
"yang ku khawatir kan bukan itu aku hanya takut dirimu di kendalikan oleh kekuasaan, keangkuhan dan kesombongan"
"saya mengerti guru saya berjanji hal itu tidak akan pernah terjadi dan jika saya melanggar nya saya rela di hukum oleh guru, di manapun saya bersembunyi guru pasti akan menemukannya"
biyung ratu embok merasa terharu sekaligus bangga pada murid tunggalnya itu di tengah-tengah pembicaraan mereka terdengar gaung suara yang di susupkan pada angin sehingga bergema di sekitar bukit gundul
biyung ratu embok meraih tangan muridnya
"rupanya sudah sejak tadi ada yang tengah mengawasi kita Mayang"
"apakah guru mengenali suara itu? berapa jauh lagi keberadaan mereka?"
tanya Mayang suri dengan suara agak pelan
"tentu aku sangat mengenali suara itu, dialah ketua setan tengkorak merah selain kepala perampok dia juga ketua perguruan dia juga penguasa bukit gundul ini
ilmunya sangat tinggi hampir seluruh perguruan di jagat persilatan mengenalinya" biyung ratu embok menjelaskan pada muridnya
Mayang suri manggut-manggut menanggapi dengan sungguh-sungguh
"apa guru tau dimana titik kelemahan si setan tengkorak merah itu? karena saya yakin sesakti apapun manusia pasti memiliki kelemahan" Mayang suri bertanya pada gurunya
"sejauh ini belum ada satu orang pun yang tau mengenai kelemahan setan tengkorak merah itu, hanya aku tau taktik nya untuk mengalahkan lawan-lawannya selalu mengulur waktu hingga belasan jurus
tujuannya untuk menguras tenaga lawan
aku ingatkan kau Mayang jangan ikuti permainannya. langsung saja kau gunakan aji-aji Pamungkas mu pertama kau keluarkan aji mantra hitam pemikat, kedua jurus tendangan malaikat lalu kemudian susul dengan ajian serunai iblis'
panjang lebar biyung ratu embok memberi pengarahan pada Mayang suri
rupanya wanita sakti penguasa lembah gurang-rang itu teramat sangat mengenali si setan tengkorak merah
terdengar suara bernada sambutan dari balik batu
__ADS_1
"selamat datang Dewi Amba rupanya takdir mempertemukan kita kembali. alam jumpa ratu penguasa lembah gurang-rang"
kepala setan tengkorak merah menyambut kedatangan biyung ratu dengan menyebut nama aslinya
biyung ratu pun menyambut nya
"salam jumpa kembali jagat jumantara rupanya kau benar takdir mempertemukan kita kembali disini tapi sayang kali ini aku tidak punya waktu untuk bermain-main dengan mu karena aku masih punya urusan yang lebih penting di bandingkan meladeni dirimu"
"Ha ha ha ha hah. masih punya urusan lain atau hanya alasan untuk menghindar dariku kita sudah lama tidak jumpa Dewi Amba jadi aku ingin tau sudah sejauh mana tingkat ilmu kesaktian mu, tentunya sebagai pendekar jagat persilatan ingin menjajal nya" dengan sombongnya setan tengkorak merah yang memiliki nama asli jagat jumantara secara langsung menantang biyung ratu embok penguasa lembah gurang-rang itu tetap tenang sedikit pun dia tidak terpancing oleh tantangan setan tengkorak merah
"aku sudah tidak punya urusan denganmu
dan aku sudah tidak peduli setinggi apa ilmu mu saat ini tetapi jika kau tetap memaksa kau boleh menghadapi muridku dengan satu syarat satu lawan satu dan jika anak buah mu turun tangan aku pun tidak akan segan-segan untuk menghabisi mereka semua" nada ucapan biyung ratu lembut namun tajam menusuk
"ooohhhh rupanya gadis cantik itu muridmu Dewi Amba, apa kau sudah meninggalkan dunia persilatan sehingga kini kau memiliki murid yang mewarisi ilmu kesaktian mu sekaligus menjadi penerus dirimu,
