MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 12 PERJALANAN MENUJU KE PUNCAK GUNUNG SINGGARU II


__ADS_3

serangan yang mematikan mengarah telak di dada Mayang, rupanya si iblis biru hendak memboking Mayang suri


namun tiba-tiba sehelai daun yang masih segar menghantam serangan iblis biru


"bammmsssss" suara ledakan kekuatan yang bertabrakan bergema di sekeliling hutan, tubuh si iblis biru terpental cekup jauh "buukkk" tubuhnya menabrak pohon


namun perlahan dia bangkit lagi sambil berteriak "setan siapa yang berani membokongku? tamparan wujud mu jangan hanya cuma bersembunyi"


namun Mayang suri tidak memberi kesempatan pada si iblis biru


Mayang suri memburu nya dengan serangan mematikan "jurus jari kematian"


gumam Mayang "bammsss" suara ledakan kembali terdengar, jurus jari kematian Mayang suri menghantam telak di dada si iblis biru hingga menembus ulu hatinya


tubuh si iblis biru kembali terpental jauh


dari dadanya mengepul asap bau hangus menyengat hidung kali ini si iblis biru tidak bisa bangkit lagi dan terbring sekarat


sambil menarik tangannya melompat mundur selangkah ekor matanya melirik pada bayangan yang melancarkan serangan padanya, Mayang suri melompat ke udara "buukkk" kakinya mendarat tepat di kepala iblis ireng hingga tubuh laki-laki itu sempoyongan


pertarungan sengit tidak dapat di hindari lagi, satu lawan dua karna iblis biru sudah ambruk di tanah


"hampir sepuluh jurus Mayang suri menghadapi iblis ireng dan iblis penjemput maut tenaganya mulai terkuras namun dia tetap hati-hati, satu persatu dari kedua pendekar itu sangat kelelahan menghadapi serangan Mayang suri. tidak dapat di pungkiri dan tidak sia-sia selama bertahun-tahun biyung ratu embok menurunkan hampir seluruh kesaktian nya"


badan iblis penjemput maut sempoyongan


tangannya menekap perut rupanya ajian petir menghantam bumi bersarang telak di perut laki-laki itu hingga dia hilang keseimbangan


"Ha ha ha" Mayang suri tertawa penuh kemenangan


iblis penjemput maut menoleh ke arah iblis ireng mereka seperti sepakat hendak mengeluarkan aji Pamungkas nya


"Rantai bayangan maut" gumam dua iblis itu, mereka berdiri sejajar dengan posisi satu tangan melintang di dada dan satu tangan lagi di rentangkan saling bersentuhan untuk menyatukan kekuatan


"melihat situasi itu dengan gesitnya biyung ratu embok melompat dari atas pohon berdiri tepat di hadapan mereka melihat kemunculan ratu embok kedua wajah laki-laki bergelar iblis menjadi pucat pasi tapi sudah kepalang sudah hampir setengah jalan mereka menyatukan kekuatan jika tidak di lepaskan akan memakan mereka sendiri"


"dengan cekatan biyung ratu embok melompat melewati kepala mereka


jari jemari nya sangat tangkas menotok


jalan darah kedua iblis itu sehingga


mereka mematung tidak berdaya"

__ADS_1


Mayang suri menghampiri gurunya


"terimakasih guru. guru selalu saja menjadi malaikat penolong ku"


biyung ratu embok mengangguk


"sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini sebelum mereka normal kembali


totok kan ku berfungsi selama empat jam dan disaat mereka pulih kita sudah menjauh dari hutan ini"


Mayang suri menyetujui mereka pun segera meninggalkan hutan itu.


hari menjelang malam saat biyung ratu embok dan Mayang suri keluar dari hutan


didepan sana ada sebuah perkampungan kecil dan mereka pun menuju ke rumah warga untuk menumpang istirahat malam ini


seorang warga kampung menyambut kedatangan rupanya sudah terbiasa warga di kampung itu sering di singgahi pendekar kelana ataupun pedagang yang kemalaman


setelah membersihkan badan biyung ratu dan muridnya duduk di ruangan tengah


tidak luput pemilik rumah pun menemani mereka


"nyai, Nini. silahkan di minum, mohon maaf


si pemilik rumah buka suara mempersilahkan biyung ratu embok dan Mayang suri untuk makan


"terimakasih Ki sanak kami senang Ki sanak menerima kami untuk menumpang


malam ini, apakah sudah terbiasa Ki sanak di singgahi orang-orang yang kebetulan kemalaman?"


