
"Akhirnya kau kembali putriku mengapa kau tega meninggalkan ayah handamu? bagiku lebih baik mati daripada berpisah dengan ganmu" Prabu Gandara seta tidak henti-hentinya mengelus kepala Putri nya
"maafkan aku ayah handa aku samasekali tidak bermaksud untuk meninggalkan ayah handa, aku pergi untuk mencari bantuan
dan coba ayah handa tebak siapa pemuda ini?" Prabu Gandara seta menatap lekat-lekat wajah Panji gara
di tatap sedemikian rupa dalam hati pemuda itu terasa lucu "apakah Gusti Prabu Gandara seta baru kali ini melihat wajah setampan diriku?" bisik nya dalam hati
diapun tersenyum tanpa berkata sepatah pun
"siapa pemuda ini Rara? sepertinya dia bukan penduduk hilir jati karna baru kali ini aku melihatnya"
"tentu ayah handa tidak akan mengenalnya karna kakang Panji bukan penduduk sini, namanya kakang Panji gara ayah handa. dia yang menyelamatkan ku dari begundal-begundal Prabu Hindun Rancasan yang berjaga di perbatasan dan dia juga yang telah menyingkirkan para prajurit gelang-gelang yang berjaga di mulut lorong rahasia ini sehingga aku dapat bertemu kembali dengan ayah handa. dan inilah yang membawa kakang Panji menyusup ke istana ini untuk menjumpai ayah handa"
Ken Rara menyerahkan surat pesan dari Prabu Nara Wenda
"apa ini Putri ku?" Prabu Gandara mengamati bambu kecil itu
"ayah handa buka saja dan ayah handa akan tau setelah membaca isi surat itu"
tangan Prabu Gandara seta bergetar mengeluarkan lontar dari dalam bambu perlahan-lahan di bukanya, Prabu Gandara seta menitikkan air mata setelah membaca pesan dari sahabatnya itu
"Oohhh Hiyang Agung akhirnya engkau mendengarkan juga serta memenuhi permintaan ku, terimakasih Hiyang Agung semoga ini akhir penderitaan rakyat ku,
maafkan aku anak muda karna aku tidak dapat menyambutmu dengan layak, bagaimana keadaan kakang Nara Wenda apakah dia dalam keadaan baik-baik saja?"
"tentu Gusti Prabu, Gusti Prabu Nara Wenda dalam keadaan baik-baik saja beliau sengaja mengutusku untuk menyampaikan pesannya. dan kebetulan aku bertemu dengan Putri Ken Rara di perbatasan!!
bagaimana Gusti Prabu? apakah Gusti menerima tawaran Gusti Prabu Nara Wenda untuk bergabung membangun kekuatan dengan kerajaan lingga buana untuk melawan kekejaman Prabu Hindun Rancasan?"
"tentu anak muda sudah lama aku menunggu hal ini dan inilah saatnya dengan sisa kekuatan yang ada aku akan membawa prajurit-prajurit untuk bergabung dengan kanda Prabu Nara Wenda, tapi anak muda bagaimana caranya untuk kita bisa mengumpulkan prajurit-prajurit yang tersisa dan orang-orang kepercayaan ku?
sedangkan kami tinggal di tempat yang terpisah serta dijaga dengan ketat oleh prajurit-prajurit gelang-gelang"
__ADS_1
Prabu Gandara seta mengutarakan rasa khawatir nya
"ayah handa jangan khawatir mengenai hal itu kakang Panji ini seorang pendekar sakti dan juga banyak akalnya. ayah handa percayakan saja padanya" Ken Rara menenangkan hati ayah handanya
"baiklah putriku aku percaya padamu, sekarang apa rencana kalian?"
"maaf Gusti Prabu apakah di depan Puri kaputren ini ada prajurit gelang-gelang sebagai penjaga?"
"tentu ada sekitar tiga orang penjaga memang tidak di depan pintu jaraknya beberapa meter dari kamarku ini. memangnya apa yang akan kamu lakukan pendekar muda?" Prabu Gandara seta menatap wajah Panji gara
"maaf Gusti Prabu jangan cemas aku tidak akan melakukan hal-hal yang akan membahayakan kalian. tetapi untuk itu aku membutuhkan bantuan Gusti Prabu"
"baiklah pendekar muda apa yang harus aku lakukan?"
