
"Kami sangat setuju Biyung Ratu embok"
jawab Pangeran Wira Pati
"saya juga setuju guru tapi bagaimana caranya untuk memberitahukan murid-murid Resi guru Purba kesha karena untuk mencari mereka satu persatu itu membutuhkan waktu"
"kau tidak usah khawatir Mayang itu masalah mudah dan aku yang akan melakukan tugas itu" jawab Biyung Ratu embok tanpa beban apapun
"baiklah karena hari sebentar lagi sore kalian jangan terlalu membuang-buang waktu, kalian harus segera pergi melaksanakan tugas masing-masing,
dan kau Mayang apa kau juga akan berangkat sore ini atau bisa pagi saja"
Biyung Ratu embok menoleh kearah muridnya
"saya juga berangkat sore ini guru lebih cepat lebih baik karena saya masih harus melaksanakan tugas yang lain setelah urusan ini selesai, saya masih harus menjemput tujuan saya"
jawab Mayang suri tegas
"baiklah kalau begitu segeralah kalian bersiap-siap" Biyung Ratu embok bangkit berdiri lalu mengantar muridnya kedalam untuk segera bersiap-siap
perpisahan satu hal yang sangat tidak di inginkan terutama oleh Pangeran Wira Geni
jika saja takdir mengijinkan ingin rasanya dia selalu berada di samping Mayang suri atau pendekar pedang Naga hitam yang namanya kini sedang berkumandang di muka jagat persilatan
jawara-jawara dari berbagai golongan terus memburunya, petinggi-petinggi kerajaan
bahkan orang-orang terhormat terus mencari informasi tentang keberadaan jawara-jawara pilih tanding yang siap di bayar untuk mendapatkan pedang pusaka itu
di sebuah tempat tepatnya di pesisir pantai sebelah Utara di sebuah teluk bernama teluk penyu tinggallah seorang pendekar sakti yang bergelar Pendekar pemburu nyawa, dialah salah satu pendekar bayaran yang kini sedang dicari orang-orang terhormat untuk kepentingan pribadi mereka, namanya Sidra giri pekerjaan nya sehari-hari menangkap ikan laut untuk di awetkan dengan ditemani seorang laki-laki yang usianya tidak terpaut jauh bernama Kasman yang ditemuinya di tengah hutan
wajar saja kalau Sidra giri mendapat julukan pendekar pemburu nyawa
sikapnya yang dingin raut wajahnya yang datar kata-katanya yang tegas dan singkat
hanya seperlunya saja
__ADS_1
siang itu sinar matahari terasa trik
seperti biasanya di tepi pantai Sidra giri sedang menjemur ikan-ikan yang barusaja di asap, wajah dan badannya basah oleh keringat trik matahari tidak sedikitpun menjadi penghalang bagi dirinya untuk terus mengerjakan pekerjaannya
dari jauh terlihat tubuh boncel Kasman berlari-lari sambil berteriak memanggilnya
"kakang Giri...... kakang Giri.. nafas Kasman tersengal-sengal saat tiba di hadapan Sidra giri
"ada apa Kasman kau ini seperti di kejar hantu saja" dengan tangannya yang masih sibuk menata ikan diatas penjemuran Sidra giri bertanya tanpa menoleh
"kakang Giri ada tiga orang yang mencari kakang Giri" jawab Kasman setelah memenangkan dirinya
"kau tahu siapa mereka"
"tidak kakang mereka hanya mengatakan ingin bertemu kakang"
"kau teruskan pekerjaan ku, aku akan temui mereka dulu" Sidra giri menyerahkan pekerjaannya pada Kasman lalu pergi meninggalkannya
di teras sebuah pondok yang bangunannya nampak unik namun terlihat menarik terbuat dari kayu serta atap terbuat dari daun Nipah, tiga orang laki-laki berwajah beringasan tengah duduk seraya melepas lelah sepertinya mereka telah melakukan perjalanan jauh
"apakah benar tuan yang bergelar Pendekar pemburu nyawa?" salah seorang dari mereka bertanya
"benar, apa keperluan kalian mencariku?"
"juragan kami membutuhkan bantuan tuan pendekar"
"apa juragan mu tahu aturan main dengan ku?"
