Marriage Of The Game

Marriage Of The Game
8 - Damar Emilio Kyler


__ADS_3

..."Tidak peduli sekeras apapun caramu menghentikan napas, aku akan tetap menghalanginya! Karena kau hanya boleh mati di tanganku."...


..._______...


Damar Emilio Kyler merupakan anak tunggal dari pasangan Tn. David Antares Kyler dan Ny. Verlita Emilio Kyler. Ia terlahir sebagai anak berdarah biru, karena keturunan bangsawan.


Kendati hidupnya bergelimang harta, lantas tak membuat kedua orangtuanya memanfaatkan kemewahan itu. Kedua orangtuanya sengaja keluar dari istana megah nan mewah bersama sang anak yang masih berusia 7 tahun.


Untungnya itu bukanlah masalah bagi sang kakek yang merupakan raja dari keluarga Kyler, sebab tak pernah memaksakan kehendak kedua orangtua Damar yang memilih untuk membangun usahanya sendiri, meski sang kakek selalu menawarkan bantuan, namun Tn. David selalu menolak dengan beralasan anak dan istrinya sudah cukup bahagia dengan yang di dapat saat itu.


Merintis karier dari bawah hingga bisa sukses besar rasanya butuh pengorbanan yang amat sangat luar biasa. Walau bisnisnya selalu tarik-ulur, Tn David dan Ny. Verlita tetap gigih dan penuh percaya diri, mereka yakin bahwa kerja keras yang mereka bangun akan membuahkan hasil.


Menjalankan bisnis yang bergerak dalam bidang export dan import mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaannya. Kini perusahaan itu melesat luas di berbagai negara. Saat ini kelurga Kyler dikenal di seluruh negara sebagai pengusaha sukses, meski keturunan bangsawan masih melekat di kehidupan keluarga Tn. David


Terlahir dari keluarga bergelimang harta, serta-merta tak membuat Damar Emilio Kyler menjadi pribadi yang sombong. Ia dididik untuk tetap rendah hati dan tidak angkuh. melihat kegigihan kedua orangtuanya membuat Damar mengikuti jejak sang Ayah dan Ibunya, ia mulai merintis kariernya dari nol.


Setelah lulusan sarjana di New York City dengan gelar Doktor, ia memiliki usaha dalam bidang yang sama seperti Ayah dan Ibunya, meski belum berkembang pesat. Damar berusaha untuk dapat membuat kedua orangtuanya bangga akan kerja kerasnya.


Sayangnya belum sempat kedua orangtuanya melihat kegigihannya, ia harus menelan pahit kenyataan yang membuatnya terpuruk selama dua tahun lamanya, akibat kematian kedua orangtuanya.


Semenjak kematian kedua orangtuanya masalah datang silih berganti. Perusahaan yang telah dirintis kedua orangtuanya selama bertahun-tahun harus mengalami gulung tikar, imbas dari salah satu pemegang saham perusahaan di Istanbul.


Dampak penyalahgunaan pada jabatannya, kini nama perusahaan yang harus menanggung malu akan kinerja buruk dan kerja sama antar beberapa perusahaan terancam batal karena mendengar rumor mengenai perusahaan mereka yang di cap sebagai perusahaan koruptor terbesar.

__ADS_1


Hal itulah yang membuat Damar harus kembali ke Istanbul untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi dan menghapus tanggapan buruk mengenai kedua orangtuanya.


Ia menyelidiki semua perkara dan merasa ada kejanggalan akan kematian kedua orangtuanya. Setelah menemukan satu-persatu jawaban mengenai kematian kedua orangtuanya yang ternyata ada sangkut-pautnya dengan rekan bisnis sang Ayah yang bernama Tn. Emir Mukerren.


Damar bersumpah untuk membalas semua kejahatan yang dilakukan Tn. Emir beserta keluarganya. Ia akan membuktikan ke seluruh dunia jika Tn. Emir adalah penyebab dari kematian Ayah dan Ibunya.


Ia bersikukuh untuk membangkitkan kembali perusahaan orangtuanya, sampai akhirnya bisa kembali berdiri sukses dan berjalan dengan baik hingga saat ini.


