MANTRA HITAM PEMIKAT

MANTRA HITAM PEMIKAT
CH 30 KECANTIKAN MAYANG SURI


__ADS_3

Lara Kemuning pun bangkit berdiri seraya bicara pada Biyung Ratu embok


"kakang saya benar Nyai Ratu jadi ijinkan saya untuk membantu Nyai Ratu"


Biyung Ratu embok terkekeh melihat tingkah laku mereka


"Pangeran dan juga Putri Lara jangan sungkan terhadapku, setelah kepergian Mayang suri aku terbiasa mengerjakan segala sesuatu sendirian dan satu hal lagi jangan memanggilku dengan sebutan Nyai Ratu, tidak pantas rasanya seorang Ratu tinggal di dalam goa panggil saja aku dengan sebutan Biyung Ratu embok terasa lebih nyaman di dengarnya" Biyung Ratu meninggalkan ruangan


Pangeran Wira Geni memberi isyarat pada adiknya untuk mengikuti langkah tuan rumah


setelah selesai makan siang serta merapihkan kembali alas makan


Biyung Ratu embok memerintahkan tamunya untuk beristirahat sementara beliau melakukan semedi kilat untuk memanggil muridnya agar segera kembali ke goa gurang-rang


gegernya jagat persilatan mengenai pendekar pedang Naga hitam hal itu sama sekali tidak di sadari oleh Mayang suri


munculnya jago-jago bayaran untuk memburunya itu di anggapnya hanya kebetulan saja bahkan dia tidak mengetahui kalau kedua pedang pusaka


Naga Hitam dan Pemburu iblis konon menurut cerita siapapun yang memilikinya akan menjadi penguasa jagat persilatan


senja itu pendekar Naga hitam tengah berada di bukit bebatuan kakinya terasa pegal karena terus berjalan bahkan tidak luput terjadi pertarungan yang tidak di inginkan kebanyakan dengan orang-orang yang tidak di kenal nya samasekali


mungkin begitulah yang disebut dunia persilatan tidak semulus yang dipikirkan


"entah sudah berapa kali aku bertarung dengan jago-jago pilih tanding jika saja aku tahu akan seperti ini jadinya mungkin lebih baik aku mendampingi guru saja di goa gurang-rang atau di Gunung Singgaru mengabdikan hidupku pada mereka"


pendekar Naga Hitam yang lebih di kenal dengan panggilan Mayang suri mengeluh seperti menyesali kenyataan yang kini di hadapinya


"sebentar lagi malam aku tidak tahu harus bermalam dimana malam ini, tidak mungkin rasanya kalau aku harus bermalam di tempat ini daerah ini terlalu riskan apalagi malam hari pastinya perampok-perampok akan berkeliaran"


di tengah dia memikirkan untuk langkah selanjutnya tiba-tiba telinganya berdengung secepat kilat pendekar Naga hitam merubah posisi duduknya kedua tangannya dilipat di dada matanya terpejam memusatkan pikiran, terdengar jelas suara panggilan yang menggunakan Aji Bayu telepati

__ADS_1


"Mayang suri dengarkan aku segeralah kembali ke goa gurang-rang malam ini juga kau telah di tunggu oleh empat pendekar berdarah biru, tunda dulu perjalanan mu segeralah kembali ke goa aku menunggumu" seiring lenyapnya angin lenyap pula suara panggilan itu


pendekar Naga hitam membuka matanya


"rupanya Pangeran-Pangeran itu telah berada di goa gurang-rang aku harus segera kembali ke sana untuk memenuhi janjiku pada mereka" pendekar Naga hitam pun bangkit dengan melompati bebatuan


bayangannya pun menghilang di telan gelap malam yang mulai merambat


menjelang pagi saat Pajar menyingsing


pendekar Naga hitam pun tiba di goa gurang-rang rupanya semalaman dia menempuh perjalanan, wajahnya yang tertutup cadar hitam nampak kusut pakaian nya pun terlihat lusuh dengan langkah gontai gadis itu memasuki mulut goa di burunya salah satu ruangan tidur gurunya


nampak Biyung Ratu embok sudah terbangun terduduk di atas batu besar dan juga rata sebagai ranjang tidurnya


wajahnya nampak riang hatinya sangat gembira melihat kemunculan muridnya yang selama ini di rindukan nya


pekiknya tertahan menyambut kedatangan muridnya "Dewata Agung terimakasih engkau telah melindungi muridku hingga pagi ini dia kembali ke pelukan ku dalam keadaaan selamat"


