
Versi episode pendek dari novel “Senandung RINDU di bawah Sayap Rembulan yang Patah”
Juragan Damar
Oleh: Elmira Arasy Rahman
Episode 6
__ADS_1
Sekarang pun, Juragan Damar berpikir bahwa dia ingin memulai kehidupan baru bersama Ratmi dan calon anaknya. Dia ingin agar ketika anaknya lahir nanti, dia akan hidup dalam keluarga yang normal bersama kedua orang tuanya. Dia tidak mau hidup seperti ini lagi, sembunyi-sembunyi.
“Aku akan mengalihkan semua harta kekayaan atas namaku. Setelah itu aku akan menceraikan Sarifah. Lalu kita menikah,” ucap Juragan Damar sambil memeluk Ratmi, di bibir pantai di sore yang cerah seakan mereka adalah sepasang remaja usia belasan tahun yang baru mengenal cinta dan menganggap hal lainnya tidak penting.
Ratmi tersenyum dalam pelukan Juragan Damar. Kini Ratmi benar-benar berubah. Cintanya sudah terbeli dengan kekayaan dan kemewahan. Meski di hatinya hanya tetap ada nama Hasan, tetapi keadaan sudah mengubah segalanya. Ingin sekali menolak ajakan Juragan Damar untuk menikah, tetapi sisi lain dari hatinya tidak kuasa melakukannya karena bersama Juragan Damar ada banyak kemewahan yang bisa ditawarkan.
“Aku tidak bisa menghapus rasa cintamu untuk Hasan. Aku mungkin juga tidak akan pernah bisa menggantikannya. Tetapi bukankah kamu sendiri sudah membuktikan bahwa kamu tidak bahagia bersamanya? Lalu untuk apa dipertahankan?” Juragan Damar berusaha meyakinkan Ratmi untuk berpisah dengan Hasan.
__ADS_1
Semakin lama rasa cinta Ratmi untuk Hasan semakin tumpul. Hanya tinggal bayang-bayangnya saja. Seperti tulisan dari pencil yang baru saja di hapus. Bekasnya masih ada tapi sudah hampir tidak terbaca. Ratmi benar-benar sudah tenggelam dalam keserakahannya hingga melupakan segala nilai-nilai kebaikan dalam hidup. Sekarang yang dia nantikan adalah janji-janji Juragan Damar untuk menikahinya.
Tiga bulan kemudian. Setelah Juragan Damar mengurus semua pemindahan kekuasaan kekayaan atas namanya, tiba-tiba muncul kabar lain yang mengejutkan dan mengubah seluruh arah perahu kehidupan yang dikemudikan oleh Juragan Damar. Setelah bertahun-tahun menikah dengan Sarifah, baru hari ini dia mendengar kabar bahwa akhirnya Sarifah hamil. Juragan Damar terdiam, bingung. Dalam benaknya terlintas pikiran bahwa dia tidak mungkin meninggalkan Sarifah atau semua akan menjadi masalah besar. Sebelumnya, dia berencana meninggalkan Sarifah dengan alasan bahwa perempuan itu tidak bisa memberinya anak. Sekarang berbeda, jika dia meninggalkan Sarifah dan menikahi Ratmi, maka semua orang pasti akan mengutuknya. Ibarat orang yang akan pergi jauh, koper sudah di tangannya tapi sekarang dia harus meletakkan kopernya lagi dan mengembalikan semua pakaiannya ke dalam lemari.
Juragan Damar memeluk Sarifah yang terlihat sangat bahagia atas kehamilannya. Diam-diam Juragan Damar merasa gelisah karena sekali lagi keinginannya untuk bisa bersatu dengan perempuan yang paling dia cintai, terhalangi oleh seseorang. Dia tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk bisa bersatu dengan Ratmi. Sebelumnya, dia sudah berjuang sangat keras untuk bisa sampai ke titik ini. Ke titik di mana dia hampir saja bisa mendapatkan Ratmi seutuhnya. Tetapi sekarang seluruh usaha itu seperti tidak ada artinya dan semua kembali ke nol lagi.
Juragan Damar mencoba tersenyum di hadapan Sarifah meski hatinya sangat gelisah. Cinta masih menempati posisi yang penting dalam benak Juragan Damar. Meski dia terlihat garang sebagai pengusaha bertangan dingin. Tapi dalam benaknya tetap hanya ada Ratmi. Dia belum pernah bisa benar-benar tenang dan bahagia sebelum bisa memiliki Ratmi seutuhnya dalam pelukannya.
__ADS_1
Bersambung...