Marriage Of The Game

Marriage Of The Game
11 - Surat Perjanjian


__ADS_3

..."Satu tahun mungkin akan cepat berlalu, namun dapat menyisakan kenangan yang tercipta disana setiap harinya."...


..._______...


Aleta mengerjapkan matanya pelan ketika terbangun, ia melihat langit atap ruangan yang di tempatinya saat ini, terasa berbeda seperti sebelumnya.


Sambil berusaha untuk bangun dari tidurnya, ia mengedarkan pandangan keseluruh ruangan yang tampak asing. Warna pada ruang kamarnya bernuansa gotic.


Ia pun memaksakan langkahnya walau terasa sakit di sekujur tubuh dan kakinya juga masih sulit untuk berjalan, terlebih kemarin ia tak mengisi perutnya selama seharian penuh.


"Kau sudah sadar!"


Tegur Damar di ambang pintu kamar mandi. Aleta menoleh kearah sumber suara, sebelum akhirnya ia menutup mata dengan kedua tangannya.


Hampir saja ia terduduk kembali karena keterkejutannya melihat Damar yang hanya menutup bagian pribadinya dengan handuk putih, sementara dada bidangnya dibiarkan terekspos.


Aleta yang sempat melihat sekilas tubuh Damar segera berbalik badan untuk tak lagi melihat tubuhnya, karena ini kali pertamanya Aleta melihat tubuh seorang pria.


Damar yang melihat reaksi Aleta justru ingin membuatnya tergoda akan pesonanya. Ia juga yakin jika Aleta sama saja seperti wanita-wanita di luar sana yang tak akan pernah tahan saat melihat Damar bertelanjang dada.


"Jangan mendekat! Pergi dan pakai bajumu," perintah Aleta pada Damar yang hendak menghampirinya.


"Kau tidak bisa memerintahku! Ini rumah dan kamarku, aku bebas untuk melakukan apapun disini termasuk melepaskan handuk ini," balas Damar memancing.


"Kau boleh melepaskan handuk itu tapi tidak di depanku, aku tidak suka melihat pria yang memamerkan tubuhnya cuma-cuma," sindirnya jelas.


"Tapi sayangnya, aku senang memamerkan tubuhku di depan wanita rendahan sepertimu!" umpat Damar kasar.


Mendengar kalimat kasar dari mulut Damar, Aleta segera berbalik kearahnya dan menatap Damar penuh kebencian.


"Dengar ya Tuan Damar Emilio Kyler, tolong berhenti menyebutku sebagai wanita rendahan! Kau tidak begitu mengenalku lebih jelas, kau juga tidak akan pernah tahu bagaimana perjalanan hidupku. Jadi ku mohon berhenti mengucapkan kata itu!" perjelas Aleta menantang.


Sambil berkacak pinggang, Damar hanya diam tak membalas ucapannya, sebab ia sedang berusaha meredamkan sikap di depan Aleta seperti pesan yang dikatakan Erick


"Kau bilang, kau begitu mengenalku! Tapi ku rasa kau tidak benar-benar mengenalku justru kau hanya mengenal seorang Aleta anak dari Emir Mukerren yang begitu kau benci hingga kau melampiaskan semua kesalahannya padaku!" lanjutnya yang berhasil membuat Damar kalah telak.


"Jangan banyak bicara, aku tidak perlu ceramah dari mulutmu." Sanggah Damar.


"Tidak bisakah kau membiarkan aku pergi!" ucapnya kemudian sedikit sendu.

__ADS_1


Damar melangkah pergi menuju walk-in closet pribadinya dan berpura-pura tak mendengar perkataan Aleta di kalimat terakhirnya.


Selang 20 menit, Damar telah selesai berpakaian dan menoleh kearah Aleta yang masih termangu diam di atas ranjang sambil menghadap kearah balkon.


"Segera ganti bajumu, aku menunggu di bawah!" pesannya sebelum ia keluar.


...•••...


Aleta menuruni anak tangga untuk menemui Damar, kali ini ia benar-benar akan memohon pada Damar untuk membebaskannya dari masalah yang terjadi antara Ayahnya dan juga Damar. Meski harus bersimpuh di bawah kakinya akan ia lakukan demi menjauh dari pria itu.


Damar telah berada di ruang makan sambil menunggu Aleta, ia melihat majalah wedding.


Aleta pun tiba disana setelah dibantu berjalan oleh Erick. Ia kembali mengedarkan pandangannya pada seisi ruang makan tersebut, begitu mewah nan megah.


