
"jangan banyak bertanya dayang jalankan saja tugasmu dan jangan coba-coba berani masuk ke dalam sebelum kami kembali"
dayang itu menunduk ketakutan karna bentakan penjaga
"baik tuan saya akan menjaga Gusti Prabu dengan baik"
Panji gara memberi isyarat pada Prabu Gandara seta dan putrinya agar segera meninggalkan ruangan itu untuk menemui orang-orang kepercayaan nya merekapun melangkah dengan aman
suasana di sekitar istana memang tidak terlalu menegangkan meski melewati beberapa pos penjagaan namun prajurit-prajurit gelang-gelang tidak ada yang berani menegur keras mereka hanya menyapa sewajarnya saja, tentu saja karna yang lewat di hadapan mereka berpangkat Senopati agung gelang-gelang dengan dua orang kepercayaan nya, ada untungnya juga bagi Panji gara, Prabu Gandara seta, dan Putri Ken Rara
Prabu Hindun Rancasan menempatkan orang-orang berpangkat tinggi untuk menjaga kaputren Gusti Prabu Gandara seta hal itu memudahkan langkah mereka menuju ke pondok Ki Patih Braja musti
setibanya di halaman pondok Panji gara yang mengenakan pakaian Senopati berdiri paling depan. karna sudah terlihat para penjaga pondok Patih berdiri untuk menyambut kedatangan mereka
"kakang Senopati apa yang terjadi? mengapa kalian meninggalkan pos penjagaan Puri kaputren Prabu Gandara seta apa yang terjadi disana?"
"gawat tumenggung Prabu Gandara seta tiba-tiba terkena serangan asma kondisinya sangat parah beliau memintaku untuk menjemputkan Patih nya dan mereka berdua akan segera menjemput tabib, jangan khawatir tumenggung Puri kaputren telah ku titipkan pada penjaga yang lain"
"hati-hati kakang Senopati seperti yang kita tau mengenai kesaktian patih Braja musti jangan sampai dia membokong kakang Senopati di perjalanan nanti, sebaiknya kakang bertiga tetap mengawal Patih Braja musti ke Puri istana dan ijinkan aku yang menjemput tabib"
"tentu tumenggung itu usulan yang sangat baik, terimakasih adik tumenggung telah mengkhawatirkan keselamatan diriku. segera bukakan pintu dan keluarkan Patih Braja musti"
beliau tidak ubahnya seperti tawanan mereka memperlakukan orang-orang penting kerajaan hilir jati, jika saja saat itu Panji gara sedang tidak menyamar untuk menjalankan tugas ingin rasanya dia membantai orang-orang kerajaan gelang-gelang
tidak lama kemudian pintu terbuka di seretnya patih Braja musti yang dalam keadaan tangan dan kakinya di rantai
"Patih Raja mu ingin bertemu, Senopati datang menjemput mu. segera temui Raja mu tapi satu hal yang harus kau ingat jangan melakukan hal-hal yang membahayakan nyawa mu, nyawa Raja mu, nyawa Putri istana, dan juga nyawa orang-orang penting yang lainnya" sebelum membuka kunci rantai setengah mengancam tumenggung memperingatkan
"kakang Senopati ku serahkan Patih Braja musti kepada mu"
"baik tumenggung terimakasih, Patih Braja musti berada dalam tanggung jawab ku, dan kau segera jemput tabib dan antar secepatnya ke Puri kaputren Prabu Gandara seta"
__ADS_1
setelah menutup pintu pondok tumenggung Kala sentanu dengan ditemani dua orang pengawal segera pergi untuk menjemput tabib
karna masih ada dua penjaga lainnya sehingga Panji gara harus tetap bersandiwara di tariknya tangan Patih Braja musti dengan kasar, di perlakukan seperti itu Ki Patih berusaha untuk melawan.