"ampun Gusti Prabu. coba Gusti Prabu perintahkan pelayan untuk memanggil penjaga-penjaga itu katakan pada mereka bahwa Gusti Prabu mendadak sakit"
"hanya itu saja pendekar muda?"
"benar Gusti Prabu hanya itu saja"
Prabu Gandara seta lalu melangkah ke arah pintu, sedangkan Panji dan Ken Rara menyelinap di balik lemari pakaian agar tidak satu pelayan pun yang mengetahui keberadaan mereka
"dayang...dayang tolong aku panggilkan penjaga, dadaku tiba-tiba terasa sesak dan kepalaku terasa sakit. katakan pada penjaga bahwa aku butuh tabib. cepat dayang aku sudah tidak tahan" Prabu Gandara seta merintih kesakitan seolah-olah dia benar-benar dalam keadaan sakit
Ken Rara dan Panji saling berpandangan mereka sama-sama tersenyum
"ternyata ayah handamu pandai juga bersandiwara" bisik Panji sambil tertawa kecil
diluar terdengar suara dayang bertanya dengan cemas
"Gusti apa yang terjadi pada Gusti? apakah Gusti Prabu belum makan makanan yang saya hidangkan sejak tadi?"
"benar dayang aku tidak punya selera untuk makan. mungkin inilah akibatnya. cepat dayang panggilkan penjaga"
__ADS_1
"baik Gusti Prabu akan saya panggilkan.
Gusti bersabar lah dulu"
terdengar langkah kaki dayang itu Prabu Gandara seta mengintip nya dari celah pintu untuk memastikan dayang itu benar-benar memanggil penjaga lalu kemudian kunci pintu di bukanya agar penjaga-penjaga itu bisa masuk, setelah itu Prabu Gandara seta berbaring di ranjang menyelimuti tubuhnya dengan selimut
beberapa menit kemudian terdengar langkah kaki para penjaga menuju ke arah pintu kamar. Prabu Gandara seta memejamkan mata dari luar terdengar teriakan penjaga
"apa yang terjadi Prabu Gandara seta? dayang mengatakan bahwa kau membutuhkan tabib"
tidak ada jawaban dari dalam. akhirnya penjaga pun mendorong pintu yang sudah tidak terkunci. ketiga penjaga itupun masuk kedalam kamar lalu di kuncinya pintu kembali didapatinya tubuh Prabu Gandara seta berbaring tidak bergerak penjaga itupun memeriksanya sambil terus memanggilnya
"Prabu apa yang terjadi padamu? apa kau benar-benar sakit?" penjaga itu meraba dada. dan memeriksa pergelangan tangan Prabu Gandara seta
tiba-tiba entah darimana datangnya serangan mematikan menotok jalan darah penjaga-penjaga itu hingga tidak dapat berdaya tidak sedikitpun mengeluarkan suara sehingga posisi mereka dalam keadaan aman. Prabu Gandara seta segera bangkit
"apa yang akan kita lakukan pendekar muda?" tanya Prabu setengah berbisik
"cepat lepaskan pakaian mereka Gusti" jawab Panji dengan berbisik pula
"balikan badanmu putri" perintah Panji pada Ken Rara
sepertinya baik Prabu Gandara seta atau Putri Ken Rara dapat mencerna tujuan Panji gara "ternyata benar apa yang di katakan putriku pemuda ini benar-benar cerdik"
pikir Prabu Gandara seta dengan bibir tersenyum
mereka pun segera mengenakan pakaian prajurit-prajurit itu lengkap dengan kain penutup wajah lalu kemudian satu orang prajurit di baringkan nya di atas ranjang di selimutinya dengan selimut tebal. dan dua orang lainnya di ikat serta di baringkannya di bawah ranjang
Panji gara, Prabu Gandara seta, serta Putri Ken Rara yang telah berganti pakaian merekapun segera keluar kamar. selain pintar dengan ribuan akal Panji gara pun pandai meniru suara orang lain
"dayang tetap jaga Gusti mu. kami akan segera kembali bersama tabib"
"maaf tuan apa yang sebenarnya terjadi pada Gusti Prabu?" tanya dayang gemetar
__ADS_1
BERSAMBUNG
mohon dukung terus ya