
"maafkan saya guru saya sudah tidak mendengarkan guru" jawab Mayang suri menyesal
"tidak apa-apa Mayang yang penting kau baik-baik saja" jawab Resi purba kesa
"guru sebaiknya guru makan dulu sejak pagi guru belum makan apa-apa" Mayang suri meraih kantung kain yang berisi bungkusan makanan lalu di berikan pada gurunya,
lalu menuangkan air minum kedalam sebuah gelas yang terbuat dari bambu dan meletakkan nya di atas batu di hadapan gurunya
"kau makan juga Mayang" gurunya menawarkan
"tidak guru saya masih belum lapar,
o ya guru maaf jika pertanyaan saya lancang, guru biyung ratu pernah bercerita kalau Resi guru tinggal bersama beberapa orang murid, tapi sudah seminggu saya disini saya tidak pernah melihat mereka. apakah mereka sedang pergi ke kota guru?" tanya Mayang suri penasaran
"oohhh rupanya biyung ratu menceritakan tentang murid-murid ku" Resi purba menjawab di sela makan nya
Mayang suri mengangguk
"tapi tidak seluruhnya guru biyung ratu menceritakan tentang murid-murid Resi guru"
"murid-murid ku tidak pergi ke kota tetapi sudah saatnya mereka turun gunung untuk mengamalkan ilmunya di luar sana, mereka pergi tiga hari sebelum dirimu tiba di puncak gunung singgaru, jika saja saat itu kau dan biyung ratu melalui jalan yang sama mungkin kalian akan bertemu di tengah perjalanan, tapi aku yakin suatu saat nanti takdir akan mempertemukan kalian di suatu tempat. seperti halnya dirimu mereka juga memiliki tujuan"
Resi purba kesa menjelaskan
"maaf guru kapan guru mulai melatih saya?" Mayang suri bertanya
__ADS_1
"apa kau sudah siap untuk berlatih ilmu dengan ku?" Resi purba balik bertanya
"sudah guru saya sudah sangat siap untuk menimba ilmu kesaktian dari Resi guru dan saya akan selalu mentaati aturan-aturan yang guru berikan" Mayang suri menjawab dengan penuh semangat
setelah selesai makan Resi purba kesa mengajak Mayang suri pulang karena masih ada pekerjaan lain di pondok.
hari pertama Mayang suri berlatih ilmu
dari Kanuragan tahap dasar. kadigjayaan.
penyempurnaan aji telepati dan juga ilmu meringankan tubuh hingga tingkat ilmu kesaktian paling tinggi
memang benar yang di katakan oleh biyung ratu embok Mayang suri bukan hanya pintar dia juga cepat tanggap gerakannya sangat tangkas dan gesit sehingga tidak sulit bagi Resi purba untuk menurunkan ilmu nya
dari hari ke hari perkembangan ilmu Mayang suri kian maju pesat, tidak teras waktu pun berlalu begitu cepat, tiga tahun sudah Mayang suri berguru ilmu di puncak gunung singgaru dengan bimbingan Resi purba kesa
"Mayang apa kau tau mengapa aku membawa mu ke tempat ini di malam ini?"
Resi purba membuka suara mengisi keheningan malam
Mayang suri mengangguk tentu guru saya tau malam ini malam penyempurnaan seluruh ilmu kesaktian saya yang Resi guru ajarkan dan juga untuk menyempurnakan ajian mantra hitam pemikat
"kau memang pintar muridku setelah murid-murid ku yang lain kaulah yang paling cerdas, pantas kalau biyung ratu sangat bangga pada dirimu" Resi purba kesa memuji muridnya yang satu itu
bukan hanya biyung ratu embok saja beliau pun merasa bangga pada Mayang suri
__ADS_1
gadis itu menundukkan kepalanya ada perasaan berat dalam hatinya karena dia tau entah besok atau lusa dia harus meninggalkan Resi guru dan juga gunung singgaru
Resi purba kesa dapat mengerti pikiran muridnya beliau pun berusaha menghibur nya "jangan bersedih muridku karena di setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan dan jangan lupa pada tujuanmu semula, untuk apa kau menimba ilmu di beberapa tempat? tunaikan dulu tugas mu dan aku pun telah menunaikan janji ku pada biyung ratu ingatlah itu Mayang" nada ucapan resi purba terdengar agak bergetar sulit di pungkiri sejujurnya beliau pun merasa berat berat hati untuk melepas kan Mayang suri secepat itu
namun apa hendak di kata seberat apapun hati sang Resi perpisahan harus tetap terjadi
"Mayang dulu sebelum biyung ratu meninggalkan dirimu beliau berpesan pada ku sebelum kau turun gunung kau harus pergi dulu ke suatu tempat untuk mengambil sebilah pedang pusaka bernama pedang pemburu iblis. sebenarnya pedang pusaka itu sepasang namun yang satu nya telah ku wariskan pada murid pertama ku pedagang itu bernama pedang pemburu nyawa. kini giliran mu untuk mewarisi pasangan nya tetapi kau harus mengambilnya di gunung hantu. pedang itu di jaga oleh tiga makhluk
yang pertama di mulut goa di jga oleh Buto ijo. yang kedua di tepi kawah di jaga oleh seekor naga api, dan yang ketiga di dalam kawah di jaga oleh seekor buaya hitam"
"tugasmu mengalahkan terlebih dulu ketiga penjaga itu karna jika tidak kau tidak akan pernah bisa mendapatkan pedang pusaka itu, satu hal yang harus kau ingat kau hanya boleh melumpuhkan nya dan jangan pernah membunuhnya sepelik apapun posisi mu"
Resi purba kesa memberi nasehat pada muridnya
"baik Resi guru nasehat mu akan selalu saya junjung tinggi, guru terimakasih banyak betapa besarnya jasa guru pada saya dan saya berjanji tidak akan pernah menyalahgunakan semua ilmu yang telah guru wariskan dan saya berjanji tidak akan pernah menyia-nyiakan kepercayaan Resi guru" wajah Mayang suri terlihat sedih nada ucapan nya pun terdengar lirih menandakan perasaan berat yang teramat sangat namun dia berusaha untuk menahan air matanya
Resi purba kesa menghela nafas
"oiya Mayang ada sesuatu yang ingin aku berikan, tunggu sebentar"
Resi purba lalu bangkit berdiri dan melangkah ke tepi tebing badannya membungkuk tangannya merogoh sesuatu yang tersimpan di bawah sebuah batu yang menjorok di bibir tebing setelah itu beliau kembali menghampiri muridnya
"kau lihat ini Mayang" Resi purba memperlihatkan sebuah guci berukuran kecil yang terbuat dari tanah liat guci itu tertutup rapat dengan menggunakan kayu gabus "di dalam guci ini terdapat penawar racun, selain diriku hanya satu orang yang memiliki penawar racun seperti ini kau harus menjaganya dengan baik jangan sampai benda ini jatuh ke tangan orang-orang yang berhati iblis, penawar racun ini bukan hanya penawar satu jenis racun saja tetapi mampu menawar dari berbagai jenis racun termasuk racun yang terdapat pada pedang pusaka pemburu iblis dan juga pedang pusaka pemburu nyawa, terimalah ini muridku penawar racun ini kini menjadi milikmu" Resi purba kesa guci kecil itu
"terimakasih guru apapun yang guru berikan pada saya bagi saya itu sebagian hidup guru dan saya bersumpah akan menjaga nya dengan mempertaruhkan jiwa dan raga saya dengan bersungguh-sungguh" Mayang suri bersumpah di hadapan gurunya
__ADS_1
BERSAMBUNG