Manira / Juragan Damar

Manira / Juragan Damar
Episode 13


__ADS_3

Versi episode pendek dari novel “Senandung RINDU di bawah Sayap Rembulan yang Patah”


Juragan Damar


Oleh: Elmira Arasy Rahman

__ADS_1


Episode 13


Gibran berdiri di depan pintu. Dia menangis, sedih melihat pertengkaran kedua orang tuanya. Selama ini di mata Gibran, Hasan adalah ayahnya. Dia tidak mau kehilangan sosok ayah yang sangat dia banggakan dan dia kagumi. Dia tidak peduli dengan semua yang orang bicarakan tentang ibunya dan Juragan Damar. Dia juga tidak peduli jika ada yang mengatakan bahwa dia adalah anak dari hasil hubungan gelap Ratmi dengan Juragan Damar. Bagi Gibran, ayahnya hanya satu yaitu Hasan.


“Bapak mau pergi meninggalkan Gibran sendiri???” tanya Gibran kecil dengan wajah polos dan air mata membanjiri pipi.

__ADS_1


“Gibran dengarkan bapak. Suatu saat nanti Gibran harus jadi orang yang hebat dan sukses. Kenapa? Karena Gibran adalah laki-laki. Laki-laki tidak akan ada harganya kalau dia tidak memiliki uang, kedudukan dan kehormatan. Jangan sampai Gibran seperti bapak: miskin dan selalu dihina. Jangan sampai Gibran menjadi orang lemah yang tidak bisa mendapatkan apa yang Gibran inginkan. Gibran harus tangguh dan kuat agar bisa meletakkan semua yang Gibran inginkan dalam genggaman Gibran,” nasehat terakhir Hasan untuk Gibran.


Hasan tidak ingin Gibran bernasib sama dengannya, kehilangan segalanya karena ketidakberdayaannya. Sekalipun orang mengatakan bahwa cinta adalah segalanya. Nyatanya cinta juga tidak bisa berbuat banyak jika sudah berhadapan dengan rasa lapar dan ketamakan akan kekayaan. Cinta hanya akan berakhir seperti pajangan yang diletakkan di sudut rumah sebagai hiasan belaka. Hasan tidak mau segala ketidakberdayaannya akan hidup, terjadi pada Gibran. Dia tidak mau Gibran kehilangan segala yang dia miliki karena dia miskin. Walau Gibran adalah anak dari laki-laki lain yang sudah sangat menghinanya selama ini, tetapi bagi Hasan dia adalah malaikat kecil yang tidak berdosa dan dia ingin Gibran tumbuh menjadi pria dewasa yang jauh lebih baik dari semuanya. Lebih baik dari dia dan lebih baik dari ayahnya yang angkuh, sok berkuasa dan menyalahgunakan kedudukan serta kekayaannya untuk berbuat salah.


Gibran melepas kepergian Hasan dengan tangis kesedihan. Dia merasa tidak akan lagi bertemu dengan sosok ayah yang sangat dia kagumi. Gibran sangat dekat dengan Hasan. Dia tidak mau menggantikan Hasan dengan sosok lain, termasuk Juragan Damar yang lebih kaya dan lebih segalanya. Tetapi dia hanya anak kecil yang tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya mengikuti apa kata orang tuanya.

__ADS_1


Setelah menjadi janda, imej sebagai perebut suami orang semakin melekat kuat di benak Ratmi. Keduanya, Ratmi dan Juragan Damar seakan tidak mempedulikan hal itu. Mereka tetap melenggang nyaman dengan kehidupan mereka yang mulai dikutuk oleh banyak orang. Keserakahan dan ketamakan akan hidup benar-benar sudah membutakan Ratmi dan Juragan Damar untuk melakukan apa saja demi mendapat apa yang mereka inginkan. Juragan Damar terus mendatangi rumah Ratmi untuk memuaskan rasa cintanya yang tidak bisa disatukan dalam pernikahan. Sementara Ratmi mendapat keuntung materi yang berlimpah dari Juragan Damar. Mereka terus hidup seperti itu dan mengabaikan semua norma yang mulai menghujatnya.


Bersambung....


__ADS_2