Mafia Order System

Mafia Order System
Pemandangan Baru


__ADS_3

Dengan perasaan yang membuncah di dalam hati. Elizabeth bergegas menghampiri ruang kerja milik Nathan yang lokasinya tidak berada terlalu jauh dari kamar tidur miliknya.


Saat membuka pintu ruang kerja milik Nathan. Senyuman diwajah Elizabeth langsung menghilang saat melihat pria itu yang sedang mendapatkan perawatan dari Harold.


Melihat kedatangan Elizabeth. Harold yang sudah selesai menjahit luka tembak Nathan memutuskan untuk pamit dan memberikan ruangan kepada mereka berdua.


"Jadi... Apa yang membuatmu datang malam-malam kesini?" Tanya Nathan sambil mengencangkan perban yang masih terasa sedikit kendur.


Nathan diam-diam mengeluh kepada Harold yang tiba-tiba saja pergi sebelum menyelesaikan pekerjaan. Yang membuatnya harus membenarkan perban di tubuhnya sendiri.


Disisi lain Elizabeth masih terpaku ditempat. Pandangannya sekarang terus fokus melihat beberapa luka yang tercetak jelas di tubuh Nathan.


Ini merupakan pengalaman bagi Elizabeth melihat badan Nathan secara langsung meski tidak seluruhnya. Mengingat pria itu selalu memakai pakaian tertutup di setiap saat.


Dibandingkan dengan bekas luka yang dia miliki sampai sekarang. Luka milik Nathan terlihat lebih parah bahkan mustahil untuk seorang manusia bisa tetap hidup dengan luka sebanyak itu.


Luka milik Nathan yang paling membuat Elizabeth membeku adalah, bekas luka sengatan listrik yang menjelar di lengan milik pria itu.


Sekarang Elizabeth menyadari alasan Nathan selalu menggunakan pakaian lengan panjang, yang tidak lain untuk menutupi semua bekas lukanya.


Melihat Elizabeth yang tidak menjawab pertanyaannya dan hanya diam mematung di depan pintu masuk. Nathan langsung menegur untuk menyadarkan wanita cantik itu dari lamunannya.


"Ah ya! Kau tahu aku hanya ingin berterimakasih saja kepadamu..." Balas Elizabeth sambil tertawa canggung saat tersadar kembali dari lamunannya.


Nathan menatap heran kepada Elizabeth dan mengalihkan pandangan kearah hologram di atas meja untuk melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda karena ulah Katarina.


Pekerjaan Nathan sekarang menjadi lebih rumit dari sebelumnya karena semua susunan rangkaian Electrical Armour menjadi berantakan.

__ADS_1


Tawa Elizabeth perlahan berhenti. Pandangannya kemudian tertuju ke arah sebuah wadah di sebuah meja yang berisi beberapa butir peluru berlumuran darah.


Hanya dalam sekali lihat Elizabeth sudah langsung menyadari jika Nathan pasti tertembak saat menghadapi Geng Bloody Love sebelumnya.


Elizabeth sekarang merasa bersalah karena tidak menyadari lebih awal jika Nathan tertembak. Dirinya justru membuat pria itu menghabiskan waktu seharian di taman bermain.


"Maaf sudah membuatmu menahan rasa sakit seharian ini." Ucap Elizabeth dengan nada lirih tetapi suaranya masih dapat didengarkan oleh Nathan.


Nathan yang sedang menyusun ulang rancangan Electrical Armour, langsung menoleh ke arah Elizabeth saat mendengarkan permintaan dari wanita cantik itu.


Melihat Elizabeth menundukan kepala. Nathan langsung menyadari apa yang sedang dipikirkan oleh wanita cantik itu sampai terlihat murung sekarang.


"Jangan terlalu dipikirkan. Apa kau tidak jika aku sendiri yang ingin menghabiskan waktu disana. Lagi pula aku juga baru menyadari jika terkena tembakan saat kembali kesini." Balas Nathan yang mencoba meringankan beban pikiran Elizabeth.


Nathan kemudian menjelaskan kepada Elizabeth jika lukanya akan segera sembuh di hari berikutnya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Penjelasan yang diberikan Nathan langsung membuat Elizabeth mengingat serum pemberian Sebastian. Hal ini sudah cukup menjadi dasar yang kuat jika perkataan Nathan memang ada benarnya.


