
"Senang rasanya berjumpa dengan pendekar-pendekar muda yang sakti mandraguna. silahkan duduk pendekar ijinkan saya untuk membicarakan sesuatu hal yang penting. semoga tidak mengganggu waktu pendekar"
"seharusnya kami yang minta maaf Gusti Senopati karna kedatangan kami telah mengganggu Gusti Senopati. perkenalkan nama saya Satria dan saya hanya pengembara biasa. dan ini kawan saya barangkali Gusti Senopati sudah mengetahuinya"
"jangan merendah pendekar saya sangat percaya dengan kesaktian yang pendekar-pendekar miliki karna jika tidak mana mungkin pendekar-pendekar dunia persilatan memburumu pendekar pedang Dewa Naga hitam. senang bertemu kalian dan perkenalkan juga saya Senopati Arda Winangun. mengenai keberadaan saya disini sedang membicarakan sesuatu dengan hulu balang Diwangkara. kebetulan sekali pendekar-pendekar datang karna kami tidak harus jauh-jauh mencari pendekar. yang sedang kami bicarakan menyangkut dirimu pendekar pedang Dewa Naga hitam"
Wadon Segoro mengerutkan kening mengapa mereka membicarakan dirinya padahal bertemu pun baru kali ini
apa yang sedang mereka bicarakan. pikir Wadon Segoro hingga diapun memberanikan diri untuk bertanya
"maaf Gusti Senopati dan juga Gusti hulu balang ada apa sebenarnya dengan diriku?
mengapa kalian membicarakan ku!! adkah kesalahan yang pernah ku perbuat pada orang-orang kerajaan. ataukah ataukah keberadaan saya telah meresahkan orang-orang kerajaan?"
"oohh tidak bukan seperti itu pendekar. justru kami sangat berterimakasih jika pendekar-pendekar ini mau membantu kesulitan kami yang saat ini seisi kerajaan terutama Gusti Prabu sedang di landa ke khawatiran dan juga ketakutan. dan bagi kami pertemuan ini adalah sebuah kemuzi'jatan"
pintu pendopo di ketuk dari luar
Sanjaya dan ibunya membawakan bermacam-macam makanan dan juga minuman untuk menjamu para tamunya
setelah meletakan nya di meja mereka pun pamit keluar karna tidak baik ikut dalam pembicaraan penting
"maaf Gusti Senopati sebenarnya apa yang tengah terjadi? saya memang sempat mendengar mengenai kerajaan lingga buana dan juga Gusti paduka Nara Wenda
__ADS_1
apa benar berita yang tersiar itu Gusti Senopati? saya mendengar kerajaan geleng-geleng ingin menguasai lingga buana"
Satria memang pendekar yang sangat sakti dia selalu saja mengetahui apa yang tidak orang lain ketahui. Wadon Segoro sudah tidak lagi menganggap itu satu hal yang aneh semakin dia dekat dengan pemuda itu semakin dia mengenal jatidiri Satria sejauh mana
apa yang pendekar Satria tau mengenai hal itu mungkin bagi Senopati pun tidak merasa heran jika pendekar Satria mengetahuinya karna memang kabar sudah tersiar prahara yang sedang mengancam lingga buana
"saya tidak terlalu banyak mengetahuinya Gusti Senopati karna kabar yang saya dengar masih simpang siur. bukankah kerajaan gelang-gelang itu termasuk salah satu kerajaan yang cukup besar dan juga memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas. jadi untuk apa Prabu Hindun Rancasan ingin menguasai lingga buana"
"rupanya pengetahuan mu cukup luas pendekar Satria. itu memang benar sekali kerajaan gelang-gelang memang kerajaan besar tetapi Prabu Hindun Rancasan ingin menguasai seluruh wilayah di Jawa dlipa ini atau mungkin seluruh wilayah di muka bumi ini. sudah banyak kerajaan-kerajaan yang dia taklukkan seperti kerajaan jati hilir, kerajaan Kalasan, kerajaan Tamang manggung, kerajaan kencana Lawang. dan masih banyak lagi kerajaan-kerajaan lain dari wilayah barat hingga wilayah selatan telah dia kuasai. dan sekarang dia ingin menguasai lingga buana. memang kami tidak dapat memastikan kapan bala tentara kerajaan gelang-gelang akan datang menyerbu lingga buana. namun sekitar dua bulan yang lalu Prabu Hindun Rancasan mengirimkan seorang duta untuk menyampaikan pesan raja mengajak lingga buana untuk bekerja sama dan jaminannya rakyat lingga buana terbebas dari peperangan. namun hingga saat ini Gusti Prabu Nara Wenda belum memberi jawaban karna menurut Gusti Prabu menerima atau menolak itu sama saja tetaplah rakyat akan menjadi korban"
Senopati Arda menjelaskan dengan panjang lebar mengenai apa yang tengah terjadi di istana kerajaan nya
Wadon Segoro mulai mengerti diapun ikut bicara
"itulah Dewi yang sedang saya rundingkan dengan hulu balang Diwangkara. semua kerajaan yang di taklukkan tidak berdiam diri merekapun terus mencari cara untuk memberontak tetapi Dewi jika mereka melakukan itu hanya mengorbankan nyawa dengan sia-sia karna Prabu Hindun Rancasan itu raja yang sangat sakti mandraguna. tubuhnya kebal dengan senjata belum lagi kekuatan patihnya yang bernama Braja genta dan kedua panglimanya Sara dipa dan Salaka dompa kekuatan itu sulit sekali di kalahkan.
