
Sebenarnya Danda sokana ingin berlari tetapi sayang orang itu telah melihat dirinya
"tunggu Ki sanak sedang apa kau disini?"
Danda sokana membalikkan badan karna dia tidak punya pilihan. sepertinya salah satu prajurit itu masih sangat mengenali wajah panglima Danda sokana diapun mengacungkan telunjuknya
"tangkap dia. dia si penghianat itu yang kabur dari tiang gantungan. jangan biarkan dia lolos kepung penghianat itu. tangkap penghianat itu kita serahkan pada Gusti Prabu"
mendengar teriakan prajurit itu kawan-kawannya berloncatan mengepung Danda sokana.
tidak ada pilihan lagi mau tidak mau Danda sokana harus menghadapi mereka untuk mempertahankan nyawanya
disaat posisi bekas panglima nareh itu di pojokan kepada pilihan yang sulit sosok seseorang berkelebat masuk ke tengah-tengah kepungan para prajurit serta berdiri tepat di samping Danda sokana berusaha untuk meluruskan masalah yang dia sendiri tidak tau apa yang sebenarnya terjadi
"Paman bukankah Paman ini Paman Pardi pelayanan kedai di dusun sana? ada apa sebenarnya Paman? mengapa Paman berurusan dengan mereka? kalau ku lihat dari pakaian mereka sepertinya mereka itu prajurit-prajurit kerajaan"
melihat siapa yang datang hati Danda sokana merasa lega
"Dewi Untung kau keburu muncul. sebenarnya Paman tidak tau ada apa dengan mereka dan Dewi benar sepertinya mereka orang-orang kerajaan. hanya Paman yang tidak mengerti mengapa mereka mengepung Paman. padahal Paman samasekali tidak mengenal mereka apalagi punya urusan"
Danda sokana berusaha menjelaskan
dan ternyata yang barusaja datang pendekar pedang Dewa Naga hitam yang baru tiba di tempat itu
__ADS_1
"baiklah Paman jika begitu keadaannya saya akan mencoba untuk menjelaskan pada mereka" pendekar pedang Dewa Naga hitam mencoba untuk membantu Ki Pardi
"mohon maaf tuan-tuan ada apa ini sebenarnya? mengapa tuan-tuan seperti hendak menangkap orang tua ini? dan perlu tuan-tuan ketahui saya mengenali orang ini.
namanya Ki Pardi dia pelayan di sebuah kedai di dusun di balik bukit itu. coba tuan-tuan perhatikan lebih teliti jangan sampai tuan-tuan salah tangkap orang. dan jika itu terjadi tuan-tuan lah yang akan mendapat hukuman dari Gusti Prabu. coba tuan-tuan pikirkan apa kesalahan orang tua ini padahal dia hanya seorang pelayan"
sepertinya penjelasan pendekar pedang Dewa Naga hitam itu cukup berpengaruh dan dapat di mengerti hingga panglima yang telah menggantikan posisi Danda sokana menanggapi penjelasan sang pendekar serta memerintahkan anak buahnya untuk mundur
"mundur kalian semua. pendekar ini benar sebaiknya kita jangan gegabah barangkali kau salah orang Senopati. dan jangan bertindak bodoh karna kebodohan mu bisa mencelakakan kita semua"
"tapi panglima mata saya tidak salah. lihat jelas-jelas orang itu buronan kerajaan" Senopati yang memang benar masih sangat mengenali Danda sokana berusaha memastikan pada apa yang dia lihat
"cukup Senopati perbuatan mu hampir saja mencelakakan diriku. sekarang segeralah minta maaf karna kita harus segera meninggalkan tempat ini. di istana Gusti Prabu sedang menunggu kita jadi jangan membuang-buang waktu" panglima meminta pada senopati untuk meminta maaf atas kesalah pahaman yang baru saja terjadi. dan senopati pun tidak punya pilihan lain dia hanya bisa menuruti permintaan pimpinannya karna percuma jika dia membela diri pun tidak akan di dengarnya. bukan hanya senopati saja panglima pun meminta maaf
"pendekar dan juga kau Ki sanak atas nama anak buah ku aku meminta maaf. senopati telah keliru barangkali wajah Ki sanak mirip dengan seseorang. sekali lagi saya minta maaf dan kami permisi mohon diri" panglima segera menaiki kudanya di ikuti oleh anak buahnya. kuda-kuda itupun segera berlari meninggalkan tempat itu derap langkah nya meninggalkan kepulan debu tanah kering
"Paman sebaiknya kita beristirahat dulu"
setelah mereka mendapatkan tempat duduk pendekar pedang Dewa Naga hitam bertanya karna penasaran
"maaf Paman jika saya terlalu ikut campur
mengapa Paman berada di tempat ini? apakah Paman hendak pergi ke suatu tempat? dan bukankah Paman ini sedang bekerja menjadi pelayan kedai? lalu apa benar paman tidak mengenal orang-orang kerajaan itu?"
