MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 28 MUNCULNYA PENDEKAR PEDANG DEWA NAGA HITAM


__ADS_3

Iblis penjemput maut meregangkan tangannya otot-otot nya terasa kaku


"terimakasih Nyai atas bantuanmu, kalau boleh saya tau Nyai ini siapa? dari mana, dan hendak kemana? aku tidak punya maksud apa-apa aku hanya ingin tau saja karena suatu saat nanti aku akan mencarimu untuk membalas kebaikanmu"


iblis penjemput maut banyak terimakasih sekaligus berjanji akan membalas kebaikan Dewi Ambalika


"tidak perlu kisanak aku tidak pernah mengharapkan balasan apapun, namaku Laras jingga dan aku sedang mencari seseorang, baiklah kisanak sebaiknya kalian pulihkan kembali tenaga kalian dan aku permisi" Dewi Ambalika memperkenalkan dirinya mengunakan nama murid yang mengkhianati nya tanpa menunggu jawaban dia pun pergi meninggalkan iblis penjemput maut dengan tanpa tujuan yang pasti


pencarian Dewi Ambalika belum juga membuahkan hasil tetapi ada kabar yang terdengar munculnya seorang pendekar wanita yang bergelar Dewi kilat kematian


"mungkinkah Laras jingga yang bersembunyi di balik gelar itu? aku harus mencarinya keluar, baiklah pedang pusaka ini akan memancingnya karena aku yakin dengan kabar yang tersiar munculnya kembali pedang pusaka Dewa Naga hitam


golongan-golongan akan muncul kembali untuk memburu pedang ini, tetapi aku juga harus menyamar aku tidak boleh muncul dengan nama Ambalika aku harus melakukan sesuatu,


begitulah perjalanan Dewi Ambalika mengenai keberadaan nya di dusun itu dan juga penyamarannya sebagai pemilik kedai makanan untuk memancing munculnya seseorang tetapi hingga saat itu penantiannya masih belum membuahkan hasil, malah kini yang di hadapinya iblis-iblis yang pernah di tolong nya,


FLASHBACK DONE


"Dewi Ambalika apa kau masih ingat akan janjiku bahwa aku akan mencarimu untuk membalas kebaikanmu, jangan kau anggap aku orang bodoh Dewi Ambalika


hingga saat ini aku mengenali wajahmu dengan jelas dan meski sekilas aku dapat melihat waktu itu kau membawa pedang Dewa Naga hitam di pundakmu" iblis penjemput maut terus memojokkan Dewi Ambalika tetapi Dewi Ambalika bukanlah wanita biasa


"mungkin kau benar iblis biadab seperti halnya dirimu aku juga bukan orang bodoh dari dulu hingga malam ini seujung kuku pun aku tidak pernah mempercayai ucapan mu, benar sekali pada saat itu aku memang membawa pedang pusaka Dewa Naga hitam tetapi pedang itu sudah tidak berada di tanganku"


"jangan berkelah Ambalika, aku tidak mungkin dapat kau dustai jadi cepat serahkan pedang itu" iblis penjemput maut menyerang Dewi Ambalika dengan geram sejak tadi dia terus merasa di permainkan


"baiklah iblis kurang ajar jika kau terus memaksaku maka jangan menyesal jika nyawamu melayang dengan sia-sia"


Dewi Ambalika melompat keluar karena tidak mungkin bertarung di dalam rumah

__ADS_1


pertempuran pun terjadi dengan sengitnya


Dewi Ambalika bukan hanya menghadapi Iblis penjemput maut tetapi juga pendekar-pendekar lainnya yang ternyata mereka itu pendekar-pendekar yang di bayar oleh demang karja untuk mendapatkan pedang Dewa Naga hitam dengan tujuan untuk menguasai dunia persilatan hal itu diketahui Dewi Ambalika dari salah satu lawan nya yang secara tidak sengaja menyebut nama Demang karja


