ME VS MY BROTHER

ME VS MY BROTHER
Episode 30


__ADS_3

“Icha……”


Gadis itu langsung mendongakkan kepalanya yang sedari tadi tertunduk, matanya membelalak saat melihat seseorang, yang tidak pernah ia bayangkan akan hadir di depannya.


“Kamu…” seru Icha terkejut.


Kedua orang itu hanya saling bertatapan, sebelum akhirnya Icha mengalihkan pandangannya.


Pria yang ada didepannya tersenyum, ia karena pria itu ikut mencari Icha sejak siang tadi. Rasa panik dan khawatirnya hilang di telan bumi, saat melihat gadis itu baik-baik saja.


“Akhirnya…..akhirnya ketemu juga, kamu ga boleh pergi kemana-mana lagi sekarang Cha…Aduh engap aku….bentar-bentar” ucap pria tersebut sambil menghapus peluh di dahinya.


‘Ka Eros, kenapa bisa disini ya, kan ga ada jadwal pengajian hari ini’ gumam Icha dalam hati.


“Ka Eros…ngapain kakak disini?”. Tanya Icha, yang kebingungan karena melihat Eros di depannya.


“Jemput calon mamanya anak-anak aku…apalagi…” Eros masih berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah karena berlari mencari Icha.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Eros, Icha jadi jengah sendiri. Sudah jelas memang Eros sangat menyukai gadis berhijab itu, namun sayangnya Icha hanya menganggap Eros sebagai seniornya tidak lebih dan tidak kurang.


“Ya Allah kak, apaan sih…kan udah aku bilang aku…” seru Icha sambil cemberut.


“Iya iya… tau, udah kamu tungguin aku disini, aku mau sholat Isya dulu, awas kamu kabur lagi, aku culik nanti…” Eros berlari meninggalkan Icha, sedangkan gadis itu hanya tersenyum melihat Eros yang semakin hari, semakin menjadi pribadi yang lebih baik.


‘Ka Eros udah banyak berubah, ga tau kenapa Icha seneng liatnya, kalo inget ka Eros yang dulu suka mabok-mabokan pas jam pelajaran, kayanya beda banget sama yang sekarang. Udah gak urakan lagi, wajahnya juga juga lebih bercahaya, ga kaya dulu…suram’ gumam Icha.


Jika melihat kebelakang, Eros tidak bisa di bilang pria baik-baik. Kaya raya, pintar dan tampan, bukannya membuat pemuda ini menjadi pribadi yang baik, namun justru menjadi seseorang yang lebih egois. Dia selalu ingin menang sendiri, dan pada dasarnya keberuntungan memang selalu berada dipihaknya, karena semua yang dia inginkan pasti bisa di dapatkannya dengan sangat mudah.


Sayangnya keberuntungannya itu tidak berlaku, ketika ia bertemu dengan Icha, tidak ada satupun rencananya yang berhasil, mulai dari di tolak oleh Icha mentah-mentah, hingga tindakkannya yang memancing agar Icha di bullying oleh para fansnya, mengirim surat ancaman hingga Icha tidak berani masuk sekolah, sampai puncaknya ia memaksa untuk mencium Icha. Gadis itu sama sekali tidak menampakan tanda bahwa ia sudah tunduk pada Eros, bahkan setelah Eros berusaha melakukan semua keburukan itu.


Nasib baik yang selalu bersama Eros, berganti dengan sesuatu yang kurang baik. Saat Alif tau bahwa Eros sudah mulai melakukan tindakan yang mengacam keselamatan adiknya, dengan berang Alif datang ke tempat Eros biasa berkumpul dengan teman-teman satu gengnya, hampir saja ada pertempuran disitu, untungnya Claudia dan Shiva yang sudah curiga akan gerak-gerik Alif, mengikuti sahabatnya itu. Gampangnya Shiva dan Claudia menantang mereka berkelahi secara sportif, disaksikan oleh seluruh murid sekolah dan guru.


Selanjutnya yang terjadi adalah, Eros dan teman-temannya di permalukan oleh Claudia, Shiva dan Alif. Yang ditidak diketahui oleh Eros dan kawan-kawannya adalah selain Shiva, baik Claudia dan Alif juga menguasai ilmu bela diri.


Claudia sejak kecil berlatih Aikido dan Judo, sedangkan Alif dia belajar Tapak Suci secara aktif, karena kakek dari Alif yang merupakan pemilik pesantren, adalah pelatih Tapak Suci tingkat nasional, belum lagi ditambah Alif juga ikut karate sejak SD dan itu dilakukannya diluar sekolah, sama seperti Claudia. Yang diketahui oleh Eros hanya Shiva, yang merupakan ketua ekskul Taekwondo pertama dalam sejarah SMP Pallas.


Kejadian itu tentu menjadi borok sendiri bagi Eros, tentu ia sangat malu sebagai kakak kelas di permalukan oleh juniornya yang masih SMP, padahal dia adalah ketua osis SMA Pallas yang paling disegani. Kekalahanya itu membutakan matanya, dia berniat balas dendam, hingga merencanakan untuk membuat Icha menjadi miliknya dengan cara apapun, tapi apa yang di temuinya saat diam-diam masuk ke rumah Icha yang sedang sendirian, membuat Eros membatu. Pemuda yang sudah bersiap untuk merebut segalanya dari Icha itu, terhenti saat mendengar Icha yang sedang mengaji. Secara jelas hidupnya berubah 180 derajat malam itu.


