MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 99 CERITA SESUNGGUHNYA


__ADS_3

"Dan mengenai Naga luwing ayah kandung mu itu adalah putra tumenggung Wicaksana salah satu kepercayaan eyang mu Ragolo diam-diam telah membunuh tumenggung Wicaksana dengan serbuk racun yang dimilikinya. dan mengenai Hindun rancasan bukan hanya murid Ragolo tetapi juga anak kandungnya


setelah kematian Wicaksana Ragolo mempengaruhi istrinya Wicaksana di jadikannya budak nafsu nya juga tangan jahatnya. Naga luwing mengetahui hal itu dia berusaha untuk membawa ibunya ke istana kerajaaan dan meminta bantuan tabib untuk membantunya menghentikan kekuatan jahat Ragolo yang merasuki jiwa ibunya, di culiknya Naga luwing seisi Istana tidak tinggal diam mengerahkan hampir seluruh prajurit karna selain Naga pusing itu menantu sang Raja tetapi juga seorang panglima saat itu kau masih kecil jingga. Ragolo dan Hindun rancasan seakan tidak pernah punya kesalahan atas kematian Wicaksana dan hilangnya Naga luwing. ayah handa Prabu memintaku untuk membawamu pergi dari istana karna sepertinya beliau telah mengetahui prahara besar akan melanda kerajaan gelang-gelang, setelah hampir 5 tahun lamanya aku mendengar nama seorang pendekar bernama pendekar pendekar pedang Dewa Naga hitam aku ingin menyelidikinya sendiri dan ternyata benar dialah Naga luwing tetapi dia bersama seorang pendekar wanita bernama Dewi Ambalika ketua perguruan Anggrek Bidadari saat itu kau berusia sekitar 5 tahun lebih dan aku meninggalkan mu di goa sendirian dan saat aku kembali kau sudah tidak berada lagi di goa mungkin seseorang menculikmu


aku kembali ke istana tapi apa yang terjadi Ragolo telah mengambil alih Kerajaan gelang-gelang serta memenjarakan Ramanda Prabu Indra brata lalu ibumu terus di paksa oleh Hindun rancasan untuk di jadikan permaesuri karna saat itu Hindun rancasan yang telah menduduki singgasana Ramanda Prabu. aku tidak tau lagi apa yang harus ku lakukan menyelamatkan adikku Wulan sari ataukah menyelamatkan ayah handa Prabu serta ibunda Ratu terlebih dulu yang di sekap di penjara bawah tanah sementara aku tidak menemukan dimana Indra Yuda, seorang prajurit yng diam-diam masih setia padaku mengatakan bahwa Indra Yuda telah di buang oleh anjing-anjing peliharaan Ragolo entah kemana tidak satu orangpun mengetahui nya. saat itu aku ingin meminta bantuan aku pergi ke istana langit untuk meminta bantuan Dewa langit lalu di utusnya seorang panglima langit untuk membantu kesulitan ku tapi terlambat ayah handa Prabu, ibunda Ratu, dan juga Wulan sari mereka semua telah dihabisi Ragolo beserta anak buahnya. juga orang-orang kerajaan kepercayaan ayah handa Prabu yang tetap setia pada beliau mereka semua pun telah di habisi nya, saat itu aku kehilangan segalanya dapat kalian bayangkan. tetapi sang panglima langit terus berusaha membantuku untuk mencarimu jingga karna kaulah harapan ku satu-satunya dan selain mencarimu aku juga mencari istri Indra Yuda yang saat itu tengah mengandung 9 bulan. aku hampir putus asa karna tidak satupun dari kalian yang ku temukan lalu aku memutuskan untuk menyusul Naga luwing ke perguruan Anggrek Bidadari aku berniat untuk menemui Naga luwing tetapi terlambat pula semuanya sudah sirna Naga luwing pun telah mati menurut yang ku dengar Dewi Ambalika yang telah membunubnya dan ketika aku menemukan Ambalika wanita itu mengatakan dia terpaksa membunuhnya selain karna dia cemburu oleh kabar burung yang mengatakan bahwa Naga luwing memiliki istri simpanan dan memiliki keturunan juga karna ada dorongan yang seakan-akan mempengaruhi jiwanya untuk membunuh Naga luwing dan aku dapat menyadari bahwa dorongan itu yang di kirim oleh mahkluk terkutuk Ragolo dari jarak jauh. namamu bukan laras jingga karna saat kau di lahirkan akulah yang memberikan mu nama Lembayung suri


