MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 36 KONDISI SEKAR KEMALA DAN TITIK TERANG


__ADS_3

Kondisi Sekar Kemala sangat menyedihkan dia memang masih hidup tapi dia sudah kehilangan segalanya menurut seorang tabib saripati tubuh Sekar Kemala telah di hisap oleh sebangsa makhluk yang mungkin dari golongan sesat mungkin juga untuk membangkitkan kekuatan makhluk itu, Sekar Kemala telah kehilangan segalanya dia kehilangan akalnya, ingatannya, dan juga keperawanannya


Syaid Umar tidak dapat mengucapkan sepatah katapun mendapat penjelasan dari tabib itu, Fajar sebagai murid andalannya merasa punya andil dan tanggung jawab pada keluarga gurunya


"tabib apakah kondisi Ning Sekar bisa pulih kembali? lalu apa yang harus kami lakukan untuk mengembalikan ingatannya atau ada seseorang yang sakti yang dapat menyembuhkan Ning Sekar, tolong beri kami petunjuk tabib"


dengan tegas Fajar meminta petunjuk pada tabib itu


"untuk saat ini saya tidak bisa berbuat apa-apa kondisi Ning Sekar sangat parah, tidak mudah untuk mengembalikan ingatannya tapi saya akan usahakan untuk membantu menyembuhkan Ning Sekar semampu saya untuk saat ini saya tinggalkan ramuan minumkan setiap pagi dan malam hari itu untuk memulihkan tenaganya" tabib pun mohon diri dari padepokan


Fajar mengantarnya hingga didepan pintu


"terimakasih atas bantuannya tabib dan jika telah menemukan petunjuk tolong segera beritahu kami" Fajar meminta dengan sungguh-sungguh


sebulan sudah berlalu namun kondisi Sekar Kemala masih belum ada perubahan, sudah banyak tabib dari berbagai tempat dan juga orang-orang sakti di pinta bantuan oleh Syaid Umar untuk menyembuhkan putrinya


satu hari tepatnya sore hari padepokan tapak suci kedatangan kiyai Sa'id Basri ditemani seorang Resi, Syaid Umar menyambut kedatangan Rama nya


"haturan Rama saya senang Rama datang


siapakah sepuh itu? apakah kalian yang akan menyembuhkan Sekar Kemala" suara Syaid Umar terdengar parau


"Rama tidak yakin Umar, namanya Sapta gunung beliau seorang pertapa dan beliau kakak seperguruan dari guru adikmu beliau mendapatkan titik terang mengenai peristiwa yang menimpa cucuku, bagaimana keadaan istrimu Umar apakah dia bisa menerima kenyataan ini?"


kondisi Hanifah semakin parah Rama dari hari ke hari yang dilakukannya hanya menangis tidak sedikitpun makanan dan minuman yang mengisi perutnya saya khawatir Rama bukan hanya pada Sekar Kemala saja tetapi juga akan keadaan nya Hanifah" Syaid Umar seperti sedih kehilangan harapannya

__ADS_1


"jangan putus asa Umar yakinlah Gusti Allah akan selalu ada diantara orang-orang yang beriman kuatkan iman mu Umar ini ujian dari NYA mungkin juga teguran NYA tanpa kita sadari kemungkinan besar kita telah melakukan kesalahan, kuatkan hatimu Umar dekatkan dirimu pada-NYA


ingatlah kau ini seorang ulama seorang pemuka agama semakin tinggi kau berada di puncak semakin keras benturan yang kau dapat" kiyai Sa'id Basri terus menguatkan hati putranya dalam menghadapi segala ujian dan cobaan dari-NYA


"sekarang kita temui dulu Resi Sapta gunung untuk meminta petunjuknya" kiyai Sa'id Basri menambahkan


"baik Rama" jawab Syaid Umar singkat


di ruang tengah Resi Sapta gunung tengah duduk ditemani oleh Fajar dan Amir


"maafkan saya Resi jika Resi menunggu terlalu lama"


Resi Sapta gunung tersenyum bijak


"apakah Resi dapat memberi saya petunjuk mengenai peristiwa yang menimpa keluarga kami?" Syaid Umar langsung pada pokok pembicaraan