Gusti Prabu Nara Wenda pun sudah banyak mengirim orang untuk mencari pendekar-pendekar sakti untuk diminta bantuan dan salah satunya pendekar pedang Dewa Naga hitam. dari sejak kedatangan duta utusan gelang-gelang Gusti Prabu telah memerintahkan beberapa prajurit untuk mencari Dewi pendekar namun hingga hari ini belum satu orang pun dari mereka yang kembali. makanya saya tadi mengatakan pertemuan ini sebuah kemuzi'jatan dan bukan hanya satu pendekar sakti yang sekarang ada disini tetapi dua pendekar sakti. seandainya saja pendekar-pendekar ini mau menemui Gusti Prabu Nara Wenda hari ini juga saya yakin Gusti Prabu akan sangat senang hatinya"
secara tidak langsung Senopati Arda mengutarakan keinginannya untuk bisa mempertemukan Satria dan juga pendekar pedang Dewa Naga hitam dengan Gusti Prabu Nara Wenda
"maaf Gusti Senopati sebetulnya saya sangat ingin membantu Gusti paduka tetapi jika untuk hari ini saya belum bisa menemuinya karna saya masih punya urusan yang harus saya selesaikan terlebih dahulu tetapi entah esok atau lusa mungkin saya bisa menemui Gusti paduka di istana"
mendengar ucapan Wadon Segoro Senopati Arda dan juga hulu balang Diwangkara merasa agak menyesal karna tidak dapat mempertemukan kedua pendekar ini dengan Gusti Prabu Nara Wenda hari ini namun mereka masih punya harapan karna Wadon Segoro bersedia untuk membantunya
__ADS_1
"lalu kapan pastinya pendekar bisa bertemu dengan Gusti Prabu? agar saya dapat menyampaikan nya pada Gusti Prabu dengan pasti" Senopati Arda meminta kepastian
Satria menoleh pada Wadon Segoro seraya bertanya "memang urusan apa yang ingin kau selesaikan? sepertinya aku tidak mengetahuinya"
"entahlah Satria sebenarnya aku juga tidak terlalu yakin namun aku ingin menyusul kakang Wisnu ke nareh. aku ingin sekali melihat Demang terkutuk itu di hukum pancung. aku memang belum sempat mengutarakan nya padamu karna aku tau pasti kau hanya akan mencibir dan pastinya kau bertanya!! apa kau yakin suri untuk pergi kesana!!"
mendengar penuturan Wadon Segoro Satria tersenyum dia selalu merasa lucu melihat sikap Wadon Segoro
"kau selalu saja berburuk sangka suri. belum tentu aku mengatakan hal itu. lalu sekarang apa rencana mu yang pasti?
jika kau ingin tetap kesana aku akan menemani dan jika kau ingin menemui Gusti paduka Nara Wenda aku akan tetap menemanimu!!!
BERSAMBUNG
MOHON DUKUNGAN NYA KAKA
JANGAN LUPA LIKE' AND KOMEN
BIAR TAMBAH SEMANGAT UP NYA
MOHON BANTUANNYA YA SEMUANYA
MAKASIH😊😊
__ADS_1