
Resi Abi Rawa menatap biyung ratu embok lalu berkata "jika kita punya kemauan aku yakin masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memulihkan wajah nya. walau mungkin tidak sesempurna dulu tapi tentu ada syaratnya"
"apa syaratnya katakan" sambar biyung ratu embok
"bukan hanya dirimu tetapi juga aku yang harus memenuhi syarat itu"
biyung ratu embok termenung mendengar penuturan Resi Abi Rawa
yang sesungguhnya lah biyung ratu embok dan Resi Abi Rawa sepasang suami istri tetapi karena sebuah prahara mereka seakan-akan tidak saling mengenal
biyung ratu embok menghela nafas
"lalu apa yang harus kita lakukan?
syarat apa yang harus kita penuhi?"
sebetulnya Mayang suri tidak mengerti akan apa yang di bicarakan oleh gurunya dan Resi itu
tetapi dia tidak berani untuk bertanya
Mayang suri hanya mendengarkan saja
Resi Abi Rawa pun menghela nafas pula
"jika saja kau Sudi melakukan tapa brata di atas puncak gunung kematian bersamaku
serta kau ijinkan aku untuk merendam tubuh muridmu di lahar kawah kematian mungkin kita masih bisa menyelamatkan muridmu. memang resikonya cukup tinggi tapi kita tidak punya pilihan lain. aku tidak akan memaksamu tetapi pikirkanlah dulu. ini semua untuk kebaikan muridmu juga" penuturan Resi Abi Rawa panjang lebar
suasana di dalam pondok menjadi hening sepertinya mereka sama-sama berpikir
akhirnya biyung ratu embok buka suara
"apakah tidak ada tempat lain lagi? selain gunung dan kawah kematian aku tidak mengkhawatirkan diriku aku hanya mengkhawatirkan muridku ini"
Resi Abi Rawa menggelengkan kepala
"sepertinya tidak ada selama empat puluh hari empat puluh malam aku melakukan semedi itulah wangsit yang aku dapatkan"
"akhirnya mayang mengerti dari pembicaraan mereka dia dapat mencerna ternyata kedua orang tua yang berada di hadapannya ini ingin menyelamatkan dirinya melepaskannya dari juragan kesengsaraan air mata Mayang menetes dia terisak-isak merasa haru
ternyata masih ada malaikat-malaikat penyelamat bagi dirinya"
biyung ratu embok kembali buka suara nada suaranya terdengar parau
__ADS_1
"sesungguhnya aku sangat berat hati melakukan ritual itu tetapi jika memang wangsit itu yang kau terima apa hendak dikata mungkin ini petunjuk dari hiyang Widhi"
"jadi kau setuju?" tanya Resi Abi Rawa
biyung ratu embok mengangguk perlahan
"siapa namamu anakku?" Resi Abi Rawa bertanya kepada mayang
"namaku Mayang suri. aku sangat berat terimakasih bagaimana aku membalas kebaikan kalian"
Resi Abi Rawa tersenyum mendengar penuturan tulus Mayang
"bukan itu yang kami inginkan Mayang
kami berdua melakukan hal ini berdasarkan kewajiban kami merasa terpanggil untuk menyelamatkan dirimu yang terpenting sekarang apa kau sanggup melakukan ritual itu resikonya cukup tinggi anakku" Resi Abi Rawa memberitahukan
"apapun yang Resi dan biyung ratu ingin lakukan aku ikut. aku tau apapun yang akan kalian lakukan itu untuk kebaikan diriku"
jawab Mayang suri tegas
"jadi kalian berdua setuju?" tanya Resi Abi Rawa
"jika muridku setuju tentunya aku pun setuju"
"baiklah kalau begitu kita siapkan segala sesuatunya untuk melakukan ritual"
"tunggu dulu" biyung ratu embok memotong pembicaraan Resi
"aku tau resiko dari ritual itu yang ingin aku ketahui apa ada dampak lain nya yang akan terjadi pada muridku?"