Sayangnya kepemimpinannya begitu berbeda dengan orangtuanya, jika dahulu pemimpin perusahaan dikenal akan keramahannya kepada bawahan dan rekan bisnis, kini tidak akan terlihat lagi di perusahaan tersebut.


Damar yang sekarang adalah pria angkuh, pemarah dan egois. Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang serakah. Tak sedikit orang yang takut jika berhadapan dengannya, menatap matanya saja mereka langsung tertunduk dan gemetar.


Mendengar kabar akan kematian Tn. Emir Mukerren, tak membuat Damar untuk berhenti membalaskan dendam. Ia akan tetap meneror keluarganya, namun sebelum meninggal Tn. Emir sengaja meninggalkan sepucuk surat mengenai perjanjian yang dulu pernah di sepakati bersama dengan Tn David.


Ia juga menafsirkan jika Aleta sengaja mengganti namanya karena takut akan pengejarannya pada polisi yang telah bekerja sama dengan Ayahnya, agar dapat terbebas dari masalah hutang-piutang sang Ayah.


Akhirnya ia memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan Aleta beserta semua aktifitasnya, semenjak itu juga ia mulai meneror Aleta dan membuatnya mendapatkan masalah setiap hari.


Sampai tiba dimana ia berani menunjukkan diri di depan Aleta dan memaksanya untuk menikah. Bukan karena Damar mencintainya, namun ia memiliki alasan lain di balik itu.


Sebuah alasan yang masih dirahasiakannya dari siapapun termasuk Ajudan pribadinya, Erick.


"Akan ku buat kalian merasakan apa yang orangtua ku rasakan! mungkin saat ini kalian bersenang-senang, tapi nanti ku pastikan kalian akan menangis dan menderita seumur hidup!"

__ADS_1


...•••...


Erick melihat Aleta yang kini sudah berada di tengah laut, ia menanyakan perihal apa yang akan dilakukan Bosnya itu saat melihat Aleta sudah mengambang di sana.


Setahunya, Bosnya itu tidak akan melepaskan Aleta begitu saja, sebab ia belum menerima apapun darinya. Sebagai manusia, Erick juga tak tega melihat Aleta mati di lautan lepas itu, kendati ia tak bisa berbuat apa-apa jika tidak mendapatkan perintah apapun dari Damar.


******Klik******!!


Damar membuka pintu mobil dan berlari menuju pantai setelah mendiamkan Aleta diterjang ombak selama 5 menit. Di pikirnya mungkin Aleta dapat bertahan dan berenang kembali ke tepian, namun nyatanya tak ada pergerakkan sama sekali darinya.


Erick yang sempat terkejut dengan aksi Damar segera berlari mengikutinya dan berhenti di pinggir pantai. Ia melihat jelas bagaimana usaha Damar membawa Aleta ke tepian, meski keduanya diterjang ombak.


Damar terus merangkul pinggang Aleta agar wanita itu tetap berada didekatnya. Sampai akhirnya Damar berhasil mencapai tepi pantai, sambil bersusah payah membopong tubuh Aleta, ia juga tengah dibantu oleh Erick.


Jika saja Ajudan pribadinya itu tidak memiliki riwayat patah tulang belakang akibat ulah Damar sendiri, mungkin Damar tidak akan membuang tenaga hanya untuk menolong Aleta. Sebab ia akan memerintah Erick untuk berenang kedalam sana.


Amarah Damar pun meledak ketika berada di tepian, ia terus menghardik Aleta walau wanita itu tak sadarkan diri.


"Dasar wanita bodoh!! cara mati mu ini benar-benar rendah. Tidak akan ku biarkan kau mati, sebelum kau merasakan pembalasanku atas semua perbuatan ayahmu itu!! Kau tidak perlu mati dengan cara ini, karena aku yang akan membuatmu mati secara perlahan!!"


Damar melangkah pergi sesaat setelah ia memberi perintah pada Erick untuk membawa Aleta. Sementara ia mengganti pakaian yang sebelumnya sudah diberikan oleh Erick dan pulang dengan mobil yang berbeda.


...♡♡♡...

__ADS_1


__ADS_2