dan aku ketua setan tengkorak merah pantang menolak tawaran aku juga terima syarat mu" setan tengkorak merah menoleh pada Mayang suri
"cantik sekali wajahmu Nini namun sayang kau menjadi murid wanita si luman ini
wajah Mayang suri merah padam mendengar hinaan setan tengkorak merah yang di lontarkan pada gurunya dengan sengitnya Mayang suri pun menjawab
"jangan pernah menghina guruku, asal kau tau aku Mayang suri setinggi apapun kesaktianmu, seharum apapun nama besarmu di jagat persilatan seujung kuku pun aku tidak akan gentar menghadapi mu
aku hanya punya waktu sedikit untuk menghadapi mu jadi jangan terlalu banyak bicara hadapi aku" amarah Mayang suri agak meluap ia tidak terima gurunya di hina Mayang suri pun tidak buang-buang waktu secepat kilat dia melompat ke hadapan setan tengkorak merah
jagat jumantara melangkah mundur ke belakang sepertinya sudah teruji kesaktian yang dimiliki Mayang suri dan dia tidak boleh bertindak gegabah
Mayang suri tidak memberi kesempatan lagi seperti yang di katakan gurunya tadi diapun langsung mengeluarkan jurus-jurus aji Pamungkas nya "mantra hitam pemikat tendangan kaki malaikat"
gumam Mayang pelan
dengan senyuman mengandung sihir mantra hitam pemikat dengan tujuan untuk mengecohkan pikiran lawan
__ADS_1
hampir saja setan tengkorak merah tidak dapat menghindari serangan Mayang suri yang serba cepat dan serba mendadak hingga sulit dilihat mata dalam hati setan tengkorak merah bergumam
"ilmu apa yang dia gunakan? mengapa aku tidak mengenalinya apakah ini ilmu kesaktian baru Dewi Amba yang di wariskan pada muridnya ini?"
setan tengkorak merah mundur beberapa langkah ke belakang sepertinya dia sudah kewalahan menghadapi serangan yang tidak diduganya
rupanya Mayang suri menggabungkan dua jurus aji mantra hitam pemikat dan jurus tendangan kaki malaikat
Mayang suri pun terus menyerang
kali ini Mayang melompat ke samping berniat untuk menendang pinggang setan tengkorak merah namun sayang setan tengkorak merah menyadari serangan Mayang dengan cepat dia pun melompat ke atas
"buummmmms" suara ledakan keras hingga membuat pohon-pohon yang berada di sekitar mereka roboh
berkali-kali Mayang terus menyerang sehingga setan tengkorak merah tak dapat menghindari serangan Mayang
dia berniat untuk menangkis serangan Mayang "buummmmms" ledakan kembali terjadi sehingga tubuh setan tengkorak merah terpental cukup jauh
"sialan ternyata wanita ini tidak bisa di anggap remeh"
setan tengkorak merah melesat berniat menyerang balik Mayang tapi entah kenapa serangannya selalu sia-sia seakan-akan yang dia serang hanya sosok bayangan Mayang suri saja sungguh aneh setan tengkorak merah yang cukup di kenal sangat sakti itu tidak mampu menyelidiki jurus apa yang di gunakan Mayang
sambil berdiri di atas sebuah batu Mayang suri membuka suara
"sudah aku katakan aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu setan tengkorak merah, apa masih belum jelas kau bukanlah tandinganku. sekarang aku pastikan jika kau tetap memaksa itu artinya kau menyerahkan nyawamu dengan sia-sia
aku beri pilihan kau pergi membawa anak buahmu artinya kau akan selamat dariku
dan jika kau ingin meneruskan pertarungan ini jangan salahkan diriku jika aku membinasakan mu" ucapan Mayang suri begitu pedas terdengar
dan sebagai pendekar ternama setan tengkorak merah tidak akan semudah itu untuk meninggalkan pertarungan
BERSAMBUNG
__ADS_1
jangan lupa kasih like dan komen nya dong gratis ko
biar author semangat update nya