__ADS_1
tanya pendekar pedang Dewa Naga hitam itu penuh selidik
"benar Dewi saya samasekali tidak mengenal mereka. dan mengenai keberadaan saya disini Dewi benar saya hendak pergi ke suatu tempat saya mohon ijin pada Ki Sukma untuk menengok keluarga dulu. oh ya Dewi bukankah Dewi ini pendekar hebat temannya Aden Singgih dan Aden Panji?" Danda sokana berusaha mengalihkan pembicaraan
"benar paman nama saya Nirwana Wadon Segoro saya bukan hanya teman kakang Panji dan kakang Singgih tetapi saya adik seperguruan mereka. oh ya Paman kalau boleh tau di desa mana keluarga Paman tinggal?"
"oohh jadi kalian satu perguruan pantas kalian sama-sama hebat hingga dapat mengalahkan perusuh-perusuh itu dengan mudah. keluarga saya tinggal di desa Kademangan mekar jaya sudah hampir tiga bulan ini saya tidak pulang untuk menengok mereka karna akhir-akhir ini di kedai selalu ramai pengunjung hingga saya tidak punya waktu untuk pulang dulu ke desa saya. dan hari ini saya menyempatkan waktu. lalu Dewi sendiri mau kemana? mengapa Dewi melintasi jalan ini juga?"
Danda sokana berusaha menutupi jatidiri nya dan tujuan yang sebenarnya walaupun dia tau kalau pendekar pedang Dewa Naga hitam itu sodara seperguruan nya kedua pendekar muda yang beberapa hari kebelakang di kenalnya bahkan mereka juga sodara seperguruan putranya
tetapi belum saatnya bagi Danda sokana untuk menceritakan yang sebenarnya
itu dia lakukan untuk menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi karna sebagai buronan kerajaan dia harus bertindak waspada dan selalu berhati-hati
"kebetulan sekali Paman seperti halnya Paman aku pun hendak ke mekar jaya untuk bertemu kerabat jauh ku. karna tujuan kita sama ada baiknya kita bersama-sama Paman untuk pergi ke mekar jaya dan karna hari juga sudah menjelang siang sebaiknya kita segera berangkat agar tidak kemalaman di jalan"
pendekar pedang Dewa Naga hitam mengajak Danda sokana untuk bersama-sama ke mekar jaya
seperti halnya Danda sokana pendekar pedang Dewa Naga hitam pun tidak mengatakan tujuan yang sebenarnya
Danda sokana tidak menolak ajakan sang pendekar badannya pun sudah kembali segar tenaganya pun sudah terasa pulih kembali. dan mereka pun segera meninggalkan tempat itu
sepanjang perjalanan mereka tidak banyak bicara hanya basa-basi sekedarnya saja
__ADS_1
jarak dari hutan lindung ke Kademangan mekar jaya memang sudah tidak terlalu hingga menjelang sore mereka tiba di Kuta raja Kademangan. pendekar pedang Dewa Naga hitam memperhatikan sekeliling kuta raja
BERSAMBUNG