ME VS MY BROTHER

ME VS MY BROTHER
Episode 6


__ADS_3

Sudah 2 minggu berlalu sejak kejadian Claudia pingsan, tak ada yang banyak berubah, kecuali Aksa yang makin menjadi-jadi mengerjai Claudia. Karena kakinya retak jadi Aksa harus istirahat.


Sebenarnya saat ke rumah sakit pertama kali, Aksa minta kakinya di gips saja sementara, karena entah kenapa dia punya firasat buruk, jadi yang seharusnya di operasi malah jadi di tunda, kaki Aksa sukses dipakaikan pen. Walaupun dengan terpaksa Claudia akhirnya membantu untuk mengurus Aksa, karena bundanya bilang kalau kaki Aksa jadi begitu karena Claudia juga.


"DI, AMBILIN KAKAK MINUM" teriak Aksa dari ruang tv.


"AMBIL NDRIIII, AKU LAGI SIBUK" balas Claudia yang sedang berkutat di dapur membuat pudding coklat pesanan Aksa tadi pagi.


"ADUUUUH KAKI KUUUU....BUNDAAAAAAAA" Aksa masih sibuk teriak-teriak saat ini.


Mendengar kakaknya itu berteriak berkali-kali, akhirnya Claudia dengan emosi mendatangi Aksa.


"Ish berisik banget sih tuh manusia....bi Sumi, ade ketempat si kaiju dulu...bentar ya" seru Claudia sambil mengambil air untuk Aksa.


"Kaiju ? apaan tuh non bibi ga ngerti?" bi Sumi bingung dengan apa yang dimaksud oleh Claudia.


"Tar ade jelasin, tolong liatin pudingnya ya bi" tukas Claudia sambil membawa air.


"Ok siap non" jawab bi Sumi.


Aksa kini mulai tak sabar karena Claudia tak kunjung datang, padahal Aksa sudah berkali-kali memanggilnya. Dia berpikir untuk makin berteriak sambil mengatakan sesuatu agar Claudia mau datang.


"BUNDAAAAA HUHUHUUHUHU CLAUDIA JAHAT NIH BUNDA SAMA AKSA, PADAHAL KAN GARA-GARA DIA AKSA JADI KAYA GINI...." Keluh Aksa beberapa kali.


"ISH BERISIK BANGET SIH KA, INI NIH AIRNYA..." Claudia langsung memberikan gelas berisi air untuk Aksa.


"Lama banget sih di minta ambilin air aja..." gerutu Aksa.


"Dih kan tadi kakak minta bikinin pudding coklat pake buah, itu aku lagi buatin.."


Sejak pertama kali pulang sehabis di rawat karena operasi, Aksa mulai meminta hal yang aneh-aneh. Dia minta Claudia membereskan kamarnya, minta Claudia menemani dia menonton, menyuruh Claudia menyuapi dirinya, memaksa Claudia memijit pundaknya, memerintahkan Claudia untuk hal-hal sepele yang sebenarnya kalo mau Aksa masih bisa melakukannya, dan yang paling membuat Claudia kesal adalah tiap hari Aksa minta dibuatkan cemilan.


Ini semua berkat Silvana yang mempromosikan bahwa Claudia sangat trampil membuat dessert dan pastry, jadilah tiap hari Aksa memaksa Claudia. Hari pertama dimulai dari donat kentang dan brownies keju, tak henti sampai situ Aksa menggentayangi Claudia meminta dibuatkan lemon sorbet, terus menerus hingga kemarin ia merengek minta dibuatkan Strawberry Cheesecake, dan sekarang pudding coklat dengan mouse vanilla dan buah.


Claudia memang senang berkutat di dapur, tapi dia tidak tahan dengan sikap Aksa yang sering mengganggunya saat sedang fokus membuat makanan. Aksa sering teriak-teriak dan mengadu kalau Claudia tak mau membantunya, dan akhirnya Claudia kena omel bundanya, tapi kali ini dia tak ingin melawan. Dari yang Claudia dengar, Aksa bisa sampai seperti itu karena ingin menolongnya, ia berusaha mendobrak pintu milik Claudia, mungkin kalau bukan karena Aksa saat ini Claudia sudah tak selamat, karena dehidrasinya cukup parah apalagi tekanan darahnya cukup rendah tapi ajaibnya saat itu dia masih punya tenaga untuk memaki Aksa. Claudia berpikir bahwa saat ini dia sedang membalas budi pada Aksa, jadi nanti dia tidak akan punya hutang budi apapun pada kakak tirinya itu.


