
"Mayang suri bangun terlambat karna dia baru bisa tidur menjelang pagi hari
jika saja tidak segera di bangunkan oleh gurunya mungkin dia akan tertidur hingga sore hari"
Mayang suri menggeliat malas-malasan matanya terasa berat kepalanya pun sedikit agak terasa pening namun dia memaksakan diri untuk menemui gurunya di dapur yang tengah meracik ramuan obat
"maaf guru saya terlambat bangun entah kenapa kepala saya agak pusing dan tulang-tulang saya pun terasa ngilu"
Mayang suri memberi laporan
biyung ratu embok menoleh ke arah muridnya "bukannya sudah aku katakan jangan hiraukan apapun yang kau rasakan"
gurunya mengingatkan tapi Mayang tetap membantah diapun kembali bicara
"guru apakah ini efek dari ritual semalam?
saya sungguh tidak mengerti guru kemana hilangnya air telaga?, apakah ada sosok makhluk yang meminumnya? dan kita tidak mengetahuinya tolong guru jawab saya"
pinta Mayang setengah merujuk
"kau memang anak yang keras hati Mayang
berkali-kali aku katakan jangan hiraukan tapi kau tetap saja memaksa, baiklah akan aku katakan jika kau ingin tau kemana perginya air telaga itu, semua air telaga itu sudah menyatu dalam tubuhmu"
mendengar penjelasan dari gurunya Mayang suri meloncat kaget kedua tangannya meraba-raba sekujur tubuhnya
"bagaimana mungkin air itu ada di tubuhku dari mana dia masuk? lalu sekarang ada dimana? apakah dalam perutku?"
Mayang suri terus berpikir tidak mengerti
dia pun kembali bertanya "maaf guru apakah ini yang disebut penyatuan dari kitab ajian mantra hitam pemikat lalu apa kaitannya dengan telaga hitam itu?
kalau misalkan ada kaitannya mengapa kitabnya tidak sirna?"
biyung ratu embok menatap wajah muridnya. "benar Mayang antara telaga hitam dan kitab ajian mantra hitam pemikat
memang ada ikatannya kau akan mendapat penjelasannya nanti di puncak gunung singgaru, dan besok lusa aku akan mengantar mu kesana. di sanalah kau akan mengerti dan di sana pula ilmu mu akan lebih sempurna, sekarang kau makan lah dulu nanti kau bantu aku membungkus ramuan obat-obatan ini"
Mayang suri pun mengangguk meskipun tidak mengerti dia tidak lagi berani bertanya pada gurunya
"dua hari setelah itu waktu yang sudah di tentukan. Mayang mengemasi barang-barang nya karena hari ini dia akan segera
di antar oleh gurunya ke puncak gunung singgaru tempat dimana Mayang suri menyempurnakan ilmu nya dan juga mempelajari kesaktian yang lain dari guru yang lain pula"
"hatinya terasa berat karena untuk itu dia harus berpisah dengan gurunya yang selama hampir lima tahun mereka bersama-sama namun tidak ada pilihan karena Mayang suri harus menyelesaikan tujuannya untuk membalas dendam setelah mengemasi barang-barang nya dan juga persiapan bekal untuk di jalan mereka pun berangkat"
__ADS_1
"butuh waktu hampir 5 hari kedepan untuk menempuh perjalanan menuju ke puncak gunung singgaru, di tengah perjalanan selalu saja ada rintangan entah itu dari gangguan begal atau bandit-bandit lain yang bersarang di hutan dan juga gangguan dari binatang-binatang buas"
"seperti halnya yang terjadi pada siang itu mereka tengah melepas lelah di tengah hutan belantara yang suasana nya terasa angker di bawah sebuah pohon yang rindang mereka pun duduk serta mengeluarkan bungkusan makanan yang masih tersisa"
Mayang suri menyodorkan satu bungkusan lainnya sambil berkata
"guru bekal makanan kita hanya tinggal ini,
masih berapa jauh lagi jarak yang harus kita tempuh menuju ke gunung singgaru?"