itulah kebenarannya aku terus mencari dan mencari hingga aku lupa bahwa aku punya kewajiban atas suami dan putraku. ini salahku karna terlalu mementingkan kepentingan ku sendiri dan akhirnya suami ku pun pergi untuk bertapa dan putraku di titipkannya pada seseorang yang tidak pernah ku kenal dan sekarang terserah kalian bagaimanapun kalian menganggap ku aku akan menerimanya"


"Ha..ha..ha..ha..ha.. jangan terpengaruh oleh cerita dusta nenek penghianat itu karna sesungguhnya dia sendirilah yang telah membunuh keluarganya dan aku sama sekali tidak melakukan apa yang dia tuduhkan"


"sampai kapan kau akan menutupi kejahatan mu Ragolo? akulah saksi mata dari semua perbuatan jahat mu. kau masih ingat padaku Ragolo?"


seorang laki-laki sekitar usia 70 tahun mengenakan pakaian serba putih dengan kepala terbungkus kain putih pula


"wha..ha..ha..ha..ha.. rupanya kau masih hidup kiyai palsu? tentu saja aku masih sangat mengenali wajah mu karena seorang Ragolo tidak akan pernah melupakan wajah musuh bebuyutannya.

__ADS_1


bagiku kau hanyalah seorang pecundang Sanca mukti dengan berpura-pura menjadi seorang kacung ternyata kau penghianat besar"


"aku hanya menjalankan tugas Ragolo karna pada saatnya kesaksianku sangat di perlukan. kakang Resi Abirawa Nyimas Ratu Amba kini saatnya aku memberikan kesaksianku yang sebenar-benarnya sudah saatnya Ragolo mendapatkan hukumannya dan aku tau diantara kalian ini ada Satria-Satria utusan langit yang akan menjemput Ragolo dan juga murid-muridnya yang masih hidup"


rupanya kiyai Sanca mukti seorang kiyai besar yang pada masa dulu seorang tokoh jagat persilatan. melihat gurunya datang sidik maulana beserta santri-santri lainnya menghampirinya mengucapkan salam memberi hormat


"wha..ha..ha..ha..ha.. aku tau Sanca mukti kau tidak akan pernah dapat mengalahkanku hingga dirimu meminta bantuan para dewa langit. kau memang pengecut Sanca mukti sampai kapanpun kesakitan yang kau miliki tidak akan pernah lebih tinggi dariku"


"tutup mulutmu terkutuk dirimu lah jahanam yang sesungguhnya. aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menghina guruku termasuk dirimu. di mata ku kau bukanlah apa-apa"


"guru ijinkan saya sebagai satu-satunya muridmu untuk menghadapi iblis penyebar petaka itu. semuanya sudah jelas tidak ada yang perlu dibicarakan lagi"


Wadon segoro sang pendekar pedang Dewa Naga hitam maju selangkah untuk menyatakan kesediannya membalaskan dendam gurunya


"dengar Ragolo sudah cukup bicaramu sebelum kau dibawa Trenggana untuk menghadap Dewa langit ada baiknya jika kau merasakan dulu ketajaman pedang pusaka ku"

__ADS_1


"bukan hanya kau adik Segoro aku pun punya andil"


Wisnu Abi Rawa seakan-akan memberi komando semua maju mengelilingi Ragolo tidak ketinggalan pula Sidik maulana dan juga Darma sena yang sejak tadi hanya diam mendengarkan


"maaf kakang ijinkan saya berada diantara kalian meskipun nyawa harus saya pertaruhkan saya siap untuk itu"


Wisnu Abi Raw tersenyum sambil mengangguk


"terimakasih kakang"


Darma sena hatinya merasa senang


"wha..ha..ha..ha..ha.. apa kau tidak malu Abirawa? nenek peot? dan kau Sanca mukti? kalian tokoh-tokoh besar persilatan tetapi kalian hanya dapat bersembunyi di belakang murid-murid mu"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2