Marriage Of The Game

Marriage Of The Game
6 - Lelucon!


__ADS_3

..."Sebuah kalimat yang dapat membuat hati dan pikiranku bergejolak tak karuan, walau aku menganggapnya sebagai lelucon!"...


..._______...


Pria itu berbalik setelah mendengar suara Aleta. Ia melihat sekilas penampilan Aleta dari ujung kaki hingga kepala. Alisnya saling bertaut, ketika menelisik lebih jauh gaya berpakaian Aleta.


"Seleranya, benar-benar buruk!"


Gumam pria itu sebelum Aleta menegur kembali.


"Maaf Tuan, apa anda mengenal saya?"


"Tidak," jawabnya cepat yang diikuti gelengan kepala.


"Lalu, mengapa anda mengaku sebagai Wali saya?" tanya Aleta pelik.


"Saya hanya diminta menjemput anda menemui Wali anda, Nona!" jawabnya tegas.


"Jadi ada seseorang di balik pria ini! apa mungkin pria ini dan orang yang mengaku sebagai Wali ku ada hubungannya dengan masalah teror yang aku alami? Sebaiknya aku menyelidiki itu!" gumam Aleta bergeming dihadapannya.


"Mari Nona," ajaknya seraya mengulurkan tangan.


Pria itu lantas membawa Aleta masuk kedalam mobil dan menjemput Aleta atas perintah Bosnya..


Selama di perjalanan pria itu hanya diam tak sedikit pun mengeluarkan suara, walau Aleta selalu menanyakan perihal seseorang yang mengaku sebagai Walinya.


Mobil berhenti tepat di sebuah kedai coffee yang dulu menjadi tempatnya bernaung untuk mendapatkan sepeser uang. Kendati tempat itu memiliki banyak kenangan untuknya, meski sang pemilik sangat menyebalkan, menurutnya.


Pria itu membukakan pintu mobil untuk Aleta dan menggiringnya masuk kedalam, sebab Bosnya telah menunggu.


Aleta melangkah masuk kedalam kedai, anehnya kedai itu terlihat sepi dari pengunjung dan para pekerja disana. Hanya terlihat punggung pria yang tengah duduk santai membelakanginya.


Derap langkah kakinya pelan saat menghampiri sosok pria itu, ia menilik terlebih dahulu sebelum benar-benar menatap wajahnya. Gaya berpakaiannya tampak rapi dengan setelan jas yang juga dilengkapi jam tangan bermerek menempel di pergelangan tangan kirinya, serta tatanan rambutnya nampak seperti pria terhormat nan maskulin, dapat dipastikan jika pria ini bukanlah orang sembarangan. Meski wajahnya belum terlihat oleh Aleta.


"Cepat duduk, tidak perlu menelisik ku!"

__ADS_1


Ucapannya membuat Aleta segera mengambil posisi untuk duduk dihadapannya. Begitu ia menoleh kearah pria itu, Aleta tercengang hebat saat menyadari jika wajahnya tak asing bahkan ia sangat tahu siapa pria itu. Sosok pria berengsek yang pernah menciumnya.


"Kau!!" mata Aleta terbuka lebar saat menatapnya.


"Tidak perlu terkejut," ujarnya datar diikuti tatapan matanya yang dingin.


Pria itu melemparkan seberkas map di depan Aleta sebelum Aleta menanyakan hal-hal yang sejak tadi menumpuk didalam otaknya.


"Baca dan pahami isi nya," lanjutnya.


Aleta pun membuka map itu dan menarik beberapa lembar kertas dari dalamnya. Dibacanya tulisan yang tertera di atas kertas-kertas tersebut. Sebuah tulisan dengan materai dan cap nama yang tertempel diatasnya, tampak isinya begitu pribadi dan sangat penting.


Lembar 1 :


Turki, 15 Januari' 2018


...Dengan adanya surat perjanjian ini, saya Emir Mukerren bersumpah akan membayar semua kerugian finansial maupun material, jika saya menyalahgunakan perjanjian kontrak ini....


...Dan apabila saya tidak bisa membayar semua kerugian itu, maka saya akan mengalihkan perjanjian ini kepada anak saya bernama Aleta Quenby Elvina....


