
“Saya mau…..Aksa…tidur sama kamu…”
Icha menggelengkan kepalanya pelan, kalimat itu entah mengapa terus menerus terngiang di telinganya. Ia masih tidak percaya jika Reiki yang ia kenal, mampu melakukan hal kejam.
Saat mendengar percakapan Reiki dan Syakila, perempuan yang baru ia ketahui sebagai mantan pacar Aksa itu, gadis ini masih berbaik sangka. Ia bahkan meyakinkan diri sendiri, sejahat-jahatnya Reiki tak mungkin pria yang dikenalnya sejak kecil, mampu merancang rencana hina yang merugikan banyak pihak.
“Cha??…” panggil seorang lelaki yang suaranya sangat di kenal oleh Icha.
Icha menoleh sambil tersenyum, di hadapannya kini sudah ada Eros. Mereka memang sudah membuat janji untuk bicara sesudah selesai pengajian.
“Sorry lama nunggu ya, tadi aku abis setor hafalan dulu sama ustadz Arif…”
Icha tersenyum kembali, ia sangat bahagia ketika melihat perubahan Eros yang tadinya tak karuan menjadi lebih tertata hidupnya, ia berpikir betapa hebatnya pria yang kini tengah berdiri di hadapannya itu.
Sesuatu yang tadinya buruk bisa berubah menjadi baik, bahkan tanpa di sangka-sangka. Sebaliknya yang tadinya baik juga bersih ternyata bisa berubah menjadi kotor, hina dan jahat.
Hidup ini sangat aneh bagi Icha, sebelumnya ia bahkan tak mengerti apapun soal cinta, konflik atau persengkokolan jahat. Yang ia kenal di hidupnya adalah kedamaian, berbuat baik dan ibadah. Tak pernah terbesit di pikirannya bahwa suatu hari ia akan terseret masuk kedalam lingkaran setan yang tak bisa di percaya, di ciptakan oleh seorang lelaki yang sangat ia kagumi.
“Cha??? Kamu pucet…kamu yakin kalo kamu gak apa-apa?!” tanya Eros khawatir.
Lelaki ini memang tulus menyayangi Icha, ia yang dahulu selalu berganti pasangan tiap malam, kini punya hidup yang lebih jelas tujuannya karena seorang anak perempuan berhijab, entah bagaiman keberadaan Icha membuat Eros lebih semangat dalam menata hidupnya.
Wajar bagi Eros ketika menganggap Icha sebagai seorang wanita yang dikirim oleh Tuhan, untuk menyelematkannya dari keterpurukan. Apapun itu Icha adalah perempuan yang amat penting baginya. Sebisa mungkin ia ingin menyenangkan hati gadis manis yang selalu mengajaknya kearah yang positif.
“Icha gak apa-apa kak…Kak Eros, uhm….soal yang tadi di telepon…”
Eros menghela nafas, sebenarnya senior dari Claudia cs ini kenal dengan sosok Reiki Delana Alvaro, siapa yang tak kenal dengan sosok pria tampan, penerus tahta usaha Alvaro grup satu-satunya, seorang dokter yang juga dikenal akan sopan santun dan kebaikan hatinya.
Dalam circle kalangan atas, nama Reiki menjadi top search. Bukan apa-apa banyak sekali keluarga kaya raya yang ngotot ingin menjodohkan putri mereka dengan pewaris kekayaan grup Alvaro. Anehnya Reiki selalu menampakan ekspresi yang berbeda ketika di dekati oleh para perempuan yang disodorkan untuknya.
Eros sempat merasa aneh, cara Reiki menatap orang-orang disekitarnya yang memaksa memperkenalkan putri mereka, seperti ingin seseorang yang sudah bersiap untuk menghabisi orang lain dengan segala cara.
__ADS_1
Walaupun masih tersenyum, bagi Eros ekspresi yang di tunjukan oleh Reiki sama sekali tidak mengandung ketulusan, banyak yang tertipu tentu saja.
Senior dari Icha ini baru sadar alasan mengapa Reiki bersikap tak wajar begitu, setelah ia kedapatan beberapa kali menjemput Claudia, dari situlah Eros tersadar, bahwa Reiki menolak perempuan lain karena juniornya yang terkenal brutal.
Melihat fakta yang ada, tentunya Eros tak ingin gadis kesayangannya jadi korban. Ia tak yakin bahwa Reiki akan diam saja jika Icha bertindak dan ikut campur dalam urusan pria ‘aneh’ itu.
“Cha, aku pengen kamu gak usah ikut campur sama masalah yang ada sangkut pautnya sama Reiki Alvaro. Kamu ga tau dia pria seperti apa…” tutur Eros sambil mengerutkan dahinya.
Icha terdiam, lebih jelasnya ia ingin tahu sisi lain dari Reiki yang selama ini selalu dikaguminya.
“Kak…Icha minta tolong….”
“Tapi Cha…” tutur Eros.
