
dari mata cipo keluar selarik sinar putih
menyerang ke arah mahluk itu rupanya mahluk itu tau dirinya tengah di serang tangan nya di angkat keatas menerima serangan cipo
"boommm" suara dentuman keras terdengar menggelegar hingga mencapai puncak gunung kematian tempat dimana Resi Abi Rawa dan biyung ratu embok melakukan semedi
"kedua mahluk itu terus saling serang tubuh cipo terkadang memutar terkadang melayang ke udara menghindari serangan dan setiap ada kesempatan cipo menukik ke bawah melindungi Mayang"
"hampir setengah malam pertarungan itu terjadi tubuh cipo sudah mulai selain karena berkali-kali terkena serangan juga tenaganya hampir terkuras tetapi cipo tidak menyerah begitu saja
dia yakin dewa akan melindunginya"
"entah dari mana datangnya seberkas sinar putih perak mengarah ke tubuh cipo secepat kilat sianr putih menyusup dan memberinya kekuatan tanpa ampun lagi cipo menyerang bertubi-tubi "bummmmm. bummmmm"
suara ledakan terus menggema
hingga mahluk itu kewalahan tidak ada kesempatan bagi mahluk itu untuk menyerang balik cipo"
menjelang pagi cipo menggunakan aji Pamungkas nya "buuummmmm"
ledakan keras kembali terdengar
sehingga tubuh mahluk itupun hancur berkeping-keping dan serpihan-serpihan nya sirna di telan lahar kawah kematian
"cipo menarik nafas panjang hatinya merasa lega selesai lah sudah tugas yang diemban nya
air kawah pun kembali tenang asap nya kembali berwarna putih tubuh Mayang suri pun kembali berputar didalam pusaran air"
"beberapa menit kemudian asap yang menggumpal perlahan menipis lama-lama sirna. permukaan kawah menjadi terang tubuh Mayang suri terlihat jelas pusaran air pun tak nampak lagi"
"tubuh cipo menukik ekor nya menjulur meraih tubuh Mayang yang sudah terapung dengan tenang di permukaan kawah lalu diletakkannya di atas punggung nya cipo pun melesat terbang ke atas membawa tubuh Mayang ke puncak gunung kematian"
Resi Abi Rawa dan biyung ratu embok
yang masih bersemedi mendengar desisan cipo. lalu merekapun membuka matanya dan ternyata cipo dan Mayang sudah berada dihadapan mereka dalam keadaan selamat
cipo menjulurkan lidahnya memberi laporan bahwa tugasnya sudah selesai
"terimakasih banyak cipo" ucap Resi dan biyung
bersamaan
__ADS_1
"tidak membuang-buang waktu Resi Abi Rawa membuka kain kapan yang masih membungkus tubuh Mayang"
biyung ratu embok meraih Mayang mendekapnya dalam pelukan hatinya terasa sangat bahagia melihat kondisi Mayang yang sudah pulih kembali
"ehh hm" suara Rei Abi Rawa ber dehem
"syukurlah semuanya berjalan dengan lancar meskipun ada gangguan tetapi ritual kita berhasil" ucap sang resi
biyung ratu embok melepaskan pelukannya dia lupa kalau ada Resi Abi Rawa di tempat itu yang telah membantunya menyelamatkan muridnya biyung ratu embok pun menoleh
"terimakasih Abi Rawa kau telah menyelamatkan murid ku dan kami tidak akan pernah melupakan Budi baikmu" ujar ratu embok lunak
sang Resi hanya tersenyum sebagai jawaban
Mayang suri menoleh ke kanan dan ke kiri sepertinya sedang mencari sesuatu karena pemasaran dia pun bertanya
"maaf eyang Resi sejak tadi saya tidak melihat cipo kemana dia eyang?. apakah dia sudah kembali ke gunung simagong-gong atau dia bersembunyi?"
