
Tidak terasa air mata Mayang suri meleleh membasahi cadar penutup wajahnya jalan pikirannya menjadi buntu dia tidak menemukan solusi apapun untuk menempuh perjalanannya nanti saat pembebasan kerajaan Cipamanahan
di tengah kabut yang menyelubungi hati dan perasaan pendekar pedang Naga hitam
begitu juga yang terjadi pada pendekar pemburu nyawa
hatinya gundah langkahnya gelisah di setiap pandangannya selalu nampak bayangan gadis bercadar hitam, ingin rasanya dia berteriak melepaskan emosinya tapi tidak mungkin karena saat itu dia sedang berjalan di tengah keramaian orang-orang untuk menuju sebuah rumah megah di tengah-tengah kota Wanaraja untuk menemui seorang petinggi kerajaan
juragan tumenggung Banu rasta
tanpa sadar Sidra giri telah memasuki pekarangan rumah itu, beberapa ponggawa dan pendekar-pendekar peliharaan menyambut kedatangannya salah satu ponggawa mengantarnya ke dalam pendopo katumenggungan dan disan juragan tumenggung Banu rosla tengah menantinya
"selamat datang pendekar silahkan duduk,
mana pesanan ku?" juragan tumenggung langsung menyongsong dengan pertanyaan dengan sikap yang dingin dan raut muka yang datar
pendekar pemburu nyawa merogoh saku jubahnya mengeluarkan sekantung uang serta meletakkannya di atas meja di hadapan juragan tumenggung
"aku kembalikan uang mu tumenggung
aku batalkan pekerjaan ku, uang mu masih utuh tidak kurang sepeserpun"
"loh loh loh apa-apaan ini mengapa kau kembalikan bayaranmu? apa kau tidak berhasil mendapatkan buruanku atau kau kalah dalam pertarungan? mana nama besarmu pendekar yang harum di dunia persilatan?" tumenggung Banu rasta tidak terima
mendengar ucapan tumenggung itu wajah pendekar pemburu nyawa menjadi merah padam tangannya seraya menggebrak meja
"Brraaakkk" matanya menatap tajam wajah tumenggung
__ADS_1
"jangan pernah mengungkit-ungkit nama besarku tumenggung, nama itu tidak ada kaitannya dengan pekerjaanku dan sekali aku katakan batal maka tidak ada lagi kerja sama camkan itu manusia serakah"
pendekar pemburu nyawa pergi meninggalkan ruangan pendopo tanpa melihat keadaan di sekitarnya dia terus melangkah
rupanya tumenggung Banu rasta tidak membiarkan Sidra giri pergi begitu saja diapun segera memerintahkan anak buahnya untuk mengepung pendekar pemburu nyawa
pendekar sakti itu sedikitpun tidak merasa gigis bibirnya menyeringai senyum mengejek "kalian orang-orang lapar bisanya hanya keroyokan, kebetulan pedang ku pun sedang kelaparan dan kalian dengan suka rela menjadi santapan pedangku" seraya mencabut pedangnya pendekar pemburu nyawa melompat menerima serangan yang beruntun dari pendekar-pendekar peliharaan tumenggung Banu rasta
bukankah Sidra giri murid kedua Resi Purba kesha dari perguruan singgaru yang menyandang gelar pendekar pemburu nyawa yang namanya sangat harum di jagat persilatan jika harus kalah menghadapi cecunguk-cecunguk peliharaan
Sidra giri mengayunkan pedang nya
"slash slash slash" hanya dalam satu kali tebasan beberapa kepala lepas dari leher belum lagi yang terluka parah, tentu saja
di ibaratkan harimau yang sedang lapar mendapatkan mangsa yang jinak sangat mudah untuk menerkamnya
melihat hampir semua anak buahnya telah terbunuh dan sebagian terluka parah tumenggung Banu rasta lari terbirit-birit karena takut menjadi mangsa pula
ada pertanyaan dalam hatinya akan kejanggalan yang sempat di lihatnya atas diri adik seperguruannya Sidra giri atau pendekar pemburu nyawa sepintas terlihat seperti ada rasa canggung saat berhadapan dengan pendekar pedang Naga hitam alias Nirwana Wadon Segoro murid dari penguasa hutan gurang-rang Biung Ratu embok
"apakah mereka saling mengenal? ataukah mereka menyimpan satu rahasia besar yang hanya mereka yang tau"
itulah pertanyaan yang ada dalam benak pendekar Samber nyawa
"aku harus mencari tau ada apa sebenarnya diantara mereka tapi kemana aku harus mencari jawaban nya, mungkinkah Eyang Resi guru Purba kesha mengetahui segalanya ataukah Biung Ratu embok?