Mendengar Nathan mengungkit kejadian itu lagi seketika membuat Elizabeth berdecak kesal, sebab itu merupakan pengalaman paling memalukan dimana ia mendapati targetnya lolos.


Elizabeth kemudian menendang kaki Nathan sampai membuat pria itu merintih kesakitan. Jika saja saat itu Elizabeth berhasil menangkap Nathan, mungkin perasaan aneh yang membuat pekerjaannya terganggu tidak akan muncul.


"Apa yang sedang kau kerjakan disini?" Elizabeth bertanya kepada Nathan sambil memperhatikan hologram yang ada di atas meja kerja pria itu.


Sesekali Elizabeth mencoba menyentuh kepingan bagian dari Electrical Armour karena merasa sangat penasaran apakah hologram itu bisa disentuh atau tidak.


Nathan hanya bisa menggigit jari saat melihat Elizabeth mengacak-acak desain rangkai Electrical Armour yang baru saja dia susun dan perbaiki setelah dikacaukan oleh Katarina.

__ADS_1


Dua wanita dari grup yang sama membuat Nathan sekarang merasa sakit kepala. Untuk kedepannya mungkin tidak membiarkan anggota Pasukan SABER masuk ke dalam ruang kerjanya adalah pilihan yang terbaik.


"Hah... Aku sedang mencari kesalahan progam dari pelindung yang kau pakai saat pakai sebelumnya." Balas Nathan sambil memijat kakinya yang sempat ditendang Elizabeth.


Mendengar penjelasan dari Nathan, Elizabeth langsung mengangguk paham. Dia ingat jika gelang yang diberikan pria itu mengalami sedikit gangguan saat pertama kali dipakai.


Alis wanita cantik itu mengerut. Dia penasaran mengapa Nathan memberikan gelang itu kepada dirinya dari pada menggunakan sendiri untuk melindungi diri.


Nathan hanya memberikan penjelasan jika gelang itu merupakan sebuah prototype. Dia sengaja tidak memakainya sendiri dan memberikan kepada Elizabeth untuk di uji coba, agar jika ada malfungsi tidak membuat dirinya sendiriterluka.


Raut wajah Elizabeth seketika berubah menjadi merah pedam. Dia yang awalnya perduli kepada Nathan sekarang menjadi marah karena pria itu menjadikanya kelinci percobaan.


Jika saja gelang itu mengalami malfungsi dan meledak. Elizabeth bisa-bisa kehilangan salah satu tangannya dan menjadi cacat.


Namun Elizabeth langsung menahan tinjunya yang hampir mengenai wajah Nathan dan bisa saja mematahkan hidung pria tersebut saat itu juga.


Elizabeth seketika menyadari jika kata-kata pedas yang Nathan ucapkan sengaja dibuat untuk mengecoh perhatiannya, dan tidak mencari tahu alasan sebenarnya pria itu melakukannya.


Melihat raut wajah Nathan yang berpura-pura ketakutan. Elizabeth menyadari jika sebenarnya pria itu enggan mengakui niatan untuk membantu dirinya.


Gelang Electrical Armour yang Nathan berikan kepada Elizabeth sebelumnya hanya merupakan prototype. Tentu jumlahnya hanya satu buah saja.


Elizabeth diam-diam tersenyum menyadari jika Nathan lebih mementingkan keselamatannya dari pada dirinya sendiri.


Tanpa pikir panjang Elizabeth langsung menebak pikiran Nathan memaksa pria itu mengaku jika sebenarnya diam-diam ingin melindungi dirinya.


Mendengar tuduhan yang dilontarkan oleh Elizabeth seketika membuat Nathan tertawa canggung. Pria itu langsung mencoba mengelak agar niat baiknya tidak diketahui.

__ADS_1


Nathan sangat malu jika ada seseorang memuji setiap tindakan baik yang dia lakukan. Oleh karena itu setiap saat dia selalu memberikan sedikit argumen agar membuatnya terlihat hanya mencari keuntungan saja.


Melihat ekspresi wajah Nathan yang menjadi kikuk. Elizabeth tertawa lirih dan langsung menggoda pria itu agar mengaku jika sebenarnya sangat perduli kepada dirinya.


__ADS_2