ME VS MY BROTHER

ME VS MY BROTHER
Episode 10


__ADS_3

Claudia benar-benar kesal, ia benci pada Aksa. Perempuan cantik tadi ternyata tunangan Aksa dan mereka akan segera menikah, lalu kenapa Aksa terus menerus berusaha memeluk dan menciumnya. Parahnya lagi Aksa dengan mudahnya memainkan hati Claudia, padahal sudah ada perempuan yang menunggunya.


"Dasar lelaki kardus!!!!" ucap Claudia sambil menghentak-hentakan kakinya.


"Di...tunggu, dengerin dulu apa yang kakak mau omongin, Claudia...." Aksa berusaha meraih tangan Claudia, dengan sekuat tenaga dia menggenggam tangan Claudia, lalu menarik kepelukannya.


"LEPASIN, DASAR LELAKI KARDUS !!!!!" seru Claudia dengan terus meronta.


"Ga, aku gak mau lepasin kamu..." jawab Aksa sambil menahan kakinya yang sakit.


"ITU CALON ISTRI LO UDAH NUNGGUIN DI DEPAN. TERUS APA?? LO MASIH NYOSOR NYOSOR BIBIR GW!! DASAR KAK AKSA JAHAT, MANUSIA JAHAT...LELAKI KARDUS!!!" Claudia hilang akal dia berusaha untuk terus meronta, hingga Aksa dan dirinya akhirnya terjatuh.


Kini posisinya Claudia sudah berada di bawah Claudia, mereka saling bertatapan, hingga Aksa membuat Claudia tertidur di atas dada bidangnya.


"Claudia kamu salah paham"


Tidak terasa air mata Claudia jatuh juga, ia kesal karena di bohongi, iya pasti karena itu. Claudia paling benci dengan pembohong, bukan karena dia cemburu Aksa ternyata punya perempuan lain.


"Kamu kenapa nangis?..."


"Aku benci sama kakak..." jawab Claudia sambil terisak.


"Udah cup cup...cuma kamu yang penting buat aku...jadi jangan cemburu sama Syakilla...aku cuma sayang sama kamu doang, ngerti kan..." Aksa mengelus punggung Claudia secara perlahan, dengan harapan Claudia bisa tenang.


"Terus itu perempuan siapa...kok dia bilang bakalan nikah sama kakak"


"Dia itu mantan kakak, makanya kan udah kakak bilang kamu jangan cembutu, dia itu masa lalu kakak dan kamu masa depan kakak"


Claudia tersenyum, perasaannya lega dengan apa yang dikatakan oleh Aksa. Dia tertawa renyah, dalam pelukan Aksa. Namun saat mengangkat kepalanya, senyum Claudia hilang. Aksa tertawa melihat Claudia yang sepertinya sudah mulai jatuh hati pada Aksa.


"Jadi kamu sampe kesel parah gini karena cemburu kan..." tanya Aksa dengan senyum liciknya.


Claudia langsung berdiri, dia melihat kearah kanan dan kiri. Apa yang tadi dia dengar, cemburu?. Gak itu gak mungkin, Claudia ga cemburu, dia cuma ga suka di bohongin.


'Eeeee, bentar aku gak mungkin cemburu, ngapain cemburu sama lelaki kardus begini, aku gak suka sama ini manusia, ngapain cemburu' gumam Claudia dalam hatinya.


"Di...." Tanya Aksa sembari tersenyum lebar.


"EH KA, aku sama sekali ga cemburu....jangan geer ya!!!" Claudia mengehentak-hentakan kakinya sambil mengacungkan jari telunjuknya kearah Aksa.


"Hahaha...kalo cemburu bilang aja, ga usah malu..." seru Aksa sambil tertawa.


"GAAAAAK...." Seru Claudia sambil marah-marah.


Aksa dan Claudia terlalu fokus dengan pembicaraannya, hingga tak sadar bahwa Syakilla mengintip. Ia melihat semuanya, Syakilla menangis sambil mengepalkan jari-jarinya.


'Mas Aksa, apapun yang terjadi kamu cuma milik aku. Walaupun gak mudah aku bakalan bikin kamu balik lagi aku mas, dengan cara apapun" gumam Syakilla lirih.


*

__ADS_1


Nesya masuk kedalam rumah, ia melawati ruang tamu dan pecahan gelas keramik ada dimana-mana, ia panik takut terjadi sesuatu pada kedua cucunya. Hingga ia melihat Syakilla sedang mengintip kearah ruang TV, karenanya ia pun penasaran dan ikut memperhatikan dari belakang tubuh Syakilla.


Matanya membelalak, saat ini yang ia takutkan memang terjadi. Pantas saja Reiki langsung memaksa ibunya melamar Claudia secepatnya.


"KALIAN! APA APAAN INI"


"Eyang..."


Syakilla terkejut, karena perempuan tua yang sedang berteriak kencang di belakangnya saat ini, berjalan melalui Syakilla tanpa menengok kearah kearahnya.


