MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 15 TIBA DI GUNUNG SINGGARU


__ADS_3

"jangan jumawa, aku tau kau adalah murid dari siluman itu. apapun yang terjadi aku tidak akan mundur selangkah pun"


"baiklah jika itu yang kau inginkan, keluarkan seluruh kesaktian mu, keluarkan senjata andalan mu yang cukup terkenal itu


aku ingin merasakan kesakitan dari tongkat merah mu itu"


amarah setan tengkorak merah semakin memuncak namun kali ini dia tetap berusaha menenangkan dirinya karena dia belum tau ilmu apa lagi yang akan di keluarkan oleh wanita cantik murid Dewi Amba itu


"sengatan angin ****** beliung"


setan tengkorak merah merentangkan kedua tangannya lalu menyilangkannya di permukaan dada tiba-tiba suara gemuruh dari langit lalu muncul angin ****** beliung di iringi suara jutaan tawa keluar dari tubuh


kepala setan tengkorak merah


"matilah kau wanita siluman"


teriak setan tengkorak merah


Mayang suri mengenali ilmu yang di keluarkan oleh laki-laki itu,


"itulah rupanya aji Pamungkas nya


sengatan ****** beliung, bisa nya cukup di kenal sulit di cari penawarnya jika terkena ajian itu selain itu juga di tangan tengkorak merah sudah tergenggam sebuah tongkat merah menyala seperti terbakar api"


Mayang suri tidak tinggal diam


"jurus serunai iblis" kedua tangannya menekap telinga bibirnya lalu tertawa


"Ha ha ha ha ha ha" semula tawanya terdengar lirih namun semakin lama suara tawa itu semakin menyayat menembus gendang telinga siapapun yang mendengar tawanya, sekujur tubuhnya menggigil tulang-tulang nya terasa hancur dan isi kepalanya akan porak poranda


"itulah ajian serunai iblis puncak kesaktian dari kitab mantra hitam pemikat"


setan tengkorak merah melompat ke udara untuk menghindari serangan serunai iblis


diapun berteriak apada anak buah nya


"pergi menjauh hindari ilmu siluman ini jika tidak kalian akan mati sia-sia" setan tengkorak merah memberi perintah namun sayang sudah terlambat


"buummmmms" "buummmmms"


suara ledakan terdengar keras berkali-kali


beberapa anak buah nya sudah hampir sekarat adapun yang masih terhindar belum tentu bisa diselamatkan


setan tengkorak merah menutup jalan pikiran setengah bersemedi dia menyelidiki ajian apa yang sedang digunakan oleh Mayang suri


tapi tetep saja meskipun berusaha sekuat tenaga menghindar dan menahan serangan Mayang suri setan tengkorak merah tidak dapat menghindarinya

__ADS_1


"buummmmms" suara ledakan keras kembali terdengar hingga membentuk sebuah kawah di dalam lubang terkapar setan tengkorak merah, darah segar meleleh dari kedua telinga, hidung dan juga mulutnya napasnya mulai terasa sesak


Mayang suri tidak cukup sampai disitu meski lawannya sudah tidak berdaya lagi


dia masih tetap mengeluarkan ajian nya


"cukup muridku hentikan lawanmu sudah terluka parah biarkan dia pergi"


biyung ratu embok mengingatkan muridnya agar tidak membinasakan lawan yang sudah tidak berdaya


Mayang suri tidak membantah pada gurunya namun mau tidak mau dia harus melepaskan puncak serunai iblis nya dan sebuah bongkahan batu besar menjadi sasaran nya "buummmmms, Byaaarrrrr"


suara keras bergema batu itupun hancur menjadi debu


Mayang suri menghela nafas dadanya terasa lega lalu melangkah menghampiri setan tengkorak merah


"sudah aku bilang jangan memaksaku untuk membinasakan mu, Untung saja guruku masih berbaik sehingga nasibmu tidak seperti batu itu"


bara amarah bergolak dalam dada setan tengkorak merah namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, jangankan untuk menyerang mengerakkan kedua tangannya saja pun sudah tida mampu lagi


namun begitu dia tidak dapat menyembunyikan kesombongan nya


"kali ini kamu menang tapi ingat suatu saat nanti aku akan mencari mu kembali meskipun sampai ke ujung dunia sekalipun


dan tunggu pembahasan ku"


