MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 2" DUA UTUSAN KADEMANGAN


__ADS_3

"karena hari pun sudah siang dengan tergesa-gesa Mayang pun pulang"


setibanya di halaman rumah


"Mayang mendapati kedua orang laki-laki yang tidak di kenalnya sedang duduk di bale kecil melihat kedatangan Mayang"


"kedua laki-laki itu pun berdiri tanpa basa-basi salah satu dari mereka pun bertanya


apakah kau yang bernama Mayang suri"


"benar" Mayang suri menjawab sambil mengangguk


"kami utusan juragan demang datang kesini untuk menjemput mu"


Mayang mengerutkan keningnya tidak mengerti


Mayang pun bertanya


"siapa juragan demang aku tidak mengenalnya


mengapa dia meminta kalian untuk menjemput ku"


"jangan banyak bertanya tugasmu sekarang hanya mengikuti kami"


jawab salah satu laki-laki itu sambil membentak


"tidak" Mayang menjawab tegas


"aku tidak mengenal kalian sebelum kalian menjelaskan apa maksud dan tujuan kalian"


"sudah kami katakan kami utusan juragan demang untuk menjemput mu


ikut kami secara baik-baik atau kami paksa"


tubuh Mayang bergetar dengan nada yang putus-putus Mayang menjawab


"ba-baiklah a-aku ikut kalian tapi tunggu aku ganti pakaian dulu"


Mayang melangkah kedalam pondok untuk berganti pakaian


"tidak lama kemudian Mayang muncul di depan pintu dengan pakaian seadanya


setelah mengunci pintu Mayang melangkah sambil berkata"


"mari kisanak kita segera berangkat"


di perjalanan menuju Kademangan mekar jaya


tidak ada satu pun dari mereka yang bicara


suasana hening sepi


"Kuta raja Kademangan mekar jaya"


"selain luas suasananya sangat ramai bukan hanya warga mekar jaya yang hendak berbelanja ke pasar atau sekedar berjalan-jalan


tapi juga banyak penduduk desa lain yang berkunjung untuk menjual hasil panennya"


butuh waktu sekitar empat jam dari desa Tanjung sari ke Kademangan mekar jaya


"seperti halnya Mayang dan kedua utusan demang tiba di Kuta raja sekitar pukul lima sore"


"Mayang berdecak kagum melihat keramaian Kuta raja karena selama ini baru kali ini Mayang mengunjungi Kuta raja Kademangan mekar jaya"


"sebuah bangunan megah dan mewah berdiri kokoh di ujung jalan kota dengan gerbang berukirkan burung elang beterbangan


pekarangan rumah nampak bersih sepertinya sangat terawat di teras halaman berjejer


pot-pot bunga yang sedang mekar sebagian pot-pot itu di gantung di pelapon"


"Mayang kembali berdecak kagum hatinya bergumam"


"luar biasa andai saja aku pemiliknya mungkin hidupku tidak akan sengsara"


"Mayang kembali tersadar seketika mendengar panggilan penjaga bahwa mereka dipersilahkan untuk masuk"


"di pendopo Kademangan seorang laki-laki berbadan kekar berwajah garang duduk santai bertumpang kaki disebuah sofa sutra bludru bersulam benang emas telah menunggu mereka"


"Mayang tertegun melihat semua kemewahan ini"


"juragan karja itulah nama laki-laki tersebut


seorang demang terhormat terhormat


di Kademangan mekar jaya


namanya cukup terkenal bengis,keji, dan tak


kenal ampun"


karja pun berbicara


"kalian berdua memang kepercayaan ku


yang bisa diandalkan

__ADS_1


untuk sekarang ini tugas kalian selesai


keluarlah tinggalkan kami berdua"


sepeninggal kedua utusannya


"karja melirik ke sekujur tubuh Mayang


dari ujung kaki sampai ke ujung rambut


sambil berdecak dan tertawa kecil"


"memang benar yang dikatakan orang-orang


bukan hanya sekedar isapan jempol belaka


kecantikan mu keindahan tubuhmu


sangat menggairahkan"


"Mayang bergidik ngeri dan jijik mendengar ocehan manusia itu namun Mayang tetap mematung sambil menundukan kepalanya"


karja kembali berbicara


"anak manis duduklah kau tau apa maksud dan tujuan ku mengundang dirimu"