Aksen gold dan putih tak lepas dari properti isi rumah. Meja makan yang begitu lebar dengan banyak kursi, mengantarkan Aleta untuk duduk di depan Damar.


Hidangan yang juga telah siap diatas meja begitu menarik perhatiannya, aroma setiap hidangan itu segera masuk kedalam rongga hidungnya dan ia dapat merasakan jika perutnya benar-benar kelaparan.


"Makan!" Perintah Damar datar, tanpa ada kata lanjutannya.


"Iya benar, Aku harus mengisi tenagaku untuk bisa kembali membicarakannya. Walau nantinya aku mendapatkan jawaban yang pahit, setidaknya sebelum itu terjadi aku sudah memiliki banyak rasa di mulutku!" gumamnya mengangguk tekad.


Aleta memasukkan suapan pertamanya kedalam mulut, matanya begitu berbinar tatkala mencicipi rasa dari masakan yang dibuat khusus untuknya.


"Ini benar-benar lezat, aku tidak pernah merasakan makanan selezat ini seumur hidupku! Astaga! Bagaimana ini, kenapa aku jadi menangis," gumamnya kembali sembari tertawa kecil karena ia menangis.


Ia meneteskan airmatanya hanya karena memakan hidangan itu, yang menyiratkan bahwa ia sangat menikmatinya.


Untung saja Damar tak mengetahui ekspresi wajah Aleta saat ini, karena jarak kursi mereka cukup jauh. Hanya Erick yang dapat melihat ekspresi wajah Aleta saat ini.


...•••...


Kini mereka berada di living room, Erick meletakan beberapa lembar kertas diatas meja untuk dibaca oleh Aleta. Ia pun mengambil kertas tersebut, sebelum dibacanya dengan benar.


Sebuah perjanjian rahasia antara Aleta dan Damar. Dimana itu dapat memudahkan Aleta, sebab ia hanya akan menikah dengan Damar dalam kurun waktu satu tahun.


Walau berat dirasanya menyetujui perjanjian itu, akhirnya Aleta bersedia menerimanya termasuk juga Damar, mereka menyetujui surat perjanjian yang ternyata surat tersebut dibuat dari tangan Erick sendiri.


Ia sengaja menulis isi surat agar membantu Bos-nya untuk dapat merubah sifatnya seperti dahulu. Dimana Damar yang dulu memiliki sifat penyayang, hangat dan ramah.

__ADS_1


Mungkin menurut Erick bila Damar menikah dengan Aleta, dapat membawa aura positif pada kehidupan Damar, sebab Damar begitu sulit untuk dekat dengan wanita lain selain Yura, sehingga ia mengusulkan ide agar Damar menikahi Aleta alih-alih sebagai bayaran hutang sang Ayah.


Damar sempat membelalak kala mendengar Erick membacakan isi suratnya. Berprotes dengan melirik tajam kearah Erick. Ia tidak menyangka harus menerima perjanjian itu di depan Aleta, sebab wanita yang menjadi sasarannya telah menyetujui untuk menikah dengannya.


"Aku akan mengikuti alur isi surat itu, tapi dengan caraku sendiri dan wanita bodoh itu akan segera masuk dalam perangkapku!" gumam Damar dengan smirknya.


...Surat  Perjanjian...


...Surat ini murni dibuat atas kesadaran dan keputusan keduabelah pihak, tanpa adanya paksaan dari siapapun....


...Hal yang harus dilakukan setelah menikah antara keduabelah pihak, yaitu :...


...1. Tetap memakai cicin pernikahan...


...2. Tetap mesra didepan kolega dan orang lain, tanpa terkecuali...


...3. Menuruti perintah Damar...


...4. Harus meluangkan waktu bersama saat liburan...


...5. Menjaga nama baik Damar...


...Hal yang tidak diperbolehkan setelah menikah antara keduabelah pihak, yaitu :...


...1. Tidak berbuat kasar...


...2. Tidur diruangan berbeda...


...3. Dilarang bersetubuh...


...4. Tidak boleh keluar dari rumah tanpa seizin suami...


...5. Dilarang saling melukai...


...Semua isi surat yang tertulis akan diikuti selama masa pernikahan berlangsung. Saya Damar Emilio Kyler dan Aleta Quenby Elvina, menyetujui perjanjian ini selama satu tahun pernikahan....


...Jika masa itu selesai, maka perjanjian ini tidak akan berlaku lagi dan keduabelah pihak bebas untuk tidak lagi bertemu....


    Tanda tangan.                          Tanda tangan.

__ADS_1


Aleta Quenby Elvina.              Damar Emilio Kyler


...♡♡♡...


__ADS_2