“Tolong dengerin Icha dulu ka….” Icha langsung memotong omongan Eros, gadis ini melanjutkan pembicaraan mereka dengan menjelaskan alasannya, mengapa ia bersikeras untuk ikut campur dalam masalah tunangan sahabatnya itu.
Selama mendengarkan, Eros tak terlalu kaget. Perkiraannya tentang pria yang paling sering digosipkan dalam circle pergaulan atas itu memang sesuai dengan yang ia tebak.
“Aku mohon ka tolongin aku…aku butuh bukti kalau memang ka Reiki yang menyiapkan semua ini, aku butuh hal konkrete untuk mengkonfrontasi ka Reiki sebelum semua ini terlambat, sebelum perasaan Claudia semakin hancur dan juga…..sebelum….” Lidahnya keluh, Icha tak bisa mengatakan apa yang ingin ia katakan, Icha bahkan sudah mulai menangis tanpa suara.
Icha menundukan kepalanya, seakan telah kalah dalam berperang, ia tak ingin Reiki berubah menjadi monster. Sayangnya bagai berjalan di es yang tipis, Icha juga harus berhati-hati untuk menerima kenyataan.
Ia harus tetap waspada, agar ‘kenyataan’ yang menamparnya saat ini tidak mempengaruhi kewarasannya, karena bagaimana pun Icha tetap memiliki batasan untuk mencampuri urusan sahabatnya itu.
Eros menghela nafas, ia lalu tersenyum. Melihat kesungguhan gadis yang ia sayangi itu bagaimana bisa menolak keinginannya?.
“Ok Cha, aku akan bantu kamu….” seru Eros.
Mata Icha yang sudah berlinang air mata langsung berubah, gadis ini tersenyum lebar, ia sangat senang mendengar yang dikatakan oleh Eros.
“Tapi dengan satu syarat ya…”
__ADS_1
“Syarat apa kak?”
“Cha, aku mohon sama kamu jangan terlalu jauh ikut campur dalam masalah Claudia dan Reiki, aku gak mau kamu terluka karena orang lain….jangan biarin aku liat kamu menangis lantaran masalah orang lain, cukup aku melihat kamu bersedih akibat kelakuan aku yang dulu, dimasa ini ataupun masa depan jangan lagi”
Eros meradang ia pernah melakukan perbuatan yang salah dan sangat fatal hingga menyebabkan Icha trauma, untungnya gadis ini berjiwa besar hingga mampu memaafkan bahkan membimbingnya ke jalan yang lebih baik.
“Ka….Icha gak bisa….”
Icha ragu, gadis ini sudah berniat membongkar semuanya di depan Reiki jikalau sudah punya bukti dengan tujuan mengancam pria itu untuk berhenti. Di pikirannya saat ini hanya ingin Claudia bahagia, ia tulus ingin sahabatnya kembali ceria dan terbebas dari tekanan.
“Aku sayang sama kamu Cha, aku gak mau kamu terluka…..Reiki Alvaro itu orang gila, dia gak akan segan-segan ngabisin orang yang halangin dia, kalau sekedar bikin video kaya gitu aja belum seberapa buat dia, aku tahu banget dia terobsesi sama Claudia….jadi….”
Tak perlu di beritahu Icha paham seberapa besar obsesi pria itu pada sahabatnya, Icha ingin menyadarkan Reiki, hingga ia berani menyelak sebelum Eros selesai bicara.
“Maaf kak, tapi aku yakin ka Reiki gak akan sakitin aku…aku tahu dia sebenarnya orang yang baik, nafsu membuat dia ambil jalan yang salah…”
Pria yang sangat mencintai Icha itu terdiam, di titik ini Eros menyadari bahwasannya hati Icha terpaut pada Reiki. Ia cuma bisa tersenyum kecut, entah bagaimana ia baru sadar alasan Icha menolak perasaannya sejak lama.
“Ok Cha, aku udah bilang mau bantu….aku akan bantu, tapi syaratku masih sama…” Eros menatap gadis mungil yang ada di depannya, ia berharap Tuhan akan merubah arah hati Icha padanya suatu saat nanti.
“Makasih banyak kak, uhm aku pulang dulu ya ka…..nanti kita ngobrol lagi…” seru Icha sambil tersenyum.
Sesaat setelah Icha menjauh darinya, Eros pun pulang ke rumahnya, selama dalam perjalanan ia memikirkan bagaimana caranya agar Icha tak terlalu terkena masalah kedepannya.
Pikirannya itu tetap sama hingga keesokan harinya, ia bahkan tak bisa tidur sama sekali karena khawatir akan Icha yang nantinya mengkonfrontasi Reiki sendirian, hingga ia memustukan untuk melakukan sesuatu. Ia mengambil ponselnya dan langsung menghubungi seseorang.
“Halo Claudia, ada yang mau gw kasih tau ke lo….ini soal Reiki Delana Alvaro…”
__ADS_1