MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 16 PERPISAHAN MAYANG DAN BIYUNG RATU EMBOK


__ADS_3

"tidak perlu kau repot-repot untuk menyambut kami, kau bisa menerima kami dengan baikpun aku sudah cukup senang


apa kau sehat-sehat saja kesa?"


Resi purba kesa sang penguasa gunung singgaru menatap lembut wajah biyung ratu sambil mengangguk. beliau balik bertanya "apa keadaan biyung baik-baik saja?"


"seperti yang kau lihat keadaan ku baik-baik saja makanya aku bisa datang menjumpai mu"


"syukurlah itu yang selalu ku harapkan sekarang marilah masuk kedalam, udara di luar sangat dingin kurang baik untuk kesehatan biyung ratu"


sebelum masuk biyung ratu menoleh ke arah Mayang sari serta memperkenalkan Resi purba."Mayang ini putraku namanya purba kesa dialah penguasa gunung singgaru ini dan dia pula lah yang akan mendidikmu ilmu kesaktian yang lebih tinggi, sekaligus menyempurnakan ajian mantra hitam pemikat,


dan kesa inilah Mayang suri dia muridku aku akan menitipkan dia di sini didiklah dia dengan sebaik baiknya"


setelah memperkenalkan putra tunggal dan murid tunggalnya mereka pun masuk ke dalam pondok setelah mereka duduk resi purba masuk ke dapur untuk menyediakan teh jahe hangat


"biyung silahkan di minum dan kau juga Nini minumlah selagi masih hangat agar tubuh kalian terhindar dari hawa dingin"


Resi purba menyerahkan dua gelas teh jahe pada biyung ratu dan Mayang suri


"oo ya tentunya kalian lapar setelah menempuh perjalanan jauh, kalian tunggu saja disini aku akan menyiapkan makanan terlebih dulu"


Resi purba kesa berniat untuk meninggalkan mereka untuk menyiapkan makanan di dapur


"kau tidak perlu repot-repot kebetulan kami sudah makan tadi siang saat di perjalanan


jadi kau tidak plagi menyediakan makanan,


duduklah di samping ku"


biyung ratu embok menarik tangan Resi purba kesa agar duduk di sampingnya


mendengar percakapan guru dan putranya Mayang suri menawarkan jasa


"maaf guru dan juga Paman Resi jika di perbolehkan ijinkan saya untuk menyediakan makanan"


"apa kau tidak lelah Mayang? seharian ini kita telah melewati berbagai rintangan,


sebaiknya kau beristirahat saja"

__ADS_1


biyung ratu mencoba melarang muridnya


"tidak guru lelah saya sudah hilang sejak tiba di kaki gunung tadi lagipula siang tadi guru hanya makan sedikit, ini masih baru tengah malam masih lama jika harus menunggu pagi" Mayang suri memaksa dengan halus tujuannya agar gurunya leluasa mengobrol dengan putranya jika dia tidak berada di antara mereka


akhirnya biyung ratu pun mengijinkan


"baiklah jika kau sudah merasa baikan,


kesa kau tunjukkan lah dulu dimana dapur nya"


setelah mengantar Mayang ke dapur Resi purba kesa duduk kembali di samping ibunya, tanpa diminta biyung ratu embok menceritakan maksud kedatangan nya ke puncak gunung singgaru. serta tidak lupa pula beliau pun menceritakan asal usul Mayang suri dan bagaimana beliau menemukan gadis itu dalam keadaan sekarat


Resi purba kesa manggut-manggut hatinya terasa tersentuh mendengar cerita mengenai perjalanan Mayang suri


"naiklah biyung amanah biyung ratu akan saya junjung tinggi dan saya berjanji akan saya didik Mayang suri dengan sebaik-baiknya akan saya jadikan manusia paling sakti di jagat persilatan seperti yang biyung ratu inginkan" janji Resi purba pada ibunya dengan tulus


tidak lama kemudian Mayang suri pun muncul memberitahukan bahwa makanan sudah siap di sajikan, setelah selesai makan malam Mayang suri merapihkan kembali perabotan kotor setelah selesai merekapun beristirahat


setelah tiga hari biyung ratu embok menemani muridnya di puncak gunung singgaru akhirnya di pagi itu beliau pun pamit untuk segera kembali goa hutan gurang-rang, dengan berat hati Mayang suri harus melepaskan kepergian gurunya Isak tangisnya pun sudah mulai terdengar