Resi Abi Rawa memandang wajah Mayang suri
"dia sudah kembali ke asalnya, tugasnya di muka bumi ini sudah selesai" jawab Resi Abi Rawa
Mayang kembali bertanya
"cipo berasal dari langit sebetulnya cipo utusan dewa langit untuk menghancurkan kejahatan makhluk-makhluk kutukan langit dan sekarang tugasnya sudah selesai dan dia harus kembali ke alam langit" Resi Abi Rawa menjelaskan
Mayang suri mengeluh belum sempat dia berterimakasih tapi cipo sudah pergi
pergi untuk selamanya
"sudahlah Mayang jika dewa menghendaki suatu saat nanti takdir akan mempertemukan kalian lagi" hibur biyung ratu embok
"sebaiknya sekarang kita segera kembali ke goa masih ada hal lain yang harus kita lakukan" biyung ratu embok mengajak muridnya pulang
lalu menoleh ke arah Resi Abi Rawa
"Abi Rawa aku mohon pamit sekali lagi terimakasih atas bantuan mu"
"apa kalian tidak mampir dulu ke pondok ku?"
Resi Abi Rawa menawarkan
__ADS_1
"tidak Abi Rawa kami harus segera pulang ke goa. aku masih punya urusan lain
Resi Abi Rawa pun tidak bisa memaksa
setelah saling berpamitan mereka pun berpisah menuju jalan masing-masing untuk menuju ke tempat nya masing-masing pula
"pagi-pagi sekali Mayang suri sudah berada di tepi Sendang hampir semalaman dia tidak bisa tidur hatinya sudah tidak sabar untuk melihat wajahnya yang sekarang. hanya di Sendang itulah Mayang suri bisa bercermin dengan jelas karena mungkin masih pagi sehingga tepian Sendang masih tertutup dengan kabut
sambil menunggu matahari terbit Mayang berusaha menyibakkan kabut itu dengan sehelai daun kering"
"benar saja setelah matahari muncul kabut pun perlahan sirna Mayang suri terpekik kecil tidak percaya dengan apa yang dilihat sampai berkali-kali dia menundukan wajahnya ke permukaan Sendang"
tiba-tiba "byuuurrrr" sebuah lemparan batu kecil mendarat di permukaan Sendang menjadi beriak dan menghilangkan bayangan wajah Mayang suri
"He-he-he" suara tawa terkekeh dari belakang
Mayang suri menoleh wajahnya di tekuk bibirnya cemberut agak kesal
benar sekali dugaannya gurunya lah yang melakukan hal itu. sambil masih tertawa terkekeh-kekeh biyung ratu embok bicara
"He-he-he. salah mu sendiri sepagi ini sudah meninggalkan ku apa kau tau aku sampai mencarimu kemana-mana aku pikir kau raib di telan bumi"
Mayang suri masih cemberut tetapi tidak luput juga dia bicara "mengapa guru usil padaku
guru tidak senang ya melihat muridnya bahagia lagi pula ada apa pagi-pagi begini guru sudah mencariku?"
biyung ratu embok masih tetap tertawa
"He-he-he siapa bilang aku tidak senang melihat muridku bahagia tapi jangan berlebihan hingga tubuhmu sampai menelungkup begitu
bagaimana coba kalau ada monster Sendang atau juga jin Sendang yang muncul menarik tubuhmu jika aku tidak muncul siapa yang akan menolong mu?"
"biyung ratu embok mengoda muridnya bahu nya masih bergetar karena tawanya akhirnya Mayang suri pun ikut tertawa setelah melihat bagian depan pakaian nya nampak kotor dan banyak rumput-rumput kering yang menempel"
di tengah tawanya Mayang suri membalas olok-olok gurunya "mana ada monster di Sendang atau juga yang di sebut jin Sendang kalau pun ada aku tidak perlu menunggu kedatangan guru untuk menolong ku. untuk apa aku berlatih ilmu bertahun-tahun jika aku masih saja bergantung pada guru jangankan jin Sendang jin laut pun aku sanggup mengalahkan nya" balas Mayang suri memperlihatkan keberanian nya
biyung ratu embok merasa senang mendengar ucapan muridnya "apa kau sudah selesai me nyakin kan wajah mu itu apa kau puas dengan wajahmu yang sekarang?"
Mayang mengangguk perlahan sebetulnya Mayang suri belum merasa puas bercermin di permukaan Sendang karena keburu di usili gurunya
BERSAMBUNG
__ADS_1