MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 39 DEDAM III PERTARUNGAN MAYANG SURI DAN DEMANG KARJA


__ADS_3

Cahaya merah menyala akibat dua pedang yang beradu "bummmmm" suara ledakan lumayan keras tubuh jalak sutra terdorong beberapa meter ke belakang sepertinya dia tidak sanggup menahan kekuatan pedang Naga hitam


Mayang suri terus memburunya tidak sedikitpun kesempatan yang di berikan pada jalak sutra untuk membalas serangan bahkan berkali-kali ujung pedang Naga hitam melukai kulitnya, darah segar mulai bercucuran dari luka-luka itu jalak sutra berusaha untuk mundur agar dapat menyelamatkan nyawanya


seperti Demang karja menangkap situasi buruk itu iapun segera melompat menyerang Mayang suri kini pertarungan satu lawan satu mereka sama-sama mengeluarkan kesaktian-kesaktian tingkat tinggi, hampir sembilan jurus yang di keluarkan oleh murid gunung singgaru itu dan lawannya pun mulai kewalahan


dalam hati Demang karja bergumam


"luar biasa tidak salah kalau perempuan ini kini menyandang nama besar tapi yang aku heran dari mana dia berguru hingga menjadi sehebat ini? dan aku tidak mungkin menghadapinya dengan jurus-jurus ku yang biasa satu-satunya jalan aku harus menggunakan aji Malih raga"


melihat serangan Demang karja yang mulai kacau Mayang suri tertawa cekikikan


"hi..hi..hi..hi.. mana kesaktian mu karja yang kau umbar dimana-mana ternyata di hadapan ku kesaktian mu tidak ada apa-apanya bagaimana mungkin kau dapat memelukku karja, menyentuh pakaku saja kau sudah tidak mampu apa yang kau miliki karja keluarkan semuanya sekarang dan aku akan selalu siap menghadapinya"


meskipun dalam kondisi Demang karja yang sudah tidak stabil namun Mayang suri tetap waspada dia yakin Demang karja akan mengeluarkan aji pamungkasnya


benar Ki Demang karja mundur selangkah mengambil ancang-ancang untuk segera mengeluarkan aji Malih raga kedua tangannya di rentangkan kakinya posisi setengah kuda-kuda matanya terpejam kaki kanan melangkah mundur kebelakang


di putar kedua tangan yang di rentangkan semakin lama putaran tangan itu semakin kencang hingga terlihat Demang karja seperti memiliki berpuluh-puluh tangan


pendekar pedang Naga hitam pun mundur selangkah dengan erat tangan kanannya menggenggam hulu pedang jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri menempel di punggung pedang matanya tetap mengawasi gerakan tangan Demang karja perlahan-lahan wajah dan tubuh Demang karja pun mulai berubah menjadi sosok yang tinggi besar giginya bertaring kedua bola matanya nampak merah menyala suaranya bergema

__ADS_1


"uwaha..ha..ha..ha..ha.. Mayang suri kau lihatlah aku masihkah kau berani untuk menghadapi ku? atau lebih baik kau menyerah saja sebelum aku berubah pikiran jujur ku akui aku masih sayang padamu Mayang suri" di ujung kalimatnya monster itu mengeluarkan suara yang bergema dan menggeram


"emmmmmmmmmmm"


meskipun mendengar Geraman yang mengerikan Mayang suri tetap dalam kondisi tenang


"oh jadi ini aji Malih raga mu Demang karja? aku rasa masih kurang menyeramkan di mataku wujud jadi-jadian mu itu tidak lebih dari orang-orangan sawah yang digunakan petani untuk mengusir burung, sepertinya anak-anak kecil akan suka melihat mu"


"emmmmmmmmmmm.. uwahaha..ha..ha"


Mayang suri sudah mulai mengambil posisi untuk menyerang tiba-tiba bisikan lembut kembali terdengar di telinganya