"hanya tinggal satu hari satu malam lagi muridku, tapi kau jangan takut kita kelaparan setelah kita melewati hutan ini ada sebuah perkampungan dan kita bisa membeli makanan disana sekarang habiskan saja makanan nya"
perintah gurunya dengan halus
di tengah mereka sedang menikmati makanan dengan lahap nya tiba-tiba terdengar suara tawa seorang laki-laki bergema di sekeliling hutan, biyung ratu embok menghentikan makannya sambil membungkuskan kembali sisa makanan
beliau berbisik pada muridnya
"kau harus berhati-hati Mayang aku mengenal dari suara tawa itu dialah yang bergelar iblis penjemput maut kesaktian nya sangat tinggi, namanya sangat di kenal di jagat persilatan. kau hadapi dia aku akan mengawasimu dari atas pohon"
biyung ratu embok memberi penjelasan
"jangan khawatir guru inilah saatnya saya berhadapan dengan slah satu pendekar tingkatan tinggi tapi guru tolong tetap awasi saya"
biyung ratu mengangguk setelah menepuk bahu muridnya beliau pun melompat keatas pohon dan bertengger pada sebuah dahan yang daun nya cukup rindang sehingga dapat menyembunyikan biyung ratu dari pandangan mata orang
berada. sedikitpun gadis itu tidak merasa terusik oleh kehadiran orang yang tak dikenal nya dia terus saja melahap makanan nya dan suara tawa itu terdengar jelas karena sudah berada dekat dengan dirinya"
"seorang laki-laki bertubuh tinggi kekar, berpakaian serba hitam rambutnya yang ikal dan juga gondrong nampak gimbal dan acak-acakan. sebuah rantai besi melilit di tangannya serta ujungnya berada dalam genggaman"
di sela tawanya laki-laki itu pun bicara
"ha ha ha ha. tidak ku sangka di tengah hutan belantara yang angker ini ada seorang gadis cantik, hei sodara-sodara ku kemarilah kalian lihatlah di hadapan ku ada seorang bidadari yang tersesat di hutan ini
atau mungkin ada yang mencuri selendangnya sehingga tidak bisa kembali ke kayangan"
iblis penjemput maut memanggil kawan-kawan nya rupanya dia tidak datang sendirian, dua bayangan hitam berkelebat lalu berdiri di samping pendekar hitam itu
Mayang suri menyelesaikan makan nya lalu membuang bungkusan bekas makanan hampir mengenai wajah salah satu dari mereka
"keparat apakah di kayangan tidak di ajari sopan santun?"
satu dari laki-laki itu mencaci Mayang
Mayang pun menjawab
__ADS_1
"maaf Ki sanak aku pikir tidak ada orang, sejak tadi aku disini sendirian"
"kurang ngajar kalau saja wajahmu tidak secantik bidadari sudah ku ***** dirimu dari tadi" iblis penjemput maut merasa tidak di hiraukan
Mayang suri tertawa cekikikan
"oohhh rupanya kau manusia juga, aku pikir kau itu se ekor kingkong. karena selama aku tahu aku tidak pernah melihat wajah seburuk kalian" Mayang suri masih tertawa cekikikan
amarah iblis penjemput maut pun semakin terpancing "berani sekali kau menghina kami. apakah kau tau kami bertiga ini adalah iblis-iblis penjemput maut termasuk maut mu juga"
biyung ratu embok yang berada di atas pohon matanya tidak berkedip pandangannya menerobos dedaunan terus mengawasi muridnya serta bergumam
"sudah ku duga iblis itu tidak datang sendirian kawan-kawan nya pun berada bersamanya"
biyung ratu lalu memusatkan pikiran menggunakan aji telepati dan berbisik di telinga muridnya
"jangan gegabah Mayang, ilmu mereka sangatlah tinggi kau harus berhati-hati jangan sampai terkena kibasan rambut si iblis Ireng "
Mayang suri tidak menjawab dia hanya mengangguk pelan takut kalau-kalau keberadaan gurunya di ketahui oleh ketiga iblis itu"
"aku dengar kalian selalu membuat ke onaran di mana-mana dan aku dengar juga kalian pendekar-pendekar tingkat tinggi
aku jadi penasaran ingin mencoba ilmu kalian" Mayang suri menantang
"bedebah rupanya kau bukan gadis biasa pantas saja kau berani berada di tengah hutan ini sendirian, katakan siapa namamu dari perguruan mana kau berasal sebelum rantai maut ku menghancurkan tubuh mu"
Mayang suri melompat dan berkata kembali "aku ingin mencoba ilmu,
kalian bertiga majulah percuma kalau cuma satu-satu"
merasa di tantang sedemikian rupa tiga pendekar itu pun menyerang Mayang suri dari tiga penjuru
"Mayang sudah menduga hal itu dan dia pun sudah mempertimbangkan nya dengan matang, matanya sangat tajam hingga dapat menangkap serangan-serangan yang mengarah pada bagian tubuh yang cukup patal. tubuh Mayang melompat ke atas seperti sebuah layangan ringan dan cekatan"
serangan kembali bertubi-tubi gadis itu kadang menghindar terkadang juga menangkis serangan lawan
Mayang bergumam "jurus jari kematian"
dan di arahkannya pada iblis Ireng
"buuummmmm" suara ledakan terdengar cukup keras rupanya serangan Mayang mengenai udara kosong dan menciptakan kawah yang lumayan besar di permukaan tanah
hampir saja jika iblis buru tidak segera menarik tubuh kawannya maka jari kematian Mayang mendarat telak di dadanya "biadab. keparat. kurang ajar. aku pikir kau hanya gadis ingusan rupanya ilmu mu cukup tinggi juga"
"jangan banyak ba**t cecunguk jika memang kalian benar-benar pendekar sakti ayo serang aku, keluarkan semua ilmu kalian jangan hanya bicara saja" ucapan Mayang terus memancing amarah mereka dengan tujuan membuyarkan serangan mereka
__ADS_1
BERSAMBUNG