
Dari belakang muncul Biyung Ratu embok yang tengah mencari Mayang suri juga
"rupanya kau disini Mayang aku pikir kau pergi ke Sendang, apa kau sudah makan?"
Biyung Ratu embok bertanya untuk sekedar mengalihkan perhatian pendekar-pendekar muda yang pandangannya tidak lepas dari muridnya
"Mayang ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu kau ikut aku sebentar
dan kalian tunggu dulu disini ada yang ingin aku bicarakan dengan muridku"
Biyung Ratu embok menatap bergantian pada wajah muridnya lalu beralih pada tamu-tamunya setelah mereka mengangguk mengiyakan Biyung Ratu embok dan muridnya pergi meninggalkan ruangan tengah goa
setelah mereka berdua pergi, Lara Kemuning lekas-lekas menghampiri ke tiga kakaknya seraya menegur "jaga sikap kalian ingat disini kita bertamu jangan berlaku tidak sopan, aku tahu kak Mayang memang cantik tapi tidak sepantasnya kalian memperlihatkan kekaguman kalian seperti tadi" Lara Kemuning mengutarakan ketidak setujuan atas sikap kakak-kakaknya tadi
Pangeran Wira Geni yang mengerti akan kekesalan adik perempuannya iapun segera menenangkannya "jangan khawatir adiku kakak mu cukup tahu diri lagipula mana mungkin pendekar sesakti dan secantik Mayang suri Sudi berdampingan dengan kakak mu ini"
"kakang Wira Geni benar Lara mana mungkin kami berani berbuat kurang ajar"
Pangeran Wira Pati menimpali
didalam ruangan tidur Biyung Ratu embok secara tidak langsung beliau pun menegur muridnya "apa yang kau lakukan Mayang aku pernah mengatakan padamu jangan pernah melepas caping dan cadar mu meskipun di dalam goa apalagi disaat ada tamu"
"maafkan saya guru saya tidak sengaja melakukannya karena saya pikir mereka sedang berada di luar, sekarang saya mengerti ternyata betapa dahsyatnya keampuhan Mantra hitam pemikat itu
dan saya berjanji padamu guru saya tidak akan melakukan kesalahan lagi"
"sebetulnya muridku tanpa kau melepas caping dan cadar mu pun Mantra hitam pemikat akan tetap bereaksi meski wajahmu tertutup cadar, kecantikan mu akan tetap terlihat nyata"
"oh iya guru tadi guru mengatakan ada yang ingin aku bicarakan, tentang apa guru?"
__ADS_1
Mayang suri sengaja mengalihkan pembicaraan
"iya aku hampir lupa aku ingin menanyakan sesuatu tentang pedang itu darimana kau mendapatkan nya atau siapa yang memberikannya padamu?"
Mayang suri mengerutkan kening dia seperti tidak mengerti apa yang dimaksud gurunya "pedang mana yang dimaksud guru?"
"pedang Dewa Naga hitam maksudku Mayang, aku tidak pernah menyuruhmu untuk mengambil pedang itu, yang ku perintahkan padamu hanya untuk mengambil pedang pemburu iblis tapi kini kau membawa pula pedang pusaka Naga hitam yang dulu sempat menggegerkan dunia persilatan"
"ooohhhh jadi pedang Naga hitam yang guru maksudkan, seseorang bernama Ambalika telah memberikannya pada saya saat saya menginap di kedainya malam itu dan pada tengah malam sekelompok perampok datang ke kedainya lalu pemilik kedai itu meminta saya untuk segera pergi dan menyelamatkan pedang Naga hitam" Mayang suri menjelaskan dengan seksama
"Ambalika" Biyung Ratu embok bergumam pada dirinya sendiri "mengapa dia muncul lagi setelah sekian lama dia menghilang apa yang membuatnya kembali muncul dan mengapa dia menyerahkan pedang itu pada muridku?" Biyung Ratu embok seakan kembali ke masa silam
"maaf guru" Mayang suri membuyarkan lamunan gurunya
"apakah guru mengenal mengenal Ambalika karena sepertinya beliau pun seperti mengenali guru"
Biyung Ratu embok menatap wajah muridnya lekat-lekat "Mayang apa kau tahu apa dia bercerita padamu mengapa dia muncul lagi?"