Iyah benar aku harus menemui salah satu dari mereka tapi ini bukan saat yang tepat aku harus mencari adik-adik seperguruanku yang lainnya untuk menjalankan tugas yang diberikan Biung Ratu embok, kemana aku harus mencari mereka aku tidak tau dimana mereka berada saat ini,
__ADS_1
hanya satu cara yang dapat ku lakukan
menggunakan aji telepati barangkali salah satu dari mereka dapat menangkap panggilan ku "
tanpa membuang-buang waktu lagi pendekar Samber nyawa pun lantas duduk bersila diatas sebuah batu kedua tangannya menyilang di dada dengan kedua matanya yang terpejam sang pendekar pun memusatkan pikirannya
siapa sebenarnya sang pendekar sakti itu
namanya Wisnu Abi Rawa putra sulung dari seorang kiai ternama di tanah Pasundan atau tepatnya tatar Sunda, murid utama Resi Purba kesha dari perguruan Gunung singgaru, nama Abi Rawa diambilnya dari seorang Resi mumpuni penguasa hutan simagong-gong latar belakang kehidupan nya yang pahit dan menyakitkan sehingga membawa langkahnya ke puncak gunung singgaru untuk berguru ilmu kesaktian dengan tujuan untuk membalaskan dendam nya terhadap orang-orang yang telah menghancurkan hidupnya yang telah merenggut kebahagiaan nya, ber tahun-tahun lamanya berguru ilmu di Gunung Singgaru hingga menjadi murid pilihan serta menyandang gelar pendekar Pedang Samber nyawa namun hingga saat ini dari sejak turun gunung sang pendekar masih belum menemukan orang-orang yang di carinya
FLAS BACK
berawal kisah di sebuah padepokan yang orang-orang menyebutnya padepokan tapak suci di pimpin oleh seorang ulama muda bernama Sa'id Umar Al hasid
dari pernikahannya dengan seorang Putri Kiai Abas Hanapi di karuniai seorang anak perempuan yang di beri nama Siti Azizah atau Sekar Kemala saat itu usia Sekar Kemala sudah beranjak dewasa dan hendak di pinang oleh seorang putra dari padepokan Wadas putih bernama Gus Sidik Maulana semua rencana berjalan lancar hari tanggal bulan pernikahan pun sudah di tentukan dan persiapan pun sudah di siapkan dengan sempurna hanya tinggal menghitung hari untuk mencapai acara yang di nantikan
namu takdir bicara lain ternyata manusia hanya berkehendak berencana serta memiliki keinginan namun yang kuasa pula lah yang menentukan segalanya
pada malam saat esok harinya akan dilaksanakan Walimatul akad pernikahan telah terjadi peristiwa yang menyakitkan
sekelompok manusia yang berjiwa dan berhati iblis secara tiba-tiba menyerang kediaman ulama Sa'id tanpa memberi ampun mereka membantai murid-murid padepokan tapak suci yang berusaha menghadang mereka
entah apa penyebab dari peristiwa malam itu yang lebih menyakitkan lagi mereka menculik Sekar Kemala calon mempelai wanita adakah mereka punya dendam terhadap ulama Sa'id tidak ada satupun dari mereka yang tahu, malam itu seisi padepokan menjadi panik berkali-kali Siti Hanifah ibu dari Sekar Kemala istri dari ulama Sa'id tidak sadarkan diri.
teriaknya terus berkumandang memanggil nama putrinya dikala dia sadarkan diri
sebagian murid padepokan tapak suci mencari disekeliling padepokan dan sebagian mencari di luar padepokan
__ADS_1
Sa'id Umar pun tidak tinggal diam saja beliau pun segera mengutus tiga santri pilihannya untuk memberitahukan kejadian ini terhadap Kiai Syaid basri
BERSAMBUNG