"aku juga tidak tahu pasti" jawab Resi
"tapi ada kemungkinan tubuh Mayang akan kebal terhadap terhadap hawa. baik itu hawa panas ataupun hawa dingin selain itu tubuhnya akan menjadi kebal terhadap senjata apapun
yang kedua kemungkinannya untuk beberapa bulan lamanya lidah Mayang akan mengalami mati rasa. yang ketiga tubuh Mayang menjadi kebal terhadap segala macam penyakit"
biyung ratu embok manggut-manggut
"semuanya sudah jelas jadi tunggu apalagi aku sudah siap menjalani nya"
"baiklah jika memang semuanya sudah sepakat sekarang kita persiapkan dulu segala keperluan untuk melakukan upacara ritual"
"tidak lama kemudian mereka pun berangkat untuk menuju ke gunung dan kawah kematian
__ADS_1
tidak membutuhkan waktu terlalu lama setelah melewati hutan dan bukit-bukit kecil mereka pun tiba disana"
di puncak gunung kematian cipo ular sanca besar sudah menantinya
"mata cipo terbuka lebar menyambut kedatangan Resi Abi Rawa. biyung ratu embok dan juga Mayang suri"
"tidak membuang-buang waktu Resi Abi Rawa pun langsung mempersiapkan Mayang suri untuk melakukan ritual penyembuhan dibaringkan nya tubuh Mayang suri di atas sebuah batu yang menyerupai meja persembahan lalu di bungkusnya tubuh Mayang dengan sehelai kain kafan setelah di taburi kembang tujuh rupa dan juga wangi-wangian lain nya di ikatnya tubuh itu menyerupai sesosok mayat"
Resi Abi Rawa memandangi cipo lalu berkata
"apakah kau sudah siap cipo? untuk melakukan semua ini dan ingatlah apapun yang terjadi nanti jangan pernah meninggalkan gadis ini aku serahkan keselamatannya kepada mu cipo" pesan Resi Abi Rawa
biyung ratu embok yang sejak tadi hanya terdiam ikut bicara "aku mohon cipo jagalah muridku dengan sebaik-baiknya dan aku percaya kau tidak akan mengecewakan kami"
"sssssssss" cipo mendesis lidahnya terjulur keluar tanda mengerti dan akan mematuhi pesan dari mereka
"tanpa diminta Resi. dengan sigap cipo mengeluarkan sayapnya. sang resi meletakkan tubuh Mayang di atas punggung cipo
setelah di beri perintah cipo pun terbang lalu menukik ke bawah menembus asap putih yang mem bung-bung dari permukaan kawah kematian"
"untuk beberapa saat badan cipo yang besar dan panjang berputar-putar mengelilingi seputar kawah setelah menemukan apa yang di carinya yaitu pusar kawah yang menyerupai pusaran lorong waktu perlahan-lahan kepala cipo menukik badan nya miring untuk meletakkan tubuh Mayang tepat di pusaran air kawah kematian. sekejap cipo memperhatikan tubuh Mayang yang terbungkus kain kafan yang berputar cepat seakan masuk kedalam penggilingan setelah memastikan cipo mundur ke belakang"
matanya memandang gumpalan asap putih tiba-tiba permukaan kawah bergolak seperti ada sesuatu yang akan muncul benar saja perkiraan cipo. melesat sosok tubuh tinggi besar berkulit hitam legam wajahnya menyeramkan muncul dari permukaan air kawah " akhirnya kau muncul juga mahluk kutukan setelah bertahun-tahun lamanya aku menatimu" gumam cipo dalam hati
"suara gemuruh bergema di sekitar kawah asap yang semula berwarna putih kini berubah menjadi gumpalan asap hitam
sepasang mata mahluk aneh itu berwarna merah menyala. bibirnya komat-Kamit seperti sedang membaca mantra"
"mata cipo sangat tajam hingga dapat menangkap dengan jelas gerak-gerik mahluk itu. namun bukan itu yang cipo perhatikan melainkan tubuh Mayang yang terapung di permukaan kawah"
cipo tau tubuh Mayang lah yang di incar mahluk terkutuk itu. tiba-tiba tubuh Mayang bergerak ada satu kekuatan yang menariknya
"dengan sigap cipo mengibas-ngibaskan ekornya untuk melindungi Mayang"
BERSAMBUNG
HAI PEMBACA YANG BUDIMAN
JANGAN LUPA LIKE NYA YA
DAN MAMPIR DI NOVEL KU YANG
SATUNYA LAGI
__ADS_1
MISTERI PERGURUAN DI BUKIT SILUMAN