"benar nger maka dari itu saya sengaja menemui Rama mu memintanya untuk menemani saya datang ketempat ini ada titik terang yang telah saya dapatkan, disebuah gunung bernama gunung siluman terdapat sebuah goa yang dihuni oleh para iblis, dan petunjuk yang saya dapat di goa itu tengah mengadakan ritual pembangkitan ketua mereka dari kematian konon menurut cerita yang saya dengar dialah yang akan menjadi Raja penguasa dunia kegelapan dan celakanya ritual itu telah memangsa banyak korban terutama dari kalangan kaum remaja baik itu laki-laki atau perempuan dan salah satu korbannya adalah Putri mu" Resi Sapta gunung menjelaskan dengan seksama


"mengapa harus Putri saya yang mereka korbankan Resi? apa dendam mereka pada kami dan apa kesalahan yang telah kami perbuat pada mereka hingga mereka tega melakukan hal itu pada keluarga saya?"


ada getaran kemarahan yang tersimpan di balik suara halus Syaid Umar


"tidak nger semua ini terjadi bukan karena kesalahan ataupun dendam, mereka melakukan hal itu untuk menghidupkan kembali ketua mereka yang mereka sebut mayat bangkit sang raja kegelapan"


"Resi apakah Resi mengenal mayat bangkit itu? seperti apa wajahnya dan bagaimana ciri-ciri nya? lalu siapa yang telah membunuhnya tolong beri saya petunjuk Resi"

__ADS_1


"tenanglah nger semua ini terjadi atas kehendak-NYA sang pemilik alam, tidak ada gunanya kau mencarinya pada saatnya nanti takdir akan mempertemukan kalian"


"tidak Resi saya tetap akan mencarinya dalam kondisi apapun saya harus segera menemuinya untuk meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah dia lakukan"


"sadarlah nger hatimu telah di kuasai Angkara murka dalam hatimu telah bersemayam rasa dendam semua itu bukan keinginan mayat bangkit, bangkit dari kematiannya tetapi ada tangan-tangan lain yang berusaha membangkitkan nya" Resi Sapta gunung menghela nafas berat


Syaid Umar merasakan sesuatu ada yang disembunyikan oleh Resi,


tahu ini bukan saat yang tepat untuk bertanya lebih lanjut


"baiklah Resi meskipun takdir belum mengijinkan saya untuk bertemu dengan iblis itu tetapi saya bersumpah akan terus mencari nya saya akan terus mencari tahu siapa sebenarnya mereka itu" Syaid Umar tetap bersih keras


"itu hakmu nger saya dan juga Rama mu tidak bisa menghalangi nya, saya tidak bisa berlama-lama disini nger hanya itu yang bisa saya beritahukan, tetapi saya berjanji akan terus membantumu" Resi Sapta gunung pun segera pamit mohon diri dan meninggalkan padepokan tapak suci


Syaid Umar berniat untuk segera mencari pengikut-pengikut mayat bangkit tetapi kondisi istrinya semakin parah hingga membuatnya tidak mungkin untuk meninggalkan nya ketakutan hati Syaid Umar pun menjadi kenyataan tidak dapat di hindari lagi ajal pun menjemput Siti Hanifah dan mengembalikannya ke pangkuan dzat Ilahi Robi tidak terbayangkan bagaimana perasaan Syaid Umar Al Hasid dendampun semakin tebal menguasai


setelah selesai memakamkannya yang dihadiri oleh keluarga kerabat-kerabat nya tidak ketinggalan pula keluarga kiyai Abas Hanapi dan juga putranya Gus Sidik Maulana calon menantu Syaid Umar mereka datang turut bela sungkawa


setelah para tamu satu per satu meninggalkan padepokan tapak suci


Syaid Umar sengaja menemui Rama nya yang tengah duduk termenung di teras padepokan Syaid Umar duduk di samping Rama nya


"Rama tolong jawab dengan jujur pertanyaan saya, saya merasa ada sesuatu yang Rama dan juga Resi Sapta gunung sembunyikan dari saya, saya yakin Rama mengetahuinya apakah peristiwa ini ada hubungannya dengan kematian Abi baka atau bahkan dialah Abi baka yang sengaja mereka bangkitkan untuk kepentingan tertentu"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2