MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 81 RAPAT DI ISTANA KERAJAAN LINGGA BUANA


__ADS_3

Satria Abimanyu memandang kawan-kawan nya merekapun menganggukkan kepala tanda setuju. Satria sebagai wakil dari mereka dan Satria pun segera membuka suara "kami semua sangat berterimakasih pada Gusti Prabu karna telah memberi kesempatan kepada saya untuk bicara. undangan Gusti Prabu satu kehormatan yang sangat tinggi bagi kami sebagai pengembara dan orang biasa. dan terimakasih juga pada Paman hulu balang dan Paman Senopati yang telah mempercayai kami untuk berjumpa Gusti Prabu dan untuk lebih dekat saya akan memperkenalkan diri!! nama saya Satria Abimanyu, yang ini pendekar pedang Dewa Naga hitam, yang ini Naga Sura, dan yang satu ini Panji gara dan kami dari satu perguruan sekali lagi terimakasih untuk kehormatan ini" hanya itu yang di sampaikan Satria diapun menutup pembicaraan


setelah itu Senopati Arda Winangun yang melanjutkan pembicaraan setelah memberi salam pada semuanya Senopati perkasa pilihan lingga buana segera mengawali pembicaraan nya


"ampun Gusti Prabu saya ucapkan banyak-banyak terimakasih telah memberi kepercayaan pada saya untuk menjelaskan hal yang sangat penting ini. kepada sodara-sodara sekalian dan terimakasih juga kepada para pendekar. sebagai Senopati, hulu balang, panglima, dan juga Adipati, tidak lupa juga pini sepuh yang telah di beri kepercayaan oleh Gusti Prabu untuk mengatasi setiap kesulitan yang terjadi di kerajaan ini. kita semua punya kewajiban dan juga tanggung jawab yang besar seperti yang kita semua tau akan kekuatan Prabu Hindun Rancasan Raja dari kerajaan gelang-gelang dan juga para pendamping nya. kita semua telah melihat buktinya dan hal itu tidak dapat kita pungkiri maka dari itu saya dan juga hulu balang Diwangkara atas ijin Gusti Prabu meminta bantuan secara langsung kepada para pendekar muda ini, tetapi bukan berarti saya ataupun Gusti Prabu merendahkan kemampuan dan juga kesaktian sodara-sodara ku sekalian


Gusti Prabu melakukan ini untuk lebih menambah kekuatan kita dan semata-mata untuk menyelamatkan rakyat dari bahaya besar dan saya berharap tidak ada dari kalian yang salah penafsiran ataupun merasa di rendahkan!! bagaimana pendapatmu pini sepuh? apakah tindakan yang saya dan hulu balang lakukan salah atau benar adanya"


"tidak Senopati samasekali tidak, tindakan yang kau ambil itu sangat benar dan tepat aku pribadi sebagai penasehat Gusti Prabu dan juga pini sepuh di istana lingga buana samasekali tidak merasa tersinggung apalagi merasa di rendahkan, dan aku sangat mendukung mu Senopati tetapi bagaimana dengan para pendekar sendiri apakah mereka bersedia membantu kita dan terlibat langsung dalam masalah besar ini?"


"mohon maaf pini sepuh silahkan bertanya langsung terhadap pendekar-pendekar ini agar kita semua mendengar jawabannya dengan jelas" Senopati Arda meminta pini sepuh bertanya secara langsung


"terimakasih Senopati" jawab pini sepuh pendek seraya menoleh pada Satria

__ADS_1


"kalian masih sangat muda tetapi aku sangat percaya kalian memiliki kesaktian yang sangat tinggi. aku sudah banyak mendengar terutama tentang pendekar pedang Dewa Naga hitam yang memiliki nama besar di jagat persilatan, semula aku hanya mengira pendekar pedang Dewa hanya sendirian tetapi ternyata memiliki sodara-sodara seperguruan yang berhati mulia berbudi luhur serta berilmu tinggi


aku sangat senang dapat bertatap muka dengan kalian. tetapi untuk lebih jelasnya kami semua ingin mendengar langsung dari kalian semua untuk masalah ini"