Panji gara membentaknya dengan kasar agar penyamarannya tetap sempurna
"jangan coba-coba melawan ku Patih ingat Raja mu dalam bahaya" di dorongnya tubuh Patih Braja musti di serahkan kepada dua temannya. dua prajurit yang sebenarnya Prabu Gandara seta dan Putri Ken Rara memegang erat-erat tangan Ki Patih
"prajurit tetap berjaga disini kami harus segera pergi. dan secepatnya beritahukan kami jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tempat ini"
"siap kakang Senopati"
jawab dua prajurit bersamaan
entah mengapa ada satu aliran aneh menyusup ke dalam dada Patih Braja musti tatkala kedua tangan itu memegang pergelangan tangannya
Panji gara mendorong Ki Patih seraya membentaknya
setelah hampir setengah jam perjalanan Patih Braja musti baru menyadari mereka tidak membawa dirinya ke arah Puri istana melainkan ke sudut istana kerajaan di sebelah Utara yang menuju ke hutan perbatasan. Ki Patih pun segera menghentikan langkahnya
"mau kalian bawa kemana aku? bukankah kalian membawaku untuk menemui kanda Prabu? ini bukan jalan menuju kesana ini juga bukan jalan pintas"
Prabu Gandara seta menoleh pada Panji gara pemuda itupun mengangguk mengiyakan, dengan nada suara yang bergetar Prabu Gandara seta berbisik
"tenang kanda Patih ini aku kanda Prabu mu"
hampir tidak percaya akan pendengarannya hampir saja Patih Braja musti berteriak jika saja Panji gara tidak segera mendekap mulutnya
"maafkan atas kelancangan ku Ki Patih. semua ini ku lakukan untuk keselamatan kita semua"
setelah Patih terlihat tenang Panji gara segera menurunkan tangannya, setelah dapat menguasai dirinya Patih pun segera buka suara
__ADS_1
"benarkah ini kanda Prabu? katakan sekali lagi, dan yang ini siapa? lalu mengapa kalian mengenakan pakaian orang-orang terkutuk itu?"
"benar dinda Patih ini aku. dan yang ini Ken Rara keponakan mu. dan ini pendekar Panji gara yang di utus oleh kakang Prabu Nara Wenda untuk menyelamatkan kita"
Patih Braja musti hampir tidak dapat membendung air matanya. setelah hampir 6 bulan tidak saling bertemu ternyata orang-orang yang di cintainya ini masih dalam keadaan selamat
"terimakasih pendekar kau telah menyelamatkan kami. tetapi masih banyak orang-orang istana yang di tawan. lalu apa yang harus kita lakukan pendekar?"
"tenang ki Patih itu hal yang sangat mudah.
dimana ada Panji gara masalah akan segera terselesaikan. kita bisa melangkah dengan leluasa di istana ini dengan mengenakan pakaian prajurit gelang-gelang
yahh meskipun berbau terkutuk tetapi kita tidak punya pilihan. kalian tunggu disini dan jangan kemana-mana aku pergi sebentar dan ingat jangan pernah meninggalkan tempat ini sebelum aku kembali"
tanpa menunggu jawaban tubuh langsing Panji gara berkelebat menembus kegelapan
kembali ke pondok dimana Patih di tawan
tidak sampai setengah jam Panji gara telah kembali dengan membawa dua stel pakaian prajurit di tangannya
"Gusti Patih segeralah kenakan pakaian ini. dan kau Putri tolong simpankan yang satunya ini barangkali kita masih membutuhkan nya"
baik Ken Rara atau Patih Braja musti samasekali tidak membantah perintah Panji gara
"Gusti Prabu siapa lagi yang akan kita jemput malam ini? waktu kita terbatas sebelum Pajar kita harus sudah berada di hutan perbatasan, untuk rencana selanjutnya kita bicarakan nanti saja"
"sebetulnya masih banyak pendekar
orang-orang kepercayaan ku yang berada dalam tawanan mereka tetapi menurut pendekar waktu kita yang terbatas bagaimana kalau kita jemput saja dulu panglima Nara aji?"
"aku tidak punya pilihan Gusti Prabu mungkin lebih utama menyelamatkan dulu panglima setelah itu kita susun untuk rencana yang lainnya"
__ADS_1