biyung ratu embok merengkuh bahu muridnya serta di dekap nya erat-erat bibirnya bergetar berbisik di telinga muridnya "jangan menangis muridku kita tidak terpisah lama, jika sudah saatnya nanti kau bole kembali ke goa gurang-rang dan kita akan bersama-sama lagi"


tidak dapat di pungkiri sepertinya Mayang begitu juga dengan dirinya terasa sangat berat untuk berpisah jika saja kedatangan Mayang kedalam pelukannya tidak membawa tujuan mungkin beliau pun tidak akan pernah meninggalkan nya, perlahan biyung ratu melepaskan pelukannya lalu menoleh ke arah putranya


"kesa aku titipkan Mayang suri pada mu


jaga dia baik-baik sempurnakan lah seluruh ilmunya jadikan dia muridmu yang paling sakti" biyung ratu meminta pada putranya


Resi purba kesa pun berjanji untuk memenuhi permintaan ibu nya


setelah saling mengucapkan selamat tinggal biyung ratu embok meninggalkan puncak gunung singgaru, meninggalkan muridnya yang sangat di sayangi nya yang kini berada di tangan putranya


sudah seminggu keberadaan Mayang suri di puncak gunung singgaru namun wajah gadis itu masih saja terlihat murung rupanya perpisahan dengan gurunya masih membekas dalam hatinya


di suatu pagi langit nampak cerah Mayang suri sedang membereskan kayu bakar untuk di pindahkan ke dapur


Resi purba kesa yang sedang membetulkan gagang cangkul sesekali melirik pada wajah murid barunya


"Mayang sepertinya sudah banyak kayu-kayu yang kau bawa ke dapur sepertinya itu sudah cukup, sebaiknya sekarang kau temani aku ke ladang kebetulan masih ada sisa biji jagung yang harus ku tanam sekalian kau bantu aku membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh di sekeliling umbi-umbian tanaman kita

__ADS_1


kadang-kadang di lahan ladang suka ada kelinci-kelinci hutan yang berkeliaran terkadang ada juga menjangan


kau pasti akan suka melihat mereka"


Resi Abi Rawa mengajak Mayang suri ke ladang sekaligus menghiburnya


Mayang suri mengangguk setuju pada ajakan gurunya "baik guru tapi tunggu dulu saya hendak menaruh kayu ini ke dapur sekalian mengambil bekal untuk di ladang nanti" tanpa menunggu jawaban gurunya Mayang suri masuk ke dalam


tidak lama kemudian Mayang muncul kembali dengan membawa kantung bekal di tangannya setelah menutup pintu Mayang suri dan Resi purba kesa pun pergi ke ladang


benar saja di ladang sudah nampak tiga ekor kelinci hutan berbulu putih dan lembut seperti kapas, wajah Mayang suri nampak riang sepertinya dia sangat senang melihat kelinci yang sangat lucu-lucu


setelah menyimpan kantung makanan di atas sebuah batu gadis itu berjalan mengendap-endap takut kalau-kalau kelinci-kelinci itu kabur karena terganggu oleh oleh ke hadirannya


"hati-hati Mayang jangan terlalu jauh masuk ke dalam hutan nanti kau tersesat"


Resi purba kesa mengingatkan


Mayang suri tidak menghiraukan gurunya dia terus mengikuti kelinci-kelinci itu yang berlarian masuk ke dalam hutan hingga dia tidak sadar kalau dirinya sudah berada jauh dari ladang hingga kelinci-kelinci itu hilang menyelinap masuk ke dalam semak-semak


rupanya mereka bersembunyi dari kejaran Mayang suri


gadis itupun berhenti dahinya berkerut dia lupa pada jalan yang tadi di lalui nya


di tengah Mayang kebingungan suara bisikan lembut terdengar di telinga nya


"Mayang ikuti kelinci berbulu abu-abu itu kau akan tiba kembali di ladang"


rupanya Resi purba kesa memberitahukan Mayang melalui aji telepati


Mayang pun tidak menunggu lama gadis itu berlari mengikuti seekor kelinci berbulu abu-abu yang membawanya keluar dari hutan


gurunya tengah menunggu sambil duduk di atas bongkahan batu, melihat muridnya muncul Resi purba tersenyum


"kau belum mengenal tempat ini Mayang jadi jangan terlalu jauh-jauh"


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA UNTUK LIKE NYA YA

__ADS_1


__ADS_2