MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 51 PERTEMUAN DENGAN DEWI KILAT KEMATIAN


__ADS_3

Tetapi Wisnu Abi Rawa sebagai perwakilan dari adik² seperguruannya menolaknya secara halus dengan alasan masih banyak tugas dari gurunya yang harus segera di selesaikan


"baiklah Raden jika itu yang Raden inginkan beribu-ribu terimakasih yang Paman ucapakan karena Raden dan adik-adik Raden telah menyelamatkan nyawa Paman dan kerajaan ini namun jika Raden tidak keberatan Paman ingin minta bantuan. tolong carikan putra-putra dan putri Paman katakan pada mereka segeralah kembali ke istana"


Wisnu abirawa memenuhi permintaan prabu wira Nanta dan akan segera mencari putra-putra dan putri nya setelah itu mereka pamit mohon diri, di luar gerbang istana sebelum meninggalkan istana Cipamanahan Wisnu Abi Rawa bertanya pada adik-adiknya


"sekarang bagaimana rencana kalian apa kalian ikut denganku ke Gunung singgaru untuk melapor pada Resi guru?"


"sepertinya tidak kakang aku masih punya urusan lain. tolong sampaikan salamku pada Resi guru "


"baiklah adik Segoro selamat jalan dan hati-hati"


"aku dan kakang Singgih akan mencari putra-putra dan putri Prabu Wira Nanta saja kakang" jawab Panji gara mewakili Singgih narapati


"baiklah Panji dan jika terjadi sesuatu pada kalian segera beri tahukan aku. lalu bagaimana dengan kau adik Giri dan kau Sena?"


"mungkin untuk sementara waktu aku kembali ke teluk penyu dulu kakang. untuk menentukan rencana ku selanjutnya" jawab Sidra giri


"kalo aku akan melanjutkan perjalanan sambil mencari pengalaman. aku akan mencari orang-orang kawan-kawan Gagak Lanang dan Jara Tirta. kakang terimakasih banyak kalian telah sudi membawaku hingga aku dapat membalaskan dendam sekali lagi terimakasih" Darma Sena mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanan nya sendirian


"lalu kau adik Sura apa rencana mu selanjutnya?"


"entahlah kakang Wisnu untuk saat ini aku belum punya rencana apa-apa dan aku juga belum punya tujuan yang pasti tetapi biarlah seperti halnya Darma Sena aku ingin mencari pengalaman lebih banyak di luar sana "


"baiklah adik-adikku jika itu keputusan yang kalian ambil pergilah selalu hati-hati dan jaga kewaspadaan"

__ADS_1


setelah saling berpamitan dan berjabat tangan mereka pun pergi meninggalkan tempat itu. tinggal Wisnu Abi Rawa dan Sidra giri


"adik Giri apa kau yakin ingin kembali ke teluk penyu?"


"lalu menurut kakang apa yang terbaik yang harus aku lakukan? apakah aku harus menyusul Mayang suri? bagaimana menurut kakang"


"jangan dulu adik Giri ini belum saat yang tepat, tetapi menurutku ada baiknya kita bersama-sama menemui Resi guru. aku yakin Resi guru lah yang akan menjelaskan mengenai Mayang suri hingga menjadi murid Biung Ratu dan juga Resi guru karna baik kau ataupun diriku masih belum mengetahui dengan jelas apa yang pernah dialami Mayang suri sebelum jatuh ke tangan Biung Ratu. bukankah itu yang ingin kau ketahui adik Giri?"


