
"nun hiyang Widhi terimakasih kau berikan pertolongan pada gadis ini"
"tangan si nenek pun meraba tubuh Mayang
yang sudah mulai hangat rupanya aliran darahnya sudah normal kembali
dengan lembut si nenek membuka mata Mayang dan melihat bola mata Mayang sudah nampak putih"
bibir si nenek bergumam
"betapa ganasnya racun itu"
perlahan-lahan tubuh Mayang bergerak si nenek pun. terus memandanginya
tak lama kemudian terdengar suara rintihan
si nenek mendekatkan mulutnya di telinga Mayang
"apakah kau sudah sadar Nini?"
"Mayang hanya bisa merintih dan terus merintih, air matanya terus mengalir
rupanya ingatan Mayang sudah pulih kembali"
tangan Mayang bergerak hendak meraba wajahnya namun si nenek menahan tangan Mayang dan berkata "jangan banyak bergerak dulu tenaga mu belum pulih, Nini masih lemah beristirahat lah dulu aku akan menyiapkan bubur untukmu"
"sebelum pergi si nenek melilitkan kain pada tangan dan tubuh Mayang itu dilakukan agar Mayang tidak bergerak"
"hari sudah menjelang siang Mayang merasakan tubuhnya mulai pulih
pelan-pelan Mayang bangkit si nenek menghampirinya dan membantu Mayang duduk"
"makan lah dulu Nini aku suapin, Nini harus makan banyak agar tenaga mu cepat pulih"
si nenek tersenyum lembut sambil menyodorkan sendok ke mulut Mayang
"Mayang ingin sekali meraba wajahnya dia merasakan ada sesuatu yang aneh pada wajahnya tapi sayang tangannya masih terlilit kain"
"suasana di dalam goa begitu hening hari sudah sore, si nenek meraih pundak Mayang membantunya untuk berdiri di papahnya Mayang keluar goa menuju Sendang kecil di tepi hutan gurang-rang airnya nampak- sangat
jernih sehingga dapat digunakan untuk bercermin"
"si nenek membungkukkan tubuh Mayang
jeritan histeris keluar dari mulut Mayang setelah mendapati wajahnya yang rusak
Mayang terus meronta dan terus menjerit
air matanya bercucuran"
"si nenek berusaha menenangkan Mayang
dia tau bagaimana hancurnya hati Mayang
kala itu Mayang menangis tersedu-sedu di dalam pelukan si nenek"
"tenanglah Nini aku tau apa yang kau rasakan tapi Nini harus kuat tenanglah dulu
sekarang ceritakan padaku, siapa sebenarnya Nini?, dari mana asal nini?, dan mengapa sampai terjadi seperti ini?, lalu siapa orang-orang yang hendak membunuh Nini?"
"Mayang pun mulai tenang dia mengerutkan kening untuk mengingat kembali peristiwa yang menimpanya"
dengan suara yang tidak jelas
"Mayang mulai menceritakan kisahnya dari awal hubungannya dengan seorang pemuda
hingga sampai saat itu"
si nenek "perasaannya terbawa oleh cerita Mayang. kesal, marah, sakit hati, menjadi satu"
__ADS_1
suaranya bergetar "kau harus bangkit Nini balaskan dendamu, balaskan sakit hatimu
habisi semua biadab-biadab itu"
suara si nenek ketus dan penuh kemarahan
"apa yang harus aku lakukan nenek?"