"Lah kok ini ga dingin airnya? Aku maunya air dingin..." keluh Aksa


"Yaudah sih minum aja sama-sama air juga..." jawab Claudia kesal


"Gak mau, aku maunya air dingin..." tegas Aksa sambil cemberut


"Yaudah ambil sendirilah, aku lagi repot di dapur..."seru Claudia sambil mengerutkan dahinya.


"Mana bisa, kaki ku sakit...." Aksa menunjuk nunjuk kakinya


"Ish, yaudah minum aja itu airnya..." tunjuk Claudia balik kearah gelas yang di pegang oleh Aksa.


"Dibilang aku maunya air dingin!!" Aksa bersikeras ingin air dingin.


'Ya lord, dosa apa aku sampe begini banget. Coba ka Reiki yang jadi kakak aku, ga bakalan separah ini sih' gumam Claudia.


"BUNDAAAAAA....." teriak Aksa


"Apaan sih ka pake acara panggil-panggil bunda" tukas Claudia sambil menghentak-hentakan kakinya.


"Abisnya kamu gak mau ambilin aku air es" seru Aksa.


'Sabar sabar Di, tar ini orang sembuh gw pitees nih orang' sekali lagi Claudia bergumam karena geram dengan kelakuan Aksa.


Satu lagi yang membuat Claudia setengah mati kesal pada Aksa, saat dia menyuruh Claudia mengambilkan sesuatu dia tidak akan mengatakan secara lengkap. Jadi Claudia harus bolak balik berkali kali untuk melaksankan perintah Aksa.


"Yaudah sini gelasnya, mau minta apalagi biar sekalian, aku ribet bolak baliknya" tanya Claudia sambil cemberut.


"Aku mau cheesecake yang kamu bikin kemaren aja deh, masih ada ga" seru Aksa sambil bersikap imut.


"Masih, itu doang nih?" jawab Claudia kesal


"Ya itu doang" seru Aksa


"Yaudah" seru Claudia sambil memutar bola matanya malas.

__ADS_1


Claudia berjalan kedapur, dan dia terus menerus memaki Aksa didalam hati, kesal Aksa terlalu manja. 'Mentang-mentang kakinya sakit jadi lebay, aku aja ga selebay itu kok, awas aja nanti kalo kamu sehat, biar ade injek lagi kakinya, KESSEEEEEEEEL....mana caper banget lagi sama bunda, dikit dikit ngadu, dikit dikit ngambek sama bunda, dasar tua bangka ga sadar umur' keluh Claudia.


Pudding buatan Claudia ternyata sudah matang, tapi bi Sumi tidak mengerti harus di bagaimanakan, jadi bi Sumi menunggu Claudia.


"Non ini digimanain ?" tanya bi Sumi sembari mematikan kompor


"Bentar bi aku ambil lapisan bawahnya dulu di kulkas" jawab Claudia sembari mengambil pudding buah, ia menaruh cup-cup kecil berisi lapisan jelly bening dan buah diatas nampan. Claudia meletakannya 10 cup puddingnya itu di table top, lalu kembali lagi kearah kulkas dan mengambil cheesecake buatannya kemarin malam. Karena sudah luar biasa kesal Claudia tidak sadar, kalau ia marah-marah sampai bersuara.


"Bener bener deh tuh manusia, aku ralat dia bukan kaiju tapi daikaiju, kesel banget sumpah, kalo aku bisa berubah jadi ultraman udah aku berantas tuh si daikaiju" seru Claudia lirih.


"Keiju? Daikeju? Non ngomong apa sih bibi ga paham" sambut bi Sumi sambil kebingungan


"Hahahaahaha bukan keju bi, tapi K-A-I-J-U. Kaiju itu monster yang ada di serial tokusatsu, macem ultraman sama power ranger gitu bi. Kalo daikaiju itu monster yang lebih raksasa lagi daripada kaiju. Ngerti ga bi ????" Claudia menjelaskan ke bi Sumi, walaupun penjelesannya malah menambah kebingungan bi Sumi.


"Hmmmmmmm, gak non...hahahaha" tukas bi Sumi sambil tertawa


"AHAHAHAHAHAHAHAHA yaudah bibi ga usah ngerti gak apa apa..." seru Claudia yang juga ikut tertawa melihat ekspresi bi Sumi


"Iya non"


Cheesecake dan air es sudah siap di atas nampan, Claudia hanya tinggal mengambil garpu cake, sebelum Aksa berteriak sekencang-kencangnya memanggil Claudia.