“Cha ayo…” seru Eros yang berlari kearah Icha, gadis itu menunggu sambil duduk di bangku yang disediakan di depan masjid.


“Kita mau kemana ka?” Icha berdiri dan mengambil tasnya.


Eros tersenyum, ia masih tidak bisa percaya bisa bicara baik-baik dengan Icha. Gadis itu dahulu bahkan sangat alergi dengannya, sejak Eros secara terang-terangan mendekatinya, lalu memaksa Icha untuk mengikuti nafsunya.


“Makan, aku laper” ucap Eros sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


“Makan?, gak mau ah ka…Icha mau pulang aja”


“Yaudah makan dulu terus baru pulang, sumpah ya Cha tadi aku bawa mobil tuh kaya orang kesurupan gara-gara khawatir sama kamu tau gak”


Icha memiringkan kepalanya ke kanan, kenapa Eros khawatir?, dia hanya pergi ke masjid untuk menemui mentornya, tidak ada yang perlu di khawatirkan.


“Khawatir kenapa?” tanya Icha bingung.


Eros mengehembuskan nafasnya, sambil mengerutkan dahi. Benar dugaannya Icha tidak sadar bahwa dia pergi tanpa kabar. Tapi apapun alasannya, Eros sangat khawatir pada Icha, walaupun ia sudah berubah menjadi pribadi baru, perasaannya pada Icha tetap sama, bahkan tumbuh lebih subur. Sungguh gadis ini sukses membuat Eros kocar-kacir, dia sama sekali merasa tidak bisa bersikap keren bila di depan Icha.


“Aisyah Syafira Adhitama, kamu sadar gak kalo kamu pergi ga ngabarin siapapun” Eros menggelengkan kepalanya, melihat Icha yang benar-benar tampak panik setelah mendengar apa yang dikatakan olehnya.


“Astagfirullah, Icha lupa kak…Ya Allah gimana ini…” Icha mengecek ponselnya, nyatanya ponselnya mati karena habis baterai.


“Yaudah gak apa-apa…aku udah Chat Alif, dia lagi jalan kesini, kita makan dulu ya laper banget aku…”


“Tapi kak….”


“Duh kepala aku pusing nih, Icha aku mau pingsaaaaan….ini karena kelaparaaaaaaaaan….aku LAPAAAAR” Eros bertingkah seperti orang yang mau pingsan, membuat Icha tertawa. Apa segitu laparnya Eros sampai mau pingsan.


“Hahaha, ya deh yaudah, kita makan dulu..” seru Icha yang tertawa sambil menuntup mulutnya dengan kedua tangan.


‘Imut…Kamu yang ketawa itu imut banget Cha, rasanya aku pengen cepet-cepet ngelamar kamu’ ujar Eros yang memperhatikan Icha tertawa malu-malu.


“Nah gitu dong, itu baru…” Eros tanpa sengaja menarik bahu Icha kedekatnya, tapi gadis itu dengan sigap langsung berjongkok sebelum sempat Eros sentuh.


“Aaaaa iya maaf bukan mukhrim ya, hahaha…tar tungguin aku ya Cha, 3 tahun lagi nanti aku halal pegang-pegang kamu…” Eros menatap Icha dengan serius, sejujurnya Eros memang sudah mengatakan ia ingin menikah muda kepada kedua orang tuanya yang tinggal diluar negeri. Tentunya mereka kaget, apalagi rencananya setelah lulus S1 ia ingin langsung melamar gadis pujaannya itu, namun sayang mamanya tidak ijin, Eros harus selesai S2 dulu baru boleh menikah.


“Icha gak tau, gak bisa iyain juga, jodoh Icha serahin sama Allah aja ka” Icha menunduk, ini bukan pertama kali Eros bilang ia ingin menikahi Icha, tapi gadis ini teringat, apa yang dikatakan ka Diah tadi, bahwa Icha mungkin saja jatuh hati pada Reiki.


Eros tahu bahwa Icha tidak memiliki rasa yang sama, seperti dirinya. Maka dari itu Eros terus berusha untuk memperbaiki diri. Ia tahu ini sulit, bagaimana pun ia ingin diterima, tapi jawaban yang Icha berikan pada Eros juga tidak salah, ia tidak tahu jodoh akan membawanya kemana.


Kini kedua orang itu berjalan berdampingan, Icha hanya menunduk sedari tadi, pemuda itu tahu bahwa Icha merasa tidak nyaman, karena dia seperti menggantungkan Eros.


“Gak usah dipikirin Cha..”


Icha hanya menatap wajah Eros dari samping, gadis itu kaget karena Eros sepertinya tahu bahwa ia memikirkan apa yang Eros katakan.


“Maafin aku kak…”


“Kalau aku yang dulu, mungkin gak akan tahan kaya gini Cha, tapi aku sadar kok. Jodoh itu emang udah ada yang ngatur, walaupun aku pengennya sama kamu sih” seru Eros sambil menatap wajah Icha sambil tersenyum.


