
..."Tidak ada satupun yang sempurna. Semua orang membuat kesalahan dalam hidup dan apa yang penting adalah apa yang datang setelahnya, bagaimana kau memilih untuk hidup sesudahnya."...
..._______________________...
Aleta menggeliat dan mengerjapkan mata yang kemudian memaksa untuk terduduk. Masih setengah sadar ia melamunkan sesuatu yang dianggapnya nyata.
Matanya mengedarkan ke segala arah dan berhenti menatap balkon, lalu berpikir sejenak. Aleta membenarkan bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya.
"Setahuku pintu kamar terkunci rapat, bagaimana bisa pelayan disini menerobos masuk begitu saja? sedangkan yang memiliki kunci cadangan kamarku hanyalah dia!"
Aleta bergumam setengah berpikir yang kemudian menggelengkan kepalanya berkali-kali, menampik bahwa perkiraannya salah.
"Tidak mungkin dia yang masuk ke dalam kamarku, pria itu masih berada di Rumah Sakit, berpikir apa aku ini! bodoh!"
Aleta kembali bergumam dan merutuki dirinya seraya memukul kening dengan tangannya. Tak lama suara ketukan pintu terdengar dari luar, Aleta menghampiri guna melihat siapa sosok yang ada dibalik pintu.
"Maaf Nona, ada seseorang yang menunggu di bawah." Ucap sang pelayan begitu melihat Aleta membuka pintu.
"Siapa?" tanya Aleta penasaran seraya mengerutkan kening.
"Nona, sudah ditunggu di bawah." Balasnya tanpa memberitahukan lebih jelas.
"Siapa sih?" tanyanya semakin dibuat penasaran.
"Maaf Nona, permisi!" bukannya menjawab rasa penasaran Aleta, sang pelayan itu justru melengos pergi.
Aleta menghela napas panjang, sepertinya awal pagi itu ia sudah diuji kesabarannya. Ia kembali menutup pintu dan segera masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan diri sebelum bertemu dengan seseorang yang dikatakan pelayan itu.
"Biarkan saja seseorang itu menungguku di sana!"
Gumam Aleta cuek sambil menyikat giginya di depan cermin wastafel yang ada di kamar mandi. Ia tak peduli dengan orang yang tengah menunggunya, justru yang Aleta lakukan saat ini hanya memperlambat waktu untuk bersih-bersih diri.
__ADS_1
Kini Aleta sedang berendam di dalam bathtub dengan banyak busa yang ikut berendam bersamanya. Ia mainkan busa-busa tersebut dengan senangnya, mulai dari meniup hingga membentuk busa itu menjadi sesuatu di atas wajahnya.
Sambil bersiul ia sangat menikmati relaksasi itu, meski seseorang yang menunggu tengah tampak gusar. Aleta menyalakan musik menenagkan dari audio ponselnya.
"Ah! nikmat sekali. Seharusnya aku melakukan seperti ini sejak lalu. Pantas saja orang-orang berdompet tebal senang berlama-lama di kamar mandi."
Monolognya seraya menyandarkan kepalanya di atas bathub lalu ia memejamkan matanya rapat-rapat, merasakan alunan relaksasi yang membuatnya terbuai akan suasana tenang nan damai.
...***...
Damar melongok ke atas tangga, sudah sejak tadi ia mondar-mandir di depan ruang televisi. Erick serta para pekerja rumahnya turut mengekori gerak-gerik Damar dari netra matanya.
Mereka berbisik-bisik sumbang melihat gelagat Bosnya itu yang tampak aneh. Gelisah dan terus berkacak pinggang sambil berdecak kesal. Bola matanya terus tertuju pada kamar Aleta yang berada di atas.
"Sial, bisa-bisanya dia membuatku menunggu seperti orang bodoh!" gumamnya jengkel.
"Maaf Tuan, sarapannya sudah dingin!" ucap sala seorang pelayan gugup karena takut.
"Baik Tuan," pelayan itu menunduk patuh sebelum melangkah pergi ke ruang dapur diikuti para pelayan lainnya.
Para pelayan itu memilih untuk memasak di dapur karena tak ingin berlama-lama melihat sikap Damar yang menakutkan. Pikir mereka melihat sayur-sayuran dan bahan-bahan makanan lainnya lebih sedap dipandang daripada raut wajahnya yang saat ini.
"Bos, sebaiknya saya akan kembali memanggil Nona." Ujar Erick hendak melangkah, sebab ia pun tak tahan melihat Damar yang terus mondar-mandir gelisah.
Damar menghadang langkah Erick sambil berkata, "biar aku saja, wanita itu benar-benar membuatku jengkel!" menatap tajam lalu melangkah pergi menaiki anak tangga.
"Huuuh, yang satu senang sekali membuat masalah dan yang satu lagi tidak sabaran sekaligus emosian."
Erick bergumam menilai sikap Damar dan Aleta yang membuat dirinya terus menggelengkan kepala dan menghela napas. Erick bahkan telah menjuluki keduanya seperti serial kartun Tom and Jerry.
.
__ADS_1
.
.
.
Damar mengetuk pintu kamar beberapa kali dari suara ketukan pelan hingga kuat yang ternyata tak menghasilkan apapun. Kunci cadangan ia keluarkan dari saku celananya dan segera memasukkannya pada cylinder.
Pintu berhasil terbuka, Damar bergegas masuk tanpa melongo seperti sebelumnya. Ia melangkah gagah layaknya orang tak bersalah karena telah masuk tanpa permisi terlebih dahulu.
Matanya mengedarkan ke seluruh ruangan untuk mencari Aleta, ia melangkah mendekati pintu balkon yang ternyata tak menemukan target pencariannya.
Damar kembali melangkah masuk. Tiba-tiba telinganya menangkap pendengaran lantunan musik. Ia melangkah mendekati sumber suara yang datang dari dalam kamar mandi.
Di dekati telinganya pada pintu, guna mendengar lebih jelas. Namun ternyata pintu itu terbuka, karena tak di kunci oleh sang pemilik kamar. Damar yang sangat penasaran pun melangkah memasuki kamar mandi dengan langkah hati-hati.
Matanya tertuju pada bathtub yang telah dipenuhi busa. Ia menghampiri, memastikan yang terjadi di dalam bathtub itu karena takut jika Aleta menenggelamkan diri di dalam sana seperti yang pernah dilakukan wanita itu saat datang pertama kali ke Rumahnya.
Namun terbukti pemikirannya itu salah, sebab Aleta justru telah bersantai ria menikmati relaksasi rendaman air hangat dengan banyak busa yang menutupi tubuhnya di atas permukaan air.
Damar membungkuk untuk mendekati wajahnya, memeriksa Aleta yang saat ini tengah memejamkan mata. Pikirnya, Aleta tertidur di dalam sana atau bahkan pingsan karena tak bereaksi apapun saat kedatangannya.
"Fiuuhh!"
Damar meniup wajah Aleta dan membuat sang empunya mengerut karena mendapat terpaan hembusan angin dari mulut Damar. Aleta membuka matanya perlahan hingga akhirnya terbelalak hebat saat kedua pasang manik mata mereka saling beradu pandang.
Posisi Damar yang berada di atas kepalanya, membuat Aleta sulit mengenali wajahnya. Hingga akhirnya ia tersadar dengan kehadiran seseorang yang masuk ke dalam kamar mandi secara tidak sopan.
"Aaaahhhhhhh!!!!!"
...💕💕💕...
__ADS_1