
Versi episode pendek dari novel “Senandung RINDU di bawah Sayap Rembulan yang Patah”
Juragan Damar
Oleh: Elmira Arasy Rahman
__ADS_1
Episode 3
Ratmi terdiam. Dia ingat, beberapa tahun yang lalu Juragan Damar, sebelum menjadi juragan kaya raya seperti sekarang, dia juga hanya seorang kuli panggul di pasar ikan. Dia memanggul berkarung-karung beras, kadang juga harus memanggul ikan-ikan segar yang baru diturunkan dari perahu menuju pasar ikan. Saat itu Juragan Damar berusaha mendekati Ratmi. Dia menyatakan perasaannya dan ingin menikahi Ratmi. Tetapi Ratmi menolaknya karena dia sudah memberikan hatinya untuk Hasan.
Saat itu Ratmi masih berpikir bahwa cinta adalah segalanya. Menurutnya, asal bisa bersama dengan seseorang yang dia cintai, maka semuanya akan mudah dan indah. Tetapi waktu membuktikan bahwa cinta bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan seseorang untuk bisa hidup dengan baik. Di saat perut sudah keroncongan, di saat baju sudah lusuh, di saat hinaan sudah terdengar dimana-mana, di saat itulah cinta melemah dan logika mulai bekerja dengan baik. Satu teriakan hati Ratmi menyatakan bahwa hidupnya harus berubah. Dia harus melakukan segala cara untuk bisa kaya dan tidak menderita lagi. Ambisi itu kemudian membuatnya lupa bahwa beberapa tahun yang lalu dia pernah menolak Juragan Damar demi cintanya. Tapi sekarang, cintanya kalah oleh ketamakannya sendiri.
__ADS_1
Tetapi semua sudah masa lalu. Juragan Damar berhasil mendapatkan hati Sarifah, putri kepala desa sekaligus juragan ikan yang kaya raya dan berpengaruh di kampung ini. Berkat pernikahan itu, dia bisa menjadi juragan seperti sekarang. Dia bisa mendapatkan kekayaan seperti yang dia inginkan. Tetapi dia juga masih belum melupakan cintanya. Sekarang dia ingin mendapatkan keduanya. Terbukti, Juragan Damar berhasil menakhlukkan Ratmi, cintanya. Meski cara yang dia tempuh adalah salah. Dia menjalin hubungan terlarang dengan Ratmi. Tapi dia tidak peduli. Yang penting dia bisa mendapatkan uang dan cintanya sekaligus. Itulah kepuasan hidup yang sesungguhnya.
Ratmi yang sekarang juga bukan Ratmi yang sok idealis seperti sebelumnya. Dulu dia berpikir bahwa jika tidak dengan cinta, dia tidak mau berhubungan dengan laki-laki mana pun. Dia sempat berikrar bahwa cintanya hanyalah Hasan dan hanya ingin menghabiskan hidup dengannya. Tetapi ternyata kenyataannya hidup dalam kemiskinan itu sangat pahit dan getir. Bukan hanya susah makan tapi juga harus mendapat hinaan sana sini karena sudah terlalu banyak hutang. Ternyata, cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipandang cukup untuk bisa menyelesaikan semua masalah dan mendatangkan kebahagiaan. Ratmi butuh sesuatu yang lain yaitu uang.
Sekarang Juragan Damar menawarkan itu lalu dengan sekejap Ratmi melupakan semua prinsip-prinsipnya tentang cinta, dalam sekejap dia melupakan penolakannya kepada Juragan Damar dulu, dalam sekejap dia mengabaikan segala hal demi bisa hidup lebih baik. Hati nuraninya sudah tercemari. Dia mengkhianati semua janjinya pada Hasan, seseorang yang paling dia cintai. Meski dengan sangat sadar dia mengingat bahwa hanya Hasanlah yang ada di dalam hatinya. Tetapi dia tidak bisa berharap banyak dari seorang Hasan yang hanya penjual ikan asin yang miskin.
__ADS_1
Bersambung...