"kau benar kakang mungkin memang ada baiknya jika aku menemanimu ke Gunung singgaru semoga saja aku mendapat jawaban mengenai Mayang suri. kalau begitu kita tunggu apalagi kakang sebaiknya kita segera berangkat"


setelah mengambil keputusan yang tepat Wisnu Abi Rawa dan Sidra giri pun segera meninggalkan kerajaan Cipamanahan untuk menuju ke puncak Gunung Singgaru


pendekar pedang Dewa Naga hitam yang sebenarnya tidak memiliki tujuan yang pasti karena apa yang di carinya tidak diketahui dimana keberadaannya. pendekar pedang Dewa Naga hitam hanya mengikuti ke arah mana langkah kakinya berjalan


sebersit kekecewaan terlintas dalam benaknya. apalagi yang harus dia pertahankan sejujurnya jauh di dalam lubuk hatinya sangat merindukan laki-laki yang dicintainya selama ini selalu berada di sisinya namun bayangan akan masalalu selalu menutup hatinya untuk mengakui perasaan yang sesungguhnya


pertemuannya untuk yang ketiga kalinya dengan Sidra giri membuat amarah pendekar pedang Dewa Naga hitam semakin meluap hatinya bergumam penuh kemarahan


"dimana bajingan terkutuk itu sekarang berada? jika aku dapat menemukannya aku bersumpah tidak akan pernah mengampuninya lagi. akan ku cari meski ke ujung dunia sekalipun aku akan terus memburunya" umpatan pendekar pedang Dewa Naga hitam di hentikan oleh suara teriakan yang menghentikan langkahnya


"hentikan langkahmu pendekar ada yang ingin ku tanyakan padamu"


pendekar pedang Dewa Naga hitam menghentikan langkahnya matanya menatap wajah wanita cantik yang berada di hadapannya itu dan berusaha mengingat-ingat


"rasa-rasanya aku pernah bisa dengan wanita itu"

__ADS_1


seperti dapat menangkap apa yang di pikirkan oleh pendekar pedang Dewa Naga hitam maka wanita itupun segera menyapanya


"apa kabar pendekar rupanya kau sudah lupa padaku. sebelumnya kita pernah bertemu beberapa bulan yang lalu di gunung hantu"


"oh..ya benar sekali aku memang hampir lupa. Untung pendekar mengingatkan nya dan jika aku tidak salah bukankah kau pendekar Dewi kilat kematian?"


pendekar pedang Dewa Naga hitam atau Mayang suri dengan cepat kembali mengingatnya


"kalau boleh aku tau mengapa Dewi kilat menghadang ku? ataukah secara kebetulan saja Dewi kilat kematian melihat ku?" tanya pendekar pedang Dewa Naga hitam penuh selidik namun tetap waspada


"aku hanya kebetulan melihatmu pendekar dan sebagai sesama pendekar pengembara tidak ada salahnya jika aku menyapa mu apalagi kita pernah saling bertemu sebelumnya"


"terimakasih pendekar Dewi kilat kematian untuk kebaikan mu. namun tadi sempat ku dengar ada yang ingin kau tanyakan padaku mengenai perihal apa?" tanya Mayang suri masih tetap waspada


"aku kagum atas kewaspadaan mu pendekar pantas julukan mu begitu harum. tetapi tidak sopan rasanya jika kita saling berdiri dan saling mencurigai seperti ini. ada baiknya kita cari tempat yang nyaman untuk mengobrol"


pendekar pedang Dewa Naga hitam mengangguk lalu mengikuti langkah Dewi kilat kematian. ternyata pendekar wanita yang berparas cantik itu yang mengenakan pakaian serba merah yang menghadang langkah Mayang suri itu Dewi kilat kematian. pendekar yang pernah di kalahkan nya beberapa bulan yang lalu di gunung hantu


setelah menemukan tempat yang terasa cukup aman kedua pendekar wanita itu duduk saling berhadapan


"maafkan aku pendekar karena aku telah mengganggu perjalanan mu. jika aku boleh tau hendak kemana tujuan pendekar sebenarnya?"


Dewi kilat kematian membuka pembicaraan


"aku memang tidak punya tujuan pasti tetapi aku sedang mencari seseorang. tolong segera katakan padaku apa yang ingin kau tanyakan?" jawaban pendekar pedang Dewa Naga hitam langsung pada pokok permasalahan menurutnya tidak penting juga mengatakan tujuannya yang sebenarnya pada orang yang belum lama ini di kenalnya

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2