Marriage Of The Game

Marriage Of The Game
49- Tertangkap


__ADS_3

..."Memang benar waktu tidak bisa mengubah sifat seseorang, tapi waktu bisa mengungkapkan wajah asli seseorang."...


..._______________________...


Damar akhirnya tiba di lokasi setelah beberapa jam melakukan perjalanan yang cukup jauh. Ia keluar dari mobil dan melangkah perlahan mendekati mobil taksi yang terparkir sembarang di depan sungai.


Pandangannya terus terarah ke mobil tersebut, menelisik plat nomor kendaraan yang sama persis dengan foto yang di perlihatkan Erick saat itu.


Damar melihat-lihat sebelum membuka pintu belakang kendaraan tersebut dan menemukan tas milik Aleta yang tertinggal di dalam sana. Ia mengambil tas milik Aleta guna menyimpannya.


Ia kembali memeriksa isi dalam mobil, berharap menemukan identitas sang Sopir taksi. Namun sayangnya tak satupun yang ia temukan, hanya beberapa kantong keresek hitam yang berisikan sampah anorganik.


Krekk!!!


Damar menginjak balok kayu yang berada persis di bawah pintu penumpang, Ia membungkuk dan mengambil balok kayu tersebut serta diamati dengan seksama.


Tak ada yang istimewa dari balok kayu itu, hanya terlihat biasa saja, namun membuatnya curiga. Ia menafsirkan, jika balok kayu itu digunakan untuk memukul sesuatu.


Damar kembali ke dalam mobil untuk meletakkan tas Aleta di sana. Setelahnya ia membuka layar ponsel dan beralih menuju salah satu aplikasi yang menunjukkan keberadaan Aleta.


Diikutinya petunjuk itu. Berjalan perlahan menyebrangi sungai dengan jembatan kayu serta pepohonan yang tumbuh tinggi menjulang di hutan itu. Ia tak gencar, meski hanya ditemani senter ponsel yang menjadi penerangan perjalanannya untuk mencari Aleta.


...***...


"Bangun bodoh," tegurnya pada Aleta dengan menyirami kepalanya menggunakan air es.


Sontak Aleta terbangun dan menggigil hebat ketika air es itu berhasil menusuk ke dalam kulitnya. Ia meringis seraya mengibaskan wajahnya dari air yang mengalir di ujung rambut hingga menuju wajahnya.


"Bagaimana sejuk bukan," ledek pria itu menghampiri dan menarik kuat-kuat rambut Aleta agar mendongak.


Belum puas menyirami Aleta, kini pria itu menarik rambutnya dengan kasar, bahkan tangan satunya menekan kuat rahang Aleta. Pria itu menyeringai sebelum akhirnya tertawa lebar bak iblis yang merasuki jiwa manusia.


"Iblis!" lirih Aleta mengumpat pria di hadapannya.


Seketika pria itu berhenti tertawa setelah mendengar ejekan yang terlontar dari mulut Aleta. Ia marah dan murka, tanpa belas kasih pria itu menampar pipi Aleta sekaligus melakukan pelecehan padanya.


Dengan kasar ia merobek pakaian yang dikenakan Aleta, hingga memperlihatkan belahan dadanya. Aleta berusaha memberontak keras saat pria itu mendaratkan ciuman di leher jenjang miliknya yang kemudian semakin turun ke area pribadinya.

__ADS_1


"Menjauh dariku berengs*k!!!" umpat Aleta diikuti jeritnya.


"Jangan berlagak jual mahal, aku tahu kau sangat menyukai ini," ucapnya seraya melanjutkan ciuman di leher Aleta.


Aleta terus berontak dan melawan, meski dalam keadaan terikat dan tubuhnya lemah. Tiba-tiba Aleta mengigit telinga pria itu dengan kuat, sehingga membuat sang empunya berhenti melakukan pelecehan itu.


Ia mengusap-usap daun telinga yang memerah sambil berkata, "Wanita sialan," mengumpat kasar.


Pria itu segera mengeluarkan revolver yang diarahkan langsung di kening Aleta. Aleta pun bergeming sesaat memandang senjata yang terkesiap menembak dirinya.


"Bahkan di saat seperti ini, mereka dengan mudahnya melepaskan peluru itu padaku hingga pada akhirnya aku harus mati di tangan mereka."


...***...


Damar melihat gedung tua yang masih berdiri kokoh di atas bukit kecil, ia melangkah menghampiri gedung itu. Dilihatnya dengan hati-hati saat masuk ke dalam.


Seluruh ruangan tampak gelap gulita tak satupun terlihat adanya penerangan. Damar memasuki gedung semakin dalam dengan bermodalkan penerangan dari ponsel, akhirnya ia hampir sampai mendekati ruangan tempat dimana Aleta di sekap.


Damar menaiki anak tangga satu-persatu. Sementara Aleta sudah berada di ujung hidupnya saat pria itu siap menekan pelatuk pada senjata yang ia pegang.


