ME VS MY BROTHER

ME VS MY BROTHER
Episode 87


__ADS_3

Hari sudah sore ketika Reiki baru saja sampai di rumah dari bandara, jujur saja ia merasa lelah, karena sewaktu masih di Jepang pun Reiki sama sekali tidak bisa beristirahat. Akan tetapi, walaupun lelah ia tetap mengikuti keinginan kedua orang tuanya, untuk bicara.


Berbincang hangat karena rindu, ya bisa jadi ada sedikit rasa seperti itu. Namun sayangnya lebih banyak rasa kecewa yang ingin di ungkapkan kedua orang tua Reiki.


Mereka bertiga pun kini duduk di ruang kerja Satyo, ayah dari Reiki. Entah bagaimana, tapi Reiki nampaknya baru menyadari seberapa besar dampak dari perbuatannya.


Kedua orang tuanya terlihat begitu lelah, terlebih Keiko ibu dari Reiki. Wanita itu nampak kehilangan keceriaan dan aura positif yang selalu menyertai senyumannya.


Ya, bagaikan babak belur kedua orang tua Reiki bahkan terlihat lebih tua daripada seharusnya, semua itu berkat kegilaan Reiki selama beberapa tahun terakhir.


“Papa gak akan banyak basa-basi, kamu tau persis apa yang papa dan mama mau tanyakan…” seru Satyo dengan serius.


Reiki mengangguk, dia sangat yakin bahwa kedua orang tuanya sudah mengetahui semua kebusukan yang dilakukannya sesaat setelah Nico memintanya untuk bertemu. Reiki yakin 100 persen bahwa Nico pasti memberitahu papa dan mamanya, karena sejak kecil Nico bukan tipe orang yang membiarkan masalah semakin berlarut-larut, pemuda itu malah termasuk orang yang sangat spontan dan tak pandai menyusun agenda juga rencana-rencana yang merugikan orang lain.


“Reiki, kenapa kamu bisa bertindak kelewat batas seperti ini? Apa kurang Pendidikan akhlak dari papa dan mama ?” Satyo tak membentak anaknya itu, pria ini berusaha bertanya dengan setenang mungkin.


Reiki terdiam, dia tahu kesalahannya. Mata batinnya sudah di butakan oleh semua ego untuk memiliki Claudia tanpa mempedulikan bagaimana perasaan dan nasib orang lain yang ia korbankan.


Raut wajah yang penuh dengan kekecewaan jelas menghiasi wajah kedua orang tua Reiki, mereka bingung apa yang salah, bagaimana bisa putra mereka berubah jadi monster yang siap menyakiti orang lain demi mendapatkan yang dia inginkan.


Apa yang salah hingga membuat pemuda yang di besarkan dengan begitu baik dan penuh kasih sayang, bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya.


Semua pertanyaan itu menggrogoti baik mental maupun fisik kedua orang tua Reiki, saat mereka mengetahui kalo putranya melakukan berbagai macam hal kotor, seperti terkena sambaran petir baik Keiko maupun Satyo sangat shock.


“Sejak kecil papa dan mama tidak pernah mengajarkan kamu untuk menyakiti orang lain, tidak pernah memberikan contoh untuk merugikan orang lain, papa dan mama selalu berusaha membuat kamu paham dan mengerti, untuk bertindak penuh kebaikan, lemah lembut dan juga adil pada semua orang. Kemana perginya semua itu ? sampai-sampai kamu tega menghancurkan usaha banyak orang, membuat mereka kehilangan mata pencaharian hingga memaksa mereka jadi boneka yang bisa kamu atur-atur” Tidak pernah dalam hidup Satyo merasa sakit seperti ini, untuk pertama kalinya pria yang selalu bersikap lemah lembut ini ingin memukul anak lelaki satu-satunya itu.


“Iki-kun…semuanya…semua itu pasti ada alasannya, kamu pasti di jebak kan??? Kamu pasti…” Keiko dengan suara begetar tak ingin mempercayai apa yang telah dilakukan putranya, namun belum selesai bicara Reiki menyela ibunya.


Mantan tunangan Claudia itu menggelengkan kepalanya pelan sembari menggenggam tangan ibunya, mengisyaratkan bahwa semua yang diketahui oleh ibu dan ayahnya adalah pure pekerjaannya tanpa bantuan siapapun.