"ingat Mayang jangan gegabah makhluk itu memiliki kekuatan tinggi, padukan dua kekuatan pedang mu pedang Naga hitam dan pedang pemburu iblis, makhluk itu memiliki kelemahan ada sebuah paku emas yang tertancap di belakang telinganya sebelah kiri kau harus dapat mencabut paku emas itu maka kekuatan makhluk itu akan sirna" rupanya di manapun pendekar pedang Dewa Naga hitam berada selalu berada dalam pengawasan gurunya baik itu Biung Ratu embok ataupun Resi Purba kesha sehingga bahaya apapun yang mengancam selalu saja diketahuinya


tiba-tiba bumi yang mereka pijak berguncang keras di atas langit pun terdengar suara bergemuruh petir-petir menyambar menggelegar hujan pun turun dengan derasnya


tubuh monster karja bergetar karena deraan hujan namun sepertinya sedikitpun tidak mengurangi kekuatannya, jujur Mayang suri agak merasa ngeri namun tidak sedikitpun mengurangi keberaniannya dengan tangkas nya Mayang suri memainkan kedua bilah pedang pusaka nya yang di genggam tangan kiri dan kanan nya


Monster Kaja tidak menghindari serangan melainkan menangkisnya dengan kedua tangan kekarnya


"buummmmms" suara dentuman terdengar begitu keras yang di akibatkan dari bentroknya dua kekuatan tinggi hingga tercipta kawah besar di tanah

__ADS_1


Mayang suri terus menyerang bertubi-tubi dan sesekali monster karja menghindari serangan lawan yang mengakibatkan pohon-pohon di sekitar bertumbangan dan hangus terbakar oleh kekuatan dua pedang bahkan batu-batu besar ikut menjadi korban dari serangan Mayang suri hingga hancur berantakan


hari hampir menjelang dini dan Mayang suri harus segera mengakhiri pertarungan itu dengan segala upaya Mayang suri berusaha untuk ada di belakang monster karja yang sejak tadi selalu saja dalam posisi berhadap-hadapan sepertinya monster itu telah mencium niat musuhnya


jika Mayang suri melompat ke samping dengan gesit monster karja pun memutar badan hingga berkali-kali terus seperti itu


tenaga Mayang suri pun sudah mulai terkuras diapun memutar otak bagaimana caranya agar dia bisa berada di belakang monster itu


tiba-tiba dia teringat pada Resi Baya


"Iyah Resi Baya telah mengajarkan untuk mengecoh lawan" bibir Mayang suri tersenyum dia akan segera mengakhiri permainan ini "tamat sudah riwayat mu karja" gumam Mayang suri dalam hati


Mayang suri menancapkan pedang Naga hitam di permukaan tanah dengan pedang pemburu iblis di tangan kirinya sang pendekar melingkari permukaan tanah tempat dimana pedang Naga hitam di tancapkan dengan secepat kilat tubuhnya melayang melompat keatas atap rumah kepala dusun


dan apa yang terjadi pedang pusaka Dewa Naga hitam pun telah berubah menjadi sosok dirinya kini monster karja yang terus menyerang ia tidak sadar yang di serangnya itu hanya Mayang suri buatan, setiap serangan yang di lancarkan monster karja selalu menimbulkan ledakan keras dan setiap tangan monster karja dapat mencengkeram tubuh Mayang suri terasa licin apakah itu terjadi akibat guyuran hujan monster karja tidak habis pikir


di tengah kebingungan nya tiba-tiba sesuatu terasa menyentuh belakang telinganya mendadak tubuh monster karja menjadi limbung tenaganya terkuras habis, terdengar raungan kesakitan disertai tubuh yang ambruk "aammmppuunnn.. aammpunn Mayang suri biarkan aku hidup dan aku berjanji untuk menjadi pengikut mu aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan" di tengah raungannya tubuh monster karja kembali ke wujud semula


"tidak karja aku tidak mengampuni mu sudah ku katakan sejak tadi aku akan membayar lunas hutang-hutang ku dan aku tidak akan terkecoh oleh bualan iblismu karja, sekarang terimalah ajalmu karna aku penjemput maut mu" Mayang suri kembali mencabut pedang Naga hitam yang menancap di permukaan tanah


diangkatnya dagu Ki Demang karja dengan ujung pedang itu

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2