jawab Mayang perlahan dalam suara tidak jelas
air mata terus mengalir
si nenek bangkit berdiri
"hapus air matamu nini, yang harus kau lakukan saat ini bukan menangis atau meratapi nasibmu, tapi kau harus merubah takdir lawan takdir mu jadikan dirimu wanita yang tangguh di muka bumi, bangun dirimu dengan ilmu kesaktian bertingkat tinggi,
aku akan jadikan dirimu murid pilihanku
akan ku jadikan kau manusia paling sakti di muka bumi, tidak seorang pun yang akan menandingi kesaktian mu aku janjikan itu"
mata Mayang bersinar penuh semangat
diapun berdiri dari duduknya lalu merangkul tubuh si nenek kedua wanita itu berpelukan,
keduanya duduk kembali di atas batu
"maaf nenek kalau boleh aku tau siapa nenek yang baik hati ini?, mengapa nenek menyelamatkan ku?, lalu tempat apa ini?, maaf kalau pertanyaan ku lancang"
"he he he" si nenek tertawa mendengar pertanyaan Mayang
"namaku Dewi andum, orang-orang memanggilku biyung ratu embok
aku penguasa di lembah ini, lembah ini bernama lembah gurang-rang"
"dengar Mayang" si nenek mulai menyebut akrab nama Mayang
"mulai hari ini tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi rintihan, yang ada di dalam hatimu hanyalah dendam"
kebanyakan orang menyebut lembah itu dengan sebutan "lembah neraka" karena terkenal angker nya tidak ada satu orang pun yang berani memasuki atau berburu di lembah gurang-rang
"kemajuan Mayang berkembang pesat
tingkatkan demi tingkatkan, dari mulai Kanuragan, kesaktian, kadigjayaan, di pelajarinya dengan tekun"
"biung ratu embok merasa sangat puas
melihat perkembangan pada murid tunggalnya"
"pada suatu hari biung ratu embok dan Mayang baru selesai latihan mereka berdua duduk di tepi jurang beralaskan daun-daun kering"
sambil mengelus-elus rambut Mayang
biung ratu berita
"kemajuan mu sangat pesat Mayang dan aku sangat bangga sudah waktunya aku berikan ajian pamungkas ku"
Mayang menatap biung ratu dengan rasa bahagia dan juga haru "ternyata masih ada orang yang menyayangi diriku seperti ini
yang sejak kecil aku tidak pernah merasakannya" gumam Mayang
"guru beribu-ribu terimakasih saya ucapakan saya tidak tahu bagaimana membalas Budi baikmu selama ini saya tidak pernah merasakan kasih sayang serta perhatian dari sosok seorang ibu" air mata Mayang menetes
tetapi kali ini tangisan Mayang tangis bahagia
biung ratu tersenyum
"Mayang" sambil mengangkat dagunya
"jangan menangis wahai anakku biyung tidak membutuhkan balasan apapun, yang terpenting bagi biyung engkau sekarang bukan Mayang yang dulu, yang bisa di tindas semena-mena"
__ADS_1
biyung ratu mengusap air mata Mayang lalu mencium kening nya
tangan biyung ratu embok merogoh sesuatu dari balik jubahnya dan ternyata sebuah kitab
"ini kitab, kitab aji Pamungkas
MANTRA HITAM PEMIKAT
kitab ini pernah menggegerkan jagat persilatan
jawara-jawara dari berbagai pelosok dan berbagai golongan menginginkan kitab ini
sampai saat ini pun kitab ini masih di buru oleh mereka"
biyung ratu embok berkata "sudah saatnya kitab ini aku wariskan kepadamu untuk engkau pelajari isinya"
biyung ratu memberikan kitab itu
yang sudah nampak usang sepertinya kitab itu berusia ribuan tahun
"Dengan tangan gemetar Mayang menerima kitab itu"
biyung ratu embok menjelaskan
"tingkat-tingkat kesaktian yang terdapat pada Kitab pusaka mantra hitam pemikat "
di dalam kitab itu terdapat lima tahap kesaktian
MANTRA HITAM PEMIKAT
KABUT TELAGA HITAM
GELOMBANG TELAGA HITAM
PUSARAN ANGIN TELAGA HITAM
SERUNAI IBLIS
"selain kitab masih ada pedang pusaka yang ku simpan pedang itu akan aku wariskan
kepadamu Mayang, hanya saja pedang itu tidak ada di tanganku saat ini, jika hiyang Widhi menghendaki kau pasti sanggup menaklukkan nya sehingga kau dapat memiliki seutuhnya pedang itu"
"pedang pusaka itu mempunyai nama
pedang pemburu iblis, pedang itu berada di suatu tempat yang tidak pernah terjamah oleh manusia tempat itu bernama lembah perawn"
__ADS_1
BERSAMBUNG