
Versi episode pendek dari novel “Senandung RINDU di bawah Sayap Rembulan yang Patah”
Juragan Damar
Oleh: Elmira Arasy Rahman
Episode 19
Kemarahan atas masalah keluarga yang dihadapainya, membuat anak sekecil Mahesa sudah memiliki niatan licik seperti orang dewasa. Dia menjebak Ratmi agar terlihat seolah-olah sedang tidur dengan seorang laki-laki. Mahesa membuat rencana yang sangat sempurna. Setelah satu bulan Juragan Damar pergi keluar kota, Mahesa sudah menyiapkan kejutan untuk ayahnya. Dia sengaja memasukkan obat tidur ke dalam minuman Ratmi, saat Ratmi tertidur, dia menyuruh seorang laki-laki tidur di sampingnya agar ayahnya bisa menangkap basah Ratmi bersama pria itu dan menuduhnya sedang berselingkuh.
Semua rencana Mahesa berjalan sesuai rencana. Cinta selalu bisa membakar siapa saja dengan kecemburuannya. Cinta yang bisa membuat Juragan Damar jatuh ke pelukan Ratmi, cinta pula yang kini memisahkan keduanya. Sangat cinta kemudian membuat Juragan Damar sangat cemburu dan sangat marah. Dia tidak terima perempuan yang paling dia cintai mengkhianatinya dan berani membawa laki-laki lain masuk ke dalam kamarnya. Cinta yang buta berubah menjadi kecemburuan yang membutakan yang membuat Juragan Damar sangat marah dan tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Ratmi.
__ADS_1
“Apa yang kalian lakukan di sini?” teriak Juragan Damar sambil menarik selimut mereka dengan penuh kemarahan.
Ratmi terbangun. Dia bingung, kenapa bisa ada laki-laki asing yang tidak dikenalnya, berada di sampingnya? Kenapa Juragan Damar bisa semarah itu? Ratmi sangat bingung. Dia sama sekali tidak bisa ingat apa yang sudah terjadi. Dia hanya ingat bahwa setelah minum teh, kepalanya terasa pusing lalu dia tidur. Begitu terbangun, semuanya sudah seperti ini. Ada laki-laki asing dan ada kemarahan Juragan Damar yang seperti nyala api yang siap membakar semua orang.
“Siapa kamu? Berani-beraninya kamu tidur dengan istriku?” teriak Juragan Damar sambil memukuli laki-laki itu.
“Mas.... jangan pukul lagi, kasihan..... mas hentikan....” Ratmi berusaha melerai mereka karena takut jika Juragan Damar membunuh orang itu dan membuatnya terlibat masalah serius dengan polisi.
Juragan Damar semakin salah paham. Dia mengira Ratmi sengaja melindungi laki-laki itu karena mencintainya. Laki-laki itu berhasil kabur setelah babak belur dihajar Juragan Damar. Sekarang tinggal Ratmi dan Juragan Damar di dalam kamar yang penuh dengan ketegangan itu. Diam-diam Mahesa mengintip pertengkaran mereka. Mahesa sangat senang karena semua rencananya berjalan lancar dan sebentar lagi, perempuan yang paling dia benci dalam hidupnya pasti akan diusir oleh ayahnya.
“Mas.... aku tidak berselingkuh Mas..... Demi Allah...” pinta Ratmi sambil menangis, memohon agar suaminya percaya.
__ADS_1
“Alah, dasar pelacur. Seharusnya kamu mati saja,”
“Mas.... tolong mas percaya sama aku. Aku juga tidak tahu siapa laki-laki itu,” Ratmi berusaha menjelaskan.
“Kamu tidak merasa puas bersenang-senang denganku karena itu kamu mencari laki-laki lain,” tuduh Juragan Damar.
“Tidak mas... aku tidak mungkin mengkhianati mas...”
“Kita sama-sama tahu bahwa kamu sama sekali tidak mencintaiku. Kamu mau hidup bersamaku hanya karena uang, aku tidak pernah lupa itu,”
“Mas... aku memang menginginkan semua kekayaan mas, tapi aku tidak seburuk itu. Aku tidak mengkhianati mas. Mas harus percaya...”
__ADS_1
“Aku sudah memberikan segalanya kepadamu. Bahkan hidup sebagai binatang selama belasan tahun pun aku lakukan demi kamu. Ini balasanmu padaku???”
Bersambung....