"aku akan menunggu mu kali ini aku beri kau kesempatan untuk mengganti julukan mu. aku sendiri yang akan memberikannya


iblis pecundang dan di kala itu disaat kita bertemu lagi aku tidak akan mengampuni mu, sekarang pergilah enyah dari hadapanku jijik aku melihat sampah yang sudah berbau busuk. camkan itu baik-baik iblis pecundang aku akan menunggu mu"


Mayang suri menegaskan jika saja biyung ratu embok tidak menghampirinya


ingin rasanya Mayang suri menghancurkan kepala laki-laki di hadapannya itu


"sudahlah muridku jangan terlalu membuang-buang waktu kita harus segera meninggalkan tempat ini sebentar lagi akan sore kita harus tiba pada tujuan malam ini juga" biyung ratu meraih tangan muridnya


sebelum mereka melangkah Mayang suri masih menyempatkan bicara


"semoga saja bintang buas tidak memangsa mu iblis pecundang, aku masih baik hati masih mau mendoakan mu"


setelah itu mereka pun melompat dengan menggunakan aji meringankan tubuh sehingga dengan sekejap mata mereka pun menghilang dari pandangan


perhitungan biyung ratu embok benar-benar matang sebelum menjelang tengah malam mereka tiba di kaki gunung singgaru


"kita sudah sampai Mayang itulah puncak gunung singgaru, di atas sanalah Resi purba kesa tinggal bersama murid-murid nya, sebetulnya ada jalan yang bisa di lalui untuk naik atau turun gunung. tapi sebaiknya kita mengambil jalan pintas saja untuk mencapai gunung karena jika kita mengambil jalan yang sebenarnya masih harus membutuhkan waktu" biyung ratu memberitahukan muridnya


Mayang suri menengadah kan kepalanya ke atas setengah bergumam dia bicara

__ADS_1


"tinggi sekali puncak gunung itu


guru bilang kita hendak mengambil jalan pintas, tapi lewat mana? disini tidak ada Titian tangga buatan ataupun se utas tali"


Mayang menoleh ke kiri dan ke kanan


biyung ratu menegurnya


"apa yang kau cari Mayang?"


"jalan pintas guru, dimana jalan pintas yang guru maksudkan?"


biyung ratu tersenyum


"mengapa kau menjadi bodoh Mayang?


jalan pintas yang ku maksudkan bukanlah tangga, tumpukan batu, ataupun se utas tali yang tergantung dari atas. melainkan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh


Mayang suri tersentak kaget mendengar penjelasan gurunya


"bagaimana mungkin guru saya bisa melakukannya sedangkan ilmu meringankan tubuh ku masih belum sempurna? sedangkan puncak gunung singgaru sangatlah tinggi keberadaanya


"kau tenang saja muridku serahkan saja pada gurumu ini"


beliau meraih pinggang muridnya lalu di bawanya melesat terbang ke atas


tidak makan waktu lama mereka pun tiba di puncak gunung, sebuah pondok tidak terlalu besar namun terlihat bersih pekarangannya cukup luas, tumpukan kayu bakar tersusun rapih, di depan pondok terdapat sebuah bale yang terbuat dari bambu terlihat bersih pula


biyung ratu menghenyekan tubuhnya di atas bale lalu di susul di susul oleh muridnya sambil mengipasi badannya yang keringatan dengan sehelai kain selendang


biyung ratu sejenak melepas lelah


terdengar suara teguran lembut dari dalam tidak lama kemudian pintu pun terbuka


"mengapa tidak memberi kabar terlebih dulu kalau biyung ratu akan tiba malam ini


setidaknya aku bisa menyiapkan sesuatu untuk menyambut kedatangan kalian"


mendengar suara yang sangat di kenalnya biyung ratu embok bangkit dari baringnya


"ku pikir kau sudah pulas tertidur kesa,


tidak perlu kau repot-repot untuk menyambut kami, kau bisa menerima kami dengan baikpun aku sudah cukup senang


apa kau sehat-sehat saja kesa?"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2