ME VS MY BROTHER

ME VS MY BROTHER
Episode 8


__ADS_3

Syakilla duduk di ruang tamu sembari merapikan bajunya, ia melihat foto-foto yang terpajang di ruang tamu. Foto dari Aksa yang masih kecil bersama Aini. Syakilla sudah kenal dengan Aksa sejak berumur 8 tahun, sejak saat itu Syakilla suka pada Aksa. Sosok dingin yang hampir tak pernah mengumbar senyumannya itu, bahkan semakin tak memiliki ekspresi saat Aini sekarat.


Malam itu adalah malam yang paling mengerikan bagi Syakilla. Saat itu sudah masuk waktu makan malam, Syakila dan keluarganya duduk dengan tenang sampai ada telepon masuk yang menyatakan, sahabat karib ayahnya itu terlibat kecelakaan bruntun. Saat itu Bram, patah tulang parah, sedangkan Aini kritis.


Syakilla masih ingat, orang-orang yang berlalu lalang dan Aksa yang hanya terdiam duduk sendirian.


"Mas Aksa..." Syakilla ikut duduk disamping Aksa.


Iya hari itu hari yang sangat berat bagi Aksa, dia baru saja pulang dari rapat osis, tadinya mereka bertiga mau makan malam. Karena hari itu adalah anniversary kedua orang tuanya.


"Killa..." jawab Aksa dengan datar.


"Mas Aksa gpp? Killa beliin teh panas ya.."


"Gak...gak usah Killa..."


"Mas Aksa yang kuat ya..."


Aksa mungkin memang tidak banyak berekspresi, tapi perasaannya tidak bisa bohong, saat ini tubuhnya bergetar hebat, dia tahu ibunya itu sedang kritis.


"Tante Aini pasti baik-baik aja, mas Aksa banyak berdoa aja"


Aksa hanya diam, tak bergeming. Tanpa Syakilla suruh pun dari tadi hatinya sudah komat kamit membaca doa. Rasanya sesak luar biasa, tapi kalau dia gak bisa menahan emosinya, orang lain pasti akan iba dengannya, dan Aksa benci orang lain mengasihani dirinya.


Syakilla tau Aksa pantang menunjukan ekspresinya, maka dari itu banyak perempuan di sekolah mereka melebeli Aksa dengan sebutan 'Ice Prince'. Aksa di kenal dengan sosoknya yang sempurna ia sangat tampan, jabatan ketua osis semakin membuat popularitasnya naik. Ia juga merupakan sosok yang pintar, dan tak ada satupun orang yang tak tahu bahwa dia adalah penerus dari salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Bumi Langit , itulah nama perusahaan yang turun temurun di jalankan oleh keluarga Aksa. Jadi siapa yang tidak suka dengan Aksa, dia punya semua hal yang bisa membuat para wanita tunduk di kakinya.


Tapi cuma Syakilla yang tahu, bagaimana beratnya hidup Aksa. Penolakan pada Aksa yang luar biasa besar dari neneknya membuat hidup Aksa penuh dengan tekanan, ia berusaha untuk jadi lebih kuat, menjadi seseorang tanpa celah, agar orang lain segan padanya.


Lamunan akan masa lalu yang di pikirkan oleh Syakilla seketika buyar, saat Aksa bersama bi Sumi datang ke ruang tamu.


"Sorry Killa lama nunggu..." seru Aksa lalu duduk.


"Ini non Killa minumnya..." ujar bi Sumi seraya menaruh minuman dan kudapan buatan Claudia diatas meja.


"Makasih bi Sumi, bibi apa kabar?" tanya Syakilla ramah


"Allhamdulillah baik non, bibi permisi ke belakang dulu ya non...silahkan ini kudapan sama tehnya"


Syakilla tersenyum manis didepan bi Sumi, ia lalu melihat potongan cheese cake dengan strawberry diatasnya.

__ADS_1


"Aku ga tau kalo sekarang bi Sumi bisa bikin kue kaya gini mas, ini cake kesukaan kamu kan?, kayanya aku harus belajar"


"Itu bukan bi Sumi yang buat" jawab Aksa datar


"Terus? Siapa?" tanya Syakilla sambil memakan cake yang ada di depannya, dia agak terkejut, cake ini sangat enak bahkan lebih enak dari cheesecake yang biasa dia beli untuk Aksa.


"Ini enak banget mas, lebih enak dari yang biasa kita beli itu"


Aksa tersenyum lebar, seperti bangga atas apa yang di kerjakan oleh Claudia. Syakilla yang melihat senyum lebar Aksa merasa aneh, perasaannya mendadak tidak enak, apa yang terjadi selama dia absen disamping Aksa. Dengan perlahan ia menaruh piring dengan cake yang masih belum seluruhnya habis.


"Kenapa ga di habisin?" tanya Aksa


"Uhm mas...ini yang buat siapa..." Syakilla masih tersenyum dengan terpaksa.


"Claudia..."


"Claudia?...maksud mas? Claudia yang itu...atau...."


"Ya Claudia yang itu, aku lupa kasih tau kamu Killa, aku udah ketemu sama dia, seneng banget rasanya"


Sekeliling Syakilla tiba-tiba menjadi buram, ia bahkan tak bisa mendengar apapun bahkan suara Aksa, ini gak mungkin terjadi. Kejadian itu udah 12 tahun yang lalu, dan setau Syakilla perkembangan yang Aksa dapat cuma nama Claudia saja. Saat ini rasanya Syakilla mau menangis, dia lebih lama mencintai Aksa daripada siapapun, ia tidak akan pernah mau menyerah pada perasaannya itu.


