MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 6 BANGKITNYA MAYANG SURI


__ADS_3

"nun hiyang Widhi terimakasih kau berikan pertolongan pada gadis ini"


"tangan si nenek pun meraba tubuh Mayang


yang sudah mulai hangat rupanya aliran darahnya sudah normal kembali


dengan lembut si nenek membuka mata Mayang dan melihat bola mata Mayang sudah nampak putih"


bibir si nenek bergumam


"betapa ganasnya racun itu"


perlahan-lahan tubuh Mayang bergerak si nenek pun. terus memandanginya


tak lama kemudian terdengar suara rintihan


si nenek mendekatkan mulutnya di telinga Mayang


"apakah kau sudah sadar Nini?"


"Mayang hanya bisa merintih dan terus merintih, air matanya terus mengalir


rupanya ingatan Mayang sudah pulih kembali"


tangan Mayang bergerak hendak meraba wajahnya namun si nenek menahan tangan Mayang dan berkata "jangan banyak bergerak dulu tenaga mu belum pulih, Nini masih lemah beristirahat lah dulu aku akan menyiapkan bubur untukmu"


"sebelum pergi si nenek melilitkan kain pada tangan dan tubuh Mayang itu dilakukan agar Mayang tidak bergerak"


"hari sudah menjelang siang Mayang merasakan tubuhnya mulai pulih


pelan-pelan Mayang bangkit si nenek menghampirinya dan membantu Mayang duduk"


"makan lah dulu Nini aku suapin, Nini harus makan banyak agar tenaga mu cepat pulih"


si nenek tersenyum lembut sambil menyodorkan sendok ke mulut Mayang


"Mayang ingin sekali meraba wajahnya dia merasakan ada sesuatu yang aneh pada wajahnya tapi sayang tangannya masih terlilit kain"


"suasana di dalam goa begitu hening hari sudah sore, si nenek meraih pundak Mayang membantunya untuk berdiri di papahnya Mayang keluar goa menuju Sendang kecil di tepi hutan gurang-rang airnya nampak- sangat


jernih sehingga dapat digunakan untuk bercermin"


"si nenek membungkukkan tubuh Mayang


jeritan histeris keluar dari mulut Mayang setelah mendapati wajahnya yang rusak


Mayang terus meronta dan terus menjerit


air matanya bercucuran"


"si nenek berusaha menenangkan Mayang


dia tau bagaimana hancurnya hati Mayang


kala itu Mayang menangis tersedu-sedu di dalam pelukan si nenek"


"tenanglah Nini aku tau apa yang kau rasakan tapi Nini harus kuat tenanglah dulu


sekarang ceritakan padaku, siapa sebenarnya Nini?, dari mana asal nini?, dan mengapa sampai terjadi seperti ini?, lalu siapa orang-orang yang hendak membunuh Nini?"


"Mayang pun mulai tenang dia mengerutkan kening untuk mengingat kembali peristiwa yang menimpanya"


dengan suara yang tidak jelas


"Mayang mulai menceritakan kisahnya dari awal hubungannya dengan seorang pemuda


hingga sampai saat itu"


si nenek "perasaannya terbawa oleh cerita Mayang. kesal, marah, sakit hati, menjadi satu"

__ADS_1


suaranya bergetar "kau harus bangkit Nini balaskan dendamu, balaskan sakit hatimu


habisi semua biadab-biadab itu"


suara si nenek ketus dan penuh kemarahan


"apa yang harus aku lakukan nenek?"


jawab Mayang perlahan dalam suara tidak jelas


air mata terus mengalir


si nenek bangkit berdiri


"hapus air matamu nini, yang harus kau lakukan saat ini bukan menangis atau meratapi nasibmu, tapi kau harus merubah takdir lawan takdir mu jadikan dirimu wanita yang tangguh di muka bumi, bangun dirimu dengan ilmu kesaktian bertingkat tinggi,


aku akan jadikan dirimu murid pilihanku


akan ku jadikan kau manusia paling sakti di muka bumi, tidak seorang pun yang akan menandingi kesaktian mu aku janjikan itu"


mata Mayang bersinar penuh semangat


diapun berdiri dari duduknya lalu merangkul tubuh si nenek kedua wanita itu berpelukan,


keduanya duduk kembali di atas batu


"maaf nenek kalau boleh aku tau siapa nenek yang baik hati ini?, mengapa nenek menyelamatkan ku?, lalu tempat apa ini?, maaf kalau pertanyaan ku lancang"