Icha masih bergeming tidak tahu harus berkata apa, hanya bisa menunduk tanpa berkata apapun. Sejujurnya Icha kagum pada tekad Eros, ia sungguh-sungguh belajar agar jadi seseorang yang lebih baik. Icha malu karena merasa dirinya bahkan tidak lebih baik dari pada Eros di masa lalu.


“Aku baru kali ini Cha, suka sama 1 orang perempuan paling lama ya sama kamu. Walaupun gak bisa aku sentuh, kenapa justru makin sayang ya. Budak Cinta banget aku sama kamu Cha”

__ADS_1


“Jangan bucin ka, bucin sama itu gak boleh sama manusia…”


“Iya iya bu ustadzah…” Mereka berdua pun tertawa, dan akhirnya berhenti disebuah warung seafood kaki lima tak jauh dari masjid.


Eros dan Icha memang banyak sharing soal apapun, secara pemikiran sebenarnya kedua orang ini cocok, hanya saja sifat Eros kadang membuat Icha kesal, ia jadi teringat sifat ayahnya dan kakaknya yang luar biasa usil, jadi Icha kurang suka, namun selebihnya bisa dibilang Eros memang membuatnya nyaman. Tak lama berselang, terdengar suara teriakan dari luar warung, yang membuat Icha dan Eros terkejut.


“ICHAAAA”


Mereka berdua pun langsung berdiri dari duduknya, Icha terlihat panik karena ia takut bila semua orang marah padanya, Eros yang sadar akan hal itu langsung berdiri didepan Icha.


“WOY DISINI” Eros berteriak memanggil orang yang menyebut nama Icha.


Dengan reflek, kedua orang itu berlari mendekati Eros. Icha yang mengintip dari samping lengan Eros terkejut. Karena yang berteriak sedari tadi adalah Rima dan Melvin.


Dilain pihak melihat Eros bersama dengan Icha, Melvin langsung naik pitam. Ia langsung mendatangi dan menarik Eros keluar dari warung itu.


“EROS LO NGAPAIN ICHA HAH!!!” teriak Melvin.


Panik, itu yang dirasakan oleh Icha, dia tahu Melvin adalah tipe orang yang sangat tenang, dan dia juga tahu bahwa Melvin sangat menyayangi sahabat-sahabatnya. Sangat jarang Icha melihat Melvin seperti ini, terakhir adalah saat sahabatnya itu menyiram orang-orang yang membully Icha. Kalau sudah dalam mode rampage seperti itu, Melvin tidak akan segan-segan memberi pelajaran, mau itu perempuan ataupun lelaki.


“Melvin, Melvin kamu salah paham….”


“Hah salah paham gimana?, udah jelas-jelas ini bajingan nyulik lo kan Cha…apa brengsek ini lelaki…” ujar Melvin sambil menarik kerah baju Eros.


“Vin Vin udah Vin, gak enak diliatin orang” pinta Rima tapi tidak di gubris oleh Melvin.


“UDAAAAAAAAH STOOOOOP” Icha berteriak, sontak ini membuat semua orang disitu tercengang, Melvin, Rima dan tentu saja Eros kaget karena Icha baru kali ini berteriak seperti itu di depan mereka. Secara otomatis Melvin pun melepas genggamannya pada kerah baju Eros.


“Kalian dengerin aku dulu, ka Eros udah berubah, dia ga kaya dulu lagi, sekarang dia aktif ikut pengajian, dia udah ga minum-minum lagi, udah ga pake obat-obatan lagi, dia udah hijrah” jelas Icha dengan nada pelan.


“Lo tau darimana Cha?, bisa aja ini laki bohongin lo…” seru Rima sambil memegang kedua bahu Icha.


“Gak Rima, karena aku sama ka Eros satu pengajian. Ustadzah yang ngajar di pengajian aku, suaminya jadi mentor ka Eros sekarang”


Melvin dan Rima secara bersama-sama melihat kearah Eros, mereka tidak percaya bagaimana bajingan macam Eros bisa bertaubat. Apalagi mereka sama sekali tidak tahu, selama ini mereka kira Eros sudah menyerah dan memilih untuk pergi dari hidup Icha.


“Sejak kapan??? Kok kita gak ada yang tau?” seru Melvin sambil mengerutkan keningnya.


“Untungnya buat lo semua tau apa?” jawab Eros dengan sinis.


“Ya gak ada sih…” ujar Rima.


“Dasar manusia-manusia kepo…” Eros kesal, karena Melvin membuat Icha harus berteriak, padahal Eros sudah dengan sengaja tidak membalas apa yang dilakukan oleh Melvin.


“Ka Eros, jangan gitu…kalian dengerin dulu, biar aku ceritain”

__ADS_1


Mereka semua langsung diam, mendengarkan apa yang dikatakan oleh Icha, kecuali Eros yang masih berusaha mengendalikan emosinya. Setidaknya Icha sudah ketemu, dan semua orang sudah tahu bahwa Icha baik-baik saja.


__ADS_2