
Versi episode pendek dari novel “Senandung RINDU di bawah Sayap Rembulan yang Patah”
Juragan Damar
Oleh: Elmira Arasy Rahman
Episode 16
Sarifah benar-benar penasaran dengan semua permainan yang sudah dilakukan Juragan Damar di belakangnya. Dia sengaja memanggil Pak Anwar, tangan kanan Juragan Damar yang pasti tahu segalanya. Sekarang pria berkaca mata itu bahkan sudah tertunduk takut di hadapan Sarifah. Dia bingung harus bicara apa. Dia tidak berani jujur tapi juga tidak bisa bohong.
“Apa Juragan Damar diam-diam membangun kerajaan bisnis di Eropa?” tanya Sarifah.
“Ee.... anu.... itu...” Pak Anwar bingung.
__ADS_1
Sarifah semakin yakin kalau ada banyak hal yang Juragan Damar sembunyikan darinya. Tentang bisnis berlian dan membangun gedung pertunjukan di Eropa itu, Juragan Damar bahkan tidak cerita apa-apa padanya. Tapi semalam dia sudah memberitahukan hal itu pada Ratmi. Sarifah curiga bahwa Juragan Damar sengaja mempersiapkan kerajaan bisnis untuk Gibran di Eropa agar tidak ada yang tahu.
“Anwar, aku bertanya padamu,” Sarifah marah.
“E.... iya,” jawabnya ragu.
Brok!!! Terdengar suara Juragan Damar membanting pintu mobil. Artinya dia sudah pulang. Sarifah menyuruh Pak Anwar pergi karena dia ingin bertanya langsung kepada suaminya tentang apa saja yang sudah dilakukan suaminya itu di belakangnya. Dia ingin lihat apakah Juragan Damar yang gagah dan pemberani, berani mengakui kesalahannya di hadapannya.
“Mas sudah mempersiapkan semuanya sejak lama?” seru Sarifah yang tiba-tiba menegur Juragan Damar yang baru pulang.
“Apa yang kamu bicarakan?”
“Kamu mengalihkan semua harta kekayaan kita atas namamu agar kamu bisa mewariskannya pada Gibran,” tuduh Sarifah tanpa basa-basi. Dia tidak mau lagi membahas atau mempertanyakan apakah Juragan Damar benar-benar berselingkuh dengan Ratmi. Dia tidak tertarik mendengar penjelasan suaminya yang pasti berisi kebohongan. Sekarang, yang terpenting baginya adalah memastikan bahwa hak-hak Mahesa tidak akan terampas dengan cara yang tidak adil.
__ADS_1
“Gibran?” Juragan Damar sempat terkejut mendengar istrinya menyebut nama Gibran setelah sebelumnya tidak pernah ada pembahasan apa pun diantara mereka tentang Ratmi maupun Gibran.
“Mas juga sudah menyiapkan bisnis besar di Eropa untuk Gibran?” tandas Sarifah.
“Untuk apa kamu membawa-bawa anak orang lain? Tidak ada hubungannya dengan kita,” Juragan Damar berusaha berkelit.
“Kita sudah sama-sama tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mas tidak perlu pura-pura lagi,” jawab Sarifah dengan tatapan menantang padahal sebelumnya dia tidak pernah berani menatap mata suaminya seperti ini. “Kamu berselingkuh dengan Ratmi.... bahkan sampai punya anak,”
“Sarifah, kamu percaya dengan gosip-gosip itu?” Juragan Damar masih berkelit.
“Aku mendengar sendiri percakapan kalian kemarin malam di atas tempat tidur Ratmi,”
Juragan Damar terkejut mendengar Sarifah sudah menangkap basahnya sedang bersama Ratmi. Dia menatap istrinya dengan tatapan tidak percaya bahwa sekarang istrinya sudah tahu semuanya. Sesaat kemudian, Juragan Damar mengubah raut wajahnya yang awalnya terkejut menjadi sangat tenang. Baginya, kalau memang sudah ketahuan ya sudah. Mau apa lagi?
__ADS_1
Mengenai semua aset kekayaan itu, dia ingat bahwa 12 tahun yang lalu sebelum dia tahu bahwa Sarifah hamil, dia sudah membuat rencana untuk meninggalkan Sarifah dan menikah dengan Ratmi. Semua berubah setelah tahu bahwa Sarifah hamil dan kemudian melahirkan Mahesa. Juragan Damar sudah tidak bisa berkelit lagi, sudah terlanjur basah, mandi sekalian.
Bersambung...