pini sepuh tersenyum bijak memandang wajah pendekar satu per satu


Satria membalas senyuman pini sepuh dengan penuh hormat


"terimakasih pini sepuh saya sebagai perwakilan sodara-sodara seperguruan saya menyatakan bahwa kami bersedia membantu Gusti Prabu dan juga seluruh rakyat kerajaan lingga buana tanpa mengharapkan imbalan apapun. dan bukan hanya kami berempat saja masih ada tiga sodara kami yang lain yang masih di luar untuk menyelesaikan masalahnya dan setelah itu mereka akan menyusul kami untuk sama-sama membantu mengatasi masalah ini. dan mengenai kekuatan Prabu Hindun Rancasan kita semua ketahui itu benar adanya jadi untuk itu kita butuh waktu menyusun kekuatan serta rencana yang sangat matang dan kita tidak bisa bertindak gegabah untuk menghadapi kekuatan itu, dan jika Gusti Prabu mengijinkan kami butuh tempat yang tenang menyusun rencana ini dan untuk memberi kepastian keberadaan kami terhadap sodara-sodara kami yang berada di luar itulah pernyataan kami. kami ucapkan dari lubuk hati yang paling dalam apapun resikonya kami semua akan terjun langsung melibatkan diri dalam masalah Gusti Prabu dan kami tidak akan pernah mundur setinggi apapun kekuatan yang di miliki oleh kerajaan gelang-gelang. saya yakin jika kita tetap saling bahu membahu dan saling melindungi satu sama lain saya yakin kekuatan itu dapat di lumpuhkan"


"aku tidak tau apa yang harus aku katakan. sebagai raja aku merasa kagum akan ketulusan dan kemuliaan hati para pendekar ini. sekali lagi aku ucapkan terimakasih dan mengenai permintaan mu aku sangat menyetujuinya dan untuk itu aku serahkan pada hulu balang Diwangkara untuk menyiapkan tempat dan segala keperluan yang di butuhkan oleh para pendekar tetapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan tetapi itupun jika kau Sudi memberitahu ku. pendekar Satria dari perguruan manakah sebenarnya para pendekar ini dan siapa nama guru kalian? maaf jika pertanyaan ku melanggar peraturan"


"tidak Gusti Prabu!! tidak salah jika Gusti Prabu ingin mengetahui hal itu. enam dari sodara-sodara saya ini di gembleng ilmu di perguruan puncak gunung singgaru di bawah bimbingan Resi purba kesha dan saya sendiri saya murid eyang Resi Abirawa

__ADS_1


begitulah adanya Gusti Prabu"


semua yang hadir di ruang rapat manggut-manggut apalagi pini sepuh hampir beliau tidak percaya mendengar pernyataan Satria


"benarkah yang kau ucapkan itu pendekar Satria bahwa kau murid Abirawa Resi paling sakti dan pendekar-pendekar ini murid Purba kesha putra tunggal Abirawa? katakan sekali lagi pendekar bahwa kalian murid dua Resi sakti itu?"


"benar sekali pini sepuh itulah kenyataannya adakah pini sepuh mengenali guruku Resi Abirawa dan juga putranya Paman Resi Purba kesha"


sebenarnya Satria tidak harus menanyakan hal itu karna sejak awal dia dapat melihat cincin di jari manis tangan kanan pini sepuh Aji lasmana yang sangat dikenal Satria cincin itu cendra mata dari Resi Abirawa tetapi Satria terus berpura-pura tidak mengetahuinya


"tentu pendekar Satria aku sangat mengenal Abirawa Resi sakti yang berilmu tinggi dan berbudi luhur, sudah lama aku tidak bertemu dengan nya sejak perpisahan 20 tahun yang lalu setelah pertemuan di pantai utara dalam acara pemilihan ketua jagat persilatan dan jabatan itu jatuh ke tangan Purba kesha putra tunggal Abirawa


memang tidak semua menerima kenyataan itu ada beberapa pendekar yang juga menginginkan jabatan sebagai ketua jagat persilatan. itu terbukti saat aku, Abirawa, dan Purba kesha dalam sedang perjalanan pulang beberapa orang pendekar menghadang kami"

__ADS_1


BERSAMBUNG


dukung terus ya biar tambah semangat


__ADS_2