"justru itu tuan pendekar, karena juragan kami tidak tahu aturan main dengan tuan pendekar maka kami diutus untuk menemui mu"
"katakan pada juraganmu temui aku dua hari lagi di tempat ini bawa seketsa wajah buruanku serta bayaranku di bayar penuh dan itu jika setuju, dan jika tidak
tidak ada kerja sama, tidak ada pekerjaan silahkan kalian pergi" seperti itulah sikap seorang pemburu nyawa singkat padat dan tepat tidak ada basa-basi
ketiga orang itu pun cukup mengerti akan sikap seorang pendekar bayaran sejati
__ADS_1
merekapun lalu pamit permisi
apakah setiap pendekar bayaran harus bersikap seperti itu karena tuntutan gelar dan pekerjaan ataukah ada penyebab lainnya, seperti yang kita tahu sikap dingin dan beku seorang Sidra giri itu dikarenakan kepahitan hidup yang telah dijalaninya sehingga dia harus kehilangan segalanya karena fitnah yang sangat kejam dari seseorang hingga dia harus kehilangan sosok seorang ayah yang sangat dihormatinya, seorang ibu yang dikasihi nya dan seorang kekasih yang dicintainya
kini dia harus meneguk kepahitan itu sendirian yang tak seorangpun tahu apa yang telah menimpanya selama ini
bertahun-tahun menimba ilmu kesaktian di gunung singgaru berguru pada Resi guru Purba kesha ditemani oleh sodara-sodara seperguruannya namun tetap saja tidak dapat menghapus keinginannya untuk membalas dendam
pagi itu langit nampak cerah burung-burung beterbangan riang disebuah pegunungan yang disebut orang gunung batu kapur
pendekar pedang Naga hitam tengah melintasi jalan setapak di kaki gunung itu menuju sebuah dusun kecil yang terletak di balik gunung kapur karena diminta oleh ketua dusun itu untuk mengatasi sekelompok perampok yang sering menjarah dusun itu
langkah kaki pendekar Naga Hitam terlihat ringan meskipun dia tahu kemanapun dia melangkah akan selalu ada yang membuntutinya, belum lagi lidahnya kering sosok seorang pria tengah berdiri menghalangi jalannya dengan posisi membelakangi nya, Mayang suri atau pendekar pedang Naga hitam sudah tidak merasa terkejut lagi dan tanpa menolehkan kepala pendekar yang menghadang jalannya buka suara
"berhenti kisanak serahkan pedang mu dan juga kepalamu"
mendengar pernyataan itu pendekar pedang Naga hitam tertawa
"Hi hi hi hih lucu sekali perintahmu kisanak aku tidak pernah mengenalmu apalagi punya urusan denganmu kau menghadang jalanku meminta pedang dan juga kepalaku sepertinya kau orang yang tidak waras atau tepatnya kau kehilangan akal" suara Mayang suri terdengar sangat lantang
tiba-tiba karena mendengar suara itu dada pendekar yang menghadang jalan mendadak berdebar keras detak jantungnya tidak karuan nadinya seakan berhenti berdenyut dengan secepat kilat dia membalikkan badannya memandang wajah pendekar yang dihadapannya dan apa yang terjadi wajah pendekar pedang Naga hitam yang tertutup cadar hitam mendadak pucat pasi saat melihat wajah yang sangat di kenalnya wajah yang selalu di rindukan nya wajah yang telah terukir di hatinya kakinya mundur selangkah tubuhnya bergetar nafasnya terasa sesak dengan sekuat tenaga pendekar pedang Naga hitam berusaha untuk mengatasi situasi ini
matanya terasa panas kerongkongan nya pun terasa tersekat tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya
begitu juga sebaliknya seperti yang dirasakan oleh pendekar pemburu nyawa diapun berusaha sekuat tenaga untuk memastikan bahwa pendekar buruannya ialah wanita yang selama ini dicarinya diapun berusaha bertanya
"apakah kau ini seorang pendekar perempuan, namaku Sidra giri aku pendekar bayaran dan kali ini aku di bayar untuk memburumu untuk mendapatkan pusaka pedang Naga hitam yang kau miliki"
Sidra giri sengaja mengatakan namanya untuk memancing reaksi pendekar yang di burunya
benar saja dengan Sidra giri pendekar pedang Naga hitam memalingkan wajah untuk menghindari tatapan Sidra giri dan berusaha menahan air matanya
BERSAMBUNG AH
MOHON MAAF YA AGA TELAT UP KARENA AUTHOR NYA LAGI SIBUK HEHE
__ADS_1