Manira / Juragan Damar

Manira / Juragan Damar
Episode 2


__ADS_3

Versi episode pendek dari novel “Senandung RINDU di bawah Sayap Rembulan yang Patah”


Juragan Damar


Oleh: Elmira Arasy Rahman


Episode 2


Juragan Damar merapikan pakaiannya setelah menghabiskan waktu beberapa saat bersama Ratmi di salah satu ruang kosong di rumahnya. Mereka terlihat sangat tenang dan nyaman seolah tidak merasa bahwa mereka baru saja melakukan suatu kesalahan yaitu mengkhianati pasangan masing-masing. Mereka menjalin hubungan di luar batas kewajaran tetapi mereka tidak merasa bersalah sama sekali.

__ADS_1


“Kalau kamu bisa memberiku anak, aku akan memberikan apa saja yang kamu inginkan,” ucap Juragan Damar sambil mengancingkan kemejanya.


Setelah menikah dengan Sarifah selama lima tahun, Juragan Damar tidak kunjung di karuniai seorang anak. Nalurinya sebagai lelaki mulai berpikir nakal untuk mencari cara lain agar bisa punya anak. Dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi apalagi belakangan ini istrinya sering sakit-sakitan dan tidak bisa memberinya kebahagiaan seperti sebelumnya. Ambisi Juragan Damar untuk segera punya anak, memberi celah bagi Ratmi untuk mengambil alih posisi Sarifah sebagai istri sah Juragan Damar. Juragan Damar punya segalanya: uang, kekayaan dan nama besar. Jika dia bisa menundukkannya maka Ratmi pasti akan bisa mendapatkan segalanya. Mendengar tawaran Juragan Damar yang menggiurkan, Ratmi tersenyum misterius seolah sedang merencanakan sesuatu yang licik. Dia sudah bosan hidup miskin dengan Hasan yang hanya bekerja sebagai penjual ikan asin di pasar. Dia ingin naik derajat menjadi nyonya, istri juragan kaya raya.


“Kenapa juragan tidak menceraikan istri juragan saja dan cari perempuan lain yang bisa memberi anak untuk juragan?” tanya Ratmi.


“Jadi juragan menikahi Sarifah bukan karena cinta?”


“Untuk bisa hidup kita butuh uang,” jawab Juragan Damar dengan nada licik. “Tetapi uang saja tidak cukup. Setiap orang butuh sesuatu yang disebut cinta untuk bisa merasakan indahnya hidup yang sesungguhnya. Seperti halnya dengan makan saja tidak cukup, kita juga butuh minum,”

__ADS_1


“Artinya juragan mendapatkan banyak uang dari Sarifah dan mendapatkan cinta dariku?” tanya Ratmi semakin berani menatap Juragan Damar seolah tanpa batasan antara buruh dan majikan.


Juragan Damar membalikkan badannya, menatap Ratmi yang masih tiduran di atas ranjang.


“Bukankah kamu juga sama???” tanya Juragan Damar. “Kamu menikah dengan Hasan karena kamu mencintainya. Tetapi cinta saja tidak cukup. Kamu butuh ini,” Juragan Damar mengeluarkan segebok uang dan memberikannya pada Ratmi, “.....untuk bertahan hidup,” lanjut Juragan Damar yang bisa membaca dengan sangat jelas bahwa Ratmi pun menghadapi jalan hidup yang hampir sama dengannya. Ratmi mendapatkan cintanya tapi tidak mendapatkan kehidupan yang layak. Dia seperti orang yang banyak meneguk air sampai kembung tapi perutnya tidak pernah merasa kenyang karena belum ada makanan yang dia makan. Minum saja tanpa makan akan tetap lapar. Makan saja tanpa minum akan seret. Masalahnya, hanya sedikit orang yang bisa makan dan minum dengan mudah. Hanya sedikit orang yang bisa mendapatkan cinta dan kekayaan sekaligus dalam genggamannya.


“Kita kerjasama.... kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan dan aku mendapatkan apa yang aku inginkan,” sambung Juragan Damar.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2