
"Lalu apa yang harus kita lakukan Panji?"
"hanya ada satu cara untuk menahan ajian itu kita hanya bisa menggunakan ajian gelombang nirwana"
"tapi Panji kita hanya berdua lalu bagaimana pormasi kita dapat membangun gelombang nirwana?"
baik pendekar pedang Dewa Naga hitam ataupun Panji gara sepertinya mereka baru menyadari jurus-jurus ilmu yang mereka gunakan ternyata sama mereka berdua pun saling bertatapan
"Nini siapa sebenarnya dirimu? mengapa Nini mengetahui pormasi gelombang nirwana tidak bisa di bangun berdua?"
pendekar pedang Dewa Naga hitam tidak menjawab justru balik bertanya
"lalu siapa sebenarnya dirimu Panji? mengapa sejak awal pertarungan tadi kita selalu menggunakan jurus yang sama"
melihat pormasi lawan hampir sempurna Panji gara agak meras panik namun dia berusaha tetap tenang
"ini bukan saat yang tepat untuk bercerita Nini, apapun yang terjadi segera kita bangun pormasi"
"baiklah Panji tapi siapa yang akan menjadi gelombang nirwana nya? tidak mungkin aku yang menjadi tiang penopang mu sendirian"
"pedang Nini, pedang mu yang akan kita gunakan sebagai gelombang nirwana dan kita berdua sama-sama menjadi penopangnya"
"baiklah Panji sebetulnya memang tidak sempurna, pormasi ajian gelombang nirwana setidaknya di lakukan oleh tiga orang"
namun situasi saat itu tidak memungkinkan merekapun membulatkan tekad menjadikan pedang Naga hitam sebagai gelombang nirwana, Panji dan pendekar Naga hitam berdiri berhadap-hadapan posisi kaki setengah kuda-kuda telapak tangan kiri dan tangan kanan dua murid singgaru itu saling menempel satu sama lain, dan tangan yang lainnya sama-sama menggenggam gagang pedang dengan erat meskipun tidak sempurna tetapi pormasi mereka terlihat indah
__ADS_1
kedua telapak tangan yang beradu perlahan mulai di putar keatas dan kebawah setelah kekuatan berpusat pada ada ujung tangan mereka gelombang nirwana pun akan segera didorongnya untuk menghantam pormasi badai menghantam buana, disaat yang bersamaan yang bertindak sebagai badai menghantam buana yaitu Bayu kelangkas dia memang murid paling cekatan diantara murid-murid Warok sangar yang lainnya
tiga tangan yang saling bergenggaman terlihat kokoh dan kuat hingga tidak bergeming sedikitpun padahal tangan-tangan itu menopang tubuh Bayu kelangkas, berkali-kali Bayu kelangkas salto di udara hingga akhirnya posisi duduk bersila diatas tumpukan tangan mereka
saat Bayu kelangkas berubah menjadi badai menghantam buana tiba-tiba pormasi gelombang nirwana di kejutkan oleh bayangan seseorang yang langsung melesat di tengah, posisi tubuh telungkup tepat diatas pormasi gelombang nirwana kedua telapak tangan orang itu beradu menyerupai ujung pedang serentak secara bersamaan pendekar pedang Dewa Naga hitam dan juga Panji gara mendorong telapak kaki orang yang baru saja muncul itu, gelombang nirwana pun melesat dengan hebat tanpa Tedeng aling-aling badai menghantam buana pun hancur berantakan di terjang gelombang nirwana
Bayu kelangkas, Warok sangar, dan kedua kawannya tidak menduga sama sekali pormasi nya dapat dengan mudah di hancurkan, tubuh mereka ber jumpalitan darah pun mengucur dari telinga serta mulut mereka pormasi pun ambruk di tanah
sementara gelombang nirwana beberapa kali bersalto di udara untuk menyeimbangkan tubuh hingga menapakan kaki diantara pendekar pedang Dewa Naga hitam dan Panji gara yang masih termangu kebingungan
