ME VS MY BROTHER

ME VS MY BROTHER
Episode 13


__ADS_3

Claudia melihat dari jendela kamarnya, ke 6 temannya sudah datang. Ia pun langsung berlari keluar dari kamarnya, tak lupa membawa alat musik dan buku musiknya.


Claudia akhirnya sampai di ruang tamu, tentu dengan baju formal dan make up natural yang ia pulaskan kewajahnya. Semua yang ada disana terpana, teman-temannya yang sudah datang pun tidak bisa menapikan sosok Claudia yang sangat cantik. Memakai dress berwarna peach selutut, dengan rambut di kepang plus jepitan kupu kupu berwarna senada dengan dressnya.


Aksa juga terhipnotis dengan kecantikan Claudia, bibirnya yang berwarna pink mungil itu kini berkilau karena sapuan lip gloss, lalu bulu matanya yang lentik semakin menarik karena ia memakai mascara bening, sedangkan pipinya Claudia hanya menggunakan blush on pink muda tipis, karena sejak awal pipinya memang sudah memerah alami.


Saat melihat kesamping Aksa kaget karena ke 2 teman Claudia yang lelaki ikut menikmati kecantikan Claudia, mereka bahkan tidak bisa menutup mulutnya. Claudia memang jarang make up, ia termasuk gadis yang tomboy, jadi wajar anak anak ini hampir tak pernah melihat wajah cantik Claudia versi sudah di upgrade, dengan dia tidak ber make up saja Claudia adalah salah satu primadona sekolah, dan banyak sekali orang yang menyatakan perasaannya pada gadis ini tapi ia tolak mentah-mentah.


Aksa ingin sekali menutup mata para remaja lelaki itu, tapi belum dia melakukannya teman-teman Claudia yang perempuan sudah bertindak duluan.


"Innalillahi ka...mata itu mata ya ampun" seru gadis berhijab tersebut.


"Anjir lu, itu mata jelalatan aja" celetuk anak perempuan berambut pendek sebahu


"Lo juga..." ujar gadis dengan rambut di ikat


Hanya satu anak lelaki yang nampak biasa saja melihat Claudia, dia masih sibuk dengan handphonenya, karena semuanya melihat kearahnya anak lelaki itu hanya melihat balik.


"Apa?" tanya anak berkacamata tersebut.


"Eh iya gw lupa lo kan makhluk langka ya, ga doyan cewe 3D" ujar perempuan dengan rambut yang diikatnya itu.


Claudia hanya tertawa melihat teman-temannya, mereka memang super absurd tapi teman terbaik yang Claudia punya, sejak SMP mereka sudah berteman, jadi jangan tanya seberapa akrab mereka.


"De, itu temen-temen kamu kok kesini, bukannya nanti malem mau ada acara?" tanya Aksa mendekati Claudia.


Claudia hanya melirik Aksa dengan dingin, seraya melewati Aksa tanpa bicara apapun. Aksa menghela napasnya kasar, ia sepertinya tahu Claudia masih kesal padanya.


"Rimaaaaa, sorry gw kemaren waktu itu ga jadi dateng, terus gw ilang gitu aja dari peredaran"


"Iya gpp Di, gw, Icha sama Shiva ngerti kok" jawab teman Claudia yang berambut pendek, dia adalah Mehrima Adinda Rizky, cewe yang super cuek ini teman Claudia yang paling lama bersahabat dengannya, satu orang lagi sebenarnya yang bersahabat dengan Claudia dia gadis manis berhijab yang sedang tersenyum Aisyah Syafira Adhitama atau biasa dipanggil Icha.


Mereka bertiga satu Taman kanak kanak, jadi bagaimana sifat Claudia mereka sudah sangat paham. Claudia adalah tipe orang yang tidak akan memegang ponselnya saat ada masalah yang menurutnya berat.


"Di, kok lo pake baju rapih gitu? Kita salah kostum dong ini?" tanya gadis dengan rambut yang di kuncir, gadis ini adalah Amaliya Rayshiva, mereka bertiga baru akrab dengan Shiva saat duduk di bangku kelas 2 SMP.


Sedangkan 3 orang anak laki-laki yang ikut dengan Rima, Icha, dan Shiva dekat karena mereka satu kelas sejak kelas 3 SMP. Oktama Melvin, cowo berkacamata yang sebenernya ganteng kalo lagi cosplay tapi pas sehari-hari dia ga bakal dilirik, Melvin ini ga tertarik sama perempuan 3D, dia bilang sama semua orang kalo dia cuma tertarik sama perempuan 2D.


Oh iya, dua orang yang tadi mangap karena liat Claudia adalah Rafisqy sayudha dan Alif Rizki adhitama. Khusus buat Alif dia ini udah kenal lama sama Claudia, iya dia kakak kembar Icha, tapi mereka berdua bagai langit dan bumi, beda luar biasa, Icha yang kalem dan lembut sedangkan Alif yang luar biasa petakilannya. Kalo Yudha dia itu udah lama suka sama Shiva, jadi akrab pun karena dia ngebucin Shiva sejak baru masuk SMP.


"Kita pindah aja yuk" ajak Claudia


"Kemana? Di???" tanya Melvin

__ADS_1


"Ke studio" jawab Claudia


"Wih mamen, jadi anak sultan sekarang lau..." sebut Alif sambil tertawa


"Abang ih..." seru Icha sambil mencubit abangnya itu.