Biyung Ratu embok menghela napas sepertinya ada beban yang sangat berat
"Ambalika adiku satu-satunya dia rela meninggalkan ku hanya untuk mengejar cinta seseorang aku telah berusaha menahannya namun Ambalika lebih memilih peria itu di banding aku kakak kandungnya namanya Naga luwing seorang pendekar sakti mandraguna di takuti lawan disegani kawan dialah yang bergelar pendekar pedang Dewa Naga hitam wajahnya sangat tampan sehingga banyak wanita yang tergila-gila termasuk adikku Ambalika, aku tidak tahu entah dimana mereka bertemu pengaruhnya sangat kuat hingga membutakan mata hati adikku terakhir ku dengar pendekar Naga luwing menghilang dan juga pedang nya setelah hampir dua puluh tahun Ambalika pergi meninggalkan setelah itu aku tidak tahu lagi kabar beritanya, Purba kesha pernah mengatakan saat pengangkatan dirinya sebagai penguasa dunia persilatan di perguruan Gunung Utara saat itu dia di temui oleh ketua perguruan Teratai Bidadari
namun dia tidak memberitahukan siapa namanya namun Purba kesha mengatakan wajah wanita itu mirip sekali denganku saat itu aku pernah mencarinya tapi aku tidak pernah menemukannya hingga saat ini
Mayang sekarang aku berikan tugas khusus padamu setelah urusanmu membantu ke empat pendekar berdarah biru itu selesai carilah Ambalika bawa dia padaku" Biyung Ratu embok mengakhiri ceritanya serta memberikan tugas khusus padanya untuk mencari Ambalika
"baiklah guru apapun tugas dari guru saya akan melaksanakannya dengan baik" jawab Mayang suri menerima tugas dari gurunya
"sudah hampir sore Mayang sekarang kita temui mereka dulu kasihan mereka sudah lama menunggu kita kenakan kembali caping dan cadar mu sebelum keluar"
__ADS_1
Biyung Ratu embok memerintahkan muridnya untuk mengenakan kembali caping dan cadar nya
Pangeran Wira Geni dan adik-adiknya tersenyum gembira melihat tuan rumah datang menemui mereka
"maafkan saya pangeran jika terlalu lama Pangeran dan adik-adik menunggu kami" Biyung Ratu embok meminta maaf
"tidak apa-apa Biyung Ratu kami akan tetap sabar menanti Biyung Ratu" Pangeran Wira Geni menjawab ramah
"Mayang apa rencana mu untuk pembebasan Kanjeng Prabu Wira Nanta?"
Biyung Ratu embok menoleh kearah Mayang suri
"saya juga belum tahu guru, maaf pangeran saya sempat dengar dari guru kalau Wulung Sabak bukan hanya di bantu oleh orang-orang pilihan tetapi juga di bantu oleh kekuatan dari bangsa jin apa itu benar? apa pangeran telah melihatnya sendiri?" Mayang suri bertanya pada Pangeran Wira Geni
"saya juga tidak tahu pasti Dewi saya mengetahui hal itu dari seorang Telik sandi yang sengaja kami kirim ke istana
Ci Pamanahan dan kebetulan orang itu dulu bekas tukang masak di istana kami jadi saya yakin orang itu dapat di percaya"
Pangeran Wira Geni menjelaskan apa yang dia dapatkan
"Mayang kau tidak bisa bertindak sendirian ada baiknya jika aku meminta bantuan pada murid-muridnya Purba kesha aku rasa akan lebih mudah jika kalian melakukannya bersama-sama, bagaimana menurut mu Pangeran Wira Geni?"
"apapun keputusan Biyung Ratu dan Dewi pendekar kami akan ikut saja, lalu apa yang harus kami lakukan Biyung Ratu?" Pangeran Wira Geni balik bertanya
"seperti yang kau katakan tadi Pangeran,
Wulung Sabak dibantu kekuatan sebangsa jin jadi untuk menjaga keamanan bagi kalian ada baiknya jika kalian tidak ikut dalam penyerangan itu, serahkan semua itu pada muridku dan murid-murid Purba kesha
setelah keadaan aman kembali muridku akan segera memberi tahu kalian, untuk sementara waktu kalian pergilah mencari tempat yang aman agar kalian lolos dari pengejaran orang-orang Wulung Sabak karena aku yakin disaat penyerangan nanti Wulung Sabak pasti akan mengira murid-murid ku adalah orang-orang suruhan Pangeran jadi untuk itu kalian harus tetap berhati-hati, bagaimana apa kalian setuju?"
__ADS_1
BERSAMBUNG