ME VS MY BROTHER

ME VS MY BROTHER
Episode 65


__ADS_3

Menjadi orang tua dari seorang perempuan punya tanggung jawab yang lebih berat, baik hidup di negara yang konservatif maupun tidak.


Kalimat itu yang membuat Silvana tersentak, saat ini di ruang tamu rumahnya tengah kedatangan tamu.


Tiga orang datang dengan ekspresi wajah yang tak bisa di tenangkan sama sekali. Amarah, kecewa dan sedih terpampang jelas dari gesture tubuh para tamu tersebut.


Mereka adalah kedua orang tua Syakila dan ibu mertua Silvana, Indah. Kedatangan mereka seakan ‘menuntut’ keadilan untuk putri mereka Syakila.


“Sejak awal mami sudah bilang sama kamu, anak itu cuma akan jadi masalah kedepannya untuk keluarga kita Bram, tapi sudahlah semua juga sudah terjadi. Sekarang yang mami mau, kamu nikahkan Aksa secepatnya dengan Syakila” seru Indah sambil menatap Bram dengan tatapan marah.


Jika biasanya Indah selalu mengamuk pada Bram, akan tetapi entah mengapa sekarang perempuan itu bahkan tak meninggikan suaranya. Mungkin masalah kali ‘video’ ini membuatnya sangat shock, hingga tak bisa berkata-kata.


“Mi, kami ingin mencari tahu lebih jauh kenapa bisa ada video itu. Apa dari kalian semua yang sudah melihat video itu gak merasa aneh?” seru Bram.


Kemarin malam ia sudah berdiskusi dengan Silvana, dan awalnya masih berkeras untuk menikahkan putranya. Hingga istrinya itu mengemumakan beberapa fakta soal video tersebut.


Yang paling dasar adalah kenapa Syakila harus memasang cctv di kamarnya sendiri. Apalagi sudut pengambilan video itu juga terlampau aneh, seakan-akan menutup akses untuk menampakan wajah Syakila dengan jelas.


Seharusnya, jika adegan itu dilakukan secara alami atas dasar keinginan kedua belah pihak mereka tak akan memperhatikan posisi saat melakukannya, namun dalam video itu seakan beberapa kali Syakila mengatur ulang posisi Aksa.


Ketika mengungkapkan beberapa kejanggalan dari video tersebut, pada akhirnya Bram luluh juga, ia nampaknya paham kegelisahan istrinya selama ini. Jikalau memang benar semua ini adalah rencana yang di buat oleh Syakila, maka sangat salah jika ia masih berkeras hati untuk menikahkan anaknya dengan perempuan yang sudah gila seperti itu.


“Maksud kamu apa Bram? Apalagi yang mau dicari tahu? Dari situ sudah jelas kalau Aksa dan Syakila melakukan sesuatu yang diluar batas, apa kamu sebagai orang tua gak malu hah?!” seru Melinda ibu dari Syakila.


Melinda salah satu orang yang masih bisa bersikap tenang, sejak awal kedatangannya ia jelas terlihat lebih seperti orang bingung, berbeda dengan suaminya, Mario dan tantenya Indah.


“Tapi mba kami merasa ada kejanggalan di video itu, kami ingin mencari tahu dulu apa ada unsur kesengajaan atau tidak..” jelas Silvana.


Akan tetapi apa yang dikatakan oleh Silvana malah semakin membuat Mario, ayah dari Syakila semakin mengamuk. Ia merasa Bram dan Syakila sungguh keterlaluan karena masih menuduh anaknya yang berinisiatif melakukan hal tercela seperti ini.


Menurut Mario, seharusnya mereka sebagai orang tua dari Aksa datang dan meminta maaf.


“JADI MAKSUD KALIAN ANAK KU YANG MEMBUAT RENCANA KONYOL SEPERTI INI ?! KALIAN INI GILA YA?! SYAKILA ITU PEREMPUAN, BUAT APA DIA MEMPERMALUKAN DIRINYA SENDIRI!!!”

__ADS_1


Syakila kemarin malam menelepon mereka, lalu mengatakan bahwa ia telah berbuat sesuatu yang akan menyebabkan keluarga besar mereka malu luar biasa, tentunya perempuan itu menghubungi keluarganya sambil menangis.


Sebagai tambahan Syakila bahkan berniat untuk menghabisi hidupnya, saat menghubungi ayahnya, jelas perempuan itu sangat takut jika ia hamil, apalagi ketika kejadian itu terjadi, menurut Syakila Aksa menolak menggunakan pengaman, mereka berdua mabuk dan tak bisa mengendalikan diri.


Itulah versi Syakila, tentunya setelah mendengar kejadian itu dengan pesawat paling pagi mereka terbang ke Jakarta, bersama dengan Indah yang ternyata juga sudah tahu mengenai masalah ini.


“Ana, kamu punya anak perempuan, apa yang akan kamu lakukan kalau anak perempuanmu di perlakukan seperti ini? Kami datang kesini bukan mau cari masalah, kami ingin menyelesaikannya baik-baik. Terlepas dari kecurigaan kalian, bukti video itu tidak akan pernah bisa dihapus….” Ucap Melinda, sambil menangis.


Indah sudah sangat tidak sabar, apalagi setelah ia mendengar semua cerita dari Syakila, tentang Aksa yang menakuti-nakuti Syakila soal menyebarkan video tersebut kepada para rekanan bisnis Mario, lalu tentang persoalan Aksa yang ingin menikahi anak dari Silvana.