"ohhhh rupanya kalian ini anjing-anjing liar yang sengaja di bayar oleh si Demang biadab itu, katakan pada tuanmu jangan selalu bersembunyi di balik ketiak pendekar-pendekar bayaran, jika memang dia punya keberanian hadapi aku dan aku tidak ingin membuang-buang waktu ku hanya untuk meladeni anjing-anjing liar seperti kalian karena aku bukanlah tanding kalian, dan jika kalian punya kesaktian yang tinggi kejar aku" setelah mengakhiri kalimatnya Dewi Ambalika dengan secepat kilat melompat keatas atap rumah lalu menghilang di kegelapan malam meninggalkan area pertarungan


"jangan lari kurang ajar dasar pengecut aku akan mencarimu sampai kemanapun juga"


iblis penjemput maut berteriak dengan gusar dia merasa di sepelekan


"kalian semua bakar rumah ini jangan sisakan apapun dan aku akan mengejar perempuan liar itu, kalian tunggu aku di tempat biasa kita temui juragan karja setelah tugas ini selesai". setelah memberi perintah terhadap kawan-kawan nya dan menentukan tempat untuk bertemu iblis penjemput maut pun pergi mengejar Dewi Ambalika


Jagat persilatan kini berguncang kembali dengan munculnya seorang pendekar wanita bergelar wanita bercadar Hitam yang bergelar pendekar pedang Naga hitam setelah hampir setengah abad pedang pusaka itu menghilang bak di telan bumi seiring lenyapnya seorang pendekar sakti ternama Naga luwing


Antero bumi persilatan bergema dengan sebuah pertanyaan apakah pendekar pedang Naga hitam yang kini muncul keturunan Naga luwing ataukah muridnya pendekar sakti itu? jago-jago pilih tanding yang telah sekian lama menyembunyikan dirinya kini satu per satu muncul kembali


Senopati, tumenggung, Adipati, bahkan panglima kerajaan yang berpaling tadah hingga rela mengeluarkan ratusan tail hanya untuk membayar jago-jago bayaran untuk mendapatkan pedang Naga hitam


pagi menjelang siang Biyung ratu embok tengah mengumpulkan batang-batang kayu bakar tiba-tiba suara seseorang menyapanya dari belakang


"permisi Nyai kami mengganggu sebentar"


Biyung ratu embok terperanyat beliau agak terkejut suara sapaan itu telah membuyarkan pikirannya yang tengah memikirkan keberadaan muridnya


"Nirwana Wadon Segoro"


spontan Biyung ratu embok membalikkan badan serta bertanya pada tamunya


"siapa kalian anak-anak muda? kedatangan kalian mengagetkan ku saja"

__ADS_1


"mohon maafkan kamu Nyai kami sama sekali tidak bermaksud untuk mengganggu atau mengejutkan Nyai, kami hanya ingin sekedar bertanya"


"apa yang ingin kalian tanyakan? dan apa yang ingin kalian cari di tengah hutan seperti ini?" Biyung ratu balik bertanya


"Nyai apakah Nyai tau seberapa jauh lagi perjalanan menuju ke goa gurang-rang?


kami hendak kesana"


"ohh jadi kalian mencari goa gurang-rang, itulah goa yang kalian cari" Biyung ratu embok menunjuk goa di sebelah kiri dari tempatnya berdiri


"mau apa kalian ke goa gurang-rang?"


"kami ingin menemui Ratu penguasa atau Biyung ratu embok"


"akulah orang yang kalian cari, ada urusan apa kalian dengan ku?"


keempat tamu yang tak dikenal itu ternyata mereka empat pendekar berdarah biru


mendengar pengakuan wanita dihadapannya Pangeran Wira Geni serta merta bersimpuh di hadapan Biyung ratu embok


"Nyai lah orang yang kami cari, nama saya Wira Geni dan ini ke tiga adik saya


Wira Pati, Wira Jagat, dan Lara Kemuning


kami berasal dari istana ci Pamanahan datang kesini atas permintaan Nini Mayang suri" pangeran Wira Geni menjelaskan maksud kedatangannya


mendengar nama muridnya di sebut-sebut orang yang tak dikenal timbul prasangka buruk dalam pikiran Biyung ratu embok


"Mayang suri dia muridku dimana kalian bertemu dengannya? lalu bagaimana keadaan muridku sekarang apakah dia baik-baik saja? atau telah terjadi sesuatu padanya? katakan padaku" Biyung Ratu embok memberondong Pangeran Wira Geni dengan pertanyaan

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2