"CLAUDIAAAAAAAAAAA..." teriak Aksa dari ruang tv.


"IYA BENTAR GA SABAR BANGET SIH, NANTI ADE COLOK MATA KAKAK PAKE GARPU CAKE NIH...Ya Allah, sabarkanlah hati ade" jawab Claudia sambil berteriak pula.


"Hahahahahahaha, yaudah non tinggal aja nanti biar bibi yang beresin, ini tinggal di tuang aja kan non?" tanya bi Sumi pada Claudia


"Maaf ya bi jadi ngerepotin, iya tinggal tuang aja kok...ade kedepan dulu ya bi, bawain sesajen buat si MONSTER itu..." tukas Claudia sambil cemberut


Claudia pun berjalan ke ruang TV sambil membayangkan kalau saat ini dia jadi menjadi Ultraman dan Aksa menjadi daikaiju.


"CIAAAAAT TERIMA SERANGAN KU KAIJU JAHAT.....ULTRA BEAAAAAAAM" tukas Claudia yang saat ini sudah menjadi ultraman.


"KYAAAAAAAAAAAAA" seru Aksa yang sekarang jadi monster dalam khayalan Claudia.


"HOHOHO MATI KAU KAIJU JAHAT!!!!" teriak Claudia sambil tertawa.


Teriakan Aksa berhasil memecah khayalan Claudia. Padahal tadi di khayalannya sudah happy ending, kenapa jadi bad ending lagi pikirnya.


"BAWEEEEEL BISA GA SIH GA TERIAK-TERIAK!!!" balas Claudia sambil berteriak-teriak juga.


"Ya abisnya kamu lama, yaudah duduk sini" Aksa menepuk nepuk sofa seraya memberi perintah bagi Claudia untuk duduk disampingnya.


"Mau ngapain aku disuruh duduk samping kakak" tanya Claudia dengan nada sinis.


"Udah sih duduk aja dulu, cerewet amat" titah Aksa pada Claudia


Mau tak mau akhirnya Claudia pun duduk disampingnya, walaupun adik tirinya ini memasang wajah super sebal, Aksa tidak ambil pusing, yang penting baginya adalah selama 2 minggu ini Claudia tak bisa pergi kemana-mana. Gadis mungil ini selalu ada didekatnya, bahkan saat Aksa sebenarnya bisa melakukan sesuatu sendiri, dia akan meminta Claudia melakukannya.


"Suapin aku de..." ujar Aksa sembari kembali bersikap imut.


"Ck...udah tau ka, tobat..."seru Claudia sambil derdecak kesal.


"Duh...kaki aku..."keluh Aksa tiba-tiba


"Ish yaudah sini, aku suapin"


"Nah gitu dong, kan bagus kalo kamu perhatian gini, bisa jadi calon istri yang baik, lagian Kakak kan ga minta kamu buat yang aneh-aneh, tapi kalo kamu mau yang aneh-aneh boleh sih, bunda lagi gak ada dirumah ini" seru Aksa sambil menggoda Claudia.


"GUNDUL MU, DASAR LELAKI MESUM. UNTUNG LAGI SAKIT LU KA, KALO GA OTW CANTENGAN LAGI LU!" bentak Claudia yang disambut tawa dari Aksa.


"Eh tunggu tadi Kakak bilang apa? Bunda gak ada?" tanya Claudia


"Iya dari tadi bunda pergi ke supermarket"


"SI KAMPRET, TAU GITU TADI AKU GA BURU BURU, SUMPAH KAKAK NYEBELIN" tukas Claudia sambil memukul bahu Aksa


"Eheheheeh duh duh udah de...sekarang maunya di suapin sama kamu...mau yaaa, kan aku lagi sakit"


"Ish najong banget sih nih aki aki satu!, yaudah sini aku suapin.."

__ADS_1


Walaupun marah, Claudia tetap menyuapi Aksa. Sesekali fokus mata Claudia mengarah ke TV, dan saat itu juga Aksa melihat wajah Claudia dengan seksama, ia menyusuri setiap jengkal wajah Claudia dengan seksama.


Kulitnya yang putih, matanya yang bulat seperti boneka, manik mata berwarna biru milik Claudia, hidung kecilnya yang mancung, dan bibir Claudia yang mungil, tipis dan berwarna pink itu.


"Di..." panggil Aksa.


"Hmmm apaa..." jawab Claudia dengan pandangannya yang masih fokus kearah TV.