Kegilaan ini harus dihentikan pikir wanita itu, entah sampai dimana Aksa ingin membuat keluarganya itu malu, ia harus segera menyelamatkan martabat keluarga dan jalan satu-satunya adalah menyeret Aksa ke pelaminan.


“Sudah-sudah, mami gak mau dengar lagi alasan dari kalian berdua…mami mau pernikahan Aksa dan Syakila di laksanakan secepatnya, atau….” Indah menatap Bram dengan ekspresi serius.


Bram bergidik, maminya pasti merencanakan sesuatu. “Atau apa mi?” tanyanya sambil mengerutkan dahi.


“Mami akan bikin laporan ke polisi dan menjebloskan anak kalian ke penjara…”


Mata Bram membelalaki, ia langsung berteriak “MAMI!!!”


“Aksa itu lelaki, suruh dia bertanggung jawab sama kelakuannya. Mau Syakila yang mulai kek atau siapapun, di video itu bukan orang lain, jadi Aksa yang harus tanggung semua akibatnya, lagipula siapa yang suruh dia datang ke rumah perempuan malam-malam…gak punya sopan santun…sekarang suruh dia kesini temuin kami, kita harus bahas tanggal pernikahannya” seru Indah.


Mendengar mertuanya minta bertemu dengan Aksa, Silvana lantas undur diri dan berniat memanggil Aksa. Namun belum sempat naik tangga, Melinda ternyata mengikutinya dari belakang.


“Ana…” panggil Melinda.


Silvana berbalik, lalu mendekati Melinda. Sebenarnya Silvana kenal dengan perempuan itu, kurang lebihnya selama masih jadi tunangan Bram dulu mereka beberapa kali bertemu.


Melinda merupakan pribadi yang lembut, orang yang sulit memaki orang lain. Karenanya entah bagaimana Syakila bisa jadi perempuan dengan akhlak tidak baik, hal ini masih jadi misteri buat Silvana.


“Maaf, aku tahu ini juga berat buat kamu….tapi coba kamu pikirin kalau kamu ada diposisi aku, sebagai orang tua yang punya anak perempuan…”


Jujur Silvana paham atas apa yang dirasakan oleh Melinda, sangat sulit pasti. Ia tahu benar bahwa hati Melinda sama hancurnya, melihat anak perempuannya sudah sebegitu rusaknya.

__ADS_1


Mungkin bagi Melinda, menikahkan Syakila dengan Aksa juga sebagai jalan terakhir merubah perangai putrinya, tapi tetap saja ini terasa berat sebelah, karena ada dua orang yang masa depannya di pertaruhkan jika terjadi pernikahan.


“Mba…aku paham semuanya tapi ini gak adil buat Aksa….”


Melinda mendekati Silvana, perempuan yang matanya sudah super sembab itu meraih pelan tangan bunda dari Claudia. Ia seakan memohon agar Silvana membantunya. “Disini keduanya salah Na, Syakila juga sama salahnya dengan Aksa, tapi pada kenyataannya mereka berdua sudah melakukan itu, jadi aku mohon sama kamu, tolong yakinkan Aksa untuk menikah dengan Syakila…tolong sekali lagi kamu pikirkan kalau ada di posisi ku….”


Tanpa terasa Silvana pun turut menitikan air mata, ia paham benar perasaan seorang ibu yang melihat anaknya melakukan hal tak terpuji. “Aku panggil Aksa sebentar ya mba” seru Silvana sambil tersenyum.


Saat berada di depan kamar Claudia, dengan jelas ia bisa mendengar suara kedua anaknya, hatinya sangat pilu menyadari bahwa baik Aksa dan Claudia sudah berbaikan, dan sebentar lagi suara tawa mereka akan berubah menjadi tangisan.


Perlahan Silvana menghela nafasnya, ia mengetuk pintu Claudia lalu membukanya.


“Kak, kamu turun sekarang….” Seru Silvana sembari menepuk pundak Aksa.


“Bunda kenapa?” tanya Claudia khawatir, karena ibunya jarang sekali menangis.


“Orang tuanya Syakila sama nenek kamu udah ada dibawah minta ketemu…”


Aksa dan Claudia cuma bisa saling bertukar pandangan, Claudia menatap mata kakak sambungnya itu dengan cemas, ia sadar apa yang akan Aksa hadapi begitu turun ke bawah.


Akan tetapi Aksa tersenyum, berusaha menenangkan Claudia. Lalu pergi mengikuti Silvana, hingga pada akhirnya meninggalkan Claudia sendirian di kamarnya.


“Nak… bunda mau kamu jadi lelaki yang bertanggung jawab” seru Silvana sebelum turun ke lantai bawah.


Aksa menunduk, jujur saja ia tidak siap menghadapi apapun yang ada dibawah sana, namun sebagai seorang lelaki ia tak boleh gentar.


“Kamu udah tau kan maksud kedatangan mereka?”


Aksa mengangguk, semua orang di bawah pasti ingin memaksanya untuk menikahi Syakila.


“Kak…perkara kamu di jebak atau gak, pada kenyataannya kamu memang melakukan itu… Jujur bunda ga ngerti harus apa lagi…maafin bunda kak”


Silvana menangis, ia memeluk tubuh Aksa yang bergetar hebat. Terlihat jelas bahwa di titik ini Silvana pun seperti sudah kehilangan harapan. Aksa cuma bisa pasrah, karena pada kenyataan ia juga tetap salah. Kesalahan terbesarnya adalah memberikan kesempatan bagi Syakila untuk menjebaknya.

__ADS_1


 


“Sekarang ayo kita kebawah, kita selesaikan semuanya” tutur Silvana.


__ADS_2