
"Ha..ha..ha..ha..hah kalian lihat aku akulah penguasa dunia akulah raja kekayaan. siapa yang dapat memungkirinya? apa yang ku inginkan selalu aku dapatkan. dan kalian selama kalian setia padaku maka selama itu kalian akan terus menikmati kekayaan ku. wanita cantik. makanan serba enak. minuman yang mahal harganya. bisa dengan mudah kalian dapatkan
Ha..ha..ha..hah" juragan Kosim yang ternyata adalah Demang karja menepuk-nepuk dadanya dengan penuh kesombongan disambut pula oleh suara tawa begundal-begundal nya hingga suasana di dalam terdengar ramai
salah satu dari begundalnya bertanya
"maaf juragan apa rencana juragan untuk esok? apakah juragan sudah punya sasaran untuk kami rampok?"
"ha..ha..ha..hah dasar bodoh. tentu saja bukan juragan jika tidak punya sasaran yang tepat. tapi kita tunggu dulu aku telah menyuruh si Bondan untuk melihat kesana
sekuat apa penjagaan di kampung itu
tetapi menurut yang kudengar selain penduduknya memiliki harta kekayaan hasil panen yang selalu melimpah. gadis-gadis nya pun cantik-cantik. sepertinya si Bondan akan kembali malam ini dan lusa malam kita akan menyatroni kampung itu dan aku sendiri akan turun tangan karna yang ku dengar kampung itu di lindungi oleh seorang pendekar muda sakti mandraguna aku tidak tau pasti dari perguruan mana pendekar itu. tapi menurut informasi pendekar itu bernama Naga Sura"
di tengah gelak tawa mereka yang berbau kesombongan ketamakan dan keserakahan juragan Kosim dan para begundalnya seorang penjaga gerbang masuk dengan wajah pucat pasi memberitahukan juragan Kosim
"ampun juragan di luar ada seorang pendekar perempuan mencari juragan"
"bodoh mengapa tidak kalian hadang dia?
kalian ku beri makan dan ku beri gaji. hanya menghadapi seorang perempuan saja kalian tidak becus. lalu apa kerja kalian jika mengatasi hal sepele saja aku harus turun tangan"
"ampun juragan ampun. pendekar itu sangat sakti bahkan beberapa teman saya sudah mati terbunuh oleh nya"
__ADS_1
"bangsat kurang ajar siapa yang berani menyatroni tempat ku? juragan Kosim manusia paling sakti di muka bumi"
dengan wajah yang merah padam juragan Kosim menepuk dadanya dengan penuh ke angkuhan
tiba-tiba suara lantang menerobos masuk ke dalam ruangan
"manusia terkutuk. tua bangka. tidak tau diri. sebagian tubuhmu sudah ku buat cacat masih saja tinggi hati. masih ingat padaku karja? aku datang sebagai penjemput ajal mu hari ini tidak akan ku biarkan dirimu lolos dari kematian. dan harus kau tau anjing-anjing peliharaan mu telah ku bantai semua. katakan permintaan terakhirmu karja?"
sepertinya juragan Kosim yang sebenarnya juragan karja telah dapat mengetahui siapa pendekar yang berdiri di hadapannya itu
"selamat datang manis di istana ku. apa kabarmu. dan jika kau ingin tau permintaan terakhirku dengarlah baik-baik. malam ini aku ingin kau menjadi ratu ku. dan jika keinginan ku kau penuhi mati pun aku tidak akan sia-sia"
"tentu akan ku turuti permintaan mu pedang ku akan mengantarmu ke neraka. dan agar kalian tidak mati penasaran kali ini aku ijinkan kalian untuk melihat wajahku" pendekar pedang Dewa Naga hitam serta merta membuka caping dan cadar hitam nya dan tentunya semua mata yang berada di ruangan itu terbelalak tidak berkedip. terpana. terpesona. terpaku. terpukau. menyaksikan pemandangan sebegitu rupa. siapa menyangka kalau wajah yang selama ini tersembunyi ternyata sedemikian rupa.
namun suara seseorang yang datang dari arah belakang telah menahannya
"tunggu pendekar dia milik ku dan hanya aku yang berhak mengambil nyawa nya"
Wadon Segoro menatap wajah pria setengah baya yang baru saja memasuki ruangan "rasanya wajah itu tidak asing"
belum lagi sempat bertanya menyusul suara yang lain yang tidak asing di telinga pendekar pedang Dewa Naga hitam
"tunggu dulu Rama biarkan aku yang membuat perhitungan dengan manusia terkutuk itu. maafkan aku Mayang aku tidak bermaksud melarang mu untuk balas dendam hanya saja aku tidak ingin kau mengotori tangan mu dengan darah manusia bejat itu. biarkan aku sendiri yang melakukannya aku akan menyeretnya ke alun-alun istana nareh dan aku akan memenggal kepalanya di tempat dimana dulu ayahku di hukum gantung karna kesalahan yang tidak di lakukan nya"
__ADS_1
melihat kedatangan pendekar pemburu nyawa tidak terasa mata Danda sokana berkaca-kaca bibirnya bergetar menyebut namanya "Giri putra ku ternyata kau masih hidup"
sementara pendekar pedang Dewa Naga hitam menyaksikan hal itu hanya mampu menelan ludah yang terasa pahit di kerongkongan nya. lagi-lagi pertemuan yang tidak di inginkan
sedangkan Demang karja melihat kedatangan orang-orang yang lima belas tahun yang lalu telah di hancurkan serta di renggut kebahagiaan nya menjadi gugup hatinya di landa ketakutan namun dia berusaha menutupi perasaan itu dengan berteriak pada anak buahnya
"kalian jangan hanya diam saja bodoh cepat panggilkan jalak sutra. panggil jalak sutra" perintah Demang karja atau juragan Kosim berulang-ulang
pendekar pemburu nyawa menyeringai seraya menjawab
"kau membutuhkan bantuan jalak sutra karja? dan inilah jalak sutra mu" pendekar pemburu nyawa melemparkan sesuatu yang terbungkus kain serta penuh percak darah tepat ke pangkuan Demang karja
tubuh laki-laki beringas itu tiba-tiba menggigil tangannya bergetar membuka ikatan kain. wajahnya pucat tidak uabahnya sesosok mayat saat melihat isi bungkusan kain itu yang ternyata kepala jalak sutra
pendekar pemburu nyawa menoleh pada Rama nya itu "Rama syukurlah ternyata Rama masih hidup aku bahagia sekali bisa melihat mu lagi Rama"
menyaksikan ayah dan anak saling melepas rindu wata Wadon Segoro menatap tajam menusuk penuh dendam amarah. entah apa yang merasuki pikiran gadis itu sehingga dia berpikir laki-laki tua itu punya andil akan kehancuran dirinya Namaun dia tidak bisa berbuat apa-apa karna terhalang oleh perasaan cinta yang sangat besar terhadap putranya. dadanya terasa berat napasnya terasa sesak kedua matanya pun terasa panas bagaikan di rasuki iblis Nirwana Wadon Segoro mengayunkan pedangnya membantai anak buah Demang karja dengan membabi buta
di tengah-tengah emosinya yang sudah tidak terkendali suara lembut namun terdengar tegas berusaha menghentikan meski terlambat
"hentikan adik Segoro sudah cukup hentikan". Wisnu Abi Rawa sang pendekar Samber nyawa baru saja tiba di tempat itu
BERSAMBUNG
__ADS_1