^^^Atas nama^^^


^^^Emir Mukerren^^^


...Kerugian yang harus dibayar oleh Emir Mukerren sebanyak 50.000 TRY lira....


...Belum termasuk bunga dan pajaknya. Jika yang bersangkutan belum juga membayar hutang tersebut maka pihak pelapor akan memberikan sangsi tegas....


...Dan yang bersangkutan harus menerima segala keputusan yang dibuat oleh pihak pelapor. Jika tidak dilakukan maka pengadilan yang akan menentukan....


Lembar 3 :


...Teruntuk putriku tersayang, Aleta Quenby Elvina. Jika kau membaca surat ini, itu berarti aku sudah tak lagi berada di dunia ini. Dengan sangat terpaksa ayahmu ini, meminta kau untuk mengganti segala kerugian yang terjadi di perusahaan milik keluarga Tn. Damar Emilio Kyler....


...Maaf karena Ayahmu yang malang ini telah memintamu untuk menanggung beban resiko yang dibuat secara ketidaksengajaan....

__ADS_1


^^^Salam tersayang^^^


^^^Emir Mukerren^^^


Setelah selesai membaca semua isi kertasnya, Aleta menatap pelik wajah pria itu. Pria dengan nama Damar Emilio Kyler, pemilik Perusahaan Export dan Import ternama di Negaranya, bahkan nama perusahaannya dikenal di berbagai belahan dunia.


"Maaf, tapi saya tidak mengerti maksud anda meminta saya untuk membaca isi kertas ini. Dan juga, anda salah orang Tuan! Nama saya bukan Aleta." Sanggahnya tegas.


"Kau yakin? Perlu ku tunjukkan beberapa bukti mengenai dirimu!" menyeringai dengan wajah licik.


Damar melemparkan beberapa lembar foto diatas meja dan membuat Aleta terbelalak hingga menelan saliva kasar. Foto tersebut membuktikan semua mengenai data-data pribadi dirinya, ia tertegun menatap satu-persatu lembar foto.


"Darimana dia tahu jika aku pernah tinggal di panti asuhan Rumah Kasih. Tunggu! Apa mungkin dia yang selama ini menerorku!" batin Aleta.


Semua foto itu mulai memberikan jawaban atas apa yang dipikirkannya selama ini. Ia juga membenarkan jika pria yang duduk dihadapannya itu adalah sang peneror alih-alih mengaku sebagai Wali.


"Jadi kau yang selama ini meneror ku!" tuturnya mulai meradang.


Perkataan Aleta justru disambut oleh gelak tawa Damar. Ia terkekeh puas mendengar ucapan dan melihat ekspresi wajah Aleta yang dinilai sebagai wanita yang bodoh.


"Apa kau baru menyadarinya? Kau ingat tempat ini, supir pengganti!" cemoohan Damar.


"Jadi itu semua perbuatan mu? Apa mau mu? Kenapa kau selalu meneror ku?" tanya Aleta bertubi-tubi.


"Ya itu semua perbuatan ku." jawabnya santai, "Dan yang aku inginkan, kau menikah denganku." Ujarnya penuh penekanan dibagian ujung kalimatnya.


Lagi dan lagi pria itu terus saja berhasil membuat mata Aleta terbelalak yang diikuti rasa kebingungan yang luar biasa. Kini hati dan pikiran Aleta bergejolak tak karuan, bagaimana bisa pria yang tak dikenalnya itu meminta Aleta untuk menikah dengannya.


"Dasar gila!" umpat Aleta didepannya.


Ia menilai jika ucapan Damar hanya sebuah lelucon. Tidak mungkin pria terhormat seperti dirinya meminta Aleta menjadi istrinya.


"Maaf Tuan Damar yang terhormat, saya tidak ada hubungannya dengan orang yang bernama Emir itu! Jadi sebaiknya anda berhenti menganggu kehidupan saya lagi." Pintanya teguh.


Damar menyilangkan tangan di depan dada, menatap lekat wajah Aleta dan mendengar jelas perkataannya tanpa membalas

__ADS_1


"Wanita ini benar-benar pintar dalam bicara tapi bodoh dalam bertingkah. (menyeringai) Sepertinya tidak salah aku menjadikannya sebagai bonekaku!" gumam Damar menyeringai.


...♡♡♡...


__ADS_2