"benar nyai bagi kami itu sudah tidak aneh lagi bahkan terkadang ada juga gerombolan perampok yang menjarah kampung ini, tetapi warga di kampung sini hampir semuanya tidak memiliki harta benda yang berharga, oh ya nyai kalau boleh saya tau nyai dan Nini ini hendak kemana?" si pemilik rumah bertanya


"kami hendak ke gunung singgaru Ki sanak"


jawab biyung ratu embok


si pemilik rumah mengerutkan kening


"perjalanan kesana masih cukup jauh nyai


pastinya nyai dan Nini akan banyak menghadapi rintangan, di bukit sana ada segerombolan perampok yang konon katanya mereka sangat kejam dan tidak punya perasaan kalau saya tidak salah dengar gerombolan itu bernama setan tengkorak merah"


si pemilik rumah memberitahukan biyung ratu embok sepertinya orang itu tau jalan-jalan yang akan dilalui oleh biyung ratu embok dan Mayang suri

__ADS_1


hutan, bukit, dan juga lembah. yang akan dilewatinya tempat bersarangnya para perampok


biyung ratu embok tersenyum


"terimakasih Ki sanak untuk pemberitahuannya dan kami akan hati-hati"


jawab biyung ratu embok


"baiklah nyai, Nini silahkan beristirahat


istri saya sudah menyiapkan kamar untuk kalian dan jika nyai dan Nini membutuhkan bekal untuk di jalan kami akan menyiapkan nya" pemilik rumah menawarkan


"tentu Ki sanak kami butuh bekal yang cukup untuk di perjalanan dan terimakasih banyak atas kebaikan Ki sanak"


biyung ratu dan muridnya lalu masuk kedalam kamar yang sudah di sediakan


di dalam kamar Mayang suri bertanya pada gurunya dengan suara pelan


"guru tadi guru mengatakan kalau totokan guru hanya berfungsi selama empat jam


mungkin tidak kalau mereka akan menyusul kita?, pastinya mereka tau bahwa malam ini kita menginap di kampung ini"


"jangan khawatir Mayang totokan ku memang berfungsi hanya empat jam saja tetapi akibatnya akan menguras tenaga mereka sehingga mereka tidak mungkin untuk menyusul kita karena membutuhkan waktu kita lebih tiga bulan untuk memulihkan tenaganya kembali apalagi si iblis biru butuh penawar untuk mengobati racun jari kematian, dan sulit penawarnya"


Mayang mengangguk-angguk tanda mengerti lalu mereka pun tidur dengan pulasnya


pagi hari setelah sarapan dan merapihkan bekal untuk di perjalanan biyung ratu embok memberikan beberapa koin Ringgit


kepada rumah sebagai bentuk imbalan selain ucapan terimakasih


"mereka pun melanjutkan perjalanan setelah dua jam perjalanan biyung ratu serta Mayang suri memasuki wilayah perbukitan


awal bukit yang dimasuki yaitu bukit gunting orang-orang menyebut bukit gunting karena memang letak bebatuan nya persis seperti gunting terbuka langkah-langkah mereka pun masih aman belum ada gangguan yang serius"


"hampir satu jam melewati bukit gunting,


mereka pun memasuki wilayah bukit gundul


entah mengapa orang-orang menamainya bukit gundul padahal ada banyak rumput-rumput liar yang tumbuh di sekeliling nya


bahkan ada juga pohon-pohon yang tumbuh di atas bukit itu"


sekitar seratus langkah ke depan hawa mulai berbau tidak enak seperti nya sebuah pertanda

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2