laki-laki itu tersenyum seraya berkata
"adik Panji mengapa kau hanya bengong saja? sambutlah aku"
Panji gara tertawa seraya berlari kearah laki-laki itu
Singgih narpati tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Panji gara
"Ha..ha..ha..ha kau ini bisa saja Panji, sama sekali tidak berubah hampir setahun kita tidak bertemu kau masih tetap seperti dulu
oh..iya adik Panji siapa kiranya pendekar ini? kenapa kalian bisa membangun pormasi gelombang nirwana?" Singgih narpati menoleh kearah pendekar pedang Dewa Naga hitam
"kakang Singgih ini bagaimana mengapa masih bertanya? apakah kakang tidak melihat pedang pedang yang di genggam pendekar itu?" Panji gara berseloroh
"iya Panji aku tau inilah pendekar pedang Dewa Naga hitam yang namanya tengah mengumandang tapi yang ku maksud bukan itu, yang memiliki ajian gelombang nirwana ialah murid-murid Resi guru Purba kesha dan mengapa pendekar ini mampu menguasai pormasi ajian perguruan kita" Singgih narpati menjelaskan
__ADS_1
"oohhh itu toh maksud kakang , makanya kalau bertanya itu harus jelas jadi aku bisa menjawabnya, sebetulnya aku juga belum mengenalnya kakang karna sejak bertemu kami belum sempat berkenalan, sebaiknya sekarang kita sama-sama bertanya pada Nini pendekar" Singgih narpati mendelik agak kesal adiknya yang satu ini selalu tidak jelas
pendekar pedang Dewa Naga hitam tertawa cekikikan melihat tingkah mereka tanpa ditanya lantas dia pun menjawab
"namaku Mayang suri kakang yang mereka juluki pendekar pedang Dewa Naga hitam
sejujurnya aku tidak menginginkan julukan itu, tentunya kalian penasaran mengapa aku dapat menguasai ajian gelombang nirwana, ketahuilah kakang aku juga bagian dari kalian aku murid Biung Ratu embok dan juga murid eyang Resi Purba kesha"
pendekar pedang Dewa Naga hitam atau Mayang suri menjelaskan dengan seksama
"rupanya dunia ini sempit sekali hingga takdir tidak sulit menyatukan murid-murid Resi guru Purba kesha, selamat datang adik namaku Singgih narpati dan ini adik seperguruan ku namanya Panji gara, semula ku kira dialah adik kami yang paling bungsu ternyata masih ada dirimu dan harus kau ketahui masih ada tiga saudara kita yang lainnya, yang paling tua Kakang Wisnu Abi Rawa, kakang Sidra giri, kakang Naga sura kita semua bersaudara" Singgih narpati memperkenalkan murid-murid singgaru yang lainnya
mendengar nama Sidra giri disebut pendekar pedang Dewa Naga hitam berusaha menyembunyikan perasaannya
"aku sudah bertemu dengan kakang Wisnu Abi Rawa kakang di gunung kapur belum lama ini, tetapi dengan dua lainnya aku belum sempat bertemu dan sekarang aku bertemu dengan kalian di tempat ini aku sangat gembira bertemu dengan saudara-saudara seperguruanku salam kenal dariku kakang, terimakasih kakang sudah menyelamatkan nyawa kami"
dengan rendah hati pendekar pedang Dewa Naga hitam memberi salam perkenalan
Panji gara yang namanya sejak tadi tidak disebut agak sedikit merasa kesal diapun buka suara
"adik Mayang meskipun usiamu lebih tua dariku tapi tetap saja kau adik seperguruan ku, jadi panggil aku kakang Panji gara Malaikat Dewa khayangan"
Mayang suri hanya tersenyum mendengar celotehan pemuda lucu itu
sedangkan Singgih narpati mengerutkan kening "sebentar adik Panji sejak kapan dirimu memiliki gelar Malaikat Dewa khayangan? mengapa aku baru mengetahuinya apakah yang lain sudah mengetahui itu?"
__ADS_1
BERSAMBUNG