
Angkatan udara telah mengalami kekalahan telak saat berperang dengan angkatan laut yang dipimpin oleh Mr W. Meski begitu tak dapat dipungkiri bahwa kedua belah pihak tetap mendapatkan kerugian serta jumlah korban jiwa yang tidak sedikit.
Di saat beberapa prajurit angkatan udara sudah kehilangan semangat bertarung mereka karena tiadanya Adi Wijaya, Mr W memberi perintah untuk mencari dan membebaskan para tawanan mereka yang mayoritas adalah anggota Weapon Eagle.
Berkat kerja sama semua orang, dan menyerahnya para prajurit angkatan udara, Mr W pun berhasil mengetahui lokasi para tawanan beserta alat macam apa yang mengendalikan mereka semua. Sayangnya alat tersebut dipegang oleh eksekutif Law Breaker yang merupakan salah satu dari kelompok pendiri Law Breaker. Keduanya bertemu di lapangan latihan yang sangat luas namun tertutup karena terletak jauh di bawah tanah.
"Hmm, hebat benar benar hebat! Hahahahahha!"
"Kau benar benar melampaui ekspektasiku, W!"
Seorang pria berambut pirang dengan ciri khas seorang keturunan eropa, nampak tertawa sembari berdiri di tengah tengah Weapon Eagle dan lima ratus bawahannya. Saat itu dia nampak sedang memegang remot hitam yang berhiaskan beberapa tombol angka dan simbol perintah tertentu.
Mr W terdiam kaku bersama para bawahnnya saat mendapati sosok tersebut. Terlebih ribuan drone Law Breaker yang bertebaran di atas udara juga turut membuatnya frustrasi.
"Padahal aku sudah meminta bantuan Hacking Eagle untuk memalsukan koordinatku dengan memberikan lencana holderku padanya, semuanya kulakukan agar tak dapat ditemukan oleh Law Breaker. Tapi apa apaan dengan situasi ini! Bagaimana bisa Adi Wijaya berhubungan dengannya! Apa yang seorang dari five pondation lakukan di sini!" gumam Mr W sembari menunduk dengan tubuh yang gemetar.
"Wah wah wah, kenapa kau malah terlihat kacau begitu? Apa kau tidak merindukanku W?"
"Kenapa tubuhmu gemetar begitu? Apa kau takut!?" Mata biru orang eropa itu berubah menjadi ungu dan entah bagaimana sebuah tekanan yang mengerikan segera menyebar ke seluruh ruangan. Menjadikan W dan seluruh bawahannya tumbang dan dipaksa dalam posisi berlutut. Satu satunya yang tidak terpengaruh adalah W yang kini telah melepas kacamatanya.
'Five pondation bukanlah hal yang bisa kuhadapi saat ini, satu dari mereka saja sudah sanggup meratakan sebuah negara. Bagaimana bisa sosok penting dalam Law Breaker sepertinya berada disini!? Bukannya menyuruh bawahannya kemari, tapi dia malah berada di sini!? Apa dia sedang bersiap untuk meratakan negara ini!?' Mr W mengepal erat kedua tangannya dengan penuh kewaspadaan.
Krakkk!!!! Suara sesuatu yang pecah terdengar cukup jelas di telinga semua orang, dan tak lama setelah suara kecil itu berhenti, suara benda yang pecah terdengar secara beruntun yang kemudian di susul dengan suara besi yang menghantam lantai ruangan.
Klanggg!!!!
Awalnya W tertunduk ngeri, tapi karena penasaran akan suara suara tersebut, dia pun segera mengangkat wajahnya, kemudian disuguhkan oleh pemandangan remot kendali yang sudah hancur lebur di tangan pria asing itu, beserta ratusan belenggu besi yang berjatuhan setelah terlepas dari leher kaki dan tangan Weapon Eagle beserta seluruh bawahannya.
__ADS_1
"Karena sudah menghiburku dengan pertarungan dengan A tadi, maka akan kuhadiahi kau mereka. Kuyakin dengan ini negaramu masih bisa berjuang bukan begitu?" senyum pria asing itu tanpa menarik kembali tekanan auranya.
Alih alih menurunkan tekanan yang dia keluarkan, dia malah menaikkannya hingga ke titik di mana mr W mulai terpengaruh akan tekanan tersebut.
"Lumayan! Kau masih bisa berdiri meski sudah ku tekan dengan seperempat dari kekuatanku, kau benar benar melebihi ekspektasiku W! Hahahahah! Teruslah berkembang dan datangi aku saat kau sudah merasa cukup kuat! Jangan hiraukan semua drone itu, karena mereka semua adalah mainan pribadiku, jadi tak akan ada anggota lain yang dapat mengetahui situasi sekarang!" Pria asing itu melangkah pergi meninggalkan semuanya dengan begitu santai.
"Kau pikir kau mau ke mana!?"
"Meski kau berbahasa inggris tadi, aku masih bisa memahami apa yang kau ucapkan barusan!"
"Dari apa yang kudengar tadi, apa benar kalau rekaman dari drone drone itu tak akan bisa dilihat oleh orang orang Law Breaker selain dirimu?" Weapon Eagle menepuk pundak pria asing itu dengan nada mengancam.
"Beraninya sampah sepertimu menyentuhku!" Pria asing itu nampak emosi kemudian tak lama setelah itu Weapon Eagle entah bagaimana terpental mundur begitu saja hingga menghantam dan menghancurkan tembok ruangan. Serangannya cukup ganas hingga membuatnya langsung tak sadarkan diri dan sanggup meruntuhkan seisi ruangan.