Melihat putranya tak menyangkal Keiko mulai menitikan air matanya, ia sudah tidak bisa menyangkal dan lari dari kenyataan.


“Pa, Ma…Reiki tau kalau perbuatan Reiki sangat salah,tapi Reiki sudah sadar sekarang…kepulangan Reiki ke Indonesia pun karena ingin membereskan semua masalah yang sudah Reiki sebabkan, seumur hidup Reiki akan bertanggung jawab kalau memang itu di butuhkan Pa, Ma”


Reiki serius, ia ingin memulai semuanya lagi dari awal. Hidupnya dan hidup orang lain yang sudah sia-sia karena obsesi semata, Reiki akan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaikinya.


“Papa hargai keberanian kamu untuk bertanggung jawab…”


Satyo berhenti bicara lalu menghela nafas kasar, sebenarnya setengah dari masalah yang ditimbulkan oleh Reiki telah ia bereskan diam-diam olehnya.


“Tapi…tidak semua hal yang rusak bisa di perbaiki dengan mudah…terlebih hubungan antar manusia” lanjut Satyo.


Reiki termenung beberapa saat, ia paham benar ucapan papanya itu. Ia tahu bahwa banyak ‘hubungan’ yang hancur akibat perbuatannya, dan ia sudah tahu dengan pasti kalau tidak akan mudah mendapatkan pengampunan dari orang-orang yang telah ia sakiti.

__ADS_1


“Reiki paham pa…ada banyak hal yang gak bisa kembali lagi setelah hancur…” Reiki menunduk menyesali semua yang sudah ia lakukan, semua sudah terlambat.


“Ya…tapi bukan berarti kamu gak bisa menciptakan hubungan yang baru”


Satyo berusaha menyemangati putranya, ia ingin Reiki memulai kembali dari awal dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik.


“金継ぎ (Kintsugi)” ucap Keiko tiba-tiba.


Reiki menatap wajah ibunya yang tersenyum lemah, Keiko sepertinya tahu bahwa suaminya itu berusaha menaikan semangat Reiki.


“Kintsugi???…” tanya Reiki bingung.


Keiko mengangguk lalu kembali menjelaskan.


“Ketika ada barang yang rusak kita tidak bisa memperbaikinya seperti sedia kala, namun kita bisa membuatnya menjadi lebih indah hanya dengan sebuah tinta berwarna emas…” seru Keiko.


Wanita yang telah melahirkan Reiki ini pun memeluk tubuh putranya itu beberapa saat, sebelum melepaskannya kembali.


“Kintsugi itu bukan cuma sekadar memperbaiki tembikar yang rusak nak…tapi itu juga sebagai cerminan emosi manusia. Bahwasannya ketika kita menerima kesalahan yang kita lakukan dan memohon maaf dari hati yang terdalam, sebuah hubungan yang tadinya rusak bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih baik, bahkan daripada sebelumnya.


Reiki mendengarkan dengan seksama, ia berusaha memahami tiap kalimat yang diucapkan ibunya.


“Dari Kintsugi kita juga belajar sifat-sifat manusia, bagaimana kita sebagai manusia yang diibaratkan tembikar yang mulus, mendambakan kesempurnaan di dunia yang cuma sementara dan fana, akan tetapi saat tembikar itu pecah manusia mau tak mau harus tetap menerima takdir”


Menerima takdir? Ya seharusnya Reiki melakukannya sedari dulu. Bagaimana ia mendambakan cinta yang sempurna dari Claudia, walaupun dalam hati kecilnya berulang kali mengatakan bahwa gadis itu tak akan pernah bisa jadi miliknya.


“Iki kun…sebagai manusia kita harus berusaha untuk melanjutkan hidup walaupun dengan membawa luka yang sangat menyakitkan, lalu bangkit dan menghadapi kenyataan dan masa depan yang baru. Merekonsiliasi hal-hal yang tak bisa kamu kontrol, memang sulit namun bukan berarti tidak mungkin”


Keiko sebisa mungkin membuat Reiki mengerti dan belajar dari apa yang ia telah perbuat. Keinginannya hanya satu, agar Reiki tak mengulanginya lagi apapun alasannya.


