja mengerti maksud dari perkataan Nathan. Sudah dipastikan jika mereka berkhianat maka tidak menutup kemungkinan mereka akan kehilangan kepala.


Nathan lalu menjelaskan kepada Sebastian fungsi alat pemicu itu yang akan bekerja jika Joe, El Chapo, dan Harold menjauh lebih dari 1 kilometer.


"Sepertinya kau terlalu berlebihan, Bos. Mana mungkin kami betiga akan kabur." Celetuk Joe sambil tertawa canggung yang hanya dibalas dengan tatapan datar oleh Nathan.

__ADS_1


Untuk saat ini Nathan masih belum bisa sepenuhnya percaya kepada tiga mantan narapidana itu, melihat skor kepercayaan mereka masih di bawah 50 persen.


Setelah mengemasi perlengkapan yang harus dibawa, Nathan kemudian pergi dengan mengendarai sebuah mobil yang tadi siang dia beli di sebuah tempat penjualan mobil bekas.


Kini hanya tersisa Sebastian, Joe, El Chapo, dan Harold di rumah sewa tersebut bersama dengan tas-tas besar berisi uang tunai serta perhiasan bernilai tinggi.


Melihat Nathan sudah pergi, Joe dan El Chapo langsung mencoba membujuk Sebastian untuk memberikan alat pemicu itu kepada mereka.


Sementara Harold tampak tidak terlalu perduli karena mulai merasa nyaman dengan kehidupan barunya. Beda halnya dengan Joe dan El Chapo yang masih ingin hidup bebas diluar sana.


Tentu saja Sebastian tidak menggubris permintaan Joe dan El Chapo meski sudah diiming-imingi harta serta kekuasaan mengingat mereka merupakan pemimpin kartel besar.


Kesal melihat Sebastian mengabaikan mereka berdua. Joe dan El Chapo memutus untuk menyerang pria itu menggunakan senjata tajam untuk merebut alat pemicu.


Tetapi Sebastian dapat dengan mudah mengalahkan mereka berdua dan memberikan sedikit pelajaran dengan membuat beberapa luka lebam.


Dengan langkah yang tertatih-tatih Joe dan El Chapo kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengemasi barang mereka. Bukan untuk melarikan diri melainkan menjalankan tugas yang diberikan Nathan.


Mereka semua sekarang harus segera meninggalkan rumah sewa tersebut mengingat pihak berwenang pasti mulai melakukan penyelidikan.


Sebastian sendiri tidak berharap banyak kepada Daniel. Setelah mendapat laporan dari Daniel jika Unit pasukan bayaran yang dipimpin oleh Elizabeth.


Meski merupakan pasukan bayaran, tetapi Sebastian mengetahui jika Unit pasukan milik Elizabeth tidak mudah dibujuk menggunakan madu (uang) jika sudah membuat keputusan.


Sementara itu Nathan saat ini sedang menuju kediaman seseorang dengan bantuan petunjuk yang diberikan oleh System. Dalam prespektif Nathan, dia sekarang bisa melihat beberapa daftar nama pada layar mengambang yang ada dihadapanya.


Ada lebih dari 20 orang identitas yang ada di tangan Nathan. Mereka tidak lain merupakan orang-orang yang terlibat dalam skenario palsu dan membuatnya hampir mati.

__ADS_1


Tujuan Nathan pergi malam ini tidak lain untuk mencari orang-orang tersebut dan membalas semua yang mereka lakukan kepada dirinya berkali-kali lipat.


Untuk mendapatkan identitas semua targetnya, Nathan meminta bantuan kepada System dan tentu harus membayar cukup mahal yaitu 1000 poin tukar.


Hal ini membuat poin tukar yang Nathan dapatkan dari misi sebelumnya hanya tersisa 9000. Masih terbilang sangat sedikit jika ingin membeli barang yang dijual di toko System.


Saat mengendarai mobil Nathan melihat postingan terbaru milik Roxy yang tampak melangsungkan pernikahan bersama dengan Alex.


"Bagaimana kalian masih bisa tertawa bahagia setelah membunuh seseorang?" Nathan tersenyum kecil dan terlihat layar ponselnya mulai retak.


Bagaimana Nathan tidak geram setelah dijebak dan mendapatkan perlakuan tidak manusiawi. Bahkan seluruh hartanya yang dia kumpulkan dengan susah payah, sekarang justru semuanya diambil alih oleh Roxy.


Nathan kemudian menyimpan kembali ponselnya dan melirik kearah tas panjang yang ada di sebelahnya. Tentu saja tas tersebut bukan tas biasa, melainkan tas yang berisi perlengkapan untuk menjalankan rencana balas dendam.


Sudah tidak ada kata mundur di dalam kamus milik Nathan. Bahkan jika semua targetnya meminta maaf, dia sudah tidak perduli lagi mengingat perlakuan mereka kepada dirinya saat itu.


*****


Beberapa jam kemudian saat tengah malam sebuah kendaraan lapis baja berhenti di depan sebuah rumah yang sebelumnya disewa oleh Nathan dan kelompoknya.


"Sepertinya mereka sudah sadar jika sedang dilacak dan pergi, Ketua." Ucap Jasmine sambil memperhatikan rumah sewa yang terlihat sudah kosong di tinggal penghuninya.


Mendengar perkataan Jasmine tentu Elizabeth tidak percaya begitu saja. Dia kemudian meminta semua orang untuk memeriksa rumah sewa tersebut dan mencari petunjuk mengenai para perampok itu.


Namun saat memeriksa rumah sewa mereka tidak menemukan siapapun bahkan jejak aktivitas di dalamnya yang seolah menunjukkan jika tempat tersebut belum dihuni bulan ini.


"Mereka tampaknya sangat berhati-hati, bahkan tidak meninggalkan satupun sidik jari." Gumam Teo saat memeriksa meja yang sebelumnya digunakan untuk menaruh berbagai macam makanan.

__ADS_1


Tetapi sekarang meja tersebut tampak sangat bersih dan tidak ada satu remahan makanan yang bisa digunakan sebagai petunjuk.


__ADS_2