"bagaimana kabarmu muridku apa kau baik-baik saja? apa yang terjadi pada mu selama perjalanan tentunya terasa menyenangkan" Biyung Ratu embok berseloroh menggoda muridnya


setelah melepaskan pelukannya dia pun menghempaskan tubuhnya ke ranjang batu


gurunya " Hem hem aku sudah mengatakan padamu begitulah resiko menjadi seorang pendekar tapi aku yakin kau selalu dapat menyelesaikan nya bukan?"


tidak lagi terdengar Jawaban dari bibir muridnya yang terdengar hanyalah dengkuran halus, rupanya sang pendekar telah tertidur pulas


Biyung Ratu embok hanya menggeleng-gelengkan kepala saja


"kasihan sekali kau Mayang tetapi kau tidak bisa menolaknya karena itulah takdirmu sekarang beristirahatlah aku akan siapkan makanan kesukaanmu" Biyung Ratu embok meninggalkan ruangan tidur nya dan Mayang suri yang tertidur karena kelelahan


di ruangan dapur terlihat empat pendekar berdarah biru sedang duduk di atas lempengan batu rupanya mereka pun sudah terbangun Biyung Ratu menyodorkan teh hangat untuk mereka

__ADS_1


"rupanya kalian sudah terbangun pangeran padahal hari masih terlalu pagi jangan terburu-buru kalian minum teh saja dulu


muridku baru saja tiba pagi ini tapi sekarang dia sedang tertidur nanti siang baru aku akan bangunkan kalian tunggu saja dulu"


"terimakasih Biyung Ratu tidak apa-apa biar saja Nini Mayang beristirahat dulu kami akan sabar menunggu" Pangeran Wira Geni menjawab dengan sopan


"maaf Biyung Ratu ijinkan saya untuk keluar goa sekedar ingin melihat-lihat sekitar sini"


Pangeran Wira Pati, Wira Jagat dan Lara Kemuning memohon ijin untuk sebentar keluar goa Biyung Ratu embok mengangguk mengijinkan


hari menjelang siang saat pangeran Wira Geni tengah duduk merenung terdengar suara seseorang memanggil-manggil Biyung Ratu embok suaranya terdengar sangat merdu hati Pangeran Wira Geni berdebar kencang detak jantungnya tidak beraturan saat melihat sesosok wajah yang menebarkan pesona keindahan terlihat dengan jelas tanpa sehelai cadar ataupun kain penutup lainnya matanya hingga tidak berkedip hatinya berbisik


"luar biasa inikah wajah di balik cadar hitam itu sekarang aku mengerti mengapa wajah itu selalu di sembunyikan di balik cadar hitam karena jika tidak pesona wajah itu akan menimbulkan banyak malapetaka"


ke terpukauan Pangeran Wira Geni akan kecantikan Mayang suri telah membuat dirinya tidak menyadari kalau ke tiga adiknya telah kembali berada di dalam goa


ternyata bukan Pangeran Wira Geni saja yang merasa kagum tetapi Pangeran Wira Pati dan juga Pangeran Wira Jagat merasakan hal yang sama Teroana terpesona dan terkesima


(tentunya kalian para pembaca pun tau apa penyebab yang membuat mereka terpesona, itu semua karena MANTRA HITAM PEMIKAT😄😄)


Lara Kemuning sebagai seorang wanita dia dapat menangkap adanya gelagat yang kurang baik diapun segera berusaha untuk mengatasi kondisi itu dengan berteriak sengaja suaranya agak di keraskan Lara Kemuning berlari ke arah Mayang suri


"kakak pendekar apakah benar yang ku lihat ini kakak pendekar yang menyelamatkan ku dari pukulan maut Dewi kilat kematian?"


mata Lara Kemuning menatap takjub


jujur dalam hati diapun mengakui betapa sempurnanya kecantikan yang dimiliki Mayang suri atau pendekar Pedang Naga hitam


Mayang suri tersenyum ramah


"benar Putri, saya yang pernah bertemu Putri beberapa waktu yang lalu"

__ADS_1


obrolan mereka sedikit mencairkan suasana


BERSAMBUNG


__ADS_2