"Aksa ini ada apa? Kenapa kalian teriak teriak, terus ini perempuan siapa?" sambil menunjuk kearah Syakilla


"Eyang....Aksa bisa jelasin semuanya...." Jawab Aksa yang terkejut dengan kehadiran eyangnya yang tiba-tiba.


"Udah udah, eyang gak mau tau apapun sekarang. Ade...kamu sekarang mandi siap-siap, nanti malem tante Keiko sama om Satyo mau kesini ketemu kamu"


"Tante Kei??? Tapi eyang..."


"Udah cepet de, eyang mau masak dulu buat nanti malam" jawab Nesya dengan nada datar.


"Eyang..." Aksa tidak tahu harus bilang apa, ia merasa benar-benar tidak enak.


"Aksa kamu suruh perempuan ini beresin barangnya, jangan berantakan gitu di ruang tamu, terus minta bi Sumi beresin pecahan gelas di depan itu" jawab Nesya dengan wajah tidak peduli.


"Iya Eyang"


Aksa pun dibantu berdiri oleh Claudia, yang setelahnya langsung berlari masuk ke kamar.


*


'Tante Keiko sama Om Satya tuh siapa? Mau ngapain mereka ketemu sama Claudia' gumam Aksa yang kini tengah duduk diruang tamu.


"Mas..."


"Akilla, dengerin aku, tadi kamu dengerkan yang di bilang sama eyang, kalau kamu mau tunggu papa ya gak apa, tapi aku ga bisa nemenin kamu disini"


"Mas Aksa..." Syakilla ingin Aksa menemaninya, tapi apa Aksa malah menyuruhnya menunggu sendirian disini.


"Aku mau siap-siap juga, bakalan ada tamu" Aksa berdiri dari duduknya, lalu mengambil tongkat penyanggah.


"Mas Aksa...."


"Apaan sih Killa..." jawab Aksa yang mulai kesal.


"Om Bram ga tau kan, kalau mas cinta sama Claudia..."


Syakilla melihat lurus ke mata Aksa, ia seakan ingin memberikan rasa takut bagi lelaki yang dicintainya itu. Syakilla berhati-hati dalam berkata. Ia harus memikirkan dan merencanakan semuanya dengan baik.


"Apa maksud kamu?" tanya Aksa sambil memicingkan matanya,

__ADS_1


"Claudia itu adik tiri mas kan?" seru Syakilla sambil tersenyum


Ia tidak ingin membuang kesempatan, marah pada Aksa pun cuma buang-buang tenaga, lebih baik ia bersikap seperti mendukung Aksa. Bisa saja ini hal yang membuat Aksa mau tak mau harus bersama dengan Syakilla.


"Kamu ngancem aku Killa?" jawab Aksa sambil melihat marah kearah Syakilla.


Syakilla pun berdiri, ia memeluk pelan Aksa yang ada didepannya. Aksa terkejut ia menolak pelukan Syakilla.


"Apa-apaan kamu?"


"Kenapa mas? Bahkan dulu berkali-kali kita melakukan apa yang biasa dilakukan oleh suami istri, cuma pelukan aja ga ada apa-apanya kan?"


"SYAKILLA!"


Aksa marah pada Syakilla, tapi Syakilla tetap tersenyum manis, Dia menyentuh wajah Aksa.


"Mas, aku akan bantu mas."


"Maksud kamu?" tanya Aksa bingung


"Dari yang aku liat, Claudia itu udah mulai suka kan sama mas. Tapi ego dia masih tinggi untuk akuin itu"


"Terus?"


"Ijinin aku buat bantu mas supaya Claudia sadar sama perasaannya sendiri. Kalau kamu yang terlalu frontal deketin Claudia, om Bram bisa ngamuk nantinya, tapi kalau Claudia yang datang ke kamu, om Bram bisa apa?"


Aksa terdiam, apa yang dikatakan oleh Syakilla ada benar, kalau ia terlalu frontal mendekati Claudia kemungkinan besar ayahnya akan memaksa Aksa untuk segera menikahi Syakilla, tapi kalau Claudia yang mendekati dirinya, Bram pasti tidak bisa komentar apapun.


"Kamu serius mau bantuin aku Killa?" tanya Aksa ragu.


"Iya tentu aja, aku sayang sama kamu mas, dan pengen kamu bahagia" jawab Syakilla berusaha tersenyum setulus mungkin.


"Makasih banyak Killa, aku utang budi banget sama kamu" jawab Aksa sambil tersenyum.


Syakilla pun membalas senyuman Aksa dengan tidak kalah manisnya.


'Kamu akan bayar utang budimu itu dengan menikahi aku mas, aku pastikan itu bakalan terjadi, kamu sama Claudia selamanya cuma akan jadi saudara tiri' gumam Claudia dalam hatinya.


------------------------------------------------------------------


Hai, makasih udah baca cerita kami


Oh iya jangan lupa untuk keep share dan vote ya...


Semakin banyak readers dan vote untuk kami, semakin semangat kami untuk update 😻


XOXO MOXYAAL


 

__ADS_1


 


__ADS_2