"Claudia" panggil Aksa sekali lagi


"Apaa?" ujar Claudia dengan mata masih fokus ke TV


"Claudia Ariadna Mahendra!!"


"APAAN SIH?"


'CUP' satu lagi kecupan singkat mendarat di bibir Claudia, kecupan perlahan berubah jadi ciuman yang saling menuntut. Ciuman itu tak lama, dan saat Aksa melepas ciumannya, rasanya ingin sekali ia membawa Claudia kekamarnya sekarang, namun kaki Aksa yang sakit tak bisa membantunya melancarkan apa yang dia inginkan.


Saat ini Aksa hanya bisa menarik Claudia kedalam pelukannya, dengan erat ia memeluk gadis mungil yang dia dambakan selama ini. Tidak adanya penolakan dari Claudia justru membuat Aksa semakin berani menyentuh adik tirinya ini.


Cukup lama pelukan itu berlangsung, hingga Aksa merasa bajunya basah, ia lalu mengendurkan pelukannya. Ternyata Claudia menangis, tanpa suara.


"Hiks...hiks...hiks..."


"Kamu kenapa Di..." tanya Aksa dengan wajah heran


"Ke....napa...ke...napa....bibir aku udah ga virgin lagi sekarang. Kak Aksa nyosor nyosor mulu! Aku kesel, kenapa badan aku gak bisa digerakin kalo kak Aksa nyium Aku...aku kesel..."


"Di, kamu ga suka kalo kakak cium kamu??" tanya Aksa heran.


"GAK SUKALAH, ade ga suka...kalo kaya gini ade ga bakal bisa nikah...." Jawab Claudia sambil mendelik.


"Yaudah kalo kaya gitu nanti kakak aja yang nikahin kamu.."


"Gelo...gak mau, aku gak mau punya suami kaya kakak, nyebelin, nyebelin..." Claudia kini berusaha memukul mukul dada Aksa.


Aksa kembali menarik tubuh adik sambungnya itu, seraya menciumi pucuk kepala Claudia berkali kali sambil tersenyum.


"Mas Aksa...."


Suara seorang wanita yang terdengar itu, membuat Aksa melepaskan pelukannya pada Claudia.


"Akilla..." seru Aksa terkejut.


Claudia hanya bisa mengintip dari balik tubuh Aksa, karena tubuh Claudia kecil, dari arah wanita itu tidak terlihat bahwa Aksa sedang memeluk adik tirinya. Perbedaan ukuran tubuh Aksa dan Claudia memang sangat kentara, Aksa memiliki tinggi 186cm sedangkan Claudia hanya memiliki tinggi 157cm. Dari postur tubuh sangat kentara, Aksa bertubuh bidang sedangkan Claudia bertubuh mungil dan langsing.


Wanita itu berjalan mendekati sofa yang sedang Aksa duduki sekarang, menyadari hal itu Aksa langsung menghentikan langkah perempuan itu. Melihat mang Asep yang sedang membawakan barang barang milik perempuan itu, ia langsung berpikir untuk membuat perempuan berambut panjang yang ada didepannya ini untuk pergi ke ruang tamu saja.


"Mang Asep....Tolong bantuin Akilla bawa barangnya ke ruang tamu aja"


"Ok den..." jawab mang Asep.


"Mas..." seru perempuan itu sambil tersenyum.


"Kamu ke ruang tamu aja, aku kesana bentar matiin tv dulu"


"Iya mas, aku ke ruang tamu duluan"


Perempuan itu pun berlalu, sambil tersenyum manis. Dari suaranya terdengar sangar lembut dan anggun, berbeda terbalik dengan Claudia yang ekspresif dan cempreng, jauh dari kata anggun dan lembut.


Aksa mencium pucuk kepala Claudia lalu turun ke kening, hidung, pipi dan bibir Claudia. Ia lalu memeluk erat sebentar.


"Charge batre dulu....nah udah...aku ke ruang tamu dulu, nanti aku jelasin itu siapa ke kamu, jadi jangan cemburu"


Claudia pun mengangguk berkali-kali, dan Aksa mengambil tongkat bantu berjalannya disamping sofa, dan berlalu begitu saja.


'Tunggu dulu tadi ka Aksa bilang apa...jangan cemburu?' gumam Claudia tiba-tiba, karena teringat dengan apa yang Aksa katakan.


"DIH OJAAAAAN SAPA YANG CEMBURU SAMA ELUUUUU" seru Claudia sambil melempar bantal sofa.


 

__ADS_1


 


__ADS_2