"he he he" si nenek tertawa mendengar pertanyaan Mayang


"namaku Dewi andum, orang-orang memanggilku biyung ratu embok


aku penguasa di lembah ini, lembah ini bernama lembah gurang-rang"


"dengar Mayang" si nenek mulai menyebut akrab nama Mayang


"mulai hari ini tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi rintihan, yang ada di dalam hatimu hanyalah dendam"


kebanyakan orang menyebut lembah itu dengan sebutan "lembah neraka" karena terkenal angker nya tidak ada satu orang pun yang berani memasuki atau berburu di lembah gurang-rang


"kemajuan Mayang berkembang pesat


tingkatkan demi tingkatkan, dari mulai Kanuragan, kesaktian, kadigjayaan, di pelajarinya dengan tekun"


"biung ratu embok merasa sangat puas


melihat perkembangan pada murid tunggalnya"


"pada suatu hari biung ratu embok dan Mayang baru selesai latihan mereka berdua duduk di tepi jurang beralaskan daun-daun kering"


sambil mengelus-elus rambut Mayang


biung ratu berita


"kemajuan mu sangat pesat Mayang dan aku sangat bangga sudah waktunya aku berikan ajian pamungkas ku"


Mayang menatap biung ratu dengan rasa bahagia dan juga haru "ternyata masih ada orang yang menyayangi diriku seperti ini


yang sejak kecil aku tidak pernah merasakannya" gumam Mayang


"guru beribu-ribu terimakasih saya ucapakan saya tidak tahu bagaimana membalas Budi baikmu selama ini saya tidak pernah merasakan kasih sayang serta perhatian dari sosok seorang ibu" air mata Mayang menetes


tetapi kali ini tangisan Mayang tangis bahagia


biung ratu tersenyum


"Mayang" sambil mengangkat dagunya


"jangan menangis wahai anakku biyung tidak membutuhkan balasan apapun, yang terpenting bagi biyung engkau sekarang bukan Mayang yang dulu, yang bisa di tindas semena-mena"

__ADS_1


biyung ratu mengusap air mata Mayang lalu mencium kening nya


tangan biyung ratu embok merogoh sesuatu dari balik jubahnya dan ternyata sebuah kitab


"ini kitab, kitab aji Pamungkas


MANTRA HITAM PEMIKAT


kitab ini pernah menggegerkan jagat persilatan


jawara-jawara dari berbagai pelosok dan berbagai golongan menginginkan kitab ini


sampai saat ini pun kitab ini masih di buru oleh mereka"


biyung ratu embok berkata "sudah saatnya kitab ini aku wariskan kepadamu untuk engkau pelajari isinya"


biyung ratu memberikan kitab itu


yang sudah nampak usang sepertinya kitab itu berusia ribuan tahun


"Dengan tangan gemetar Mayang menerima kitab itu"


biyung ratu embok menjelaskan


"tingkat-tingkat kesaktian yang terdapat pada Kitab pusaka mantra hitam pemikat "


di dalam kitab itu terdapat lima tahap kesaktian




MANTRA HITAM PEMIKAT




KABUT TELAGA HITAM




GELOMBANG TELAGA HITAM




PUSARAN ANGIN TELAGA HITAM




SERUNAI IBLIS




"selain kitab masih ada pedang pusaka yang ku simpan pedang itu akan aku wariskan


kepadamu Mayang, hanya saja pedang itu tidak ada di tanganku saat ini, jika hiyang Widhi menghendaki kau pasti sanggup menaklukkan nya sehingga kau dapat memiliki seutuhnya pedang itu"


"pedang pusaka itu mempunyai nama


pedang pemburu iblis, pedang itu berada di suatu tempat yang tidak pernah terjamah oleh manusia tempat itu bernama lembah perawn"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2