"Oh iya Killa jadi, kamu ada urusan apa Killa jauh-jauh dari Malang ke Jakarta? Om Herman kemana?"


"HAH NGINEP...KOK SEMBARANGAN GITU SIH..."


Syakilla terkejut, tidak biasanya Aksa membentaknya. Apa yang salah dengan menginap di rumah ini, jauh sebelum Bram menikah dengan Silvana, Syakilla sering menginap di rumah Bram, saat itu kondisinya memang chaos, jadi Syakilla yang mengurus semua keperluan dirumah keluarga itu.


"Maaf mas, saya...."


"Killa, maaf banget, aku tahu papa mau jodohin kita berdua. Dari kecil saya tahu arah niatan om Herman sama papa, tapi sebagai teman kecil saya, kamu juga tahu kan, saya cuma cinta sama satu perempuan aja"


"Mas, Killa tau soal itu, tapi....hmmm tapi mas kan belum nemuin perempuan yang mas cari cari selama ..."


Syakilla tidak mau percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aksa sebelumnya, ini hal yang tidak mungkin, Aksa pasti salah sangka dengan perempuan itu, pasti di kiranya dia gadis kecil yang Aksa cari selama ini. Ya pasti karena namanya sama, itu pasti.


"Aku udah nemuin perempuan itu..." jawab Aksa sambil menatap lurus kearah perempuan yang hampir menangis di depannya itu.


"Gak mungkin mas...kan mas bilang sendiri ke aku kalau..." seru Syakilla dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


"Kalau perempuan itu gak mungkin ada di Indonesia lagi kan?"


"Iya, kan mas sendiri yang liat di udah dibawa sama orang tuanya ke luar negeri"


"Tapi jodoh aku sama dia memang udah takdir dari tuhan"


Aksa tidak ragu akan apa yang ia ucapkan, ada kebahagiaan yang sangat terlihat dari raut wajah Aksa saat menceritakan perempuan yang ia cintai. Hal ini membuat Syakilla semakin sedih, ia akhirnya tidak bisa menahan emosinya. Tangis Syakilla pecah, ia pun mengatakan semua perasaan yang ada di dalam hatinya.


"Mas... aku cinta sama kamu, kamu tau kan..." jelas Syakilla dengan suara yang bergetar hebat.


"Killa maaf... tapi aku gak bisa lanjutin ini semua"


Aksa dan Syakilla memang sudah di jodohkan, saat SMA mereka pun sempat berpacaran, cukup lama hingga Aksa yang frustasi dan hidupnya tidak karuan setalah banyak hal buruk terjadi, membuat Syakilla iba, hingga ia menyerahkan hal yang paling berharga, mahkota yang ia miliki. Hubungan keduanya berjalan begitu saja, hingga 5 tahun lalu Aksa memutuskan hubungan mereka, dengan alasan ingin fokus membangun perusahaan. Syakilla pun kemudian melanjutkan studinya keluar negeri, dengan harapan Aksa masih menuruskan perjodohannya. Toh pada akhirnya, dia berpacaran atau tidak dengan Aksa, jika perjodohannya tetap berjalan suatu saat ia akan tetap menjadi nyonya Aksa Priambudi.


"Mas...mas tau aku udah kasih semuanya buat kamu, bahkan hidup aku..." Syakilla menangis keras, hingga Aksa bingung karena takut Claudia mendengarnya.


"KILLA!!!" bentak Aksa ke Syakilla.


"Maaf mas, tapi aku ga bisa bilang sama papa dan om Bram buat batalin pernikahan kita"


"Killa...aku mohon....kamu selalu bilang, kalau kamu bakal selalu bantuin aku kan, tolong Killa kamu putusin perjodohan kita ini..."


"Gak mas, maaf tapi aku cinta sama mas, dan aku bakal berjuang sampai kapan pun untuk dapetin kamu. Aku bakalan tunggu kamu sampai kapanpun, yang penting kita menikah"


'PRAAAANG' nampan yang dipegang oleh Claudia terjatuh, semua yang ada diatas nampan itu pecah, termasuk pudding yang baru saja siap untuk dimakan. Claudia shock mendengar apa yang dikatakan Syakilla. Menikah ? jadi selama ini Aksa sudah punya calon istri, gila ini semua sudah keterlaluan.


"Claudia...."


"Ma...maaf tadi aku....aku ambil sapu dulu sebentar..."


Claudia langsung berlari meninggalkan dua orang tersebut, ia tanpa sadar menangis mendengar tentang pernikahan. Aksa sungguh jahat, Claudia malah jadi semakin membenci kenyataan dia telah di permainkan oleh Aksa.


"CK Claudia.....bentar Di...tungguin kakak..." Aksa mengejar Claudia dengan tertatih-tatih.


"Claudia?...astaga...mas Aksa....ga mungkin...." Seru Syakilla yang terkejut dengan Claudia yang dimaksud oleh Aksa.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Terima kasih sudah mampir, jangan lupa vote dan share ya....XOXO MOXYAAL

__ADS_1


 


 


__ADS_2