"Eits iya iya Cha...." tukas Alif sambil tertawa


"Nyeeeh serah deh, udah ayo cepet..." Claudia pun berjalan dengan diikuti oleh teman-temannya itu, mereka tak banya bertanya setelahnya.


Ruang studio untuk Claudia berada di luar rumah, tak begitu jauh dari rumah utama, ada bangunan 2 lantai. Studio di lantai 1 dan lantai 2 ada beberapa ruangan juga mini bar.


Semua teman-teman Claudia berdecak kagum, tentu saja rumah ini sungguh lengkap, semua fasilitas penunjang ada disini. Bahkan di ujung rumah utama ada ruangan dengan fasilitas sauna dan jacuzi didalamnya. Sebenarnya untuk menunjang perawatan dirumah ini ada beberapa pekerja, namun mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar, sedangkan jika di perlukan bi Sumi yang bertanggung jawab untuk mengurus rumah utama akan memanggil mereka.


"Gila sih Di, kalo dipikir-pikir lo ga perlu kesel juga kali nyokap lo nikah, ini sih tante Ana emang jago nyari laki..." ujar Alif


Claudia langsung membalikan badannya, dan menatap dengan tatapan membunuh kearah Alif, bisa-bisanya Alif komentar seperti itu. Icha yang melihat abangnya bicara begitu, langsung mencubit perut kembarannya itu.


"Abang keterlaluan...."


"Duh duh duh....Cha ih, kan abang cuman ngomong apa adanya. Lo mendingan gw ngomong di belakang apa di depan muka lo Di? Nah lo pilih deh..."


"Eh lontong lo kira si Claudia mata duitan apa kaya lo" seru Rima sambil menoyor kepala Alif.


Claudia hanya menggelengkan kepalanya lalu membuka pintu ruang studio, dia sudah tidak mau ikut-ikutan, biarkan Shiva dan Rima yang menghabisi mulut julid Alif.


"Tapi kalo punya papa sambung duitnya ga ada limitnya begini, gw bisa minta di beliin Gunpla seabrek-abrek kali ya..." seru Melvin tiba-tiba.


"MELVIIIIIIN" teriak Rima, Icha dan Shiva.


"Hehehehe canda gw, yaudah ini mau masuk ga, itu si Claudi udah masuk ke studio" tunjuk Melvin.


Mereka pun masuk kedalam studio, dan menemukan banyak sekali hal yang membuat kagum. Ternyata yang di bilang studio bukan cuma sekedar itu, tapi ada juga alat-alat untuk recording di lantai 1. Claudia melewatinya dan langsung masuk ke ruang studio.


"Taruh aja barang-barang kalian disitu" suruh Claudia.


"Weits Di, Koto punya lu udah nangkring disini aja" seru Yudha


Koto atau kecapi dari Jepang ini adalah pemberian dari alm kakek Claudia, beliau yang setengah jepang memang memiliki ibu seorang guru Koto, jadi sejak kecil Claudia sudah belajar memainkan alat musik asal Jepang tersebut.


"Iya, pas gw pulang dari Singapura itu barang udah gak ada, ternyata sama nyokap udah di pindahin kesini"


"Nah yaudah ayo deh kita latihan, Di lo mau pake koto atau flute jadinya?" jawab Rima yang langsung mengeluarkan violinnya.

__ADS_1


"Dua-duanya, tar pas di lagu yang kedua gw pake koto, kita mau arr lagu yang kemaren kan?"


"Iya, yaudah kuy" jawab Rima.


Setelah Rima, Alif mengeluarkan gitar miliknya, Yudha juga mengambil stick drumnya dari tas, Shiva mengeluarkan bass dari hard casenya, dan Melvin langsung mengotak atik keyboard, cuma Icha yang tidak bisa bermain musik disana, dia hanya datang menemani abangnya.


Mereka mulai bermain dan membuat lagu untuk tugas sekolah musik mereka, setelahnya mereka membuat koreo agar tidak terlalu monoton di panggung.


**


Dari dalam rumah Silvana sudah siap menyambut tamunya, ia duduk di ujung ranjangnya.


"Sayang...kok bengong?" tanya Bram yang baru selesai sholat maghrib


"Mas..."


"Kamu kenapa? Kok lesu gitu?" tanya Bram langsung duduk disamping istrinya itu


"Aku udah telepon Zen berkali-kali, tapi ga diangkat mas, gimana ya?" jawab Silvana dengan lesu.


"Hmmm coba kamu kirim pesen aja..."


"Udah sih, cuman ya belum di jawab juga"


"Sibuk kali dia, yaudah ayo siap-siap...baju aku kamu taruh dimana sayang?" tanya Bram sembari berdiri lalu berjalan kearah walking closet.


"Bentar mas" Silvana berdiri dan membantu suaminya itu.


'TOK TOK TOK' ada seseorang yang mengetuk kamar Silvana dan Bram, Silvana pun segera membuka pintunya.


"Bun..." Aksa sudah beridiri di depan pintu dengan pakaian yang rapih


"Ka? Kenapa?"


"Aksa boleh ngobrol sama bunda sebentar?"


"Boleh, bentar ya kita ngobrol di kamar kamu aja, ga enak sama papa..."


Aksa hanya mengangguk, ia pun berlalu dan berjalan kearah kamarnya, sedangkan Silvana langsung membantu Bram memakai bajunya, dan bergegas ke kamar Aksa.


 


 

__ADS_1


__ADS_2