“Reiki, kamu paham kan apa yang di maksud mamamu?” Satyo bertanya kepada Reiki.


Sedangkan pria itu kini sudah meringkuk di pelukan ibunya sambil menangis dalam diam. Betapa ia merasa hancur karena sudah melakukan sesuatu yang buruk.


“Iya pa..ma…maafkan Reiki…” ucap Reiki sambil terbata-bata.


Satyo pun berdiri dari duduknya, ia mendekati anak dan istrinya itu. Ia pun menangis melihat Reiki, putra kecilnya yang selalu terlihat sempurna ternyata begitu banyak memiliki kelemahan, ia merasa malu sebagai ayah. Semua karena ia tak mampu membimbing anaknya dan menghentikan Reiki ketika mengambil jalan yang salah.


Lelaki paruh baya itu lantas, ikut memeluk Reiki. Disaat-saat seperti inilah Reiki baru menyadari begitu penting keberadaan kedua orang tuanya, ia merasa selama ini dirinya tak pernah bersyukur walaupun Tuhan sudah sangat baik kepadanya.


‘Maafin Reiki papa, mama…Reiki janji gak akan pernah lagi kecewain papa sama mama’ gumam Reiki dalam hati.


Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda…

__ADS_1


Icha melamun, ia terduduk di kursi meja belajarnya sembari menatap kearah luar lewat jendela.


Gadis ini begitu fokus dengan pikirannya.


Eros Bratadikara Nayaka…


Selama beberapa hari terakhir nama itu terus berputar di dalam otaknya, semua tentang Eros terasa tidak nyata bagi gadis itu.


Eros pria yang sangat baik, mengingatkannya dengan ayahnya, menikahi Eros mungkin adalah pilihan yang terbaik.


Tunggu dulu? Benarkah pilihan Icha???


Jika benar kenapa hatinya sama sekali tidak tenang. Sekali lagi Icha menghembuskan nafas panjang.


Saking terlalu fokusnya Icha akan pikirannya, gadis itu sampai tidak menyadari bahwa kakaknya, Alif sudah masuk ke kamarnya.


“Cha…Icha…. Aisyah Syafira Adhitama….wooooy adeknya Alif Rizki adhitama lelaki pujaan wanita yang baik hati dan juga rupawan !!!”


Alif sudah setengah teriak akan tetapi Icha masih juga tidak menyadari. Bingung akhirnya Alif memutuskan untuk menganggetkan Icha dengan cara menggendong tubuh mungil adiknya itu.


Kontan saja karena tiba-tiba di angkat Icha yang terkejut berteriak sekuat tenaga, hingga pada akhirnya Alif mendudukan adiknya itu di atas Kasur.


“Astagfirullah !!! ya Allah ka…kakak kenapa kagetin Icha sih?” ucap Icha sambil mencubit pipi Alif, kesal.


“Duh Cha…sakiiiit !!!”


Icha pun melepaskan cubitannya, sembari mengerutkan dahi.


“Kamu mikirin apaan sih sampe ga kontak gitu aku panggilin juga…” seru Alif sambil mengusap-usap pipinya.


‘Kalau aku cerita kak Alif marah gak ya? Kak Alif kan kurang suka sama ka Eros…’ gumam Icha dalam hati. Gadis ini memalingkan wajahnya dari Alif, tak ingin menjawab pertanyaan kakaknya itu.


“Kenapa? Kamu bingung masalah soal Eros???” tanya Alif dengan wajah serius.


Mata Icha terbelalak, kok bisa Alif mengetahui soal dirinya dan Eros.


“Kok kakak bisa tahu???” tanya Icha penasaran.


“Kan Eros telepon kakak, terus bilang mau ngekhitbah kamu…bapak sama ibu juga udah tau kok, gak cuma mereka aja abah (kakek) juga udah dikasih tau, orang tuanya Eros nelepon 3 hari lalu” seru Alif santai,


“Oh…” Icha mengangguk.


Sepertinya ada yang tidak beres…

__ADS_1


“Tu…tu…tunggu dulu…maksudnya??” Icha kaget luar biasa setelah menyadari semua di beritahu oleh kakaknya itu.


“Ya semua orang di keluarga kita udah tau Eros mau ngelamar kamu…”


__ADS_2