Mayang menggdan tetap berdiri


"apa kau tau siapa aku,


akulah juragan karja demang mekar jaya


yang disegani, di takuti dan di hormati


bukan hanya oleh penduduk mekar jaya


tapi juga seluruh penduduk desa-desa sekitarnya


anak manis aku ingin menjadikanmu sebagai wanita terhormat dengan menjadi selirku"


"tubuh Mayang mendadak bergetar


jantungnya berdegup kencang


keringat dingin mengucur di dahinya"


"aku sudah menduganya" gumam hati Mayang


"HA ha ha"


"kau tau aku tidak suka ditolak,


dan apakah kau tau apa akibatnya jika


dirimu menolak tawaran baik ku


asal kau tau anak manis


seluruh perempuan baik didalam Kademangan ataupun diluar Kademangan


mereka bersaing untuk menjadi selir-selir ku


karena dengan menjadi selirku


surga bagi mereka"


"Mayang suri semakin ketakutan tubuhnya terlihat semakin bergetar hebat


dengan bibir yang bergetar Mayang memberanikan diri untuk bicara"


"maafkan saya juragan bukan maksud saya menolak tawaran baik juragan tapi"


"tapi apa Mayang" karja memotong perkataan Mayang


"jangan menjadi orang bodoh


aku menawarkan surga untukmu


lihatlah rumahku yang megah ini dan lihatlah seisi rumah ini, semua serba mewah


dan tentu kau sudah bisa menebaknya


betapa mahal barang-barang yang ku miliki ini


bahkan lebih mahal dari dirimu"


karja berkata sombong seakan-akan dialah satu-satunya penguasa di jagat bumi ini


"Mayang kebingungan tapi dia harus bicara


masih dengan bibir bergetar Mayang kembali berkata"


"sekali lagi saya minta maaf juragan


bagaimana mungkin saya menerima tawaran juragan sedangkan saya sudah punya tunangan"

__ADS_1


"HA HA HA HA HA"


karja tertawa terbahak-bahak


"dia nampak senang mendengar jawaban Mayang"


"baiklah anak manis aku terima penolakan mu


tapi"


"tapi apa juragan" Mayang bertanya


"katakan padaku siapa calon suami mu itu


barang kali aku mengenalnya"


Mayang berpikir sejenak dan bergumam dalam hati "apakah aku harus memberitahukan padanya, siapa yang aku cintai"


"kau tidak usah takut karena dengan kau mengatakan siapa calon suami mu


aku akan membiarkan mu keluar dari rumah ini dengan selamat"


hati Mayang merasa lega mendengar ucapan karja


"saya yakin juragan mengenalnya"


Mayang menjawab


"pemuda itu bernama Sidra giri putra tunggal seorang panglima kerajaan nareh"


"ya ya ya ya" karja kembali memotong perkataan Mayang


"bukan hanya mengenalnya tapi aku sangat dekat dengan keluarganya,


kakang panglima danda sokana


baiklah manis aku akan melepaskan mu


karena aku tidak mau ada masalah dengan


keluarga kakang panglima


pergilah sebelum pikiran ku berubah"


"tanpa menunggu perintah kedua kalinya


setengah berlari Mayang keluar dari pendopo Kademangan meninggalkan karja"


"setibanya di luar pendopo Mayang di hadang oleh para penjaga"


"tunggu" ucap penjaga


"apa kau mau kabur dari sini hah"


"ti-tidak aku pergi atas ijin dari juragan"


"bohong kamu pasti bohong


tidak mungkin juragan membiarkan kamu pergi"


"ti-tidak aku tidak bohong" jawab Mayang


sambil ketakutan


"hey kalian tangkap wanita itu"


"merekapun bergerak untuk menangkap Mayang tapi saat mereka ingin menangkap Mayang tiba-tiba mereka di kagetkan oleh suara yang berasal dari belakang mereka"


"tunggu" ucap karja


"ju-juragan kenapa juragan menghentikan kami


wanita ini ingin kabur"


"tidak biarkan dia pergi"


"tapi juragan"


"tidak ada tapi-tapian biarkan dia pergi"


karja bicara sambil melotot


"ba-baiklah juragan"


"anak manis pergilah"


karja bicara sambil tersenyum jahat


BERSAMBUNG


Maaf jika ada kata atau penulisan yang salah


ini dalam rangka belajar


mohon bimbingannya para senior🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2