"Dasar iblis, kau akan membayar semua perbuatan yang kau lakukan ini," balas Aleta dengan berani, tak peduli pria itu akan menembakkan peluru ke kepalanya.


Menyeringai. "Sampaikan salam ku pada iblis yang akan mengantarkan mu ke tempat peristirahatan terakhir," ucapnya puas.


Buukk!!!


Pria itu tersungkur di bawah kaki Aleta, begitu punggungnya di tendang kuat oleh Damar. Untung saja Damar tiba lebih cepat sebelum Pria itu melepaskan pelurunya.


Aleta terkejut melihat pria itu bersujud di kakinya. Belum puas sampai di situ, Damar menarik kerah belakang jaket berkulit hitam yang di kenakan pria itu hingga membuatnya terbangun secara paksa.


Tangan yang sudah terkepal kuat siap memberikan tinju di wajah pria itu. Bukk satu pukulan berhasil mendarat di wajahnya, Bukk dua pukulan berhasil membuat ujung bibirnya sobek hingga memunculkan darah dan pukulan ketiga ia berikan di perutnya.


Melihatnya sudah terkulai lemas di lantai, Damar beralih menghampiri Aleta untuk melepaskan ikatan tali di tangan dan kakinya. Tidak ada pertanyaan yang ia ajukan untuknya kendati ingin sekali bertanya, namun ia tahan.


Damar tak ingin memaksa Aleta berbicara ataupun berdebat dengannya setelah melihat kondisi wajah serta tubuhnya yang pucat dan acak-acakan.


Damar melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh Aleta yang terbuka, kemudian memakaikannya ke tubuh Aleta. Damar berjongkok menatap sekilas wajah Aleta sambil di usapnya lembut pipi dan ujung bibirnya yang membiru akibat tamparan pria itu, serta menghapus bulir air mata yang menetes dari pelupuk matanya.

__ADS_1


Ia merapihkan rambut Aleta dengan cara mengusap lembut kemudian mengecup keningnya guna menenagkan batinnya.


Saat Damar tengah lengah, pria itu tiba-tiba saja berdiri dengan susah payah. Ia kembali mengarahkan revolver itu di belakang kepala Damar yang siap menancapkan peluru itu di dalam kepala Damar.


Ia menyeringai sambil bergumam, "Kau harus mati, b*ngsat!"


Dorrr!!!!


Satu peluru berhasil keluar dari senjata, Aleta dan Damar sama-sama menoleh ke arah sumber suara. Mereka melihat pria itu terkulai jatuh akibat tertembaknya salah satu kakinya.


"Anda baik-baik saja, Bos, Nona?" tanya Erick saat menghampiri keduanya.


Erick tiba di lokasi dengan membawa petugas kepolisian untuk membantunya mengusut tuntas kasus ancaman yang di tujukan untuk Damar namun pelaku melibatkan Aleta sebagai pancingan.


Erick telah mengetahui semua cerita dari Sopir taksi yang sedang dalam pemburuan. Ia berhasil menemukan sopir itu dan segera memaksanya untuk mengakui motif tujuannya memberikan ancaman.


Sopir itu mengaku dan berterus-terang di depan Erick dan petugas kepolisian, ia memberikan kesaksian bahwa dirinya hanya di minta untuk melakukan tugas itu dari Andreas, dalang di balik ancaman tersebut.


Andreas mengiming-imingi bayaran besar pada sang sopir, jika ia berhasil melakukan tugasnya. Ia adalah orang yang saat itu membicarakan Damar dan Aleta di sebuah cafe, tempat dimana Damar mendengar percakapannya.


Andreas sakit hati pada Damar setelah pengakuannya di semua media tersebar, akibat masalah yang ia buat sendiri mengenai obat perangsang itu.


Akibat pengakuannya itu, Andreas tidak bisa lagi menjadi penerus CEO dari perusahaan Pamannya dan ia juga di tolak mentah-mentah dari semua klien yang tidak lagi mau mempercayakan kerjasamanya bersama dengan perusahaan yang ia kelola.


Semua kliennya beralih kerjasama dengan Damar, karena hal itulah yang menyebabkan Andreas tidak terima dengan perlakuan Damar yang berlagak sok pintar dan angkuh.


petugas kepolisian membawa Andreas yang tengah sulit berjalan akibat tertembak timah panas di kakinya serta tangannya yang kini telah di borgol. Ia di bantu petugas kepolisian untuk berdiri, namun sebelum pergi meninggalkan lokasi, ia menghampiri Damar dan Aleta.


"Aku tidak akan berhenti sampai kalian berdua mati." Pesannya berbunyi ancaman.


Rupanya Andreas belum juga jera, ia masih ingin melanjutkan perbuatannya sampai Damar dan Aleta mati di tangannya sendiri.


...💕💕💕...


*Hai pembaca👋, maaf aku lama up ya🙏 *Tapi sambil menunggu ceritaku, aku mau merekomendasikan cerita bagus untuk kalian karya dari author PandaMaiden. Silahkan mampir ya guys***🤗❤️**


__ADS_1


__ADS_2