"Kusarankan agar kalian menjaga sikap jika tetap ingin hidup! Ngomong ngomong sampai jumpa lagi W!" Pria itu menghilang begitu saja dari pandangan semua orang.
"Gerakannya begitu cepat sehingga terlihat seakan dia diam saja, tapi aku bisa melihatnya meski hanya sejenak. Pria itu melayangkan tinjunya ke perut Weapon Eagle!" Mr W menjelaskan kepada salah satu bawahannya.
"Benar benar orang yang mengerikan! Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang pak!?" tanya prajurit di samping Mr W.
"Bukankah sudah jelas! Tempat ini akan segera runtuh! Cepat bantu semua tawanan agar bisa pergi dari tempat ini. Dan jangan lupa untuk membawa Weapon Eagle ke para medis!" Mr W membentak kesal.
"Ba ... baik pak!" jawab sang prajurit dengan tampang panik sembari memberi hormat.
Di sisi lain, Hansen dikejutkan oleh fakta bahwa ternyata ayahnya pernah memiliki hubungan dengan keluarga besar Jaya Chandra.
"Hendra Jaya Chandra, itu adalah panggilannya di masa lalu. Nama pertama yang tuanku berikan kepadanya tepat setelah beliau mengangkat si tua tak berguna itu sebagai anak ke empat!" Ilmuan gila yang membedah kepala Hansen baru saja mengoceh sembari mencabut keluar chip peledak yang sudah terlihat dalam keadaan terselip di seitar jaringan otak.
__ADS_1
Hansen sudah tak memiliki tenaga lagi untuk merespon, dia bahkan sudah menutup matanya karena telah kehabisan tenaga akibat kehilangan banyak darah serta dipaksa tersadar sembari menahan rasa sakit yang luar biasa.
Meski sudah kehabisan tenaga, Hansen tetap bisa mendengar keluhan ilmuan gila dengan cukup jelas. Tak ada satu kata pun yang tak dapat ia dengar dengan jelas karena efek serum yang memaksanya untuk tetap dalam keadaan sadar.
"Si Gibran memang tak layak diangkat sebagai seorang putra ke empat karena bakatnya, tapi ayahmu sangatlah berbeda! Dia terlalu istimewa sehingga layak disandingkan dengan putra pertama. Sejak kecil entah bagaimana, tubuhnya sangat cocok untuk digunakan sebagai petarung! Jika saja dia tak memberontak dan memilih keluar dari keluarga, dia tak akan bernasib buruk hingga tak bisa melawan kelompok rendah seperti Law Breaker saat dia di tangkap beberapa tahun yang lalu!"
"Padahal dia bisa saja menjadi penerus tuan besar jika tetap menurut, bukankah dia begitu bodoh!?"
"Sialnya tuan besar terlalu menyukai ayahmu, karena itu kau benar benar beruntung!" Teriak ilmuan gila yang perlahan menutup kembali kepala Hansen.
Tak lama setelah menyelesaikan pembedahannya, ilmuan gila tersebut mendekatkan bibirnya ke telinga Hansen untuk berbisik, "Anak muda kau benar benar beruntung karena memiliki hubungan darah dengan mantan tuan muda ke lima yang masih menjadi kesayangan tuan besar hingga sekarang. Meski ayahmu sudah mengganti nama belakangnya dia tetap akan disambut di keluarga Jaya Chandra apabila memutuskan untuk kembali."
Setelah selesai berbisik, Hansen bernapas cukup lega. Semua karena dia tak merasakan adanya benda asing seperti chip yang dimasukkan sejak diangkatnya chip milik Number.
"Jangan bertanya kenapa aku tak melakukannya! Ini adalah keputusan tuan besar yang tak bisa aku bantah meskipun sebenarnya aku tak ingin melakukannya!" Ilmuan gila kembali mengoceh seakan tahu apa yang Hansen pikirkan saat itu.
"Ah ... tapi jangan bersikap lega dulu karena sudah berhasil melewati operasi pengangkatan chip di dalam kepalamu, karena beberapa jam lagi, akan ku obrak abrik lagi seluruh bagian tubuhmu! Ehhehehe!"
"Istirahatlah dan siapkan dirimu akan rasa sakit yang akan datang nanti! Hahahahhaha!" Ilmuan gila itu melangkah pergi meninggalkan ruangan sembari tertawa dengan senyum psikonya.
"Kalian tidak mendengar dan mengintip proses operasinya kan?" tanya ilmuan gila tepat di saat berpapasan dengan para gadis yang bertugas menjaga sekaligus mengawasi Hansen.
"..." semuanya tetap terdiam karena sedang menutup mata dan telinga mereka dengan cukup rapat.
"Dasar pecundang! Mereka benar benar terlalu patuh! Padahal aku sangat ingin menyiksa seseorang saat ini! Terpaksa deh aku menunggu untuk bermain lagi dengan tubuh mainan baruku nanti! Hahahaa!" Ilmuan gila itu perlahan pergi setelah menepuk pundak Rose untuk memberi tahunya bahwa operasinya telah selesai.
"Pastikan dia beristirahat dengan cukup, dan segera panggil aku ketika kondisinya sudah mulai stabil lagi! Karena aku akan menjalankan operasi lain untuk bersenang senang dengannya!"
__ADS_1
"Yah, jika kau mau ikut daftar operasinya juga boleh kok! Tapi pastikan untuk tak menjerit ya! Karena mungkin itu bisa membunuhmu, Ahahahahaha!" Ilmuan gila itu benar benar pergi setelah mengucapkan kalimat terakhirnya setelah Rose sudah melepas penyumbat telinganya.